;

”Hunger Games” di Bola Krisis Pangan

Lingkungan Hidup Yoga 16 Nov 2022 Kompas
”Hunger Games” di Bola Krisis Pangan

Bola krisis pangan dunia terus menggelinding menjelang perhelatan Piala Dunia Qatar 2022 pada 20 November-18 Desember. Rusia sebagai pemain utama masih menjadi penentu berakhirnya ”hunger games” tersebut. Berikut faktor x di luar kendali setiap negara, yakni cuaca. Black Sea Grain Initiative atau Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam memegang peran kunci. Dunia tengah menanti perpanjangan perjanjian ekspor biji-bijian dan pupuk yang akan berakhir pada 18 November 2022 itu. Rusia sempat menarik diri dari koridor inisiatif itu pada 10 Oktober 2022. Namun, dua hari kemudian, Rusia kembali bersedia berunding. Dalam ASEAN Summit 2022 di Phnom Penh, Kamboja, Menlu Ukraina Dmytro Kuleba unjuk bicara. Dia mendesak negara-negara Asia Tenggara mengambil langkah terhadap Rusia agar menghentikan permainan yang menyebabkan kelaparan atau ”hunger games” dunia. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mengingatkan, dunia perlu memperhitungkan faktor cuaca.

Kondisi cuaca di Amerika Selatan, khususnya Brasil dan Argentina, membaik sehingga akan meningkatkan produksi jagung dan kedelai. Namun, di sebagian AS masih terjadi kekeringan. Cuaca ekstrem juga melanda Australia sehingga akan berpengaruh pada panen gandum. Kedua faktor itu bakal menjadi penentu harga sejumlah komoditas pangan dan pupuk dunia menjelang akhir tahun dan awal tahun depan. Dalam beberapa bulan terakhir, harga mayoritas komoditas pangan dan pupuk dunia telah turun meski masih lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Namun untuk mendapat keduanya,  negara importir pangan dan pupuk harus merogoh kocek lebih dalam karena ”kejemawaan” dollar AS  atas mata uang setiap negara. Para importir juga enggan mengimpor pangan dan pupuk dalam volume besar. Mereka takut rugi kala dollar AS berbalik melemah. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :