;

Kasus di Pasar Kripto Global Tekan Pasar Kripto Lokal

Hairul Rizal 15 Nov 2022 Kontan (H)

Musim dingin kripto alias crypto winter menjadi semakin dingin. Kejatuhan bursa kripto FTX membuat harga dan transaksi di pasar kripto semakin anjlok. Apalagi, FTX sebelum ini merupakan salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Kasus kehancuran institusi kripto ini bukan pertama kali terjadi tahun ini. Ada serentetan kasus, mulai dari gagal bayar Three Arrow Capital, Celcius Network dan Voyager. Kasus ini bermula dari kejatuhan harga Terra Luna pada Mei 2022. Efek dominonya pun terasa ke industri kripto. Meski begitu, pedagang kripto dalam negeri mengklaim kondisi mereka baik-baik saja. COO Tokocrypto Teguh Kurniawan mengatakan, memang penurunan nilai pasar aset kripto membuat daily trading volume turun dari US$ 50 juta-US$ 70 juta, dan kini menjadi US$ 20 juta-US$ 30 juta. Pemain lain, CEO Digitalexchange.id Duwi Sudarto Putra menyebut, permintaan penarikan aset kripto sejauh ini masih berjalan normal. Menurut dia, tidak semua duit kripto terdampak kejatuhan FTX. CEO Indodax Oscar Darmawan mengakui, kasus FTX berpengaruh terhadap ekosistem kripto secara keseluruhan. Namun dia menegaskan jika likuiditas Indodax masih baik-baik saja. "Kami hanya mempertemukan penjual dan pembeli sesuai aturan regulator. Sebagai pelaku industri saya berharap tidak ada exchange di Indonesia yang jatuh akibat momen yang terjadi saat ini," ujar Oscar.      

RI Segera Pensiunkan 15 GW PLTU Pakai Skema ETM

Hairul Rizal 15 Nov 2022 Kontan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Askawa resmi meluncurkan Energy Transition Mechanism (ETM). Ini adalah platform kerjasama pendanaan untuk proyek energi bersih. Pemerintah akan memanfaatkan skema ETM ini dengan memensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas dua gigawatt (GW). Langkah ini merupakan tahap awal dari total 15 GW yang akan dipensiunkan hingga tahun 2060. "Kami akan menarik US$ 500 juta untuk komitmen pembiayaan," tegas Menkeu Sri mulyani dalam acara peluncuran Indonesia Energy Transition Mechanism Country Platform di Bali, Senin (14/11).

Dapat Investasi Rp 1,86 Triliun, Saham KAEF Melesat

Hairul Rizal 15 Nov 2022 Kontan

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan anak usahanya, PT Kimia Farma Apotek (KFA), mengantongi komitmen investasi sebesar Rp 1,86 triliun atau sekitar US$ 120 juta dari sovereign wealth fund China, Silk Road Fund (SRF) dan Indonesia Investment Authority (INA). Head of Research Jasa Capital Utama Sekuritas Cheril Tanuwijaya menilai, kalau investasi ini berjalan dengan mulus, maka kinerja emiten pelat merah ini bisa terdongkrak secara signifikan. "Ini mengingat Kimia Farma bisa melakukan ekspansi bisnis semakin luas, bahkan hingga ke skala internasional," ujarnya, Senin (14/11). Direktur Utama KAEF David Utama mengatakan, masuknya kedua investor ini bakal membuka peluang pasar dan jaringan KAEF, baik dari sisi ritel dan layanan kesehatan hingga ke luar negeri.

Berkah Kompromi Biden-Jokowi

Hairul Rizal 15 Nov 2022 Bisnis Indonesia (H)

Indonesia bergerak cepat menggelar pertemuan strategis dengan sejumlah negara sebelum puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dimulai. Salah satunya dilakukan dengan Amerika Serikat (AS). Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden AS Joe Biden kemarin, Senin (14/11), pun menghasilkan beragam kesepakatan baru untuk pengembangan ekonomi kedua negara, serta menjadi katalis positif bagi sederet rencana kerja sama lainnya yang pembahasannya telah dirintis. Beberapa kesepakatan yang terjalin antara lain peningkatan investasi AS di Indonesia, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), hingga dukungan pembangunan megaproyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dalam pertemuan itu, Joe Biden mengatakan AS masih menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis yang mampu membantu komunitas global untuk mewujudkan ekonomi lebih baik di masa mendatang. Dia mengatakan, salah satu kesepakatan yang dijalin adalah tuntasnya negosiasi untuk meluncurkan Millennium Challenge Corporation (MCC) Compact senilai US$698 juta, yang bersumber dari AS senilai US$649 juta dan Indonesia US$49 juta. MCC Compact adalah instrumen untuk mendukung pengembangan ekonomi nasional. Di antaranya infrastruktur transportasi berkualitas, memobilisasi modal untuk mendukung pembangunan Indonesia, dan meningkatkan akses keuangan untuk dunia usaha.

Inflasi, Suku Bunga, & Indonesia

Hairul Rizal 15 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Sinyal yang ditunggu akhirnya datang juga. Amerika Serikat (AS) baru saja merilis data inflasi bulan Oktober. Dalam rilis tersebut, inflasi di AS tercatat sebesar 7,7% (year-on-year/YoY) atau lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi pasar. Di sisi lain, laju inflasi inti juga mulai melambat. Tingkat inflasi inti, atau inflasi di luar volatile foods dan energi, berada pada level 6,3%, turun dibanding bulan sebelumnya sebesar 6,6%. Ini menjadi sinyal positif bahwa inflasi di AS telah mulai meninggalkan puncaknya, dan perlahan melandai. Dalam beberapa waktu terakhir, AS sedang menghadapi situasi yang tak mudah. Laju inflasi berada pada level tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Harga-harga kebutuhan pokok, seperti bensin, listrik, dan bahan makanan melonjak tajam. Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan suku bunga oleh the Fed.Laju inflasi yang terus menanjak tinggi harus direspons dengan kenaikan suku bunga yang agresif. Bahkan, kebijakan saat ini dianggap sebagai salah satu kebijakan paling agresif dalam sejarah The Fed. Tak heran apabila dianggap agresif, mengingat sepanjang 2022 The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 375 bps. Yang terbaru, pada pertemuan bulan November ini, The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps ke level 3,75%—4,0%.

Sebagai negara dengan perekonomian paling berpengaruh di dunia, apa yang terjadi di AS tentu akan merambat ke negara lain, termasuk Indonesia. Sebagai contoh, ekspansi PMI manufaktur Indonesia mulai melambat seiring dengan melambatnya pesanan baru dari luar negeri dan menguatnya Dolar AS. Contoh lain juga terjadi di pasar keuangan. Sama dengan yang terjadi di banyak negara berkembang lainnya, telah terjadi aliran modal asing keluar di pasar Surat Berharga Negara (SBN) cukup deras, yaitu sebesar Rp176,29 triliun hingga pekan pertama bulan November. Derasnya aliran modal asing keluar tersebut berdampak pada pelemahan nilai tukar Rupiah yang menyentuh level Rp14.600an per dolar AS, atau melemah di kisaran 9% (YtD). Pelemahan rupiah tergolong masih moderat dan terkendali bila dibandingkan dengan banyak negara berkembang lainnya. Tetap saja ini harus diwaspadai karena dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan inflasi, terutama yang berasal dari imported inflation akibat pelemahan nilai tukar. Meskipun inflasi masih terkendali dan lebih rendah dari perkiraan awal, Indonesia akan terus mewaspadai risiko tersebut dengan terus melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.Dampak dari agresivitas kebijakan moneter The Fed memang tak bisa dihindari oleh negara mana pun. Beruntungnya, dampak yang ditimbulkan oleh agresifnya kebijakan moneter The Fed masih sangat manageable di Indonesia. Tidak hanya bermodal keberuntungan, resiliensi perekonomian Indonesia utamanya juga didukung oleh kredibilitas kebijakan ekonomi dan sektor keuangan, sehingga gelombang risiko yang datang mampu dimitigasi dengan baik.

Energi Listrik Bersih: Amunisi Baru Pensiun Dini PLTU

Hairul Rizal 15 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Pemerintah memiliki amunisi tambahan dalam mempercepat transisi energi bersih menuju pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap berbasis batu bara di Tanah Air melalui skema dari Bank Pembangunan Asia. Upaya meringankan ongkos pensiun dini PLTU sebelumnya dilakukan pemerintah dengan melibatkan BUMN tambang PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dengan mengambil alih aset PLTU Pelabuhan Ratu kapasitas 3x350 MW di Jawa Barat milik PLN melalui aksi korporasi. Dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali kemarin disepakati komitmen percepatan pengakhiran masa operasional PLTU batu bara Cirebon-1 berkapasitas 660 watt di Jawa Barat yang dimiliki oleh independent power producer (IPP) dengan skema pendanaan gabungan berupa Energy Transition Mechanism (ETM) dari Asian Development Bank (ADB). “Indepent Power Producer yang akan dipensiunkan di bawah skema ini di Cirebon itu hanya langkah pertama, itu milestone pertama,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat Grand Launching Indonesia Energy Transition Mechanism Country Platform di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11). Skema pendanaan ETM ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Asian Development Bank (ADB), Indonesia Investment Authority (INA), dan pemilik PLTU Cirebon-1 yakni Cirebon Electric Power (CEP). President ADB Masatsugu Asakawa mengatakan program pensiun dini PLTU Cirebon-1 itu nantinya bakal menggunakan struktur pendanaan gabungan atau blended finance dari skema ETM.

Proyeksi Bisnis 2023 : Logistik Dalam Tren Pertumbuhan

Hairul Rizal 15 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Perusahaan jasa pengiriman ekspres memprediksi sektor logistik masih melanjutkan tren pertumbuhan pada 2023, kendati ada ancaman resesi global. Chief Operating Officer (COO) Lalamove Paul Loo mengatakan bahwa sektor logistik masih mampu berdaya terlepas oleh situasi menantang pada tahun depan. Menurutnya, Lalamove tetap membidik target pertumbuhan tiga digit seperti tahun sebelumnya. Hal itu, menurutnya, tecermin dari pertumbuhan mitra bisnis yang tembus hingga 328% sejak era pandemi Covid-19.“Untuk menghadapi tahun 2023, kami bertujuan untuk mempertahankan pertumbuhan tiga digit dari tahun ke tahun. Ini akan menjadi kesempatan untuk mempercepat kinerja kami, terutama selama masa pemulihan setelah pandemi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (14/11).Pada tahun depan, Paul memprediksi ada pergeseran perilaku dengan makin banyak pesanan pengiriman paket menggunakan angkutan van dan pick-up boxes. “Khususnya untuk pengiriman paket e-commerce kepada penerima dan pemindahan barang untuk memungkinkan pembangunan infrastruktur di Indonesia,” lanjutnya.Managing Director Lalamove Indonesia Andi M. Rizki juga menyampaikan bahwa gejolak sektor logistik sudah terjadi sejak tahun ini. Dia mencontohkan penaikan harga BBM yang juga berimbas kepada perusahaan jasa pengiriman barang.

Perusahaan pengiriman ekspres berbasis teknologi, Paxel, juga menargetkan pertumbuhan bisnis pada 2023 kendati lebih moderat.Direktur Utama Paxel.co Zaldy Ilham Masita mengatakan bahwa target moderat itu mengacu adanya penurunan daya beli masyarakat dan kenaikan biaya operasional perusahaan pada tahun depan.“Untuk 2023 kita tidak berharap banyak, karena adanya penurunan daya beli masyarakat dan kenaikan biaya-biaya karena kenaikan [harga] BBM dan UMR. Kita berharap bisa tumbuh 25%–35% dibandingkan 2022 sudah bagus,” kata Zaldy. Jelang akhir tahun, Zaldy berharap kinerja pengiriman akan dipacu oleh tingginya permintaan pada libur Natal dan tahun baru.

Moda Raya Terpadu : 2 Negara Akan Garap MRT Jakarta

Hairul Rizal 15 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Inggris dan Jepang menyatakan berminat menggarap proyek moda raya terpadu atau MRT Jakarta koridor timur–barat atau Cikarang Bekasi—Balaraja, Tangerang sepanjang 87 kilometer.Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Owen Jenkins menyatakan, Inggris menyiapkan pendanaan sebesar US$1,25 miliar atau setara dengan Rp19,3 triliun (kurs Rp15.499), untuk pengembangan Proyek MRT fase lanjutan.“Inggris selalu siap untuk mendukung Kementerian Perhubungan dan Pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan fase-fase MRT berikutnya, termasuk melalui Expression of Interest dari UK Export Finance untuk menyiapkan pendanaan sebesar US$1,25 miliar. Kami siap untuk berkolaborasi dengan seluruh mitra untuk membawa kerja sama ini ke tahap selanjutnya,” ujar Owen dikutip dari keterangan pers, Senin (14/11). Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri untuk Kerja Sama Luar Negeri Jepang Satoru Mizushima juga menyatakan siap untuk memfasilitasi pengembangan proyek MRT lanjutan. Satoru mewakili Pemerintah Jepang dalam menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) Proyek MRT Fase 3 timur–barat.Jepang telah berpartisipasi pada proyek MRT Jakarta Fase 1 Lebak Bulus—Bundaran HI yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019.

Kimia Farma Lepas Saham KFA Senilai Rp 1,86 T

Yoga 14 Nov 2022 Investor Daily

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melepas kepemilikan 40% saham di PT Kimia Farma Apotek (KFA) senilai Rp 1,86 triliun kepada Sovereign Wealth Fund (SWF) asal Tiongkok yakni Silk Road Fund (SRF) dan Indonesia Investment Authority (INA). Kedua investor strategis tersebut juga akan berpartisipasi dalam rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue Kimia Farma. Kolaborasi para pihak dituangkan dalam penandatanganan Conditional Share Subscription and Purchase Agreement beserta dokumen-dokumen transaksi terkait antara KAEF dan KFA dengan SRF dan INA di Bali pada Minggu (13/11). “Hari ini kami baru saja menandatangani perjanjian antara Kimia Farma, Kimia Farma Apotek, dengan INA dan Silk Road Fund (SRF). Di mana dalam perjanjian ini, SRF dan INA akan masuk menjadi investor di Kimia Farma Apotek dan Kimia Farma,” kata Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury dalam konferensi pers, Minggu (13/11).

Adapun total investasi Rp 1,86 triliun untuk 40% kepemilikan SRF dan INA di KFA, tergantung pada closing account mechanics berdasarkan laporan keuangan pada saat completion. Rencananya, investasi terse[1]but digunakan untuk mendanai ekspansi bisnis KFA, kebutuhan modal kerja, dan inisiatif untuk meningkatkan efisiensi operasional. Lebih lanjut, SRF dan INA juga bakal berpartisipasi dalam rights issue Kimia Farma. Rencana rights issue Kimia Farma sebelumnya telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 14 Oktober 2022. Dana hasil rights issue akan digunakan KAEF untuk mendukung modal kerja, ekspansi usaha, dan meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia. (Yoga)


Perkuat Modal, Jasa Marga Dekati Investor Potensial

Yoga 14 Nov 2022 Investor Daily

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) tengah menjajaki berbagai model penggalangan dana untuk memperkuat struktur modal perseroan. Terbaru, emiten jalan tol ini sedang mendekati investor potensial terkait status anak usahanya, PT Jasamarga Transjawa Tollroad (JTT), yang telah melakukan pemisahan (spin off). Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana mengungkapkan, sampai saat ini perseroan belum bisa memastikan opsi pendanaan yang dipilih apakah dalam bentuk penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham atau yang lainnya, karena masih dalam pembahasan direksi, komisaris, dan Kementerian BUMN.

Jika pun IPO, perlu dilihat terlebih dahulu potensi pasarnya. Karena itu, proses cek pasar dan sosialisasi masih terus berjalan. Perseroan juga terus berdiskusi secara intensif dengan para investor relation dan analis. “Bahkan, direksi kami sedang ikut rombongan bersama Kementerian BUMN untuk berbicara dengan investor potensial, harus dilihat dulu. Jadi, saya tidak bisa mendahului dengan mengatakan IPO, tetapi masih multifinancing,” jelas Lisye menjawab Investor Daily, baru-baru ini. Yang pasti, bisnis JTT ini menarik bagi para investor. (Yoga)


Pilihan Editor