2023, Pemerintah akan Efisiekan Belanja Negara
Pemerintah akan mengefisienkan belanja negara guna merealisasikan defisit APBN kembali di bawah 3% pada 2023. Adapun pagu APBN tahun depan Rp 3.061 triliun. Wamenkeu Suahasil Nazara mengatakan, walaupun diupayakan efisien, belanja negara diarahkan untuk melindungi perekonomian, seperti belanja kesehatan dan menjaga daya beli masyarakat. Menurut dia, peran APBN dalam perekonomian Indonesia sangat penting dan tidak lepas dari kondisi ekonomi dunia, seiring gejolak ekonomi global yang sangat serius. Hal ini pun berdampak terhadap peningkatan harga-harga di perekonomian yang mendorong naiknya inflasi. Hal ini direspons melalui peningkatan suku bunga acuan oleh bank sentral sejumlah negara termasuk Indonesia.
"Jika terjadi inflasi, otoritas moneter akan melakukan kebijakan yang diarahkan untuk menangani inflasi atau menjaga harga. Ini biasanya dilakukan dengan mengurangi likuiditas melalui peningkatan suku bunga acuan," ucap dia. Sementara itu, dia mengatakan, perekonomian negara mulai pulih pasca terdampak Covid-19, penerimaan negara juga mulai meningkat. Hal ini tercermin pada realisasi pendapatan negara September 2022 yang tumbuh 45,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, belanja pemerintah tumbuh mencapai 5,9%. “Akselerasi belanja akan digunakan untuk memastikan kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi terus terjaga,” kata dia. (Yoga)
Tags :
#Belanja PemerintahPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023