Oli Palsu Dijual Bebas, Konsumen Dirugikan
Investigasi harian Kompas mengungkap, oli palsu sepeda motor beredar dan dijual bebas di pasaran. Penelusuran di toko suku cadang, bengkel, lokapasar, serta rantai pasok oli palsu di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Semarang sepanjang Oktober hingga November 2022 menunjukkan oli palsu sepeda motor ini dijual bebas di tengah masyarakat dengan harga beragam. Ada yang lebih murah dan ada yang menjualnya seharga produk asli. Oli palsu diidentifikasi berdasar ciri-ciri kemasan, seperti tutup botol tidak rapi, bentuk botol tidak presisi, dan hasil pemindaian kode keamanan atau kode QR tidak mengarah pada laman resmi produsen oli asli. Oli yang dibeli umumnya untuk sepeda motor matik, karena banyak permintaannya. Kompas membeli oli dari 11 tempat, baik bengkel, toko suku cadang, maupun distributor, di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Semarang, juga melalui lokapasar. Dari ciri-ciri kemasan dan kode QR yang juga dikonfirmasi kepada pihak produsen, oli sepeda motor yang dibeli tersebut diduga kuat palsu.
Salah satu produk oli sepeda motor merek MPX2 dibeli Kompas dari sebuah bengkel di Manyaran, Kota Semarang, Jateng, Rp 52.000 per botol dan terindikasi palsu berdasar ciri-ciri pada kemasan. Pemilik bengkel menyampaikan oli di bengkelnya dipasok sales tepercaya. Kompas juga membeli oli MPX2 palsu dari toko sekaligus distributor besar di Cengkareng, Jakbar sebanyak satu dus (24 botol) seharga Rp 530.000. Padahal, oli MPX2 yang diproduksi secara resmi oleh Astra Honda Motor (AHM) dipasarkan Rp 1,27 juta per dus atau Rp 53.000 per botol. Hasil pengecekan ciri-ciri kemasan oli, termasuk memindai kode QR di bagian belakang botol, produk tidak terhubung pada laman resmi AHM. Namun, ketika ditanya, pihak toko meyakinkan kami bahwa oli tersebut asli. Padahal, hampir setiap hari toko tersebut selalu ramai didatangi konsumen yang membeli berdus-dus oli yang diangkut dengan sepeda motor, mobil, bahkan mobil boks. Pihak toko menyebutkan, oli di toko tersebut juga dipasarkan ke Tangerang, Serang, dan Tasikmalaya.
Hasil uji laboratorium PT Surveyor Indonesia, Bogor dengan 15 parameter serta spesifikasi pada kemasan menunjukkan oli tersebut tidak memenuhi sejumlah parameter. Indeks viskositas menunjukkan angka 111 poin, lebih rendah dari batas bawah 125 poin. Kekentalan oli di bawah suhu -25 derajat celsius 21.331 centipoise (cP), lebih tinggi dari ambang batas 7.000 cP. Hasil uji juga menyebutkan tidak adanya kandungan logam, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan zink (Zn). Merujuk hasil laboratorium, Ketum Masyarakat Pelumas Indonesia Tri Yuswidjajanto mengungkapkan, oli tersebut hanya berisi base oil tanpa zat aditif yang ada pada oli resmi, yaitu antioksi detergen, dispersant, antikorosif, anti-wear, friction modifier, pour point depressant, anti-foam, dan viscosity improver. Kuasa hukum AHM, Edward memastikan oli MPX2 yang dijual di distributor di Cengkareng bukan produk AHM lantaran harganya jauh di bawah HET oli resmi mereka. Sementara gudang di Kabupaten Tangerang yang memasok oli ke toko di Cengkareng juga bukan gudang milik AHM. Saeful, menuturkan, sepeda motor Honda Supra X miliknya diduga pernah terdampak oli palsu pada 2019 lalu. Kondisi itu amat merugikan karena motor mesti turun mesin. Saeful bercerita, mesin motornya dibongkar pada Agustus 2019 karena tarikan sangat lemah. Padahal sudah turun mesin sembilan bulan sebelumnya. Ternyata jeroan mesinnya mengerak dan ada oli yang mengental. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023