;

Fenomena Jaring Laba-laba

Ekonomi Yoga 15 Nov 2022 Kompas (H)
Fenomena
Jaring Laba-laba

Inflasi tahunan di AS menurun signifikan dari 8,5 ke 8,2 % di bulan Agustus dan September ke 7,7 % di bulan Oktober. Sementara itu, inflasi di zona Euro belum ada tanda-tanda mereda. Inflasi bulan Oktober tercatat 10,7 %, lebih tinggi dari 9,9 % pada bulan sebelumnya. Inflasi di Inggris pada September 10,1 %,  tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Tekanan inflasi yang berbeda-beda ini terjadi karena interaksi yang berbeda antara sisi permintaan dan produksi, yang dinamikanya secara grafis dapat digambarkan dengan diagram yang mirip jaring laba-laba (Cobweb).

Prediksi dari model Cobweb adalah jika ekspektasi inflasi merupakan insentif bagi kenaikan produksi karena harga sisi permintaan yang lebih tinggi, maka tekanan inflasi akan mereda. Sebaliknya jika inflasi meningkatkan biaya produksi lebih cepat dan kenaikan harga sisi permintaan lebih lambat dari kenaikan biaya produksi, maka sebagai akibatnya inflasi akan semakin tinggi dan eksplosif bahkan mungkin sekali menjadi hiperinflasi jika tidak ditangani dengan baik

Fenomena Cobweb juga terlihat pada tingkat mikro di mana beberapa komoditas seperti cabai merah,  bawang merah, dan daging ayam yang bulan sebelumnya menjadi penyumbang inflasi sekarang justru menjadi penyumbang deflasi. Tampaknya jaringan pasokannya merespons kenaikan harga dengan  meningkatan pasokan. Kenaikan suku bunga acuan BI sebesar 50 poin bukanlah point to point matchup dengan The Fed, tetapi lebih diarahkan untuk pengendalian ekspektasi inflasi dan tidak memberatkan pertumbuhan. Secara umum, pertumbuhan tahunan 5,72 % pada triwulan 3-2022 juga turut mendukung fenomena Cobwe. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :