;

Kerja Sama Kunci Atasi Krisis Pangan

Yoga 14 Nov 2022 Kompas

Solusi untuk krisis pangan adalah bekerja sama secara internasional dan membangun sistem pangan bersama. Negara-negara anggota G20 perlu mengambil peran untuk mengatasi krisis dalam jangka pendek dan jangka menengah agar tidak berkepanjangan. Hal itu mengemuka dalam Forum Keamanan Pangan Global sebagai bagian dari penyelenggaraan G20 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Minggu (13/11). Menhan Prabowo Subianto saat berbicara dalam forum itu menyebut, ancaman terhadap keamanan pangan adalah ancaman pada kehidupan masyarakat. Untuk mengatasi ancaman tersebut, harus ada keamanan global dan kemitraan internasional.

Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, Prabowo menekankan, bekerja sama adalah cara untuk memastikan keamanan pangan. Dia mengingatkan, dunia sudah berkomitmen untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 2, yaitu tidak ada orang mengalami kelaparan pada tahun 2030. Karena itu, ketersediaan dan akses atas pangan menjadi tantangan. Utusan khusus AS untuk keamanan pangan global, Cary Fowler, juga memberi perhatian pada unsur kerja sama. Ia melihat kompleksitas penyebab krisis pangan saat ini mengakibatkan solusi krisis harus berlapis dan penyelesaiannya harus bersamaan. Fowler melihat G20 berperan penting dan anggotanya harus berkolaborasi untuk membangun sistem pangan bersama-sama.  (Yoga)


Talenta Kreatif Diajak Mengelola Potensi Ekonomi Digital Tanah Air

Yoga 14 Nov 2022 Kompas

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak para talenta kreatif Indonesia, termasuk mereka yang berkarier di tingkat internasional, untuk bersama mengelola potensi ekonomi digital di Tanah Air. Pada tahun 2030, potensinya diperkirakan Rp 4.531 triliun. ”Ini tantangan kita,” ujarnya pada inkubasi usaha di Bali, Sabtu (12/11). (Yoga)

Berkah Ekonomi Melimpah dari Borobudur Marathon

Yoga 14 Nov 2022 Kompas

Selama penyelenggaraan Borobudur Marathon 2022 pada Sabtu-Minggu (12-13/11) sejumlah pelaku UMKM bidang kuliner dan kriya turut dilibatkan. Mereka berasal dari Kabupaten Magelang dan Kota Magelang serta diberi kesempatan menjual produk di area lomba. Salah seorang pelaku UMKM yang  terlibat adalah Heriyanto (52), pemilik usaha kerajinan Pinilih Craft di Magelang Utara. Produknya berupa hiasan meja, hiasan dinding, dan berbagai perlengkapan rumah tangga berbahan kayu, yang dihias laminasi pecahan kulit telur. Selama dua hari penyelenggaraan Borobudur Marathon 2022, Heriyanto meraup omzet Rp 15 juta, dua kali lipat omzet bulanan dia yang sebesar Rp 8 juta. ”Selama ikut pameran di Borobudur Marathon saya juga banyak menerima telepon dari pelanggan baru yang memesan beragam produk kerajinan saya,” tutur Heriyanto.

Dampak serupa juga dirasakan Septi (44), pemilik usaha kuliner Bebek Mangap di Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Magelang. Dalam acara Borobudur Marathon 2022, Septi menghadirkan menu soto bebek. Kuliner yang terbilang unik itu ternyata menarik minat banyak peserta Borobudur Marathon dari banyak kota. ”Selama ini pelanggan saya hanya warga sekitar Mertoyudan. Tetapi, di Borobudur Marathon, orang-orang dari banyak kota bisa ikut mencicipi soto bebek buatan saya,” ujar Septi. Sehari-hari omzet yang ia dapatkan dari berjualan soto bebek berkisar Rp 300.000-Rp 500.000 per hari. Dalam rangkaian Borobudur Marathon 2022 dia meraup pendapatan hingga Rp 900.000 sehari.

Manfaat ekonomi dari ajang Borobudur Marathon juga dirasakan para pemilik homestay atau penginapan di Kampung Homestay Borobudur, di Desa Borobudur, Magelang. Selama pelaksanaan Borobudur Marathon 2022, tingkat okupansi homestay di Kampung Homestay Borobudur mencapai 80 persen. ”Alhamdulillah tahun ini keterisian kamar sekitar 80 %. Ini lebih baik dibandingkan dengan 2021 yang hanya sekitar 30 %,” kata Koordinator Kampung Homestay Borobudur Muslich. Di Kampung Homestay Borobudur terdapat 32 homestay dengan hargaRp 350.000 untuk kamar dengan AC dan Rp 250.000 untuk kamar tanpa AC. (Yoga)


Omzet Pedagang di Senayan Belum Pulih

Yoga 14 Nov 2022 Kompas

Jumlah pedagang kaki lima di sekitar Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, saat hari bebas kendaraan bermotor semakin bertambah sejak pandemi mereda. Meski begitu, sebagian pedagang mengaku omzet mereka belum pulih. Ria (58), penjual es jeruk dan cilok, Minggu (13/11) mengatakan, saat ini omzetnya Rp 500.000. Padahal, sebelum pandemi, omzet dia bisa Rp 1,5 juta. (Yoga)

Gelagat tanpa Kata Sepakat

Yoga 14 Nov 2022 Tempo

Konferensi Tingkat Tinggi G20, yang penyelenggaraannya menyedot anggaran Rp 674,8 miliar, terancam gagal menghasilkan leaders' declaration atau komunike bersama para kepala negara. Sejak awal, rapat-rapat working group G20 selalu gagal menemukan kesepakatan ketika urusannya bersinggungan dengan invasi Rusia terhadap Ukraina. Pertemuan tanpa komunike ini akan menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah perhelatan G20. (Yoga)

Ekonomi Biru Berbasis Masyarakat

Yoga 14 Nov 2022 Tempo

Ekonomi biru (blue economy) menjadi salah satu topik yang mencuat dalam Konferensi Perubahan Iklim ke-27 (COP27) di Mesir saat ini. Bank Dunia, misalnya, menggelar seminar mengenai potensi ekonominya. Dana Investasi Eropa (EIF), dana Uni Eropa untuk mendukung UMKM,  menggelontorkan 28 juta euro atau hampir Rp 450 miliar untuk pengembangan ekonomi biru. Konsep dasar ekonomi biru, yang ditekankan Gunter Pauli (2010), adalah keberlanjutan produksi dan kesehatan ekosistem perikanan serta kelautan. Keberlanjutan akan dapat terjamin dengan adanya ekosistem yang sehat dan minim sampah (zero waste) dari proses produksi.

Sektor ekonomi kelautan, motor utama penggerak ekonomi biru, masih dihadapkan pada kesenjangan pendapatan. Komposisi nelayan anak buah kapal (ABK) kapal kecil, yang masih bergantung pada sistem bagi hasil, masih berpendapatan rendah dibanding upah minimum regional. Sementara itu, pada industri budi daya, yang juga terombang-ambing untuk maju, memunculkan ketidakpastian sebagai sektor ekonomi biru di masa depan. Sejalan dengan itu, industri pengolahan ikan, yang 90 % merupakan kelompok UMKM, belum terpetakan tingkat kesejahteraannya. Ribuan tenaga kerja pengolah hanya berpenghasilan sesuai kemampuan usaha individu, bahkan cenderung dengan pola subsistem.

Dengan fakta ini, pilar kesejahteraan dalam ekonomi biru menjadi pekerjaan rumah bersama. Jika pemerintah melalui Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi serta Kementerian Kelautan dan Perikanan melihat ekonomi biru sebagai pilihan, tindakan revolusioner untuk mengubah potret ekonomi kelautan harus dilakukan. Kita tidak boleh lagi bekerja dengan pendekatan bisnis yang biasa (business as usual) kalau ingin merengkuh kesejahteraan dari ekonomi kelautan. (Yoga)


Tegas Aturan Pemenuhan Modal Minimum

Yoga 14 Nov 2022 Tempo

OJK memastikan tak ada perpanjangan tenggat bagi bank umum yang belum memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp 3 triliun pada akhir tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menuturkan saat ini para pengawas terus berkoordinasi dengan pihak pengurus ataupun pemilik bank yang belum dapat memenuhi ketentuan tersebut untuk memastikan tidak ada bank yang tertinggal dan segera dapat mewujudkannya. “Secara umum bank-bank yang belum memenuhi kewajiban modal inti pada saat ini diperkirakan sudah menyelesaikan kewajibannya pada akhir 2022,” ujar dia kepada Tempo, akhir pekan lalu. Berdasarkan catatan Tempo, saat ini masih ada sekitar 19 bank umum dan 13 bank daerah yang harus memenuhi kewajiban tersebut.

Agar modal inti meningkat, para pengelola bank ditawari beberapa opsi penyelesaian oleh OJK selaku regulator, dari top up atau bantuan modal anyar dari investor hingga konsolidasi berupa merger ataupun akuisisi dengan bank lain. Sedangkan bank daerah diarahkan membentuk kelompok usaha bank (KUB). “Kalau ada yang belum memenuhi, tapi sedang dalam proses akuisisi, merger, dan semacamnya, kami bisa memperpanjang dalam waktu yang wajar untuk penyelesaiannya,” ucap Dian. Namun bank yang bersangkutan wajib menunjukkan bukti-bukti proses konsolidasi tersebut. “Apabila gagal, alternatif penyelesaiannya akan diterapkan sesuai dengan diskresi OJK.” (Yoga)


Meredup Tertekan Cukai Tembakau

Yoga 14 Nov 2022 Tempo

Kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) menggerus kinerja saham emiten rokok. Pergerakan harga saham emiten sektor ini selama enam bulan terakhir melemah dan diprediksi masih akan terus tertekan. Emiten dengan mayoritas produk sigaret kretek mesin seperti PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), telah mengalami kontraksi harga saham 12,44 %. Saham PT Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam Tbk (GGRM) juga melemah 30,14 %. Analis saham yang juga Vice President Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menuturkan kenaikan cukai sebenarnya bukan hal baru karena sering terjadi setiap tahun. “Yang terjadi beberapa waktu terakhir, emiten rokok mengalami penurunan margin keuntungan, sehingga sahamnya cenderung turun, walau secara bisnis masih profit,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Hingga akhir kuartal III tahun ini, laba emiten rokok cenderung tertekan, HMSP turun 12 % dan GGRM turun 67 %. Sedangkan dari sisi pendapatan, HMSP masih mencatatkan kenaikan 15 % menjadi Rp 83,4 triliun dan GGRM sebesar 2 % menjadi Rp 93,92 triliun. “Memang tantangannya profit emiten rokok terus tertekan oleh kenaikan komponen biaya produksi dan promosi,” kata Wawan. Sentimen positif yang diharapkan dapat mengembuskan kinerja emiten rokok lebih tinggi lagi adalah pemulihan ekonomi yang bergulir cepat dan perluasan pembukaan aktivitas sosial ekonomi masyarakat. “Untuk rekomendasi saham, sementara wait and see. Hal yang bisa diharapkan dari emiten rokok adalah dividen, karena harganya diprediksi masih tertekan.”. (Yoga)


Pertemuan G20 Momentum Mencegah Perfect Storm

Yoga 14 Nov 2022 Investor Daily

Kadin Indonesia menyeru semua pelaku bisnis global untuk bekerja sama dan bersatu padu guna menjamin terciptanya perdamaian dan kemakmuran bagi semua. Perdamaian diperlukan untuk mendukung keberhasilan upaya pemulihan ekonomi yang rentan agar ancaman perfect storm, gabungan antara hiperinflasi, resesi, dan krisis geopolitik, dapat dihindari . Ketum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, B20 Summit tahun ini adalah pertemuan yang sangat penting karena berlangsung di tengah gejolak geopolitik. Ini memunculkan kekhawatiran bahwa pemerataan pendapatan di seluruh dunia akan terganggu. Tak hanya itu, tantangan perubahan iklim juga membuat tekanan global menjadi semakin besar.

“Untuk menjamin perdamaian dan kemakmuran bagi semua, kita harus melakukan sesuatu dan berinovasi. Tidak semata soal teknologi, tetapi cara kita bekerja sama, dalam pola pikir dan kebijakan kita. Kita semua menghadapi tantangan baru, sehingga harus mencari solusi baru,” ujar Arsjad saat memberi sambutan dan membuka B20 Summit 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Minggu (13/11). B20 Summit 2022 merupakan forum dialog resmi G20 bagi komunitas bisnis global yang dihadiri 3.300 orang, mencakup 2.000 pimpinan negara, CEO, dan segenap pemimpin bisnis dari berbagai perusahaan multinasional dari 40 negara. Ini merepresentasikan lebih 6,5 juta bisnis di berbagai belahan dunia. Penyelenggaran B20 Summit 2022 yang berlangsung 13-14 November 2022 dipercayakan kepada Kadin Indoensia. Arsjad menuturkan, B20 tahun ini memiliki prioritas untuk memajukan pertumbuhan yang inovatif, inklusif, dan kolaboratif. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kerja sama seluruh pihak, termasuk dalam mendukung pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. (Yoga)


Presiden Beberkan Tiga Dokus Utama ASEAN Hadapi Tantangan Ekonomi

Yoga 14 Nov 2022 Investor Daily

Presiden Jokowi memaparkan tiga fokus utama Asean dalam menghadapi tantangan ekonomi kawasan, yakni penguatan fiskal negara, penguatan dukungan keuangan internasional, dan perdagangan dunia harus diatur dengan mempertimbangkan hak pembangunan negara berkembang. Hal itu ditegaskan Presiden dalam rangkaian KTT Asean Kamboja memasuki hari terakhir, Minggu (13/11). Rangkaian kegiatan hari terakhir diawali dengan Asean Global Dialogue yang dihadiri oleh Pemimpin Asean bersama dengan IMF, Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), World Economic Forum (WEF), United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (Unescap), dan Economic Research Institute for Asean and East Asia (ERIA).

“Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi masih terus positif, ke depannya, tantangan ekonomi kawasan akan makin berat, apalagi dengan ancaman resesi. Untuk itu, saya ingin fokus pada tiga hal tersebut,” ungkap Presiden Jokowi, dikutip dari keterangan resmi. Presiden Joko Widodo mendorong ruang fiskal harus diciptakan demi stabilitas keuangan. Demikian juga dengan belanja yang harus dilakukan secara efisien serta realokasi ke program mitigasi dampak krisis harus menjadi prioritas, termasuk jaring pengaman bagi rakyat kurang mampu. “Dukungan pada sektor yang memiliki dampak terhadap ekonomi kawasan juga harus diprioritaskan. ADB telah mengidentifikasinya seperti pariwisata, agro-processing, dan tekstil. Sektor-sektor ini penting karena melibatkan UMKM yang wakili 90% dunia usaha Asean,” ucap Presiden. (Yoga)


Pilihan Editor