2022, Golden Energy Bagikan Dividen Totalnya, 28 Triliun
PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengumumkan pembagian dividen interim ketiga sepanjang 2022 sebesar US$ 100 juta atau Rp 1,55 triliun. Sebelumnya, perseroan mengumumkan dividen interim 1 dan 2, masing-masing Rp 1,74 triliun dan Rp 2,97 triliun, sehingga total menjadi Rp 6,28 triliun. “Direksi Perseroan dengan ini mengumumkan kepada para pemegang saham bahwa berdasarkan persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris tertanggal 27 Oktober 2022, perseroan telah menyetujui dan memutuskan untuk membagikan Dividen Interim 3 tahun buku 2022 sejumlah US$ 100 juta atau setara US$ 0,017 per saham,” tulis Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines, Sudin dalam keterbukaan informasi, Jumat (28/10/2022).
Kali ini, perseroan menggunakan kurs tengah BI per 27 October 2022 senilai Rp15.596 per US$ 1. Dengan begitu, Dividen Interim 3 Perseroan tahun buku 2022 berjumlah Rp 1,55 triliun atau Rp 265,13 per saham. Pembagian dividen tersebut, didasari data keuangan per 31 Agustus 2022, yang mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 420,29 juta. Dalam laporan keuangan yang sama, yakni periode Januari-Agustus 2022, GEMS tercatat memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebanyak US$ 167,14 juta. Perseroan juga mencatatkan total ekuitas US$ 393,17 juta. Pemegang saham yang berhak atas dividen tunai ini adalah mereka yang masuk dalam daftar pemegang saham (DPS) atau recording date 9 November 2022 pukul 16:00. (Yoga)
Target Produksi Udang 2 Juta Ton pada 2204 Butuh Rp 365 Triliun
KKP mengungkapkan dibutuhkan biaya Rp 365 triliun untuk mengejar target produksi udang 2024 sebanyak 2 juta ton. Dirjen Perikanan Budidaya Haeru Rahayu menjelaskan, dari total 300.501 hektare lahan budi daya udang yang tersedia, baru 9.055 hektare (3 %) yang telah dikelola secara intensif. Sementara itu, seluas 43.643 ha atau 15 % dikelola secara semi intensif dan sisanya sebesar 82 % atau 247.803 hektare masih dikelola secara tradisional. "Kalau yang 247 hektare itu buat klaster 5 hektare dengan biaya Rp7 miliar, kami sudah hitung tadi malam itu hampir Rp365 triliun,” ujar dia di Jakarta, belum lama ini. Ia mengatakan, pihaknya terus mencari sumber pendanaan di luar APBN untuk bisa mewujudkan target tersebut. APBN itu seharusnya hadir di tiga aspek saja, membuat regulasi, menyiapkan dukungan infrastruktur dan penyiapan SDM. Investasi dan selanjutnya seharusnya serahkan ke teman-teman swasta. Ia menuturkan, pihaknya juga tengah melirik pinjaman dan/atau hibah luar negeri (PHLN) untuk mencapai target sesuai arahan Jokowi itu.
"Tapi kemudian karena 2024 itu diminta untuk bisa memenuhi 2 juta ton, kami mencoba konsep modelling yang lain, sumbernya non APBN. Kita mencoba pendekatan PHLN. Tapi tidak habis begitu saja, kita ingin melakukan pengembalian PHLN ini supaya utang ini tidak menjadi persoalan bagi anak cucu kita," katanya. Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, permintaan pasar udang global berada di nomor dua setelah salmon. Selama kurun waktu 2015-2020, Indonesia telah memenuhi pasar udang dunia sebesar 6,9%. "Sepanjang 2021, nilai ekspor udang Indonesia mencapai US$ 2,2 miliar, tertinggi di antara komoditas perikanan lainnya. Dengan kata lain, budi daya udang dapat berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi nasional maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudidaya," ungkap dia. Trenggono menjelaskan strategi untuk meningkatkan produksi udang nasional, diawali dengan melakukan evaluasi tambak udang eksisting, merevitalisasi tambak udang tradisional serta membangun tambak udang modeling skala industri di beberapa titik Indonesia sesuai konsep pendekatan hulu dan hilir dalam satu kawasan industri atau kawasan ekonomi (Yoga)
Rupiah Menguat, FFR Diprediksi Memuncak pada November
Nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (28/10). Jika mengutip Bloomberg, kurs rupiah menguat 13 poin atau 0,08% ke level Rp 15.554 per dolar AS. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah tercatat Rp 15.542 per dolar AS. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengatakan, penguatan mata uang Asia pada Jumat (28/10) karena pelaku pasar melihat nuansa puncak kenaikan Fed Fund Rate (FFR) terjadi di November 2022.
"Dalam kurun waktu 2 minggu terakhir ada semacam istilahnya black out period atau tidak ada statement hawkish rhetoric dari Fed official. Sedangkan dari domestik ada asesmen dari pelaku pasar domestik bahwa vulnerability sektor eksternal Indonesia menurun, ini sedikit banyaknya ikut mendorong penguatan rupiah," ucap dia kepada Investor Daily, Jumat (28/10). Meski demikian, BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas rupiah dan kebijakan moneter akan diarahkan untuk mendukung stabilitas, makroprudensial, sistem pembayaran, pasar uang dan UMKM dan ekonomi keuangan syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. (Yoga)
Membuka Peluang di Tengah Kekosongan Pasokan Minyak Nabati
Pemerintah terus mempromosikan sistem sertifikasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) kepada pasar internasional. Saat ini, Indonesia berpeluang meningkatkan pangsa pasar minyak sawit ke pasar internasional setelah terjadi perang Rusia-Ukraina yang mengganggu pasokan minyak nabati dunia. Sertifikasi ISPO merupakan rangkaian kegiatan penilaian usaha perkebunan kelapa sawit yang menjamin produk dan pengelolaan kebun kelapa sawit telah memenuhi prinsip layak ekonomi, layak sosial-budaya, serta ramah lingkungan. Sertifikasi ini dinilai bisa meyakinkan pasar global bahwa produk minyak kelapa sawit Indonesia telah memenuhi ketentuan.
“Kelapa sawit Indonesia berkontribusi 45 % kebutuhan minyak nabati dunia. Jadi, kita perlu mempromosikan kelebihan minyak sawit sebagai salah satu jenis minyak nabati yang dapat memenuhi kebutuhan global,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Perekonomian, Musdhalifah Machmud, dalam konferensi pers persiapan G20 Sustainable Vegetable Oils Conference (G20 SVOC),di Bali, kemarin. “Kami akan mempromosikan manfaat minyak sawit yang bisa digunakan pada berbagai segmen, seperti untuk energi, pangan, dan produksi barang-barang kebutuhan harian,” kata Musdhalifah. Acara ini menjadi sarana mendorong pengembangan minyak nabati secara berkelanjutan, baik di tingkat domestik maupun global. (Yoga)
Menteri Zulkifli: Harga Kebutuhan Pokok di Kota Malang Stabil
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan harga barang-barang kebutuhan pokok (bapok) di Kota Malang stabil dan terjangkau. “Harga bapok di Pasar Besar Kota Malang terpantau stabil. Saya senang Wali Kota Malang bisa menjaga stabilitas harga bapok di Malang. Harga bapok yang stabil merupakan keharusan karena merupakan keperluan masyarakat banyak,” ujarnya di Pasar Besar di Kota Malang, Jatim, Jumat, 28 Oktober. Berdasarkan pantauan di Pasar Besar per 28 Oktober, komoditas yang harganya stabil, antara lain gula Rp13.000 per kg, minyak goreng kemasan Rp19.000 per liter, minyak goreng curah Rp14.000 per liter dan MINYAKITA Rp14.000 per liter.
Kemudian tepung terigu Rp13.000 per kg, daging sapi Rp125.000 per kg, daging ayam ras Rp30.000–32.000 per kg, telur ayam ras Rp26.000 per kg, bawang merah Rp 32.000 per kg, dan bawang putih Rp20.000 per kg. Sedangkan komoditas yang harganya turun adalah cabai merah keriting menjadi Rp35.000– 40.000 per kg, cabai merah besar Rp30.000–35.000 per kg, dan cabai rawit merah Rp30.000–35.000 per kg. Komoditas kebutuhan pokok yang naik adalah beras premium naik 4,34 % menjadi Rp12.000 per kg. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengupayakan stabilisasi harga beras dengan memasok beras medium Bulog dengan harga Rp9.450 per kg. (Yoga)
Satgas BLBI Kanting Aset Obligor Rp 28,85 Triliun
Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) berhasil mengantongi aset obligor mencapai Rp 28,85 triliun sampai dengan 28 Oktober 2022.
Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemkeu) Purnama T Sianturi mengatakan, nilai tersebut dalam bentuk uang tunai ke kas negara, penetapan status penggunaan ke lembaga, hibah, serta melalui bentuk barang milik negara (BMN).
Efek Merger, Laba Bersih ISAT Turun 36,4%
Emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) alias Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencetak kinerja negatif pada kuartal III-2022.Laba bersih ISAT hanya sebesar Rp 3,69 triliun, turun 36,4% secara tahunan dari Rp 5,8 triliun di kuartal III-2021.
Penurunan laba bersih dipicu membengkaknya beban operasional, beban depresiasi dan amortisasi. Selain itu, biaya finansial juga melonjak, sebagai dampak dari merger ISAT dan PT Hutchison 3 Indonesia.
Meski laba bersih terpapar efek merger ISAT dan Hutchison 3, aksi korporasi ini berhasil mendorong pertumbuhan jumlah pelanggan ISAT sebesar 58,3% menjadi 98,6 juta di kuartal III-2022.
Bank Digital Mulai Mencetak Kinerja Positif
BANK digital mulai menunjukkan kinerja positif mereka. Salah satunya PT Allo Bank Indonesia Tbk. Bank itu mengumumkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 209 miliar per September 2022. Sementara pendapatan operasional sebesar Rp 530 miliar.
Setelah menggelar serangkaian
rights issue
dalam tahun 2021 dan 2022, posisi ekuitas tumbuh menjadi Rp 6,32 triliun per akhir September 2022. Hasil itu menjadikan Allo Bank sebagai satu bank digital dengan permodalan paling baik di Indonesia.
"Presiden Direktur Allo Bank, Indra Utoyo mengatakan, pencapaian ini merupakan buah dari strategi mengoptimalkan ekosistem bisnis di CT Corp yang merupakan pemegang saham strategis Allo bank. CT Corp memiliki bisnis ritel yang besar di Indonesia," katanya dari rilis yang diterima KONTAN, Kamis (27/10).
MENJAGA NAPAS LIKUIDITAS
Tak butuh waktu lama bagi perbankan untuk merespons kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia pada periode Agustus hingga Oktober 2022. Mulai bulan depan, suku bunga simpanan bank diperkirakan kompak naik. Naiknya suku bunga simpanan itu sebagai cara bank agar likuiditas tetap aman. Kendati dana simpanan dinilai masih melimpah, terutama di bank-bank besar, penyesuaian bunga simpanan dilakukan untuk memastikan ketersediaan uang guna mendorong penyaluran kredit. Kenaikan bunga untuk jenis simpanan deposito 1 bulan mulai terasa sejak Juli 2022. Dalam laporan asesmen transmisi suku bunga kebijakan oleh Bank Indonesia pada Oktober 2022, terlihat rerata bunga deposito 1 bulan pada Agustus 2022 berada di level 2,89%, atau lebih tinggi dari posisi Juli 2022 di level 2,81%. Jumlah simpanan deposito 1 bulan di perbankan secara nilai hampir 40% dari total simpanan berjangka di bank yang pada Juli mencapai Rp2.859,97 triliun. Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan mengatakan bahwa kenaikan suku bunga acuan hingga 125 basis poin dalam 3 bulan terakhir, cukup menjadi perhatian pelaku bank untuk menyiapkan strategi baru melakukan penyesuaian bunga simpanan agar likuiditasnya tetap terjaga. Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sigit Prastowo menyatakan masih terus memantau kondisi likuiditas di pasar. Dari sisi likuiditas, katanya, ada potensi kenaikan LDR bank pada tahun depan dibandingkan dengan posisi 2022. “Kami akan jaga di bawah 90% pada 2023 dan seterusnya,” kata Sigit. Kenaikan suku bunga kredit ke depan berpotensi dapat mengganggu permintaan kredit dari kalangan pelaku usaha sektor riil.
PENJUALAN GAS KE SINGAPURA : Kontrak Ekspor Diperpanjang
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk memperpanjang kontrak penjualan gas ke Singapura. Rencananya, kontrak penjualan gas itu akan diperpanjang hingga 2028 atau 5 tahun setelah kontrak awal berakhir tahun depan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, keputusan itu diambil setelah adanya permintaan gas yang tinggi dari Singapura. Di sisi lain, neraca gas domestik tahun ini dipastikan mengalami surplus hingga jangka waktu yang relatif lama seiring dengan beroperasinya sejumlah lapangan gas besar di dalam negeri.









