Pemerintah Terus Dorong Industri Sawit Berkelanjutan
Plt Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan Baginda Siagian menyampaikan, industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis bagi Indonesia mengingat kontribusi ekspornya terhadap devisa negara yang mencapai 80-90%. Karena itu, Indonesia perlu terus berupaya agar produk sawit Indonesia bisa diterima di pasar internasional, hal itu utamanya untuk merespons tren industri sawit yang lebih hijau. “Jadi, saat ini, transformasi menuju sawit berkelanjutan harus menjadi program prioritas, baik bagi pemerintah, pelaku usaha, maupun petani sawit,” kata Baginda. Baginda menjelaskan, sebenarnya, Indonesia saat ini tengah menuju ke industri kelapa sawit yang berkelanjutan, melalui penerapan sertifikasi ISPO yang bersifat wajib. Upaya pemerintah ini membutuhkan dukungan dari semua pihak, tidak hanya pengusaha tapi juga koperasi dan akademisi.
“Untuk membangun sustainability di Indonesia, Kementan siap bekerja sama dengan instansi lain, sehingga kelapa sawit Indonesia dapat diterima oleh internasional, utamanya Tiongkok,” ujar dia saat diskusi bertajuk Menjaga Akses Pasar Utama Sawit Asia Tenggara di Jakarta, Rabu (09/11). Sementara itu, Supply Chain and Livelihood Transformation Senior Manager di World Resources Institute (WRI) Indonesia, Bukti Bagja, mengatakan, dua pasar ekspor utama sawit RI saat ini telah menunjukkan transformasi hijau. India misalnya, telah meluncurkan aliansi sawit berkelanjutan Sustainable Palm Oil Coalition for India (India-SPOC). Di sisi lain, Tiongkok selama empat tahun terakhir juga telah menelurkan beberapa inisiatif hijau, di antaranya peluncuran China Sustainable Palm Oil Alliance (CSPOA) pada 2018, lalu Proposal Kebijakan Rantai Nilai Hijau pada 2020, dan Pedoman Konsumsi Minyak Sawit oleh Kamar Dagang Bahan Makanan dan Produk Asli China pada 2022. Karena itu, kata dia, dibutuhkan forum multipihak yang dapat menyinergikan upaya bersama para pemangku kepentingan industri sawit nasional. (Yoga)
Hasil Uji Lab: Gas Air Mata Picu Kematian
Tim investigasi harian Kompas mendapatkan dua dokumen hasil pengujian laboratorium atas sampel gas air mata yang ditembakkan polisi di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di ajang BRI Liga 1 Indonesia, Sabtu (1/10). Hasil uji pada dua laboratorium ini mengungkap, selain senyawa CS yang menjadi komponen utama gas air mata, setidaknya ada empat senyawa lain yang ditemukan. Hasil uji laboratorium salah satu perguruan tinggi negeri di Jatim menemukan, komponen utama gas air mata adalah O-chlorobenzylidene malononitrile sebanyak 49,6 %. Senyawa ini dikenal dengan sebutan CS. Namun, ada empat komponen ikutan hasil penguraian CS yang ditemukan, yakni 2-chlorobenzaldehyde (36,5 %), 0-chloropropylbenzene (11,6 %), benzene (1,2 %), dan benzyl dichloride atau p-Chlorobenzyl chloride (1,1 %).
Menurut peneliti laboratorium berinisial AKS, empat komponen ikutan dari sampel gas air mata (berupa serbuk) yang ditembakkan di Stadion Kanjuruhan memiliki sifat beracun, mudah terbakar, menimbulkan kerusakan organ tubuh, dan pada kondisi tertentu bisa memicu kematian. ”Semua senyawa itu bisa memicu kanker. Ketika kena paparan gas, akan menjadi senyawa berbahaya,” kata AKS saat ditemui di kampusnya, Rabu (2/11). Sampel yang diuji merupakan gas air mata yang ditemukan di tribune utara Stadion Kanjuruhan. Menurut AKS, CS terurai menjadi empat senyawa berbahaya karena penyimpanan yang tidak layak, telah kedaluwarsa, dan perubahan akibat kelembaban udara. Senyawa ikutan ini teridentifikasi setelah peneliti melarutkan serbuk yang berasal dari gas air mata dan memasukkannya ke alat gas chromatography mass spectrometer.
Hasil uji laboratorium salah satu kampus negeri di Jatim ini terkonfirmasi dengan pengujian sepuluh sampel gas air mata yang berasal dari Satuan Brimob Polda Jatim, Shabara Polres Malang, dan suporter Arema FC. Penelusuran di tiga rumah sakit di Malang, ditemukan, kondisi korban meninggal pada umumnya mengalami hipoksia (kekurangan oksigen). Sebagian korban yang masih hidup mengalami iritasi di mata, sesak napas, kerongkongan gatal, mata merah, serta luka-luka di dada, tangan, dan kaki. Dokter M Harun Al Rasyid dari Rumah Sakit Umum Wava Husada Kepanjen, Malang, meyakini korban-korban yang meninggal di Kanjuruhan akibat paparan gas air mata. RS Wava Husada merupakan rumah sakit yang paling banyak menerima korban meninggal. (Yoga)
Indonesia Harus Jadi ”Start up Nation”
Di tengah ancaman resesi global, Indonesia masih menarik bagi investor usaha rintisan. Daya Tarik ini harus menjadikan Indonesia sebagai ”Start up Nation”. Sesuai laporan studi e-Economy SEA 2022, Indonesia masih menjadi negara yang menarik untuk berinvestasi ke usaha rintisan bidang teknologi atau start up walaupun kini terdapat hambatan ketidakpastian makroekonomi. Indonesia masih menarik 25 % dari total pendanaan swasta di kawasan Asia Tenggara. Adanya ketidakpastian makroekonomi itu menjadi perhatian utama para investor. Berdasarkan studi e-Economy SEA 2022, para investor memandang 2023 sebagai tahun yang menantang dan tahun 2024 mungkin baru mulai pulih. Kunci bertahan bagi para pengusaha rintisan adalah memiliki strategi pertumbuhan yang berkelanjutan (Kompas, 9/11).
Indonesia memang menjadi anomali. Di negara lain investor usaha rintisan mulai mengerem penyaluran dana ke usaha rintisan, tetapi di Indonesia kabar investasi terus saja mengalir ke sejumlah usaha rintisan. Investor global masih memandang Indonesia sebagai tempat yang menarik untuk menanamkan uang. Pertumbuhan usaha rintisan yang terus terjadi, dan juga kondisi ekonomi makro yang membaik, menjadikan Indonesia tetap diincar investor. Mereka tetap melihat bahwa usaha rintisan yang memiliki visi menyelesaikan masalah akan langgeng. Di Indonesia berbagai masalah itu muncul sehingga menantang wirausaha untuk menyelesaikannya. Pasar Indonesia yang besar juga menjadi alasan investor untuk masuk ke negeri ini. Ada pembicaraan di kalangan investor, usaha rintisan boleh menyatakan sukses mengemangkan usahanya, tetapi kalau belum masuk ke Indonesia, boleh dibilang belum teruji. Indonesia menjadi batu ujian bagi usaha-usaha rintisan Indonesia berpeluang menjadi ”Start up Nation” karena memiliki jumlah usaha rintisan terbanyak nomor empat di dunia. (Yoga)
Bunga Rendah untuk Cadangan Pangan
Pemerintah akan memberikan subsidi bunga pinjaman kepada Perum Bulog dan BUMN kluster pangan untuk pengadaan cadangan pangan pemerintah. Badan Pangan Nasional berharap bunga pinjaman itu bisa sebesar 4,75 %. Pemberian subsidi bunga pinjaman dalam rangka pengadaan cadangan pangan pemerintah (CPP)itu tertuang dalam Permenkeu (PMK) No 153 Tahun 2022. Regulasi tersebut diundangkan pada 2 November 2022. Subsidi bunga hanya berlaku untuk pengadaan 11 komoditas yang ditetapkan sebagai CPP dalam Perpres No 125/2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.
Kesebelas komoditas itu adalah beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging ayam, telur ayam, daging ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, dan ikan. Penyelenggara pengadaan CPP itu adalah Bulog dan BUMN lain di sektor pangan. PMK No 153/2022 hanya membolehkan penyelenggara CPP mendapatkan pinjaman dari bank milik negara dengan jangka waktu pinjaman paling lama enam bulan. Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) Arief Prasetyo Adi, Rabu (9/11) mengatakan, besaran plafon, suku bunga, dan subsidi bunga pinjaman ditentukan dalam rapat koordinasi antara Kemenkeu, NFA, dan Kementerian BUMN. Sumber dana subsidi bunga pinjaman itu berasal dari APBN. (Yoga)
Rupiah Digital Dapat Menjadi Alat Bayar
RUU Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan atau RUU P2SK memungkinkan rupiah digital menjadi alat pembayaran yang sah. Mata uang Negara KesatuanRepublik Indonesia adalah rupiah. Mengubah UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, RUU P2SK mengusulkan rupiah bisa dalam bentuk kertas, logam, dan digital. Usulan dalam RUU P2SK ini mengantisipasi kebutuhan alat pembayaran di tengah perkembangan teknologi digital. Kendati demikian, persiapan pembuatan rupiah digital tetap perlu kehati-hatian agar tetap menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.
Rupiah digital adalah mata uang digital yang dikeluarkan bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC). Penerbit rupiah digital adalah BI, sebagaimana otoritas pengatur peredaran uang saat ini. Berbeda dengan uang elektronik, seluruh keberadaan dan proses transaksi rupiah digital di dunia digital. DirekturCenter ofEconomic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, Rabu (9/11) mengatakan, penerbitan CBDC seperti rupiah digital menjadi jalan tengah dari munculnya berbagai mata uang digital kripto yang tidak dapat diregulasi bank sentral. Bank sentral di dunia, termasuk BI, membuat mata uang digital agar bisa memosisikan aset kripto sebagai komoditas tanpa menggantikan peran rupiah. (Yoga)
Emiten Bursa Capai 52 Perusahaan Tahun Ini
Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan dua emiten baru, yakni PT Puri Sentul Permai Tbk dan PT Primadaya Plastisindo Tbk, Rabu (9/11). Dengan tambahan itu, total emiten baru yang tercatat di BEI tahun ini mencapai 52 emiten. ”Jadi, perusahaan publik adalah awal langkah untuk utilisasi pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna pada seremoni pencatatan perdana saham dua perusahaan tersebut. (Yoga)
Megap-megap Menanti Suntikan Modal
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) berancang-ancang menghadapi penipisan kas akibat suntikan modal negara Rp 3,2 triliun yang tidak kunjung disetujui DPR. Penyertaan modal negara (PMN) tersebut rencananya dipakai guna menutup sebagian pembengkakan biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. "Dengan kondisi keuangan yang ada, kita harus tetap melanjutkan pekerjaan sesuai dengan timeline dan milestone," ujar Dirut PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, kepada awak media, kemarin, 9 November lalu.
Ia mengatakan perseroan tetap berupaya mempercepat pengerjaan proyek. Misalnya, pembangunan stasiun, pemasangan instalasi listrik atas, hingga persinyalan, meski keuangan sedang menipis lantaran penyertaan modal negara belum kunjung cair. PMN untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung telah diajukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), pemimpin konsorsium Indonesia di PT KCIC sejak pertengahan tahun. Dalam rapat Juli lalu, KAI mengusulkan PMN sebesar Rp 4,1 triliun untuk mendanai pembengkakan biaya proyek yang diperkirakan mencapai US$ 1,9 miliar (Yoga)
Nasib Bank Modal Cekak
OJK memberlakukan ketentuan pemenuhan modal inti bank umum minimal Rp 3 triliun pada akhir tahun ini. Berdasarkan catatan Tempo, terdapat 19 bank yang harus memenuhi kewajiban tersebut sebelum batas waktu yang ditentukan dua bulan lagi. Hal itu berdasarkan Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, di mana modal inti bank umum dinaikkan dari saat ini minimal Rp 100 miliar. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan, Dian Ediana Rae, menuturkan ketentuan pemenuhan modal inti bank umum minimal Rp 3 triliun dimaksudkan sebagai bagian dari penguatan struktur, ketahanan, dan daya saing industri perbankan. Aturan tersebut diharapkan dapat mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional serta mendorong industri mencapai level ekonomi yang lebih tinggi dan efisien.
Dian menegaskan, terdapat sejumlah opsi yang dapat dipilih bank. Di antaranya, melakukan top-up modal dari investor hingga melakukan aksi konsolidasi baik merger maupun akuisisi dengan bank lainnya. Adapun jika hingga akhir tahun tidak dapat memenuhi ketentuan modal yang disyaratkan, terdapat tiga opsi yang dapat ditempuh menurut otoritas. “Opsi yang tersedia antara lain merger paksa, penurunan grade dari bank umum menjadi bank perkreditan rakyat (BPR), hingga likuidasi sukarela,” katanya. Saat ini para pengawas terus berkoordinasi dengan pihak pengurus ataupun pemilik bank yang belum dapat memenuhi ketentuan tersebut, untuk memastikan tidak ada bank yang tertinggal dan segera dapat mewujudkannya. “Kami terus melakukan komunikasi intensif dengan pemilik bank untuk memastikan Rp 3 triliun itu bisa seluruhnya dipenuhi pada akhir tahun ini,” ujar Dian. (Yoga)
Tumbuh Mendekati Kondisi Sebelum Pandemi
Bisnis pariwisata perlahan menuju masa jayanya kembali. Hal ini setidaknya terlihat dari bergeliatnya penjualan sejumlah agen perjalanan daring. Para pelaku usaha di sektor ini mencatat kenaikan transaksi perjalanan dan akomodasi mendekati realisasi seperti pada masa pra-pandemi. CEO NusaTrip, Johanes Chang, menuturkan pandemi telah memukul sektor pariwisata. Pembatasan kegiatan masyarakat membuat para pelaku agen perjalanan daring harus mengencangkan ikat pinggang. Namun tahun ini kondisinya membaik, seiring dengan penurunan angka kasus positif Covid-19. "Dalam dua bulan terakhir ini, (pendapatan) kami bisa tumbuh double digit secara bulanan," ujarnya di Jakarta, kemarin, tanpa bersedia merinci angkanya.Dia optimistis pertumbuhan pendapatan makin pesat ke depan.
Melansir data Google, Temasek, dan Bain & Company, Johanes menyatakan pemulihan sektor pariwisata bakal berlangsung pada 2023-2025, yang akan tumbuh perlahan hingga kondisinya kembali seperti pada 2019, sebelum pandemi melanda. Chief Marketing Officer of Traveloka, Shirley Lesmana, menyebutkan pemulihan bisnis mulai dirasakan sejak awal 2022, didorong bertambahnya penerima vaksinasi Covid-19 dan pembukaan akses wisata di beberapa destinasi internasional. Tanda pemulihan di Traveloka terlihat dari pemesanan tiket pesawat rute domestik dan internasional yang melonjak lebih dari 75 % selama periode Januari-Oktober 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, pemesanan kereta api naik dua kali lipat serta bus dan shuttle meningkat hampir dua kali lipat. Indikator lainnya adalah kenaikan pemesanan akomodasi yang hampir 75 % selama periode tersebut (Yoga)
Masalah Pendanaan Jadi Pembahasan Utama KTT Iklim COP27
Isu keuangan menjadi pusat perhatian dalam pembahasan iklim COP27 pada Rabu (9/11). Oleh karena itu, para ahli dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerbitkan daftar proyek senilai US$ 120 miliar yang dapat didukung oleh investor untuk membantu negara-negara miskin mengurangi emisi dan beradaptasi dengan dampak pemanasan global. Disampaikan dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Iklim di kota resor Sharm el-Sheikh, Mesir bahwa terdapat proyek transfer air senilai US$ 3 miliar antara Lesotho dan Botswana, dan rencana bernilai US$ 10 juta untuk meningkatkan sistem air masyarakat di Mauritius, yang merupakan salah satu di antara proyek-proyek yang terdaftar, termasuk 19 proyek lain di Afrika. “Kami sekarang dapat menunjukkan bahwa memang ada saluran peluang investasi yang berarti di seluruh negara yang paling membutuhkan pembiayaan,” ujar Mahmoud Mohieldin, salah satu pakar yang ditunjuk oleh PBB, yang dikenal sebagai Climate Change High-Level Champions PBB, dalam sebuah pernyataan yang menyertai laporan, yang dilansir Reuters.
Dalam upaya menjawab argumen para pemodal sektor swasta bahwa terlalu berisiko untuk berinvestasi lebih banyak di pasar negara berkembang, maka para ahli kemudian menyusun daftar proyek yang dapat didanai lebih cepat oleh para pebinis yang terlibat dalam COP. Setelah setahun bertemu dengan pemangku kepentingan di seluruh dunia, mereka pun merilis daftar awal sehingga perbankan dan pihak lain dapat menilai proyek tersebut. “Kami sekarang membutuhkan kolaborasi kreatif antara para pengembang proyek dan keuangan publik, swasta dan konsesi, untuk membuka potensi investasi ini dan mengubah aset menjadi arus,” ungkap Mohieldin, sebagai Climate Change High-Level Champions COP27 Namun menurut laporan lain yang dirilis pada Selasa (8/11) menyarankan supaya negara-negara berkembang perlu mengamankan anggaran sebesar US$ 1 triliun per tahun dalam pembiayaan eksternal pada 2030, kemudian mencocokkannya dengan dana mereka sendiri guna memenuhi tujuan dunia mencegah perubahan iklim yang tak terkendali. Seperti diberitakan sebelumnya, laporan yang dirilis baru-baru ini oleh para kreditor menunjukkan bahwa bank-bank pembangunan terkemuka di seluruh dunia telah meminjamkan US$ 51 miliar ke negara-negara miskin pada 2021, sedangkan para investor swasta menyumbang US$ 13 miliar. (Yoga)









