;

UMKM Bangkit dari Krisis

Ekonomi Yoga 09 Nov 2022 Kompas
UMKM Bangkit dari Krisis

Salah satu UMKM yang memiliki daya lenting untuk bangkit dari krisis di Kota Magelang, Jateng.adalah Sabila Craft. Usaha kerajinan berbahan kulit kerang itu dirintis oleh Prajoko (58) pada 1997. Awalnya dia memasok hiasan berbahan tanduk dan kerang ke pusat suvenir di Bali. Seiring berjalannya waktu, ia melihat peluang memproduksi hiasan berbahan dari kerang simping. ”Tahun 2009, saya berkenalan dengan perusahaan eksportir yang mau membeli produk kerajinan kami,” katanya, Selasa (18/10). Setelah itu, produk-produk Sabila Craft mulai diekspor ke AS. Sekali ekspor, mencapai Rp 100 juta. Puncaknya tahun 2012-2013. Karyawannya mencapai 50 orang dan sering lembur untuk menyelesaikan pesanan. Namun, pada 2017, perusahaan eksportir itu menghentikan pesanan. Saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020 ekspor produk Sabila Craft berhenti total. Namun,  Prajoko tak menyerah. Dia pun mengikuti kegiatan pendampingan, seminar, dan pameran secara daring. Dengan berbagai upaya, Sabila Craft bangkit. Bahkan, pada 6 Oktober 2022, Sabila Craft mengekspor kerajinan kerang ke Miami, AS, dengan nilai 33.000 dollar AS atau sekitar Rp 500 juta. Untuk membangkitkan kem bali usaha itu, Syarif  memperluas jaringan melalui kerja sama dengan atase perdagangan di luar negeri. Promosi melalui media sosial pun digencarkan. ”Kami juga melakukan efisiensi dan evaluasi secara internal,” katanya.

Wachid Isrodin (46), pemilik usaha Laser Production yang memproduksi mainan miniatur truk oleng dan bus memulai usaha itu sejak 1998 setelah terkena PHK dari perusahaan karoseri tempatnya bekerja. Truk mainan dari kayu dijual di Taman Wisata Kyai Langgeng, Kota Magelang. Dia menjual 10 mainan dalam dua minggu seharga Rp 35.000 per unit. ”Saya jualannya hari Sabtu dan Minggu saja ketika banyak pengunjung ke Kyai Langgeng,” ujar pria yang tinggal di Kelurahan Jurangombo Selatan, Kota Magelang, itu. Sejak 2009, dia juga memasarkan produknya melalui media sosial sehingga akhirnya bisa mendapat pesanan rutin dari pembeli di Jakarta. ”Waktu itu, minimal 50 mainan per bulan. Barang saya kirim dengan dititipkan di bus jurusan Jakarta,” katanya. Saat pandemi melanda, usaha Laser Production berhenti berproduksi. Pada masa pandemi, justru muncul tren mainan truk oleng berbahan tripleks yang dihiasi lampu. Wachid pun berupaya menyesuaikan produknya. Mainan truk buatannya diubah menjadi mainan berbahan tripleks dengan ukuran kecil dan ringan.

Sejak 2021, Wachid memproduksi mainan semacam itu dibantu tiga temannya. Dalam sebulan, Wachid dan teman-temannya bisa memproduksi 300 unit mainan. Harganya Rp 65.000-Rp 70.000 dengan minimal order 10 unit. Jika membeli eceran, harganya Rp 110.000-Rp 120.000. Kini, peminat mainan truk mulai sepi. Ia lantas berinovasi membuat mainan berupa miniatur bus. ”Ternyata peminatnya cukup banyak,” ujarnya. Sejumlah UMKM di Magelang, termasuk Sabila Craft, Laser Production, dan Sugeng Wayang, juga terpilih mengikuti program Pawone Kriya Borobudur Marathon 2022. Dengan mengikuti program rangkaian lomba lari Borobudur Marathon itu, pelaku usaha bisa menjual dan mempromosikan produknya. Dengan begitu, usaha mereka diharapkan menjadi kian kokoh. (Yoga)


Tags :
#UMKM
Download Aplikasi Labirin :