PASAR SURAT UTANG : SUNTIKAN DANA MENGALIR KE SBN
Suntikan dana mengalir ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sehingga menurunkan imbal hasil Surat Utang Negara acuan tenor 10 tahun di tengah selisih imbal hasil yang kian tipis dibandingkan dengan Tresuri AS. Kokohnya suntikan dana ke instrumen SBN berimbas pada imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) acuan tenor 10 tahun. Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (9/11), imbal hasil SUN acuan tenor 10 tahun mencapai 7,33%. Imbal hasil tertinggi terjadi pada 25 Oktober 2022, yakni 7,64% yang menandai koreksi harga yang dalam. Namun, kondisi membaik setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan. Seperti diketahui, Federal Reserve mengawali November dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps), sehingga suku bunga acuan menyentuh sebesar 3,75% hingga 4%. Dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) hingga 4 November 2022, dana investor asing mencapai Rp715,6 triliun, yang tertinggi sejak 24 Oktober 2022. Namun dibandingkan dengan porsi terhadap total SBN beredar, dana asing tersebut hanya berkontribusi sebesar 13,94%. Research & Consulting Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengatakan, pergerakan pasar surat utang saat ini didorong oleh persepsi investor terhadap ketangguhan kinerja fundamental ekonomi. Hal itu tercermin pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menyentuh 120,3. Lalu, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,72% secara tahunan pada kuartal III/2022 turut memberikan suntikan tenaga terhadap pasar surat utang. Pertumbuhan ekonomi itu pun melampaui realisasi pada kuartal II/2022 sebesar 5,44% secara tahunan. Dia mencatat investor institusi masuk ke pasar SBN dengan akumulasi beli bersih Rp2,53 triliun dalam sepekan.
PENGEMBANGAN KENDARAAN LISTRIK : Indonesia Produksi Baterai EV di 2024
Pemerintah menargetkan Indonesia mampu memproduksi baterai kendaraan listrik pada kuartal II/2024 untuk mengoptimalkan potensi rantai pasok komoditas tersebut di pasar global. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa upaya untuk memproduksi baterai kendaraan listrik sudah berjalan. Targetnya, produksi baterai kendaraan listrik di dalam negeri bisa dilakukan pada 2024. “Sekarang sudah jalan. Saya sudah bilang 2024 pada kuartal dua atau tiga kita akan produksi baterai kita sendiri,” katanya, Rabu (9/11). Untuk merealisasikan target itu, Luhut menyebut akan ada keterlibatan sejumlah perusahaan, seperti Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. [CATL], dan LG Energy Solution. Di sisi lain, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meyakini bahwa Indonesia berpotensi menjadi rantai pasokan baterai kendaraan listrik secara global, karena memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.
UMKM JATENG GOES TO FRANCE : Bank Jateng Dukung Perluasan Pasar UMKM ke Mancanegara
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari alumni, mahasiswa, serta binaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta siap unjuk gigi dalam berbagai pameran yang bakal digelar di Prancis menjelang perayaan Natal tahun ini. Dalam program tersebut, UNS mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Surakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Bank Jateng, untuk mengantarkan produk-produk UMKM ke pasar Benua Biru.Produk UMKM asal Kota Surakarta sudah mulai masuk pasar Prancis sejak 2018. Di Kota Beavuais sur Matha, Prancis, telah dibangun galeri La Maison de I’Indonesie atau Rumah Budaya Indonesia yang secara khusus menjadi etalase produk seni dan budaya Tanah Air. Di lokasi itulah produk-produk UMKM asal Kota Surakarta biasa dipamerkan.
Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, menyebut dukungan Bank Jateng bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah tak terbatas pada bantuan modal. Kerja sama yang terjalin dengan UNS untuk mengekspor produk UMKM ke mancanegara menjadi salah satu buktinya.
Supriyatno menyebut inisiatif untuk bisa menjembatani pelaku UMKM Jawa Tengah dengan konsumen mancanegara perlu diapresiasi lebih lanjut. Dengan cara tersebut, diharapkan produk UMKM bisa ikut mendongkrak kinerja ekspor Jawa Tengah.
KTT G20, Titik Lenting Pemulihan Ekonomi Bali
KTT G20 membuat Bali menggeliat setelah dua tahun dibelit pandemi Covid-19. Banyak harapan momentum internasional itu akan menjadi titik lenting pemulihan ekonomi Bali. Hal tersebut dirasakan Johan (35), warga Kuta yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan berbasis daring. Selama pandemi, rasanya Bali tidak bisa apa-apa. Daerah yang sangat bergantung pada sektor wisata ini benar-benar jatuh akibat pandemi. Saya habis-habisan untuk bisa makan,” kata pria asal Flores tersebut. ”Saya sampai jual mobil, benar-benar habis untuk makan dan membayar biaya sekolah,” kata Johan. Saat ini Johan berusaha bangkit dan menjalankan angkutan daring menggunakan mobil sewaan, sebesar Rp 250.000 per hari. Ia optimistis perekonomian Bali akan pulih. Salah satunya melalui perhelatan KTT G20. Johan berpikir sederhana. KTT G20 adalah pertemuan para kepala negara. Jika acara sukses, para pemimpin negara asing bisa menyuarakan kepada warga mereka betapa Bali sangat nyaman sebagai tempat wisata. Dengan demikian, banyak orang akan kembali memilih Bali untuk berwisata. Dua pekan ini, Johan sudah 20 kali mengantar orang berkunjung ke pusat oleh-oleh. Mereka, antara lain, orang-orang Jakarta yang dinilai Johan menyiapkan KTT G20. Pendapatan hariannya naik hingga 30 %.
Ayu Adnyawati (52), pegawai toko oleh-oleh khas Bali diluar kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, mengakui tokonya terimbas dampak se pinya pariwisata Bali akibat pandemi Covid-19. Saat itu pendapatan toko tempatnya bekerja nol. Ayu mengatakan, toko oleh-oleh itu sekarang mulai kembali didatangi pembeli, menyusul pembukaan kembali pintu masuk internasional dari dan ke Bali sejak Maret 2022. ”Tamu mulai ramai ke Bali. Kami dapat kembali berdagang meskipun tidak seramai masa sebelum pandemi Covid-19,” ujar Ayu. Menurut Ayu, dari pengalamannya, penyelenggaraan konferensi internasional di kawasan Nusa Dua mungkin tidak akan berdampak langsung terhadap penjualan oleh- oleh. Namun, Ayu berharap penyelenggaraan acara puncak KTT G20 di Nusa Dua akan memberikan dampak positif bagi Bali dan Indonesia secara keseluruhan. ”Mudah-mudahan tamu internasional makin percaya kepada Bali,” katanya.
Harapan dan doa banyak pihak bukan omong kosong. Situasi ekonomi Bali mulai membaik. Sejumlah lembaga resmi pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi Bali makin positif pada semester II tahun 2022. Meski begitu, perbaikan ini masih sepertiga dari kondisi normal sebelum pandemi. BPS mencatat, selama Juli-September 2022, perekonomian Bali tumbuh 8,09 % dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Dalam catatan BI, pada 2020, ekonomi Bali mengalami kontraksi minus 9,31 % dibanding tahun sebelumnya. Memasuki 2022, pertumbuhan ekonomi mencatat kinerja positif. KTT G20 diharapkan menguatkan pertumbuhan ekonomi Bali. Sektor akomodasi, makanan, dan minuman menjadi penopang utama, diikuti sektor pertanian, konstruksi, dan perdagangan. ”G20 memberi sumbangsih sekitar 1 persen terhadap PDB Bali,” kata Kepala BI Bali Trisno Nugroho, Senin (7/11), di Denpasar.
”Menghijaukan” Perdagangan Dunia
Setiap negara dan lembaga internasional terus bergerak menghijaukan perdagangan global. Yang tak mengikuti, bisa tertinggal. Negara maju, seperti AS, dan kawasan Eropa sudah beberapa langkah ke depan menerapkan kebijakan perdagangan hijau. AS telah meluncurkan strategi perdagangan hijau di kawasan bea cukai dan perbatasan serta menggulirkan kebijakan energi baru terbarukan dalam UU Pengurangan Inflasi (Inflation Reduction Act). Uni Eropa (UE) tidak hanya punya Arah Energi Terbarukan (RED II), tetapi juga bakal memiliki skema tarif preferensi umum plus (GSP+) dan Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon (CBAM). UE juga mematangkan regulasi produk bebas deforestasi UE. Regulasi itu mensyaratkan verifikasi atau uji tuntas untuk memastikan produk yang dijual di UE tidak berasal dari lahan yang terdeforestasi.
Regulasi-regulasi itu merupakan bentuk komitmen UE terhadap implementasi Perjanjian Paris 2015. Sementara itu, banyak negara berkembang dan tertinggal tertatih mengatasi ketertinggalan. Untuk membangun atau membenahi industri produk hijau, negara-negara tersebut butuh investasi dan biaya tinggi. Tanpa ditopang sistem perdagangan hijau yang memadai, kesenjangan antarnegara bisa semakin melebar. Karena itu, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) meminta setiap negara saling membantu penciptaan produk-produk ramah lingkungan dengan mendorong investasi serta mempermudah perdagangan dan transfer teknologi penopang industri produk ramah lingkungan, seperti panel surya, turbin air dan angin, serta alat pereduksi emisi karbon dan limbah air. Kemudian, langkah itu dapat diikuti dengan mempermudah perdagangan produk hijau atau ramah lingkungan. Salah satunya melalui penghapusan tarif dan pengurangan tindakan non-tarif pada produk tersebut. (Yoga)
Resmi Melantai, Blibli Efisienkan Operasi
PT Global Digital Niaga Tbk, pemilik grup bisnis e-dagang Blibli.com, resmi menjadi perusahaan tercatat di BEI, Selasa (8/11). Harga per lembar saham saat pembukaan pasar Rp 450, sempat menyentuh Rp 472, dan ditutup dengan harga Rp 450. Perusahaan berharap perolehan dana dipakai untuk membayar utang dan membiayai operasionalisasi kinerja. Co-Founder dan CEO PT Global Digital Niaga Tbk Kusumo Martanto, saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/11/2022), mengatakan, utang yang dimaksud berasal dari perbankan dengan total Rp 5,4 triliun. Total dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO), sebesar Rp 8 triliun, menurut rencana akan dipakai sebagian untuk membiayai utang.
”Kami melihat perekonomian Indonesia masih baik. Konsumsi rumah tangga masih bagus. Kami terus mencari mitra pemegang merek atau UMKM berkualitas untuk bersama-sama mengejar optimalisasi (kerja Blibli.com),” ujar Kusumo. CEO Tiket.com George Hendrata mengatakan, efisiensi operasionalisasi masih tetap dilakukan oleh PT Global Digital Niaga Tbk. Tiga tahun terakhir, perusahaan berhasil membukukan margin efisiensi dua digit. Sebelumnya, Blibli, Tiket.com, dan Ranch Market telah menyatukan ekosistemnya. ”Kami juga berusaha membangun bisnis yang berkelanjutan. Bisnis agen perjalanan daring dan penjualan groceries (bahan pangan sehari-hari) secara daring telah terbukti jadi bisnis yang menguntungkan. Di luar negeri, perusahaan yang menjalankan dua bisnis itu telah menjadi perusahaan terbuka,” tutur George. (Yoga)
Perlindungan Tenaga Kerja Perikanan Memprihatinkan
Indonesia sebagai salah satu penyedia awak kapal perikanan terbesar di dunia masih dibayangi masalah perlindungan terhadap pekerja perikanan. Kasus pengupahan dan kekerasan menjadi persoalan yang paling mengemuka dan merugikan nelayan. Hal ini dikemukakan Safe Seas Project Director Nono Sumarsono. Ia menyebutkan, negara tujuan pekerja migran kapal perikanan asal Indonesia, antara lain, China, Korea, Jepang, Taiwan, dan Afrika Selatan. Pekerjaan di sektor maritim itu dinilai menjadi salah satu tulang punggung untuk perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Per Agustus 2021, jumlah pelaut Indonesia tercatat 1,19 juta orang, terdiri dari 1,17 juta pelaut lak-laki dan 25.000 pelaut perempuan. Kontribusi pelaut Indonesia untuk devisa negara mencapai Rp 151 triliun per tahun. Meski berpotensi besar, masih ada kisah tragis anak buah kapal perikanan di dalam dan luar negeri. Hingga Juni 2022, Fisher Center di Tegal (Jateng) dan Bitung (Sulut) menerima 69 laporan keluhan atau kasus dengan lebih dari 200 korban. Dari pengaduan itu, 31 kasus di kapal ikan dalam negeri dan 38 kasus di kapal ikan negara lain.
Kasus terbanyak terkait masalah pemotongan upah atau upah tidak dibayar sebanyak 23 kasus (36 %), asuransi dan keselamatan kerja sejumlah 15 kasus (23 %), serta kekerasan fisik dan seksual 6 kasus (9 %). ”(Minimnya perlindungan awak kapal perikanan) patut disayangkan karena kita punya potensi besar di sektor perikanan dan tenaga kerja. Aspek penting yang harus diperjuangkan adalah anak buah kapal mendapat hak sebagai pekerja dan manusia,” kata Nono dalam National Safe Seas Project Close Out yang diselenggarakan Plan International Indonesia, di Jakarta, Selasa (8/11). Peran pemerintah dinilai penting untuk menyediakan sistem perlindungan dengan melibatkan pemilik kapal besar sebagai pemberi kerja. Di sisi lain, pekerja kapal perikanan harus berani melapor jika tersandung masalah untuk mendapatkan remediasi. (Yoga)
Porsi Kredit UMKM di Indonesia Rendah
Persentase porsi kredit UMKM yang diberikan perbankan dan lembaga keuangan lain di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara lain. Membawa UMKM ke ekosistem digital menjadi solusi perluasan akses keuangan bagi UMKM ke perbankan. Berdasarkan data Kemententrian Investasi, seperti dikutip Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Mandiri Indonesia (Apmikimmdo), proporsi kredit UMKM terhadap total kredit di Indonesia pada 2021 sebesar 20 %, lebih rendah dari negara Asia Tenggara lain, seperti Singapura (39 %), Thailand (50 %), dan Malaysia (51 %). Dibandingkan negara maju, Indonesia tertinggal jauh dari Jepang (66 %), Korea Selatan (81 %), dan Australia (29 %). Padahal, mengutip data Kementerian Koperasi dan UKM, pada 2021 UMKM berkontribusi 60,5 % PDB nasional. UMKM juga berkontribusi 96,9 % total serapan tenaga kerja dalam negeri.
UMKM juga berkontribusi 15,69 % total ekspor Indonesia. Ketum Apmikimmdo Laurensius Manurung mengatakan, berbagai data, penelitian, dan catatan sejarah menunjukkan UMKM adalah salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Kendati berkontribusi besar terhadap perekonomian, lanjutnya, masih banyak UMKM yang kesulitan bahkan belum bisa mengakses layanan jasa keuangan, ujar Laurensius dalam acara ”Peran Industri Keuangan dalam Mendukung Inklusi dan Digitalisasi UMKM” yang diselenggarakan OJK Institute, Selasa (8/11) di Jakarta. Untuk memperluas akses layananjasa keuangan,OJK mendorong UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital. Salah satunya adalah dengan model pembiayaan MKM dari pasar modal melalui securities crowd funding. (Yoga)
Potensi PHK di Industri Padat Karya
Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri menyampaikan, PHK di industri alas kaki telah mencapai 25.700 orang akibat turunnya permintaan. ”Potensi PHK dapat mencapai 145.184 karyawan dari 500.000 tenaga kerja pada pabrik assembling alas kaki berorientasi ekspor,” ujarnya,saat dihubungi, Selasa (8/11), di Jakarta. (Yoga)
UMKM Bangkit dari Krisis
Salah satu UMKM yang memiliki daya lenting untuk bangkit dari krisis di Kota Magelang, Jateng.adalah Sabila Craft. Usaha kerajinan berbahan kulit kerang itu dirintis oleh Prajoko (58) pada 1997. Awalnya dia memasok hiasan berbahan tanduk dan kerang ke pusat suvenir di Bali. Seiring berjalannya waktu, ia melihat peluang memproduksi hiasan berbahan dari kerang simping. ”Tahun 2009, saya berkenalan dengan perusahaan eksportir yang mau membeli produk kerajinan kami,” katanya, Selasa (18/10). Setelah itu, produk-produk Sabila Craft mulai diekspor ke AS. Sekali ekspor, mencapai Rp 100 juta. Puncaknya tahun 2012-2013. Karyawannya mencapai 50 orang dan sering lembur untuk menyelesaikan pesanan. Namun, pada 2017, perusahaan eksportir itu menghentikan pesanan. Saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020 ekspor produk Sabila Craft berhenti total. Namun, Prajoko tak menyerah. Dia pun mengikuti kegiatan pendampingan, seminar, dan pameran secara daring. Dengan berbagai upaya, Sabila Craft bangkit. Bahkan, pada 6 Oktober 2022, Sabila Craft mengekspor kerajinan kerang ke Miami, AS, dengan nilai 33.000 dollar AS atau sekitar Rp 500 juta. Untuk membangkitkan kem bali usaha itu, Syarif memperluas jaringan melalui kerja sama dengan atase perdagangan di luar negeri. Promosi melalui media sosial pun digencarkan. ”Kami juga melakukan efisiensi dan evaluasi secara internal,” katanya.
Wachid Isrodin (46), pemilik usaha Laser Production yang memproduksi mainan miniatur truk oleng dan bus memulai usaha itu sejak 1998 setelah terkena PHK dari perusahaan karoseri tempatnya bekerja. Truk mainan dari kayu dijual di Taman Wisata Kyai Langgeng, Kota Magelang. Dia menjual 10 mainan dalam dua minggu seharga Rp 35.000 per unit. ”Saya jualannya hari Sabtu dan Minggu saja ketika banyak pengunjung ke Kyai Langgeng,” ujar pria yang tinggal di Kelurahan Jurangombo Selatan, Kota Magelang, itu. Sejak 2009, dia juga memasarkan produknya melalui media sosial sehingga akhirnya bisa mendapat pesanan rutin dari pembeli di Jakarta. ”Waktu itu, minimal 50 mainan per bulan. Barang saya kirim dengan dititipkan di bus jurusan Jakarta,” katanya. Saat pandemi melanda, usaha Laser Production berhenti berproduksi. Pada masa pandemi, justru muncul tren mainan truk oleng berbahan tripleks yang dihiasi lampu. Wachid pun berupaya menyesuaikan produknya. Mainan truk buatannya diubah menjadi mainan berbahan tripleks dengan ukuran kecil dan ringan.
Sejak 2021, Wachid memproduksi mainan semacam itu dibantu tiga temannya. Dalam sebulan, Wachid dan teman-temannya bisa memproduksi 300 unit mainan. Harganya Rp 65.000-Rp 70.000 dengan minimal order 10 unit. Jika membeli eceran, harganya Rp 110.000-Rp 120.000. Kini, peminat mainan truk mulai sepi. Ia lantas berinovasi membuat mainan berupa miniatur bus. ”Ternyata peminatnya cukup banyak,” ujarnya. Sejumlah UMKM di Magelang, termasuk Sabila Craft, Laser Production, dan Sugeng Wayang, juga terpilih mengikuti program Pawone Kriya Borobudur Marathon 2022. Dengan mengikuti program rangkaian lomba lari Borobudur Marathon itu, pelaku usaha bisa menjual dan mempromosikan produknya. Dengan begitu, usaha mereka diharapkan menjadi kian kokoh. (Yoga)








