Angkutan Batubara di Jambi Distop Sementara
Polda Jambi akhirnya menutup sementara akses angkutan batubara melintasi jalan umum. Penutupan berlangsung sampai kemacetan mereda dan jalan yang rusak selesai diperbaiki. Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Dhafi, Selasa (22/11), mengatakan, larangan berlaku bagi angkutan yang melintasi jalur rawan kemacetan di Jalan Sarolangun-Jambi. Truk tidak dibolehkan keluar dari mulut tambang sampai ada informasi lebih lanjut. (Yoga)
Iming-Iming Bunga Deposito Valas Tinggi demi Tarik Pulang Devisa Ekspor
Bank Indonesia (BI) tengah memutar otak untuk membujuk pemilik devisa hasil ekspor agar bersedia memarkir dananya lebih lama di perbankan dalam negeri.
Salah satu iming-iming untuk menarik pulang hasil devisa ekspor Indonesia adalah dengan menawarkan suku bunga simpanan deposito valuta asing yang tinggi dan bisa bersaingan dengan bunga deposito di luar negeri.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, inisitiaf tawaran bunga simpanan valas yang tinggi merupakan salah satu hasil diskusi bank sentral dengan bankir dan eksportir. Dari diskusi itu, Perry mengklaim, mendorong bunga valas bank nasional menjadi lebih kompetitif dari negara lain dinilai bisa membuat betah devisa ekspor bertahan di dalam negeri. "Semoga ini bisa dilakukan," kata Perry dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Senin (21/11), tanpa menyebutkan detil rencananya.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno menyatakan, Singapura kini menjadi negara tujuan penyimpanan valas. "Bunga deposito valas di Singapura lebih tinggi," kata Benny kepada KONTAN, Selasa (22/11).
Ratusan Triliun Duit Masyarakat Menghilang di Robot Trading
Kerugian investasi ilegal semakin membengkak. Salah satu penyebabnya adalah lonjakan korbank pada kasus robot trading sepanjang tahun ini. Walhasil terjadi lonjakan kerugian masyarakat di sepanjang 2022.
Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat kerugian pada tahun 2022 saja mencapai Rp 109,67 triliun. Nilai tersebut bahkan lebih tinggi dari total kerugian tahun 2018 hingga tahun 2021 yang hanya mencapai Rp 13,84 triliun. Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing menyatakan, untuk tahun 2022 ini, kasus terbanyak berasal dari investasi ilegal yang dilakukan oleh pemain robot trading.
Ia menyebutkan, mahasiswa pun menjadi salah satu korban terbesar yang terimbas robot trading ini. Hanya saja, ia tidak merinci berapa jumlah persisnya.
Sepanjang tahun 2022, baru ada 619 pinjol ilegal yang dihentikan dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 811 pinjol ilegal. Sementara, untuk investasi ilegal jumlahnya hampir sama dengan tahun 2022 tercatat 97 investasi ilegal dan di tahun sebelumnya 98 investasi ilegal. Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios) Bhima Yudhistira menyatakan kasus robot trading masih banyak memakan korban karena pemahaman yang rendah terkait keberadaan platform tersebut.
Presiden Komisioner HFX International, Sutopo Widodo menyebutkan, kerugian masyarakat hingga triliunan rupiah yang disebabkan oleh robot trading yang viral ini semuanya menggunakan skema ponzi di robot trading atau money game.
BPS Luncurkan Neraca Institusi Terintegrasi
Badan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan Neraca Institusi Terintegrasi (NIT). Ini adalah kerangka kerja makro ekonomi yang menyajikan data perekonomian nasional secara komprehensif.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, kehadiran NIT diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh terkait ekonomi, serta sebagai masukan bagi pemerintah dalam menyusun evaluasi kebijakan di masa mendatang. Proses penyusunan NIT dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari pengumpulan data dari kementerian dan lembaga (K/L), rekonsiliasi data, hingga review, dan analisis data
Pemerintah Realisasi Subsidi Upah Rp 7,68 T
Pemerintah telah menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) kepada para pekerja atau buruh. Insentif ini juga dalam rangka membantu pengusaha mempertahankan kelangsungan usahanya. Hingga 18 November, realisasi dana yang telah dikucurkan pemerintah mencapai Rp 7,68 triliun yang menyasar kepada 12,8 juta pekerja.
Seperti diketahui, anggaran BSU yang telah disiapkan pemerintah untuk tahun ini mencapai Rp 8,8 triliun. Penerima BSU akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 600.000 per pekerja untuk sekali pembayaran, yang disalurkan melalui Himbara dan PT Pos Indonesia.
Investor Mulai Meminati Lelang SUN, Penawaran Capai Rp 30 T
Jelang akhir tahun, peminat lelang surat utang negara (SUN) mulai meningkat. Penawaran yang masuk di lelang SUN Selasa (22/11) senilai Rp 30,31 triliun.
Angka ini lebih tinggi dari hasil penawaran dalam dua minggu lalu (8/11) yang mendapat penawaran sebesar Rp 22,99 triliun.
Senior Vice President
Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan mengatakan, hasil lelang kali ini lebih ramai karena data ekonomi domestik dan luar negeri yang lebih baik. Tak hanya itu, tren rupiah yang sedikit membaik juga menjadi katalis positif.
Fintech Masih Rajin Ekspansif
Financial technology
(fintech) lending
di tengah ancaman resesi masih ada yang ekspansi. Setelah banyak fintech mengakuisisi bank, kini mereka berlanjut dengan melirik industri multifinance. Tentu, ekspansi pasar menjadi salah satu tujuan.
Terbaru, ada Grup Modalku yang mengakuisisi PT Buana Sejahtera Multidana atau kini berubah nama menjadi PT Modalku Finansial Indonesia (Modalku Finance). Sayang, Modalku tak mengungkap uang yang digelontorkan untuk akuisisi tersebut tak diumumkan.
Kami lihat multifinance saat ini lebih banyak berfokus pada kendaraan bermotor ataupun alat berat. Kita agnostik tidak terafiliasi dengan siapapun, UMKM yang membutuhkan permodalan kita layani, ujar Presiden Direktur Modalku Finance, Steven Gunawan, Selasa (22/11).
Aksi ekspansi ini bukanlah yang pertama kali bagi Modalku. Sebelumnya, melalui anak usahanya Funding Asia Group, Pte. Ltd, Modalku memiliki saham 10% di PT Bank Index Selindo.
MEMOMPA DENYUT PENGHILIRAN
Kebijakan pelarangan ekspor bijih nikel Indonesia kena semprit Organisasi Dagang Dunia. Tak surut dengan keputusan itu, pemerintah pun bakal mengajukan banding. Sejalan dengan upaya itu, sejumlah kalangan menilai hal tersebut menjadi momentum untuk mengakselerasi penghiliran yang telah terbukti berdampak nyata bagi ekonomi nasional. Apalagi, setelah nikel, pemerintah sudah punya rencana melarang ekspor balok timah atau tin ingot dan washed bauxite (WBx) dalam waktu dekat. Sama seperti nikel, kebijakan itu pun rawan digugat ke WTO. Pemerintah Indonesia telah menegaskan tidak akan mencabut kebijakan larangan ekspor bijih nikel sebelum keputusan sengketa itu diadopsi Dispute Settlement Body (SDB) World Trade Organization (WTO). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah akan mempertahankan kebijakan penghiliran mineral, khususnya nikel dengan mempercepat proses pembangunan smelter. Hal tersebut pun sejalan dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Dalam beberapa kesempatan, Presiden menyatakan pemerintah tidak takut dengan gugatan sengketa terkait dengan larangan ekspor bijih nikel yang diajukan Uni Eropa ke WTO. Setali tiga uang, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menegaskan tekad pemerintah untuk melaksanakan penghiliran sebagai salah satu agenda yang bersinergi dalam mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.
Berkelit dari Ancaman Resflasi
Tahun depan akan menjadi pertaruhan bagi semua negara di dunia untuk bisa menghindari krisis atau sebaliknya, malah jatuh ke dalam lubang resesi sehingga proses pemulihan perekonomian menjadi terhambat. Adalah Bank Indonesia yang memperkenalkan istilah kekinian yaitu resflasi sebagai ancaman baru yang membayangi perekonomian global. Ancaman itu dinamakan resflasi sebagai kependekan dari risiko resesi dan tingginya inflasi. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (21/11), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan istilah stagflasi yang selama ini banyak dikenal, telah mengalami perluasan dengan adanya risiko resesi. Tingginya tingkat inflasi akibat gangguan rantai pasokan dan pengetatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa di tengah pelemahan permintaan global, mendorong risiko perlambatan ekonomi global. Situasi tersebut dapat menekan pertumbuhan global dari yang semula diprediksi berada di 3% pada 2022, turun menjadi 2,6% pada 2023. Inilah mengapa semua negara dihadapkan pada risiko resesi akibat dari perlambatan ekonomi yang dibarengi dengan inflasi tinggi. Kenaikan suku bunga acuan di banyak negara maju tersebut membuat tingkat inflasi akan sulit diturunkan secara cepat karena gangguan yang terjadi berasal dari sisi pasokan. Inflasi yang terjadi itu lebih disebabkan oleh lonjakan harga energi dan gangguan rantai pangan sehingga laju inflasi dan suku bunga seolah-olah saling mengejar. Fed Fund Rate misalnya diperkirakan masih akan naik meskipun tidak sebesar November 2022 mengingat data inflasi di AS telah menunjukkan penurunan. Kenaikan Fed Fund Rate pada sidang Federal Open Market Committee (FOMC) Desember mendatang diperkirakan maksimal mencapai besaran 50 basis poin atau lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan terakhirnya di November 2022.
Presiden Janji Cari Solusi Atasi Harga
Presiden Jokowi, saat mengecek Pasar Malang Jiwan Colomadu, Karanganyar, Jateng, Senin (21/11), menyatakan bakal mencari solusi atas kenaikan harga komoditas pangan. Saat mengecek, Presiden mendapati harga minyak goreng dan tempe naik. ”Memang kedelainya sekarang di harga Rp 15.000 (per kg),” ujarnya. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira menyatakan, kenaikan harga sejumlah komoditas impor, seperti kedelai dan gandum, perlu diwaspadai. (Yoga)









