;

Pataka: Kenaikan Harga Beras Karena Multifaktor

Yoga 27 Oct 2022 Investor Daily

Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) menyebutkan, bahwa kenaikan harga beras yang terjadi sejak Agustus 2022 disebabkan oleh banyak faktor mulai dari produksi beras yang menurun, kenaikan harga BBM, hingga kelangkaan pasokan pupuk. “Beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan harga beras adalah produksi beras menurun di bulan tertentu, implikasi kenaikan harga BBM, efek samping kebijakan bansos (free market), kebijakan fleksibilitas harga gabah dan beras ditingkat petani hingga langkanya pasokan impor pupuk akibat perang Rusia-Ukraina,” kata Ketua Pataka, Ali Usman dalam diskusi Pataka, di Jakarta, belum lama ini.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional Rachmi Widiriani mengatakan, pemerintah menargetkan stok beras Bulog 1,2 juta ton pada akhir tahun 2022. Dia menyebut pembelian beras di musim gadu seperti saat ini memerlukan upaya lebih lantaran produksi yang menurun. Di musim gadu atau penanaman pada musim kemarau, produksi gabah atau beras rendah tetapi kualitasnya lebih bagus. “Karena berada pada musim panas sehingga kualitas gabah atau beras yang dihasilkan lebih baik dibanding periode sebelumnya,” katanya. Rachmi menyampaikan, harga GKP (gabah kering panen) di tingkat petani naik 13,5 %, harga GKG (gabah kering giling) meningkat 9,2 %, dan harga beras meningkat 4,2 % dari Rp 10.700 di bulan Juli 2022 menjadi Rp 11.090/kg di tingkat konsumen. (Yoga)


Pemerintah Serap Pembiayaan Rp 12,15 Triliunan dari Lelang SUN

Yoga 27 Oct 2022 Investor Daily

Pemerintah menyerap pembiayaan sebesar Rp 12,15 triliun dari lelang surat utang negara (SUN), Selasa (25/10). Dalam lelang tersebut, pemerintah menerima penawaran hingga Rp 17,09 triliun. Direktur SUN Ditjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan, minat investor pada lelang tersebut meningkat menjadi Rp 17,09 triliun dibanding lelang sebelumnya, Rp 15 triliun. Meskipun kondisi makro ekonomi domestik yang solid serta kinerja APBN yang masih mencatat surplus pada akhir September 2022 sebesar Rp 60,9 triliun, investor masih menahan diri dalam melakukan investasi. “Investor masih cenderung berhati-hati dan bersikap wait and see di tengah kondisi pasar global yang masih volatile serta menunggu hasil FOMC (Federal Open Market Committee) meeting The Fed pada 1 sampai dengan 2 November 2022,” ucap Deni Ridwan, Selasa (25/10). Seri SUN yang dilelang adalah seri SPN03230125 (new issuance), SPN12230720 (reopening), FR0095 (reopening), FRSDG001 (new issuance), FR0096 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0089 (reopening).

Deni mengatakan, investor merespons positif penerbitan SUN seri FRSDG001, yang tercermin dari tingginya incoming bids yang mencapai Rp 2,26 triliun atau 13,22% dari total incoming bids. Seri FRSDG001 merupakan seri Sustainable Development Goals (SDGs) Bond yang ditawarkan di pasar domestik untuk melengkapi SDGs Bond yang diterbitkan di pasar global. Seri FRSDG001 diterbitkan dengan tenor delapan tahun (jatuh tempo 15 Oktober 2030), dan kupon 7,375%. Seri SUN dengan tenor 6 dan 11 tahun mendominasi demand investor pada lelang hari ini, yang mencapai 68,67% dari total incoming bids dan 64,18% dari total awarded bids. “Selain itu, incoming bids terbesar masih pada tenor 11 tahun yaitu Rp 6,73 triliun (39,41% dari total incoming bids) dan dimenangkan sebesar Rp 4,3 triliun (35,38% dari total awarded bids),” kata Deni. Partisipasi investor asing pada lelang kali ini sebesar Rp 2,26 triliun. Jumlah incoming bids dari investor asing mayoritas pada seri SUN tenor enam dan 11 tahun yaitu Rp 1,95 triliun atau 86,06% dari total incoming bids investor asing dan dimenangkan sebesar Rp 1,4 triliun atau 11,52% dari total awarded bids. (Yoga

2023, Pemerintah akan Efisiekan Belanja Negara

Yoga 27 Oct 2022 Investor Daily

Pemerintah akan mengefisienkan belanja negara guna merealisasikan defisit APBN kembali di bawah 3% pada 2023. Adapun pagu APBN tahun depan Rp 3.061 triliun. Wamenkeu Suahasil Nazara mengatakan, walaupun diupayakan efisien, belanja negara diarahkan untuk melindungi perekonomian, seperti belanja kesehatan dan menjaga daya beli masyarakat. Menurut dia, peran APBN dalam perekonomian Indonesia sangat penting dan tidak lepas dari kondisi ekonomi dunia, seiring gejolak ekonomi global yang sangat serius. Hal ini pun berdampak terhadap peningkatan harga-harga di perekonomian yang mendorong naiknya inflasi. Hal ini direspons melalui peningkatan suku bunga acuan oleh bank sentral sejumlah negara termasuk Indonesia.

"Jika terjadi inflasi, otoritas moneter akan melakukan kebijakan yang diarahkan untuk menangani inflasi atau menjaga harga. Ini biasanya dilakukan dengan mengurangi likuiditas melalui peningkatan suku bunga acuan," ucap dia. Sementara itu, dia mengatakan, perekonomian negara mulai pulih pasca terdampak Covid-19, penerimaan negara juga mulai meningkat. Hal ini tercermin pada realisasi pendapatan negara September 2022 yang tumbuh 45,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, belanja pemerintah tumbuh mencapai 5,9%. “Akselerasi belanja akan digunakan untuk memastikan kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi terus terjaga,” kata dia. (Yoga)


Mulai Pulih, Sido Muncul Raihan Penjualan Rp 2,6 Triliun

Yoga 27 Oct 2022 Investor Daily

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) meraih penjualan Rp 2,61 triliun pada Januari-September 2022, turun 6% dibanding periode sama tahun lalu Rp 2,77 triliun. Penurunan tersebut berdampak pada perolehan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 720,45 miliar dibanding tahun lalu Rp 865,49 miliar. “Secara kumulatif selama sembilan bulan pertama, Sido Muncul masih mencatatkan penurunan kinerja penjualan sebesar 6% dan laba bersih turun 17%, yang disebabkan normalisasi permintaan produk-produk kesehatan konsumen dari basis yang tinggi pada kuartal ketiga 2021 karena adanya penyebaran varian Delta,” kata Direktur Sido Muncul Leonard dalam keterangan resminya, Rabu (26/10). Meski demikian, emiten produsen jamu tersebut telah mencatatkan pemulihan kinerja di kuartal tiga 2022 dibanding kuartal sebelumnya.

Penjualan Sido Muncul pada kuartal III-2022 naik 37% dan laba bersih melonjak 83% dibanding kuartal dua tahun ini. “Kami mencatatkan pemulihan kinerja pada kuartal ketiga dibanding kuartal dua seperti yang kami harapkan,” tutur dia. Dengan melihat pemulihan kinerja di kuartal III, sambung Leonard, pihaknya optimistis permintaan produk kesehatan terutama herbal masih terus bertumbuh. “Dalam perspektif jangka panjang, kinerja SIDO pun masih mencerminkan perusahaan yang sangat solid dengan CAGR 2019-2021 dua digit, yaitu 14% pada penjualan, dan 25% pada laba bersih,” jelas dia. Dia melanjutkan, perseroan juga masih mencatatkan posisi keuangan yang solid dan sehat, dengan kas netto sebesar Rp 858 miliar dan tidak memiliki pinjaman keuangan, sehingga tidak ada paparan atas risiko kenaikan tingkat suku bunga ke depannya. “SIDO memiliki lebih dari 300 SKU dengan merek yang kuat dan menjadi top of mind bagi konsumen Indonesia. Merek-merek seperti Tolak Angin dan Kuku Bima Ener-G! Telah ada dan sudah menjadi brand yang kuat selama beberapa dekade,” pungkas dia. (Yoga)


Bank Memanen Fulus dari Transaksi Valas

Hairul Rizal 27 Oct 2022 Kontan (H)

Sejumlah bank besar di Tanah Air menjala kenaikan pendapatan transaksi valuta asing (valas). Lonjakan ekspor dan impor, remitansi dan penguatan dollar AS menjadi pengerek pundi-pundi pendapatan berbasis valas. Bank Mandiri Tbk (BMRI), misalnya, mencatatkan pendapatan berbasis komisi dari transaksi foreign exchange dan derivatif senilai Rp 2,12 triliun di sembilan bulan pertama tahun ini. Nilai itu naik 3% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,06 triliun. Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Timothy Utama menyatakan, platform yang baru berumur satu tahun ini mencetak pertumbuhan transaksi sebesar 27% yoy menjadi Rp 13.420 triliun hingga kuartal III-2022. Adapun nilai transaksi e-fx (e-foreign exchange) Kopra tumbuh 109% yoy dari Rp 71 triliun menjadi Rp 149 triliun. Selain BMRI, Bank BNI Tbk (BBNI) mencatatkan pendapatan berbasis valas sekitar Rp 1,17 triliun hingga September 2022. Nilai tersebut melejit 18,3% secara tahunan dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 997 miliar. Di sisi lain, kata Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, bunga kredit valas naik antara 1%-2%. “Penyesuaian suku bunga, khususnya deposito valas, untuk memenuhi tingginya permintaan kredit valas,” ujar Novita.

Pembahasan Pajak E-Commerce Belum Tuntas

Hairul Rizal 27 Oct 2022 Kontan

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemkeu) terus mematangkan rencana penerapan pajak e-commerce lokal. Dalam skemanya, e-commerce lokal seperti Tokopedia, Bukalapak, hingga Blibli akan ditunjuk menjadi pemungut pajak. Kasubdit Peraturan PPN Perdagangan, Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya Ditjen Pajak Bonarsius Sipayung bilang, kebijakan tersebut masih dalam proses tahap kajian. Jadi nantinya, para marketplace yang mendapat tugas dari otoritas pajak bakal memungut PPN dan PPh dari para pelapak yang berbisnis di marketplace bersangkutan.

Penjualan Batu Bara Moncer, Kinerja UNTR Makin Tokcer

Hairul Rizal 27 Oct 2022 Kontan

Emiten di sektor pertambangan batubara terus menorehkan kinerja positif di sepanjang tahun ini. Contohnya PT United Tractors Tbk (UNTR). Pada kuartal III-2022, UNTR membukukan penjualan 7,77 juta ton batubara. Realisasi ini naik tipis 0,34% secara tahunan dari 7,75 juta ton di kuartal III-2021. Secara bulanan, per September 2022, UNTR menjual 476.000 ton batubara, terdiri dari 431.000 batubara termal dan 45.000 batubara kokas (metalurgi). Namun, penurunan penjualan batubara ini memang sudah direncanakan. "Ini mengingat pada Agustus-September tinggi air sungai sangat dangkal. Jadi, menyulitkan barging," kata Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan United Tractors kepada KONTAN, Rabu (26/10). Penurunan penjualan juga dipicu merosotnya produksi batubara UNTR. Di sepanjang sembilan bulan tahun 2022, produksi batubara UNTR hanya 83,2 juta ton, turun 5,4% dari periode yang sama pada 2021 sebanyak 88 juta ton.

Perbankan Ancang-Ancang Menaikkan Bunga KPR

Hairul Rizal 27 Oct 2022 Kontan

Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,75%. Kenaikan bunga acuan bakal mengerek naik bunga kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan. Bank Mandiri, misalnya, telah menaikkan suku bunga KPR rata-rata ke kisaran 25 basis poin (bps) hingga 50 bps. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rudi As Aturridha mengatakan, Bank Mandiri menyesuaikan kenaikan suku bunga acuan BI yang telah tiga kali dinaikkan. Saat ini suku bunga dasar kredit (SBDK) Bank Mandiri untuk segmen KPR berada di level 7,25%. SKDB digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang dibebankan bank kepada debitur. Tapi, SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko terhadap risiko masing-masing debitur. Sementara Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Aestika Oryza Gunarto mengatakan, saat ini BRI belum menaikkan suku bunga KPR. SBDK BRI saat ini sebesar 7,25% efektif per tahun dengan counter rate bunga KPR sebesar 13%.

TRIK AMANKAN PAJAK & INVESTASI

Hairul Rizal 27 Oct 2022 Bisnis Indonesia (H)

Kabar baik untuk dunia usaha. Pemerintah tengah memoles skema insentif fiskal untuk dunia usaha pada tahun depan. Skema itu bakal dirancang sedemikian rupa agar tak bertentangan dengan konsensus perpajakan global yang bakal berlaku mulai 2023. Pemerintah menilai, kehadiran beragam insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, hingga super tax deduction, terbukti manjur memacu gairah penanaman modal. Aliran investasi yang lancar pun diharapkan mampu memperkuat penerimaan pajak korporasi yang selama ini menjadi salah satu andalan keuangan negara. Jika ditelaah, guyuran insentif memang bertentangan dengan semangat dari konsensus perpajakan global, Pilar 2: Global Anti Base Erosion (Globe), yang mulai berlaku tahun depan. Sebab, salah satu semangat konsensus itu adalah memberantas banjir insentif dan perang tarif pajak korporasi yang berisiko memicu praktik penghindaran pajak oleh perusahaan multinasional. Pemerintah bukannya abai dengan risiko tersebut. Kepada Bisnis, Selasa (25/10), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menjelaskan otoritas fiskal memiliki racikan yang bisa mengamankan dua kepentingan itu sekaligus, yakni pajak dan investasi.


Menakar Kinerja Mekar Bank Besar

Hairul Rizal 27 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Sembilan bulan tahun ini sudah dilewati dunia usaha di Tanah Air, termasuk bisnis perbankan. Sektor penopang perekonomian itu masih mampu unjuk gigi. Performa sepanjang tahun ini masih sangat terjaga. Indikator positif yang memperlihatkan bisnis bank kokoh sepanjang tahun ini terlihat dari penyaluran kredit dan profitabilitas. Mengutip data analisis uang beredar Bank Indonesia sampai dengan September 2022, penyaluran kredit bank tumbuh 10,8% year-on-year (YoY) dengan outstanding sebesar Rp6.257,1 triliun. Penyaluran kredit kepada korporasi maupun perorangan tumbuh kuat dengan laju hingga double digit. Kinerja solid bank terlihat nyata dari capaian bank-bank papan atas. Setidaknya, sudah ada empat bank besar yang merilis laporan kinerja kuartal III/2022 yakni PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Keempat bank itu membentuk aset secara konsolidasi sebesar Rp3.706,82 triliun sampai dengan kuartal III/2022. Kira-kira mewakil 36% dari total aset industri perbankan nasional. Saat menyampaikan paparan kinerja pada Rabu (26/10), Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa perseroan mencetak pertumbuhan laba bersih 59,41% dengan nilai sebesar Rp30,65 triliun hingga kuartal III/2022. Emiten bank dengan kode BMRI itu mampu meningkatkan profitabilitas yang di antaranya tercermin dari kenaikan return on equity (ROE) secara bank only menyentuh 23,28% atau naik 822 basis points (bps) secara tahunan dan NIM konsolidasi terjaga solid.


Pilihan Editor