;

ESDM Diminta Turunkan Kuota Produksi

Yoga 16 Nov 2022 Kompas

Masyarakat Jambi mendesak Kementerian ESDM mengurangi kuota produksi batubara selama jalan khusus pengangkutan hasil tambang belum direalisasikan. ”Kuota produksi supaya dikurangi dulu dan jumlah kendaraan (batubara) dibatasi. Ini agar pembangunan jalan khusus batubara bisa dijalankan,” kata anggota Komisi II DPRD Provinsi Jambi, Elpisina, Selasa (15/11). (Yoga)

G7 Berkomitmen US$ 20 Miliar untuk Sapih Indonesia dari Batu Bara

Yuniati Turjandini 16 Nov 2022 Investor Daily (H)

NUSA DUA, ID – Negara-negara kaya yang tergabung dalam G7 berkomitmen untuk mendanai hingga US$ 20 miliar atau sekitar Rp 311,28 triliun guna mempercepat pelaksanaan transisi energi di Indonesia, termasuk pengakhiran pemakaian batu bara. Ini dilakukan untuk mencapai netralitas karbon (net zero emissions/NZE) pada 2050 atau satu dekade lebih cepat dari yang direncanakan semula. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengungkapkan rencan itu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). Ia menjelaskan, komitmen pendanaan super jumbo itu dalam rangka mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan mendukung percepatan transisi energi melalui penghentian pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara. “Secara bersama kami memobilisasi US$ 20 miliar dalam pengembangan EBT dan mendukung transisi energi untuk menjauhi batu bara. Kami berharap memobilisasi dana ini juga bisa membantu para pekerja yang paling terpengaruh. oleh transisi dari batu bara,” kata Biden pada peluncuran Kemitraan untuk Investasi dan Infrastruktur Global atau Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) G20 di Bali, Selasa (15/11/2022). (Yetede)

Sentilan Petani untuk Jokowi

Yuniati Turjandini 16 Nov 2022 Tempo (H)

JAKARTA- Serikat petani hingga organisasi masyarakat menyoroti pidato Presiden Joko Widodo pada Sesi Pertama Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 dengan topik besar Kondisi Ekonomi Global, Ketahanan Pangan dan Energi. Pidato pembukaan yang disampaikan Presiden Jokowi di Bali, kemarin, 15 November 2022, dianggap tidak menangkap utuh persoalan pangan saat ini, hingga dikhawatirkan tidak menghasilkan solusi yang tepat. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih menilai pidato Jokowi, yang salah satunya menekankan soal kelangkaan pupuk, kurang konprehensif dalam melihat permasalah ketahanan pangan. Dia menyebutkan pernyataan Presiden  tersebut seakan-akan mengarahkan forum untuk menelurkan solusi berupa penggunaan pupuk kimia yang belakangan harganya melambung. "Jadi Jokowi salah momentum. Ditengah ancaman pemanasan global, harusnya jangan mengedapankan pupuk kimia. Dan terlampau berlebihan kalau menyatakan dunia akan kelaparan kalau tidak ada pupuk kimia. Padahal ini momentum beralih ke pupuk organik," ujar Hnery, kepada Tempo, kemarin. (Yetede)

Main Tangkap Pengeritik G20

Yuniati Turjandini 16 Nov 2022 Tempo (H)

DENPASAR- Sejumlah aktivis Indonesia People Assembly (IPA) ditangkap pada saat berdemonstrasi menentang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20. Koordinator IPA, Raden Deden Fajrulloh, mengatakan demonstrasi menolak KTT G20 digelar didepan Universitas Udayana pada Selasa, 15 November 2022. Setelah sekitar 7 menit aksi berlangsung, kata Deden, sejumlah aparat dari Satuan Polisi Pamong Praja Bali datang dan membubarkan aksi. "Empat orang langsung dirampas dompet dan KTPnya dengan paksa, sementara koordinator lapangan aksi diarahkan masuk kampus untuk diinterogasi, sehingga barisan aksi menjadi terpisah setelah dibubarkan," kata Deden. Raden juga menuturkan aksi yang digelar di Denpasar kemarin merupakan lanjutan dari diskusi yang diselenggarakan di Universitas Udayana. Selain aksi di Bali, IPA melakukan aksi penolakan penyelengaraan G20 di sejumlah wilayah, seperti NTB, Maluku Utara, dan DKI Jakarta. Mereka menganggap agenda G20 ini sebagai pemborodan biaya. (Yetede)

Presiden: Negara Berkembang Jadi Bagian Rantai Pasok Kesehatan Global

Yoga 16 Nov 2022 Kompas

Pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran bagi dunia untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi darurat kesehatan global. Negara berkembang harus diberdayakan untuk menjadi bagian solusi kesehatan global. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat membuka sesi kedua terkait isu kesehatan dalam KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11). Pada sesi pertama, dibahas mengenai keamanan pangan dan energi. ”Negara berkembang harus diberdayakan sebagai bagian dari solusi. Kesenjangan kapasitas kesehatan tidak boleh dibiarkan. Negara berkembang perlu diberdayakan dan harus jadi bagian dari rantai pasok kesehatan global, termasuk pusat manufaktur dan riset,” tutur Presiden. Ia menyampaikan, hal tersebut dapat terwujud apabila investasi industri kesehatan di negara berkembang ditingkatkan.

Kerja sama riset dan transfer teknologi juga harus diperkuat serta akses bahan baku produksi untuk negara berkembang semakin diperluas. ”Dunia tidak boleh mengulang kesalahan yang sama saat pandemi Covid-19. Ini adalah pelajaran berharga untuk menyiapkan dunia dari daru rat kesehatan. Never again harus jadi mantra kita bersama,” ucap Jokowi. Dalam pidato pembukanya, ia juga mengajak para pemimpin G20 untuk turut berkontribusi dalam Dana Pandemi atau Pandemic Fund. Dana Pandemi diluncurkan oleh Presiden Jokowi, Minggu (13/11). Dana ini diharapkan dapat memperkuat dunia agar lebih baik dalam menghadapi pandemi di masa depan. Dana Pandemi saat ini, menurut Direktur Eksekutif Sekretariat Dana Pandemi Bank Dunia,telah terkumpul 1,4 miliar USD dari 24 kontributor. (Yoga)


Ada Titik Terang : G20 Hasilkan Komunike

Hairul Rizal 16 Nov 2022 Kontan

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 berpeluang menghasilkan kesepakatan bersama alias komunike. Peluang ini muncul setelah dicapainya kesepakatan draf komunike di tingkat para diplomat negara anggota G20. Selanjutnya, draf akan diajukan kepada para pemimpin negara anggota G20 dalam pertemuan terakhir tingkat kepala negara pada Selasa (16/11) di Nusa Dua, Bali. Melansir Bloomberg, seorang sumber mengungkapkan, persetujuan atas usulan draf awal komunike melewati jalan berliku. Mereka sulit mengatasi perbedaan pandangan atas sikap terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Bila para kepala negara kemudian menandatangani usulan awal ini, maka pertemuan puncak KTT G20 akan mencapai komunike. Ini bisa menghindari sejarah buruk: pertemuan G20 tanpa komunike. Namun, untuk meyakinkan para pemimpin negara bersedia meneken usulan awal komunike, para negosiator harus berhati-hati dalam memilih redaksi penyusunan draf kesepakatan bersama tersebut.

Utang Luar Negeri Tergerus

Hairul Rizal 16 Nov 2022 Kontan

UTANG luar negeri (ULN) Indonesia kembali turun. Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN per akhir kuartal III-2022 sebesar US$ 394,6 miliar, turun US$ 9 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 403,6 miliar. Secara tahunan, ULN per akhir September turun 7% year on year (yoy). Penurunan itu lebih dalam dibandingkan penurunan pada kuartal sebelumnya, yaitu 2,9% yoy. Secara terperinci, ULN pemerintah kuartal III-2022 sebesar US$ 182,3 miliar, turun 11,3% yoy. Penurunan terjadi karena perpindahan investasi pada surat berharga negara (SBN) domestik ke instrumen lain, dan mengurangi porsi kepemilikan investor non-residen pada SBN domestik.

Garap Peluang dari Ekosistem EV

Hairul Rizal 16 Nov 2022 Kontan

Sejumlah emiten agresif mengembangkan bisnis ke ekosistem kendaraan listrik alias electric vehicle (EV). Gelaran konferensi B20 dan G20 menjadi momentum menggeber aksi korporasi di segmen ini. Sebagai contoh, anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT), Star Energy Geothermal (SEG) yang meneken nota kesepahaman (MoU) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). MoU tersebut terkait penyediaan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk operasional kendaraan listrik berbasis baterai di wilayah operasi Star Energy. Lalu, ada Electrum yang meneken pokok-pokok kerjasama terms sheet dengan Pertamina NRE, anak usaha PT Pertamina. Electrum merupakan perusahaan patungan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Masih dari B20 Bali, Volta menjalin kerjasama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dalam penyediaan sewa motor listrik di kawasan The Nusa Dua, tempat penyelenggaraan KTT G20. Volta merupakan anak usaha PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), yang salah satunya menggarap motor listrik. Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih mengatakan, ekosistem EV akan tumbuh pesat. Ini didukung oleh bahan baku pembuatan baterai listrik sebagai komponen utama EV yang banyak terkandung di Indonesia, seperti nikel, kobalt, alumunium dan tembaga.

Tentang Fintech, Multifinance Garap Bisnis Dana Tunai

Hairul Rizal 16 Nov 2022 Kontan

Di tengah himpitan ekonomi, kebutuhan masyarakat terkait pinjaman uang tunai semakin meningkat. Beberapa pemain multifinance melirik potensi tersebut dengan menyalurkan pinjaman uang tunai dalam bentuk pinjaman multiguna. Selama ini yang paling getol memberikan layanan ini adalah perusahaan multifinance yang bergerak di pembiayaan sektor otomotif. Di sisi lain, multifinance menggarap pasar pinjaman uang tunai yang merupakan ladang bisnis utama. Salah satu perusahaan multifinance, Adira Finance yang banyak bergerak di sektor otomotif mulai membidik segmen bisnis tersebut. "Kami memanfaatkan banyaknya kendaraan bermotor masyarakat untuk menjadi jaminan dalam menyalurkan pinjaman dana tunai. Terutama untuk keperluan lain, seperti pendidikan maupun modal kerja," ujar Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, kemarin. Mandiri Tunas Finance (MTF) juga termasuk multifinance yang yakin, segmen ini bisa terus tumbuh. Bahkan, Direktur MTF, William Francis berharap, segmen ini bisa menjadi penopang pertumbuhan di saat penjualan kendaraan bermotor bisa lesu di tahun depan.

Setitik Asa Ekonomi Dunia

Hairul Rizal 16 Nov 2022 Bisnis Indonesia (H)

Optimisme kembali menyeruak di antara proyeksi ‘gelap’ ekonomi dunia. Pemicunya, angin ‘perdamaian’ yang berhembus kencang dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali. Salah satunya ditandai dengan penegasan sejumlah kepala negara perihal urgensi untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina yang menjadi biang kerok ketidakpastian global. Bahkan, sehari sebelum pembukaan KTT G20, Selasa (15/11), Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping bertemu dan berkomitmen untuk menghindari konflik dan berfokus pada pemulihan ekonomi. Hal itu pun digadang-gadang menjadi penyejuk karena sebelumnya kedua negara adi daya tersebut terlibat perang dagang yang berimbas ke negara lain. Teropong ekonomi dunia pun diyakini kembali terang setelah dibayangi lonjakan inflasi dan risiko resesi. Pada pembukaan KTT G20 kemarin, Selasa (15/11), Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh delegasi untuk merumuskan solusi konkret atas permasalahan ekonomi dunia. Beberapa di antaranya yakni krisis pangan, perang, mahalnya ongkos energi, hingga ketidakpastian lainnya. Joe Biden, mengatakan AS dan China berusaha menciptakan hubungan mesra dalam rangka mengendurkan ketegangan ekonomi dunia. “Kami akan bersaing tetapi tidak mencari konflik. Saya ingin mengelola kompetisi dengan bertanggung jawab,” kata Biden. Sementara itu, Xi Jinping dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri China menegaskan ekonomi negara itu sangat terbuka dengan seluruh peluang. Dia mengatakan interaksi China-AS harus ditentukan oleh dialog dan kerja sama saling menguntungkan, bukan konfrontasi dan persaingan tanpa hasil.

Pilihan Editor