Jokowi: Perdamaian, Syarat, Dunia Terhindar dari Resesi
NUSA DUA, ID — Dunia kini melihat Nusa Dua, Bali, Indonesia, tempat 19 pemimpin negara dengan PDB terbesar dan wakil Uni Eropa —yang tergabung dalam Group of Twenty (G20)— berunding untuk merespons tantangan yang tengah dihadapi. Krisis pangan dan energi, hiperinflasi, suku bunga tinggi, resesi ekonomi, dan perang adalah tantangan di depan mata. Anggota G20 diharapkan menjadi katalis pemulihan ekonomi inklusif dan berkolaborasi untuk menyelamatkan dunia, antara lain, dengan mengakhiri perang. “Bertanggung jawab berarti menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB secara konsisten. Bertanggung jawab berarti menciptakan situasi win-win, bukan zero-sum game. Bertanggung jawab juga berart kita harus mengakhiri perang,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato pembukaan KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). Jika perang tidak berakhir, ujar Presiden Jokowi, sulit bagi dunia untuk bergerak maju. Kita juga akan sulit untuk bertanggung jawab atas masa depan generasi sekarang dan mendatang. (Yetede)
RI Surplus Dagang terhadap G20
Total nilai neraca perdagangan barang Indonesia terhadap negara-negara anggota G20 surplus dalam dua tahun terakhir dengan Komoditas ekspor unggulan utama berupa BBM; besi dan baja; lemak dan minyak hewani/nabati; bijih logam, terak, dan abu; serta mesin atau perlengkapan elektrik dan bagiannya. Namun, kinerja ekspor Indonesia cenderung melambat, bahkan turun, yang mengindikasikan imbas perlambatan ekonomi dan inflasi tinggi di sejumlah negara mitra dagang Indonesia makin terasa. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Selasa (15/11) mengatakan,total nilai surplus neraca perdagangan RI terhadap G20 pada Januari-Oktober 2022 mencapai 27,6 miliar USD atau Rp 429,57 triliun (kurs Jisdor BI Rp 15.564). Pada 2021, Indonesia juga membukukan surplus neraca perdagangan 16,4 miliar dollar AS.
”Namun, jika dijabarkan per negara anggota G20, RI hanya mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan delapan negara dan satu kawasan. Sementara dengan 10 negara anggota lain, neraca perdagangan RI masih defisit,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta. Berdasarkan data BPS, dalam dua tahun terakhir, RI mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan AS, India, Uni Eropa, Jepang, Italia,Turki, Meksiko, Korsel, dan Inggris. Sementara RI membukukan defisit neraca perdagangan dengan Australia, Arab Saudi, China, Brasil, Argentina, Kanada, Afsel, Rusia, Jerman, dan Perancis. BPS juga menyebutkan, neraca perdagangan Indonesia pada Okober 2022 dan Januari-Oktober 2022 masing-masing surplus 5,67 miliar USD dan 45,52 miliar USD. (Yoga)
Kunjungan Pusat Perbelanjaan Akan Capai 90% Tahun Ini
JAKARTA, ID – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) optimistis tingkat kunjungan pusat perbelanjaan nasional bisa mencapai rata-rata 90% pada tahun ini, menyusul kinerja ekonomi Indonesia kuartal III-2022 yang mampu tumbuh hingga 5,72%. Libur Natal dan tahun baru (Nataru) juga diyakini bakal menjadi faktor pengungkit tingkat kunjungan dan penjualan di pusat perbelanjaan beberapa bulan mendatang. Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaya menerangkan, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan dan daya beli masyarakat telah berangsur membaik dan terus tumbuh sejak Ramadan yang lalu, meski sempat terganggu akibat ketidakpastian global. Faktor eksternal ini telah mengakibatkan kenaikan biaya energi yang berdampak pada daya beli masyarakat kelas menengah bawah. Namun demikian, APPBI berpendapat, dampak tersebut tidak akan berlangsung terlalu lama karena pemerintah telah banyak mengambil langkah antisipatif, salah satunya dengan mendistribusikan berbagai bantuan sosial (bansos) seperti bantuan langsung tunai (BLT), bantuan subsidi upah (BSu), dan bantuan sosial lainnya untuk menopang daya beli masyarakat agar tidak terpuruk terlalu dalam. (Yetede)
Anggaran Latihan Marinir Naik Tiga Kali Lipat
Menyikapi perkembangan teknologi dan lingkungan strategis, Korps Marinir meningkatkan anggaran latihannya. Sebelumnya Korps Marinir di Korea dan AS menjadi rujukan studi banding pengerahan Korps Marinir dalam perang modern. Hal ini disampaikan Wakil KSAL Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono seusai upacara HUT ke-77 Korps Marinir TNI Angkatan Laut di Bumi Marinir Cilandak, Jakarta, Selasa (15/11). Heri mengatakan, peningkatan anggaran latihan 2023 dilakukan dengan latar belakang perkembangan lingkungan strategis. (Yoga)
Oktober, Neraca Perdagangan Surplus US$ 5,67 Miliar
JAKARTA, ID – Neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 5,67 miliar pada Oktober 2022, naik dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 4,99 miliar, melanjutkan tren positif selama 30 bulan beruntun. Kenaikan surplus perdagangan Oktober 2022 disebabkan pertumbuhan ekspor dan penurunan impor secara bulanan (month to month/mtm). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor nasional tumbuh 0,13% secara bulanan menjadi US$ 24,81 miliar pada Oktober 2022 dan tumbuh 12,3% secara tahunan (year on year/yoy) dari US$ 22,09 miliar. Pertumbuhan ekspor secara tahunan melambat dibandingkan peptember 2022 yang mencapai 20,3%. Ini dipicu penurunan harga komoditas andalan ekspor, seperti minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 2,24% secara bulanan, bijih besi 7,26%, nikel 3,25%, dan gas alam 27,61%. (Yetede)
Pertamina Gandeng Perusahaan UEA Untuk Garap Proyek EBT
JAKARTA, ID – Pertamina menggandeng dua perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengembangkan potensi energi dan produksi kilang di Indonesia, yakni Masdar yang merupakan perusahaan energi terbarukan terkemuka dan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC). Komitmen ini diumumkan di hadapan Presiden Joko Widodo dan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan, di sela puncak kegiatan Business 20 (B20) di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11). Adapun penandatanganan komitmen kerja sama tersebut sudah dilakukan sebelumnya beberapa waktu lalu di UEA. Kerja sama antara Pertamina lewat Pertamina Power and New Renewable Energy (PNRE) dengan Masdar yakni pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Blok Rokan dengan periode perjanjian kerja sama selama 2 tahun yakni mulai 12 November 2022 hingga 2024 mendatang. PNRE dan Masdar akan bekerja sama untuk memberikan solus yang reliable dan kompetitif dalam pengembang an PLTS Rokan Phase 2 dan Phase 3 di WK Rokan. (Yetede)
Pekerja Terbebani Biaya Penempatan
Hingga kini pekerja migran Indonesia (PMI) masih menanggung biaya penempatan yang relatif tinggi kendati undang-undang mengamanatkan pembebasan biaya. Pemerintah mengupayakan solusi melalui kredit usaha khusus dengan bunga rendah, tetapi solusi ini dinilai belum optimal. Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, rata-rata biaya penempatan PMI mencapai Rp 30 juta per orang meski ada pula yang nilainya di bawah angka itu. UU No 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan PMI mengamanatkan agar PMI dibebaskan dari pengenaan biaya penempatan. Namun, dia mengakui, negara tak memiliki anggaran yang cukup untuk membayar seluruh biaya penempatan. Sebelum pandemi Covid-19, setiap tahun terdapat rata-rata 270.000 warga negara Indonesia menjadi PMI. Pada tahun 2021, jumlahnya turun menjadi 72.000 orang. Pada Januari-Oktober 2022, jumlahnya 170.000 orang.
”Katakanlah per tahun 270.000 orang PMI berangkat, total dana yang disiapkan negara 8,2 triliun. Dana sebesar itu belum cukup tersedia (meski devisa yang dihasilkan PMI per tahun mencapai Rp 159 triliun),” ujar Benny seusai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama BP2MI dengan 12 pemerintah daerah, 5 lembaga pendidikan, dan 3 lembaga kesehatan di Jakarta, Selasa (15/11). Menurut Benny, biaya penempatan mencakup pendidikan dan pelatihan kerja; sertifikasi kompetensi; via kerja; dan tiket berangkat. Pihaknya masih menemukan keluhan PMI yang berutang ke rentenir untuk modal berangkat. Selain itu, ada banyak praktik pemberangkatan yang tidak transparan di daerah sehingga pengeluaran calon PMI justru membengkak. Dengan nota kesepahaman tersebut, pemda diharapkan memfasilitasi pelatihan kerja dan perlindungan sebelum sampai setelah penempatan. Menurut Benny, pemerintah juga menyediakan program kredit usaha rakyat (KUR) Penempatan PMI yang disalurkan oleh bank milik negara, bank syariah, dan bank pembangunan daerah. (Yoga)
”Hunger Games” di Bola Krisis Pangan
Bola krisis pangan dunia terus menggelinding menjelang perhelatan Piala Dunia Qatar 2022 pada 20 November-18 Desember. Rusia sebagai pemain utama masih menjadi penentu berakhirnya ”hunger games” tersebut. Berikut faktor x di luar kendali setiap negara, yakni cuaca. Black Sea Grain Initiative atau Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam memegang peran kunci. Dunia tengah menanti perpanjangan perjanjian ekspor biji-bijian dan pupuk yang akan berakhir pada 18 November 2022 itu. Rusia sempat menarik diri dari koridor inisiatif itu pada 10 Oktober 2022. Namun, dua hari kemudian, Rusia kembali bersedia berunding. Dalam ASEAN Summit 2022 di Phnom Penh, Kamboja, Menlu Ukraina Dmytro Kuleba unjuk bicara. Dia mendesak negara-negara Asia Tenggara mengambil langkah terhadap Rusia agar menghentikan permainan yang menyebabkan kelaparan atau ”hunger games” dunia. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mengingatkan, dunia perlu memperhitungkan faktor cuaca.
Kondisi cuaca di Amerika Selatan, khususnya Brasil dan Argentina, membaik sehingga akan meningkatkan produksi jagung dan kedelai. Namun, di sebagian AS masih terjadi kekeringan. Cuaca ekstrem juga melanda Australia sehingga akan berpengaruh pada panen gandum. Kedua faktor itu bakal menjadi penentu harga sejumlah komoditas pangan dan pupuk dunia menjelang akhir tahun dan awal tahun depan. Dalam beberapa bulan terakhir, harga mayoritas komoditas pangan dan pupuk dunia telah turun meski masih lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Namun untuk mendapat keduanya, negara importir pangan dan pupuk harus merogoh kocek lebih dalam karena ”kejemawaan” dollar AS atas mata uang setiap negara. Para importir juga enggan mengimpor pangan dan pupuk dalam volume besar. Mereka takut rugi kala dollar AS berbalik melemah. (Yoga)
Hari Ini, Jokowi dan Xi Jinping Saksikan Uji Dinamis KA Cepat
JAKARTA, ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping hari ini, Rabu (16/11/2022) diagendakan menyaksikan uji dinamis Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) secara secara live melalui telekonferensi dalam rangka G20 Showcase di Bali. “Proses uji dinamis akan dilakukan sepanjang 15 km dari Stasiun Tegalluar menuju Casting Yard 4 di daerah Kopo, kota Bandung,” kata GM Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Rahadian Ratry dalam pernyataan resminya di Jakarta, Selasa (16/11/2022). Rahadian mengatakan, saat commercial operating date atau beroperasi komersial nanti, KCJB dapat melaju hingga 350 kilometer per jam. Namun pada proses uji dinamis kali ini, kereta inspeksi akan melaju dengan kecepatan terbatas hingga maksimal 80 km per jam. “Untuk kecepatan kereta masih terbatas, disesuaikan dengan sarana prasarana yang ada,” jelas Rahadian. Menurut dia, persiapan uji dinamis kereta inspeksi KCJB dalam rangka G20 Showcase dilakukan sejak 9 November lalu. “Selain melihat proses uji dinamis, Jokowi dan Xi Jinping juga akan menyaksikan kecanggihan teknologi kereta inspeksi KCJB,” jelas Rahadian.
Sentra Cabai Disiapkan di Keerom
Pemprov Papua menyiapkan sentra produksi cabai didua distrik atau kecamatan di Kabupaten Keerom. Luas areal untuk penanaman cabai 30 hektar. Total 36 kelompok tani terlibat dalam penanaman cabai, tersebar di empat kampung di Distrik Arso dan Skanto. Setiap kelompok terdiri atas lima hingga enam petani cabai. ”Pencanangan sentra cabai ini sebagai salah satu upaya penanganan inflasi sesuai arahan Kemendagri. Papua sebagai provinsi induk dari tiga provinsi lainnya yang baru dimekarkan harus juga memiliki kawasan sentra pertanian,” kata Sekretaris Daerah Papua Ridwan Rumasukun saat penanaman perdana bibit cabai di Keerom, Selasa (15/11).
Selanjutnya akan ada perluasan lahan pertanian hingga 200 hektar di Keerom untuk penanaman cabai, tomat, dan bawang merah. Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Papua Salomon Telenggen memaparkan, masa tanam hingga panen cabai diperkirakan sekitar dua bulan. Para petani akan memasarkan cabai di Jayapura dan sekitarnya serta Wamena, ibu kota Provinsi Papua Pegunungan. ”Kami akan mendampingi para petani dalam proses penanaman hingga panen. Kami membantu para petani dengan penyediaan alat kerja, bibit cabai, hingga pupuk,” ujar Salomon. Wakil Bupati Keerom Wahfir Kosasih menyambut baik pembukaan sentra pertanian di wilayahnya. Sebab, Keerom berpotensi menjadi pusat distribusi komoditas pertanian ke beberapa provinsi yang baru dimekarkan dari Papua. (Yoga)









