;

Proyeksi Bisnis 2023 : Logistik Dalam Tren Pertumbuhan

Hairul Rizal 15 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Perusahaan jasa pengiriman ekspres memprediksi sektor logistik masih melanjutkan tren pertumbuhan pada 2023, kendati ada ancaman resesi global. Chief Operating Officer (COO) Lalamove Paul Loo mengatakan bahwa sektor logistik masih mampu berdaya terlepas oleh situasi menantang pada tahun depan. Menurutnya, Lalamove tetap membidik target pertumbuhan tiga digit seperti tahun sebelumnya. Hal itu, menurutnya, tecermin dari pertumbuhan mitra bisnis yang tembus hingga 328% sejak era pandemi Covid-19.“Untuk menghadapi tahun 2023, kami bertujuan untuk mempertahankan pertumbuhan tiga digit dari tahun ke tahun. Ini akan menjadi kesempatan untuk mempercepat kinerja kami, terutama selama masa pemulihan setelah pandemi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (14/11).Pada tahun depan, Paul memprediksi ada pergeseran perilaku dengan makin banyak pesanan pengiriman paket menggunakan angkutan van dan pick-up boxes. “Khususnya untuk pengiriman paket e-commerce kepada penerima dan pemindahan barang untuk memungkinkan pembangunan infrastruktur di Indonesia,” lanjutnya.Managing Director Lalamove Indonesia Andi M. Rizki juga menyampaikan bahwa gejolak sektor logistik sudah terjadi sejak tahun ini. Dia mencontohkan penaikan harga BBM yang juga berimbas kepada perusahaan jasa pengiriman barang.

Perusahaan pengiriman ekspres berbasis teknologi, Paxel, juga menargetkan pertumbuhan bisnis pada 2023 kendati lebih moderat.Direktur Utama Paxel.co Zaldy Ilham Masita mengatakan bahwa target moderat itu mengacu adanya penurunan daya beli masyarakat dan kenaikan biaya operasional perusahaan pada tahun depan.“Untuk 2023 kita tidak berharap banyak, karena adanya penurunan daya beli masyarakat dan kenaikan biaya-biaya karena kenaikan [harga] BBM dan UMR. Kita berharap bisa tumbuh 25%–35% dibandingkan 2022 sudah bagus,” kata Zaldy. Jelang akhir tahun, Zaldy berharap kinerja pengiriman akan dipacu oleh tingginya permintaan pada libur Natal dan tahun baru.

Moda Raya Terpadu : 2 Negara Akan Garap MRT Jakarta

Hairul Rizal 15 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Inggris dan Jepang menyatakan berminat menggarap proyek moda raya terpadu atau MRT Jakarta koridor timur–barat atau Cikarang Bekasi—Balaraja, Tangerang sepanjang 87 kilometer.Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Owen Jenkins menyatakan, Inggris menyiapkan pendanaan sebesar US$1,25 miliar atau setara dengan Rp19,3 triliun (kurs Rp15.499), untuk pengembangan Proyek MRT fase lanjutan.“Inggris selalu siap untuk mendukung Kementerian Perhubungan dan Pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan fase-fase MRT berikutnya, termasuk melalui Expression of Interest dari UK Export Finance untuk menyiapkan pendanaan sebesar US$1,25 miliar. Kami siap untuk berkolaborasi dengan seluruh mitra untuk membawa kerja sama ini ke tahap selanjutnya,” ujar Owen dikutip dari keterangan pers, Senin (14/11). Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri untuk Kerja Sama Luar Negeri Jepang Satoru Mizushima juga menyatakan siap untuk memfasilitasi pengembangan proyek MRT lanjutan. Satoru mewakili Pemerintah Jepang dalam menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) Proyek MRT Fase 3 timur–barat.Jepang telah berpartisipasi pada proyek MRT Jakarta Fase 1 Lebak Bulus—Bundaran HI yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019.

Kimia Farma Lepas Saham KFA Senilai Rp 1,86 T

Yoga 14 Nov 2022 Investor Daily

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) melepas kepemilikan 40% saham di PT Kimia Farma Apotek (KFA) senilai Rp 1,86 triliun kepada Sovereign Wealth Fund (SWF) asal Tiongkok yakni Silk Road Fund (SRF) dan Indonesia Investment Authority (INA). Kedua investor strategis tersebut juga akan berpartisipasi dalam rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue Kimia Farma. Kolaborasi para pihak dituangkan dalam penandatanganan Conditional Share Subscription and Purchase Agreement beserta dokumen-dokumen transaksi terkait antara KAEF dan KFA dengan SRF dan INA di Bali pada Minggu (13/11). “Hari ini kami baru saja menandatangani perjanjian antara Kimia Farma, Kimia Farma Apotek, dengan INA dan Silk Road Fund (SRF). Di mana dalam perjanjian ini, SRF dan INA akan masuk menjadi investor di Kimia Farma Apotek dan Kimia Farma,” kata Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury dalam konferensi pers, Minggu (13/11).

Adapun total investasi Rp 1,86 triliun untuk 40% kepemilikan SRF dan INA di KFA, tergantung pada closing account mechanics berdasarkan laporan keuangan pada saat completion. Rencananya, investasi terse[1]but digunakan untuk mendanai ekspansi bisnis KFA, kebutuhan modal kerja, dan inisiatif untuk meningkatkan efisiensi operasional. Lebih lanjut, SRF dan INA juga bakal berpartisipasi dalam rights issue Kimia Farma. Rencana rights issue Kimia Farma sebelumnya telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 14 Oktober 2022. Dana hasil rights issue akan digunakan KAEF untuk mendukung modal kerja, ekspansi usaha, dan meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia. (Yoga)


Perkuat Modal, Jasa Marga Dekati Investor Potensial

Yoga 14 Nov 2022 Investor Daily

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) tengah menjajaki berbagai model penggalangan dana untuk memperkuat struktur modal perseroan. Terbaru, emiten jalan tol ini sedang mendekati investor potensial terkait status anak usahanya, PT Jasamarga Transjawa Tollroad (JTT), yang telah melakukan pemisahan (spin off). Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana mengungkapkan, sampai saat ini perseroan belum bisa memastikan opsi pendanaan yang dipilih apakah dalam bentuk penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham atau yang lainnya, karena masih dalam pembahasan direksi, komisaris, dan Kementerian BUMN.

Jika pun IPO, perlu dilihat terlebih dahulu potensi pasarnya. Karena itu, proses cek pasar dan sosialisasi masih terus berjalan. Perseroan juga terus berdiskusi secara intensif dengan para investor relation dan analis. “Bahkan, direksi kami sedang ikut rombongan bersama Kementerian BUMN untuk berbicara dengan investor potensial, harus dilihat dulu. Jadi, saya tidak bisa mendahului dengan mengatakan IPO, tetapi masih multifinancing,” jelas Lisye menjawab Investor Daily, baru-baru ini. Yang pasti, bisnis JTT ini menarik bagi para investor. (Yoga)


Laju Indeks Bursa Bisa Tertekan Kenaikan Suku Bunga

Hairul Rizal 14 Nov 2022 Kontan (H)

Pondasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali diuji pekan ini. Pada 16-17 November 2022, Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG). Pelaku pasar mencermati kebijakan suku bunga acuan BI atau BI 7-day reverse repo rate (BI 7-day-RR). Analis memperkirakan, bank sentral kembali mengerek naik suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) menjadi 5% dari 4,75% bulan ini. Jika prediksi ini tidak meleset, ini adalah kali keempat BI menaikkan suku bunga sejak Agustus 2022. Proyeksi kenaikan BI 7­-day-RR tersebut tidak seagresif kenaikan di Oktober. Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menganalisa, ada beberapa pertimbangan BI mengatrol suku bunganya. Dari eksternal, inflasi Amerika Serikat (AS) di Oktober tercatat naik 7,7%. Ini lebih rendah dari inflasi AS di September 2022 sebesar 8,2%. Dari internal, laju inflasi tahunan Indonesia juga masih tinggi. Berdasarkan survei pemantauan harga BI, pada pekan kedua November ini masih terjadi inflasi 0,11% secara bulanan. Kebijakan suku bunga acuan dinilai bakal menjadi langkah BI untuk menjangkar inflasi. Kenaikan bunga BI bakal menentukan arah IHSG ke depan. Berkaca pengalaman sebelumnya, IHSG selalu kehabisan tenaga melawan kenaikan suku bunga BI. Contohnya, September lalu BI memutuskan menaikkan suku bunga dari 3,75 jadi 4,25%.

Impor Meningkat, Surplus Dagang Turun

Hairul Rizal 14 Nov 2022 Kontan

Surplus neraca perdagangan bisa menyusut lantaran nilai ekspor yang melandai seiring menurunnya harga komoditas. Ditambah lagi, nilai impor mulai meningkat menjelang akhir tahun. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, surplus neraca perdagangan Oktober 2022 sebesar US$ 4,47 miliar. Angka ini menyusut dari surplus bulan sebelumnya yang sebesar US$ 4,99 miliar. David melihat, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2022 didorong oleh kinerja ekspor, terutama sektor komoditas yang masih mengalami kenaikan, seperti crude palm oil (CPO) dan batubara. Ia memperkirakan, nilai ekspor Oktober 2022 mencapai US$ 24 miliar. Chief Economist Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan, neraca perdagangan ke depan masih akan mencetak surplus. Namun, nilainya makin landai seiring tren penurunan harga komoditas ekspor utama Indonesia, seperti CPO dan batubara.

OJK Kaji Rencana Bumiputera

Hairul Rizal 14 Nov 2022 Kontan

Pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 masih harus bersabar menanti pembayaran klaim yang tak kunjung dibayar. Perusahaan asuransi mutual ini masih perlu melakukan penyehatan keuangan. Juru Bicara Badan Perwakilan Anggota (BPA) AJB Bumputera 1912, RM Bagus Irawan menyatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) oleh Otoritas Jasa Keuangan. "Manajemen saat ini masih menunggu RPK di setujui oleh OJK. Dan OJK masih menunggu hasil konsultan spesialis dari World Bank," ujar Bagus kepada KONTAN, akhir pekan lalu

MAGNET KUAT PRESIDENSI G20

Hairul Rizal 14 Nov 2022 Bisnis Indonesia (H)

Capaian ekonomi yang cukup solid sepanjang tahun berjalan 2022 memberikan modal tebal bagi pemerintah untuk menjaring komitmen investasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, pekan ini. Hal itu ditandai dengan mengalirnya kesepakatan investasi oleh penanam modal terutama asing, baik yang difasilitasi langsung oleh pemerintah maupun dunia usaha melalui forum B20 Summit. Hingga akhir pekan lalu, kelompok pebisnis yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berhasil mengamankan 18 perjanjian kesepakatan investasi dengan nilai US$5 miliar dari 11 negara. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menyampaikan nilai investasi tersebut akan terus bertambah selama B20 Summit yang akan berakhir hari ini. “Kemarin hanya investasi di sektor sustainability sekitar Rp75 triliun, dan masih ada penandatanganan kerja sama lagi. Kita akan raih sebesar-besarnya,” katanya di sela-sela acara pembukaan B20 Summit di Bali, Minggu (13/11). Dia menambahkan bawa pertemuan B20 Summit di bawah Presidensi Indonesia diyakini dapat berdampak pada peningkatan investasi khususnya pada tiga sektor prioritas Presidensi G20 Indonesia, yaitu di kesehatan, transisi energi hijau, dan transformasi digital. Ketua B20 Indonesia Shinta W. Kamdani menjelaskan akan ada kesepakatan-kesepakatan investasi lainnya di luar sektor yang menjadi prioritas Presidensi G20 Indonesia. Komitmen investasi yang berhasil ditampung oleh pelaku usaha itu kian mengonfirmasi bahwa fondasi ekonomi nasional cukup tangguh. Apalagi, pertumbuhan ekonomi kuartal III/2022 yang mencapai 5,72% (year-on-year/YoY), lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal II/2022 sebesar 5,44% (YoY), menandakan Indonesia berhasil bangkit dari tekanan. Pada saat yang sama, inflasi juga melandai yakni dari 5,95% (YoY) pada September 2022 menjadi 5,71% (YoY) pada Oktober. Data ini menandai bahwa Indonesia mampu mengelola krisis energi dengan baik, terutama pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Momentum di Kancah Internasional

Hairul Rizal 14 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Dalam beberapa pekan terakhir, fokus pemerintah lebih tertuju pada upaya menjalankan perannya di kancah internasional. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri secara langsung konferensi tingkat tinggi (KTT) Asean + 3 di Kamboja. Selain itu, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah untuk perhelatan KTT G20 yang akan berlangsung di Bali pekan ini. Dua ajang pertemuan tinggi tersebut sangat penting dan strategis bagi Indonesia. Dari tataran hubungan internasional, peran aktif Presiden Jokowi telah meningkatkan posisi dan peran Indonesia sebagai aktor kunci hubungan antarnegara. Di kawasan Asia Tenggara, kita mendukung gagasan Presiden Jokowi agar tercipta penguatan fiskal demi stabilitas keuangan masing-masing negara anggota Asean. Di lain sisi, dukungan dan peran lembaga keuangan internasional dalam merespons dan meminimalkan dampak krisis itu sangat penting. Hal ini terutama harus dilakukan melalui berbagai instrumen keuangan yang fleksibel. Puncak KTT G20 yang akan berlangsung pada pertengahan pekan ini pun menjadi momentum Indonesia menunjukkan perannya di mata internasional. Arah politik luar negeri kita yang bebas aktif pun akan makin diakui dunia. Selain itu G20 turut mengerek konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun. Hal ini juga akan membangkitkan serapan tenaga kerja hingga lebih dari 33.000 orang di berbagai sektor usaha. Kita berharap momentum peran aktif Indonesia di kancah internasional ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah dan pelaku bisnis untuk mendorong roda ekonomi nasional bergerak lebih kuat dan cepat.

KTT G20 : DANA SEGAR MENGALIR US$20 MILIAR

Hairul Rizal 14 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Indonesia mendapatkan kucuran dana segar US$20 miliar untuk memangkas ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbasis batu bara. Perincian dana itu akan dipublikasikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali pekan ini. Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, pembiayaan senilai US$20 miliar itu bersumber dari Amerika Serikat (AS), Jepang, serta Just Energy Transition Partnership (JETP).Komitmen ini merupakan hasil dari negosiasi yang dilakukan antara Pemerintah Indonesia dan sejumlah negara tersebut dalam setahun terakhir, dan akan disampaikan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15 November 2022.Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa kesepakatan itu akan disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo setelah bertemu dengan Presiden AS Joe Biden dalam KTT G20 Bali. Sejalan dengan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa Indonesia akan menghentikan operasional PLTU lebih cepat. Bahkan, pemerintah dan PT PLN (Persero) telah mengidentifikasi PLTU mana saja yang akan dihentikan operasionalnya.

Pilihan Editor