;

APBN 2023 : GERIGI DI JALUR KONSOLIDASI

Hairul Rizal 28 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Jalur menuju konsolidasi fiskal pada tahun depan makin terjal sejalan dengan meningkatnya kekhawatiran gangguan rantai pasok, dinamika harga komoditas, lonjakan inflasi, hingga ancaman resesi di sejumlah negara utama. Otoritas fiskal bahkan meneropong postur anggaran pada tahun depan berisiko berubah haluan dari racikan yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan ada lima tantangan yang diwaspadai pemerintah dan memicu meningkatnya ketidakpastian ekonomi. Pertama, scarring effect sisi supply yang masih berlanjut sehingga berpotensi memicu inflasi. Kedua, perlambatan ekonomi global memengaruhi laju pertumbuhan eknonomi domestik. Ketiga, perang di Ukraina menyebabkan gangguan sisi suplai. Keempat, pengetatan kebijakan moneter secara agresif yang memicu cost of fund tinggi dan menekan rupiah. Kelima, potensi moderasi harga komoditas. “ pendapatan turun, belanja naik. Tetapi defisit APBN kita pastikan bisa tetap turun di bawah 3% ,” katanya, Kamis (27/10).  Celakanya, belanja negara justru turun yakni dari Rp3.106,43 triliun dalam APBN 2022 Perubahan menjadi Rp3.061,17 triliun, atau terpangkas 1,45%. Kondisi inilah yang kemudian menyulitkan langkah pemerintah untuk mewujudkan konsolidasi fiskal, yang salah satunya mewajibkan defisit di bawah 3% terhadap PDB.

OMZET DAGANG-EL : Ekosistem Digital Penting untuk UMKM

Hairul Rizal 28 Oct 2022 Bisnis Indonesia

UMKM disarankan terhubung ke ekosistem platform digital agar ikut menikmati omzet digital yang meningkat pesat hingga hampir 900% dalam 4 tahun. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa 93% pasar UMKM mengalami penurunan omzet. Namun, omzet itu beralih ke perdagangan online atau dagang-el.Dia menyebutkan tren perkembangan industri e-commerce di Indonesia melonjak dari Rp42 triliun pada 2017 menjadi Rp401 triliun pada 2021. Perusahaan rekanan GoTo, Gojek, dan Tokopedia, kembali menggelar KoMD untuk para pegiat UMKM, menyusul kesuksesan gelaran KoMD pertama pada 2021 yang menjangkau belasan ribu pelaku UMKM.Edisi kedua KoMD ini mengusung tema ‘Transformasi Usaha Digital dan Ramah Lingkungan’ yang selaras dengan misi pemerintah Indonesia dalam presidensi Indonesia di G20. KoMD 2022 bertujuan mendorong kemajuan dan daya saing UMKM. Mengingat 95% perekonomian Indonesia ditopang oleh UMKM

Kinerja Makin Solid, Laba BSI Tumbuh 42% di Kuartal III

Yoga 28 Oct 2022 Investor Daily (H)

Kinerja positif PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berlanjut pada kuartal III-2022, tercermin dari laba bersih yang meningkat 42% secara year on year (YoY) mencapai Rp 3,21 triliun. BSI membukukan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 245,18 triliun, atau tumbuh 11,86% pada periode yang sama. Kinerja positif ini didukung oleh kepercayaan masyarakat melalui penempatan DPK. Bahkan tabungan wadiah tumbuh melesat dan menjadi salah satu produk yang paling diminati masyarakat, karena bebas biaya administrasi bulanan dengan fasilitas e-banking yang mudah diakses. Kinerja solid juga didukung total pembiayaan yang tumbuh 22,35%, menjadi Rp 199,82 triliun.

Kontribusi pembiayaan terbesar berasal dari bisnis mikro yang tumbuh 37,32%, disusul pembiayaan kartu yang meningkat 35,81% dan pembiayaan gadai naik 30,15%. Capaian ini juga didukung oleh kualitas pembiayaan yang sangat sehat. Hal itu tercermin dari NPF Nett yang sangat terjaga, hanya 0,59%. Dirut BSI Hery Gunardi mengatakan, kinerja perseroan hingga September 2022 berada pada jalur yang tepat dan menuju pertumbuhan yang semakin solid. “Kami terus melakukan transformasi dan efisiensi di internal serta mencermati perkembangan ekonomi di dalam negeri dan global, agar kami dapat melakukan antisipasi dan terus mendorong pertumbuhan kinerja BSI yang se[1]hat dan berkelanjutan,” tuturnya. (Yoga)


Triwulan Tiga, Ekonomi AS Tumbuh 2,6%

Yoga 28 Oct 2022 Investor Daily

Kekhawatiran inflasi di AS diharapkan mereda setelah ekonomi mencatatkan kenaikan pertumbuhan pada kuartal ketiga 2022. Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan pada Kamis (27/10) PDB periode Juli hingga September 2022 naik 2,6% dibandingkan tahun sebelummnya. Melebihi perkiraan Dow Jones yang sebesar 2,3%. Ekspansi ini membalikkan koreksi dua kuartal berturut-turut, yang sebetulnya memenuhi definisi resesi teknikal tapi belum menurut Biro Riset Ekonomi Nasional. Pertumbuhan pada kuartal III sebagian besar didorong penurunan defisit perdagangan, yang diperkirakan oleh para ekonom sebagai kejadian satu kali yang tidak akan terulang di kuartal mendatang. Peningkatan PDB itu juga berasal dari peningkatan belanja konsumen, investasi tetap non-perumahan, dan belanja pemerintah.

“Secara keseluruhan, rebound sementara 2,6% pada kuartal ketiga lebih dari sekedar membalikkan penurunan pada paruh pertama tahun ini, tapi kami perkirakan tidak bertahan lama,” kata Paul Ashworth, kepala ekonom Capital Economics untuk Amerika Utara, seperti dikutip CNBC. Menurut dia, ekspor akan segera menurun dan permintaan domestik semakin tertekan karena beban suku bunga tinggi. Laporan PDB itu keluar saat otoritas AS berjuang melawan inflasi, tertinggi dalam 40 tahun. Laporan BEA menunjukkan ekonomi melambat di sektor-sektor utama, terutama belanja konsumen dan investasi swasta. Belanja konsumen hanya naik 1,4% pada kuartal tersebut dan turun dari 2% pada kuartal II. Sedangkan investasi domestik swasta turun 8,5%, melanjutkan tren penurunan setelah jatuh 14,1% pada kuartal kedua. Sisi positifnya, ekspor naik 14,4% sementara impor turun 6,9%. (Yoga)


Pataka: Kenaikan Harga Beras Karena Multifaktor

Yoga 27 Oct 2022 Investor Daily

Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) menyebutkan, bahwa kenaikan harga beras yang terjadi sejak Agustus 2022 disebabkan oleh banyak faktor mulai dari produksi beras yang menurun, kenaikan harga BBM, hingga kelangkaan pasokan pupuk. “Beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan harga beras adalah produksi beras menurun di bulan tertentu, implikasi kenaikan harga BBM, efek samping kebijakan bansos (free market), kebijakan fleksibilitas harga gabah dan beras ditingkat petani hingga langkanya pasokan impor pupuk akibat perang Rusia-Ukraina,” kata Ketua Pataka, Ali Usman dalam diskusi Pataka, di Jakarta, belum lama ini.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional Rachmi Widiriani mengatakan, pemerintah menargetkan stok beras Bulog 1,2 juta ton pada akhir tahun 2022. Dia menyebut pembelian beras di musim gadu seperti saat ini memerlukan upaya lebih lantaran produksi yang menurun. Di musim gadu atau penanaman pada musim kemarau, produksi gabah atau beras rendah tetapi kualitasnya lebih bagus. “Karena berada pada musim panas sehingga kualitas gabah atau beras yang dihasilkan lebih baik dibanding periode sebelumnya,” katanya. Rachmi menyampaikan, harga GKP (gabah kering panen) di tingkat petani naik 13,5 %, harga GKG (gabah kering giling) meningkat 9,2 %, dan harga beras meningkat 4,2 % dari Rp 10.700 di bulan Juli 2022 menjadi Rp 11.090/kg di tingkat konsumen. (Yoga)


Pemerintah Serap Pembiayaan Rp 12,15 Triliunan dari Lelang SUN

Yoga 27 Oct 2022 Investor Daily

Pemerintah menyerap pembiayaan sebesar Rp 12,15 triliun dari lelang surat utang negara (SUN), Selasa (25/10). Dalam lelang tersebut, pemerintah menerima penawaran hingga Rp 17,09 triliun. Direktur SUN Ditjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan, minat investor pada lelang tersebut meningkat menjadi Rp 17,09 triliun dibanding lelang sebelumnya, Rp 15 triliun. Meskipun kondisi makro ekonomi domestik yang solid serta kinerja APBN yang masih mencatat surplus pada akhir September 2022 sebesar Rp 60,9 triliun, investor masih menahan diri dalam melakukan investasi. “Investor masih cenderung berhati-hati dan bersikap wait and see di tengah kondisi pasar global yang masih volatile serta menunggu hasil FOMC (Federal Open Market Committee) meeting The Fed pada 1 sampai dengan 2 November 2022,” ucap Deni Ridwan, Selasa (25/10). Seri SUN yang dilelang adalah seri SPN03230125 (new issuance), SPN12230720 (reopening), FR0095 (reopening), FRSDG001 (new issuance), FR0096 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0089 (reopening).

Deni mengatakan, investor merespons positif penerbitan SUN seri FRSDG001, yang tercermin dari tingginya incoming bids yang mencapai Rp 2,26 triliun atau 13,22% dari total incoming bids. Seri FRSDG001 merupakan seri Sustainable Development Goals (SDGs) Bond yang ditawarkan di pasar domestik untuk melengkapi SDGs Bond yang diterbitkan di pasar global. Seri FRSDG001 diterbitkan dengan tenor delapan tahun (jatuh tempo 15 Oktober 2030), dan kupon 7,375%. Seri SUN dengan tenor 6 dan 11 tahun mendominasi demand investor pada lelang hari ini, yang mencapai 68,67% dari total incoming bids dan 64,18% dari total awarded bids. “Selain itu, incoming bids terbesar masih pada tenor 11 tahun yaitu Rp 6,73 triliun (39,41% dari total incoming bids) dan dimenangkan sebesar Rp 4,3 triliun (35,38% dari total awarded bids),” kata Deni. Partisipasi investor asing pada lelang kali ini sebesar Rp 2,26 triliun. Jumlah incoming bids dari investor asing mayoritas pada seri SUN tenor enam dan 11 tahun yaitu Rp 1,95 triliun atau 86,06% dari total incoming bids investor asing dan dimenangkan sebesar Rp 1,4 triliun atau 11,52% dari total awarded bids. (Yoga

2023, Pemerintah akan Efisiekan Belanja Negara

Yoga 27 Oct 2022 Investor Daily

Pemerintah akan mengefisienkan belanja negara guna merealisasikan defisit APBN kembali di bawah 3% pada 2023. Adapun pagu APBN tahun depan Rp 3.061 triliun. Wamenkeu Suahasil Nazara mengatakan, walaupun diupayakan efisien, belanja negara diarahkan untuk melindungi perekonomian, seperti belanja kesehatan dan menjaga daya beli masyarakat. Menurut dia, peran APBN dalam perekonomian Indonesia sangat penting dan tidak lepas dari kondisi ekonomi dunia, seiring gejolak ekonomi global yang sangat serius. Hal ini pun berdampak terhadap peningkatan harga-harga di perekonomian yang mendorong naiknya inflasi. Hal ini direspons melalui peningkatan suku bunga acuan oleh bank sentral sejumlah negara termasuk Indonesia.

"Jika terjadi inflasi, otoritas moneter akan melakukan kebijakan yang diarahkan untuk menangani inflasi atau menjaga harga. Ini biasanya dilakukan dengan mengurangi likuiditas melalui peningkatan suku bunga acuan," ucap dia. Sementara itu, dia mengatakan, perekonomian negara mulai pulih pasca terdampak Covid-19, penerimaan negara juga mulai meningkat. Hal ini tercermin pada realisasi pendapatan negara September 2022 yang tumbuh 45,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, belanja pemerintah tumbuh mencapai 5,9%. “Akselerasi belanja akan digunakan untuk memastikan kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi terus terjaga,” kata dia. (Yoga)


Mulai Pulih, Sido Muncul Raihan Penjualan Rp 2,6 Triliun

Yoga 27 Oct 2022 Investor Daily

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) meraih penjualan Rp 2,61 triliun pada Januari-September 2022, turun 6% dibanding periode sama tahun lalu Rp 2,77 triliun. Penurunan tersebut berdampak pada perolehan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 720,45 miliar dibanding tahun lalu Rp 865,49 miliar. “Secara kumulatif selama sembilan bulan pertama, Sido Muncul masih mencatatkan penurunan kinerja penjualan sebesar 6% dan laba bersih turun 17%, yang disebabkan normalisasi permintaan produk-produk kesehatan konsumen dari basis yang tinggi pada kuartal ketiga 2021 karena adanya penyebaran varian Delta,” kata Direktur Sido Muncul Leonard dalam keterangan resminya, Rabu (26/10). Meski demikian, emiten produsen jamu tersebut telah mencatatkan pemulihan kinerja di kuartal tiga 2022 dibanding kuartal sebelumnya.

Penjualan Sido Muncul pada kuartal III-2022 naik 37% dan laba bersih melonjak 83% dibanding kuartal dua tahun ini. “Kami mencatatkan pemulihan kinerja pada kuartal ketiga dibanding kuartal dua seperti yang kami harapkan,” tutur dia. Dengan melihat pemulihan kinerja di kuartal III, sambung Leonard, pihaknya optimistis permintaan produk kesehatan terutama herbal masih terus bertumbuh. “Dalam perspektif jangka panjang, kinerja SIDO pun masih mencerminkan perusahaan yang sangat solid dengan CAGR 2019-2021 dua digit, yaitu 14% pada penjualan, dan 25% pada laba bersih,” jelas dia. Dia melanjutkan, perseroan juga masih mencatatkan posisi keuangan yang solid dan sehat, dengan kas netto sebesar Rp 858 miliar dan tidak memiliki pinjaman keuangan, sehingga tidak ada paparan atas risiko kenaikan tingkat suku bunga ke depannya. “SIDO memiliki lebih dari 300 SKU dengan merek yang kuat dan menjadi top of mind bagi konsumen Indonesia. Merek-merek seperti Tolak Angin dan Kuku Bima Ener-G! Telah ada dan sudah menjadi brand yang kuat selama beberapa dekade,” pungkas dia. (Yoga)


Bank Memanen Fulus dari Transaksi Valas

Hairul Rizal 27 Oct 2022 Kontan (H)

Sejumlah bank besar di Tanah Air menjala kenaikan pendapatan transaksi valuta asing (valas). Lonjakan ekspor dan impor, remitansi dan penguatan dollar AS menjadi pengerek pundi-pundi pendapatan berbasis valas. Bank Mandiri Tbk (BMRI), misalnya, mencatatkan pendapatan berbasis komisi dari transaksi foreign exchange dan derivatif senilai Rp 2,12 triliun di sembilan bulan pertama tahun ini. Nilai itu naik 3% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,06 triliun. Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Timothy Utama menyatakan, platform yang baru berumur satu tahun ini mencetak pertumbuhan transaksi sebesar 27% yoy menjadi Rp 13.420 triliun hingga kuartal III-2022. Adapun nilai transaksi e-fx (e-foreign exchange) Kopra tumbuh 109% yoy dari Rp 71 triliun menjadi Rp 149 triliun. Selain BMRI, Bank BNI Tbk (BBNI) mencatatkan pendapatan berbasis valas sekitar Rp 1,17 triliun hingga September 2022. Nilai tersebut melejit 18,3% secara tahunan dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 997 miliar. Di sisi lain, kata Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, bunga kredit valas naik antara 1%-2%. “Penyesuaian suku bunga, khususnya deposito valas, untuk memenuhi tingginya permintaan kredit valas,” ujar Novita.

Pembahasan Pajak E-Commerce Belum Tuntas

Hairul Rizal 27 Oct 2022 Kontan

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemkeu) terus mematangkan rencana penerapan pajak e-commerce lokal. Dalam skemanya, e-commerce lokal seperti Tokopedia, Bukalapak, hingga Blibli akan ditunjuk menjadi pemungut pajak. Kasubdit Peraturan PPN Perdagangan, Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya Ditjen Pajak Bonarsius Sipayung bilang, kebijakan tersebut masih dalam proses tahap kajian. Jadi nantinya, para marketplace yang mendapat tugas dari otoritas pajak bakal memungut PPN dan PPh dari para pelapak yang berbisnis di marketplace bersangkutan.

Pilihan Editor