Bank Memanen Fulus dari Transaksi Valas
Sejumlah bank besar di Tanah Air menjala kenaikan pendapatan transaksi valuta asing (valas). Lonjakan ekspor dan impor, remitansi dan penguatan dollar AS menjadi pengerek pundi-pundi pendapatan berbasis valas.
Bank Mandiri Tbk (BMRI), misalnya, mencatatkan pendapatan berbasis komisi dari transaksi foreign exchange dan derivatif senilai Rp 2,12 triliun di sembilan bulan pertama tahun ini. Nilai itu naik 3% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,06 triliun.
Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Timothy Utama menyatakan, platform yang baru berumur satu tahun ini mencetak pertumbuhan transaksi sebesar 27% yoy menjadi Rp 13.420 triliun hingga kuartal III-2022. Adapun nilai transaksi e-fx (e-foreign exchange) Kopra tumbuh 109% yoy dari Rp 71 triliun menjadi Rp 149 triliun.
Selain BMRI, Bank BNI Tbk (BBNI) mencatatkan pendapatan berbasis valas sekitar Rp 1,17 triliun hingga September 2022. Nilai tersebut melejit 18,3% secara tahunan dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 997 miliar.
Di sisi lain, kata Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, bunga kredit valas naik antara 1%-2%. “Penyesuaian suku bunga, khususnya deposito valas, untuk memenuhi tingginya permintaan kredit valas,” ujar Novita.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023