Kenaikan Harga Beras Patut Diwaspadai
Harga beras dan tahu-tempe terus merangkak naik di tengah penurunan harga sejumlah komoditas pangan lain. Kenaikan harga beras disebabkan pola musiman serta imbas kenaikan harga bahan bakar minyak dan pupuk, sedangkan harga tahu tempe dipicu kenaikan harga kedelai global. BPS mencatat, harga beras pada tahun ini merangkak naik sejak Agustus 2022. Harga beras waktu itu Rp 11.555 per kg, kemudian naik menjadi Rp 11.720 per kg pada September 2022 dan Rp 11.850 per kg pada Oktober 2022. Hal itu membuat beras mengalami inflasi 1,3 % secara bulanan pada Oktober 2022.
Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Hery Sugiartono, Rabu (2/11) mengatakan, setiap memasuki musim tanam pertama, harga beras pasti naik. Namun, kenaikan harga beras tahun ini diperkirakan tidak akan terlalu tinggi. Pada Desember 2022 hingga awal Januari 2023, sejumlah daerah di Demak yang merupakan salah satu lumbung beras nasional bakal panen. Daerah-daerah tersebut sudah tanam padi lebih dini karena didukung kemarau basah. ”Meskipun begitu, kenaikan harga beras itu tetap perlu dicermati dan diantisipasi. Kenaikan harganya tidak hanya karena pola musiman, tetapi juga akibat imbas kebaikan harga BBM dan pupuk,” ujarnya ketika dihubungi dari Jakarta. (Yoga)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023