Ancaman Gelombang PHK di Industri Padat Karya
JAKARTA-Industri padat karya tengah menghadapi gelombang PHK yang terus berlanjut dan membesar hingga tahun depan. Pelaku usaha kepayahan di tengah kondisi pelemahan daya beli dan resesi perekonomian global yang menurunkan permintaan, khususnya pesanan ekspor dari negara maju yang selama ini jadi andalan. Para pengusaha juga mengaku kian terbebani adanya tuntutan kalangan pekerja yang meminta kenaikan upah minimum regional (UMP) 2023 hingga diatas 5% untuk mengkompensasi inflasi serta kenaikan harga BBM dan bahan kebutuhan pokok beberapa waktu terakhir. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi B. Sukamdani, menuturkan, pada tiga bulan menjelang akhir 2022 ini, sektor padat karya, khususnya industri tekstil dan produk tekstil (TPT), termasuk pakaian jadi (garmen), serta produk alas kaki, makin serius mengalami tekanan melesunya pasar global yang sebenarnya sudah dirasakan sejak pertengahan tahun. "Penurunan pesenan pada akhir tahun dan pengiriman sampai triwulan pertama 2023 sudah menurun 30-50% dibanding periode yang sama tahun lalu," ujarnya kemarin. (Yetede)
Tags :
#TekstilPostingan Terkait
Kemenaker Siaga Hadapi Gelombang PHK
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023