Telkom Kembangkan Proyek Web 3,0
JAKARTA, ID - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) agresif mengembangkan proyek industri Web 3.0 atau internet generasi ketiga. Investasi Telkom di perusahaan-perusahaan rintisan juga menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mempersiapkan diri dalam menangkap potensi proyek Web 3.0. Deputy EVP Digital Tecnology & Platform Business Telkom Ery Unta menyampaikan bahwa sebagai digital telco, Telkom tentu terus bersiap diri untuk turut andil dalam pengembangan Web 3.0 di Indonesia. “Kami bekerja sama dengan telco par tner. Kami juga mengembangkan sendiri dengan membangun talenta digital dan berinvestasi untuk itu. Karenanya, kami mencari talenta-talenta digital terbaik,” ungkap Ery di acara Indonesia Digital Conference bertajuk Industri Telekomunikasi di Era Web 3.0, Selasa (22/11/2022) di Jakarta. “Jadi, Pijar ini ada ijazahnya atau sertifikatnya. Sehingga untuk memastikan ijazahnya benar atau tidak, track and tracenya seperti apa, kita bisa memanfaatkan teknologi ini,” ucap Ery. (Yetede)
Terhambat Evakuasi dan Bantuan
JAKARTA-Hamdan, 40 tahun, sepanjang hari berjibaku membantu membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan rumah yang ambruk akibat gempa, Jawa Barat, bermagnitudo 5,6 tersebut. Sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT) 04 di Desa Cibereum, Cianjur, Jawa Barat, Hamdan merasa bertanggung jawab terhadap warga-warganya yang masih tertimbun tanah dan belum mendapat pertolongan, "Kami temukan 13 jenazah yang tertimbun dan diperkirakan masih banyak lagi," kata dia ketika ditemui pada Selasa, 22, November 2022. Hamdan menceritakan, yang yang berlangsung siang bolong pada Senin lalu itu merobohkan sedikitnya 50 rumah di kampungnya. Dari jumlah tersebut, terdapat enam titik kawasan terparah. Ketika gempa berlangsung, masyarakat mendengar deru dan dentuman keras, diiringi bumi yang bergoyang. Lalu ribuan bangunan runtuh seketika. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 6.570 rumah rusak berat dan mengakibatkan 58.362 warga mengungsi. Jumlah korban juga terus bertambah dari 162 jiwa kini menjadi 268 jiwa, (Yetede)
Terkejut Lantaran Aturan Pengupahan
JAKARTA-Tiga menit setelah mendapat pengumuman dari Kementerian Ketenagakerjaan pada 16 November 2022, Sunardi buru-buru mengabari kawan-kawannya di serikat pekerja dan buruh mengenai rencana pemerintah tidak menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 sebagai dasar penetapan upah minimum tahun depan. Ia meminta perwakilan buruh di dewan pengupahan provinsi dan kabupaten/kota menunda rapat pengupahan hingga 18 November guna menunggu pengumuman kebijakan anyar dari pemerintah. Wakil Ketua Umum Pengupahan Nasional (Depenas) dari unsur serikat pekerja dan serikat buruh itu menilai informasi tersebut sangat penting lantaran tidak pernah dibicarakan sebelumnya di Dewan Pengupahan. "Kami hanya mendengar, enggak bisa nanya, enggak bisa protes, enggak bisa komplain. Karena itu diumumkan Bu Indah (Direktur jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri. Beliau sedang mengikuti G20 di Bali," ujar Sunardi. Sebelumnya, dalam video yang diunggah di You Tube Kemnaker, Ida Fauziyah menjelaskan bahwa PP 36 Tahun 2021 tak menjadi acuan penghitungan upah minimum 2023 karena dinilai belum mengakomodasi dampak kenaikan inflasi. (Yetede))
Perusahaan Teknologi Hadapi Krisis
Setelah booming bertahun-tahun, perusahaan teknologi terkena krisis. Terjadi penurunan pendapatan dan PHK. ”Setiap orang telah mengingatkan dalam dua dekade terakhir bahwa ini pasti berakhir. Akhirya pertumbuhan tahun demi tahun berakhir juga,” kata Marc Weil (35), Manajer Teknisi Stripe, yang juga kehilangan pekerjaan (The Washington Post, 14 September). Mendadak berubah kejayaan perusahaan teknologi yang pernah meraih kinerja akbar. Microsoft dan Google adalah dua perusahaan teknologi dengan valuasi tertinggi ke-3 dan ke-4 di dunia setelah Apple dan Saudi Aramco. Pada tahun 2020, industri teknologi menyumbang 10,2 % PDB AS. Kenaikan harga-harga saham Amazon, Google, Microsoft, Facebook, Netflix, Tesla, Salesforce, dan lainnya telah mengisi rekening dana pensiun jutaan orang AS. Perusahaan teknologi berkontribusi 30 % total kapitalisasi S&P 500 pada Maret 2022. Situasi kini berbalik. Indeks Nasdaq, berisikan perusahaan teknologi, anjlok 30 % sejak Januari 2022. Rentetan PHK melanda Meta (Facebook), Twitter, Stripe, Coinbase, Shopify, Netflix, Microsoft, Snap, Robinhood, Lyft, Chime, WATCH.
Lebih dari 35.000 karyawan di-PHK sejauh ini di AS. Hal itu juga melanda perusahaan serupa di dunia walau belum separah AS. ”Situasinya mirip krisis dotcom di era 2000,” kata Lise Buyer, seorang analis. Era perekrutan dengan gaji tinggi, minimal 200.000 USD per tahun, untuk lulusan terbaru universitas telah berakhir. Masalah bagi perusahaan teknologi tergolong bukan gambaran umum perekonomian AS. Perusahaan teknologi terpukul setelah pandemi Covid-19 mulai mereda. Saat pandemi perusahaan-perusahaan tergiur berekspansi karena mendadak warga beralih ke dunia daring. Pejabat keuangan (CFO) Zoom Video Communications Inc, Kelly Steckelberg, menuturkan, warga mengurangi pertemuan daring. Akan tetapi, perusahaan-perusahaan telanjur menghabiskan uang untuk investasi termasuk Metaverse. ”Saya salah perkiraan,” kata Mark Zuckerberg (Associated Press, 10 November). Lalu ada kenaikan suku bunga AS. Pada era suku bunga rendah, sangat mudah mendapat uang, kini berubah. Bayangan resesi membuat penerimaan iklan menurun. ”Banyak Perusahaan akan lenyap,” kata pemimpin Credit Suisse, Axel Lehmann. (Yoga)
Kalah dalam Sengketa Bisa Hambat Hilirisasi
Hilirisasi nikel nasional bisa terhambat jika Indonesia kalah dalam kasus sengketa nikel di Organisasi PerdaganganDunia (WTO). Direktur Eksekutif Next Policy sekaligus ekonom dari UI, Fithra Faisal Hastiadi, Selasa (22/11) berpendapat, Indonesia saat ini sangat membutuhkan nikel untuk menopang program Pengembangan Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi dan industri baja tahan karat. Jika kalah dalam sengketa itu, program tersebut bisa terganggu dan terhambat, sementara pertumbuhan industri baja tahan karat bakal melambat. Maka, dalam pengajuan banding, Indonesia harus memiliki alasan dan bukti kuat, nikel dibutuhkan di dalam negeri untuk menopang industri nasional dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Indonesia juga perlu memberikan bukti kuat jika menggunakan argumen keterbatasan cadangan nikel. Indonesia, masih punya cukup waktu menyiapkan materi banding mengingat Badan Banding (AB) WTO masih vakum, lantaran AS memblokir penunjukan hakim baru sejak 2019. ”Jika tetap kalah dalam banding di AB WTO, RI dapat mencari peluang dan solusi lain melalui perundingan Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). Indonesia bisa meminta Uni Eropa (UE) berinvestasi di sektor pengolahan nikel atau produk-produk berbahan baku nikel di Indonesia,” ujarnya ketika dihubungi dari Jakarta.
Senin lalu, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan, Indonesia kalah melawan UE di Badan Penyelesaian Sengketa (DSB) WTO terkait larangan ekspor nikel yang dilakukan Indonesia sejak 2020. Dalam laporan final putusanpanel WTO atas sengketa nomor DS 592 pada 17 Oktober 2022, kebijakan larangan ekspor nikel serta kewajiban pengolahan dan pemurnian nikel RI melanggar ketentuan WTO Pasal XI.1 GATT 1994. Panel WTO juga menolak pembelaan yang diajukan RI terkait keterbatasan jumlah cadangan nikel nasional dan pelaksanaan tata kelola penambangan berbasis lingkungan. Namun, menurut Arifin, keputusan itu belum berkekuatan hukum tetap sehingga Indonesia bisa mengajukan banding. Indonesia juga tetap akan berupaya mempertahankan hilirisasi nikel (Kompas, 22/11). Kemendag berpendapat serupa. Meski enggan menginformasikan rencana dan materi banding, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono menyatakan Indonesia masih dapat menyampaikan keberatan atas putusan DSB itu. (Yoga)
Telepon, G20, dan Pangan
Dunia boleh sedikit merasa lega. ”Hunger games” Rusia berhasil kembali dihentikan sementara. Melalui telepon, Prakarsa Butir Laut Hitam atau Black Sea Grain Initiative diperpanjang 120 hari ke depan sejak 19 November 2022. Pada 17 November 2022, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin. Salah satu hasil dari percakapan jarak jauh itu adalah Rusia sepakat memperpanjang prakarsa ekspor biji-bijian dan bahan pangan serta transportasi aman dari Pelabuhan Ukraina. Rusia dan Ukraina menandatangani Black Sea Grain Initiative pada 22 Juli 2022 atas peran Turki dan PBB. Sejak ditandatangani pada 22 Juli 2022 dan berakhir pada 18 November 2022, prakarsa itu berhasil menjadi pijakan pengiriman sekitar 11,2 juta ton bahan pangan, termasuk gandum, dari tiga pelabuhan di Ukraina. Program Pangan Dunia PBB (WFP) juga mengabarkan 300.000 ton pupuk Rusia mulai bergulir ke sejumlah negara. Kedua upaya positif itu akan menurunkan harga pangan dan pupuk serta menghindarkan dari krisis pangan global. ”Pembaruan Black Sea Grain Initiative merupakan kabar baik bagi ketahanan pangan global dan negara berkembang. Hal itu menjadi ”suar harapan” serta bukti capaian kepemimpinan dan multilateralisme, bahkan di tengah perang” cuit Sekjen Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) Rebeca Grynspan.
Pembaruan Black Sea Grain Initiative itu terjadi sehari setelah berakhirnya KTT G20 di Bali, Indonesia,16 November 2022. Namun, Presiden RI Jokowi sudah mendapat ”bocoran” terkait hal itu saat berkomunikasi dengan Putin, 2 November 2022. Kantor berita Rusia, TASS, melaporkan, dalam pembicaraan itu, Putin menyampaikan kesiapan Rusia memasok gandum dalam jumlah signifikan ke negara-negara miskin tanpa ongkos sebagai bantuan kemanusiaan. Putin memaparkan sejumlah pendekatan fundamental Rusia untuk mengimplementasikan kesepakatan paket Istanbul. Hal itu berkenaan dengan ekspor gandum Ukraina dari pelabuhan-pelabuhan Laut Hitam serta melepas ekspor produk pertanian dan pupuk Rusia ke pasar global (Kompas, 2/11). Telepon Erdogan cukup ”sakti” dalam mengatasi persoalan pangan dan pupuk terkini. Pada saat hampir bersamaan, presidensi G20 Indonesia juga mampu melahirkan Deklarasi Bali. Deklarasi itu memuat sejumlah langkah krusial di sektor perdagangan pangan dan pupuk hari ini hingga ke depan. Deklarasi itu tidak hanya memuat pernyataan sikap dan dukungan terhadap sejumlah inisiatif penyelesaian konflik Rusia-Ukraina dan dampaknya, juga komitmen dan aksi nyata mengatasi persoalan pangan global. Salah satu poinnya adalah meningkatkan prediktabilitas pasar, meminimalkan distorsi, meningkatkan kepercayaan bisnis, serta memperlancar rantai pasok perdagangan pangan dan pupuk. (Yoga)
Digitalisasi Jadi Motor Pertumbuhan
Kendati banyak perusahaan teknologi tengah mengalami rasionalisasi struktur biaya, ekonomi digital dinilai tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Meluasnya penetrasi internet dan pola konsumsi masyarakat yang makin lekat dengan digitalisasi akan mengakselerasi ekonomi digital di Tanah Air. Demikian benang merah dalam diskusi Kompas 100 CEO Forum-CEO Live Series, Selasa (22/11) di Jakarta. Hadir sebagai pembicara, Managing Partner East Ventures Roderick Purwana, Chief Executive Officer (CEO) Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) Mia Melinda, dan Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi. Roderick mengatakan, perekonomian digital berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama pandemi Covid-19. Ke depan, terbuka peluang pertumbuhan ekonomi digital makin terakselerasi. ”Saatini baru bagian awalnya saja. Kita akan memasuki era keemasan ekonomi digital dalam 5-10 tahun ke depan,” ujar Roderick. Ia menjelaskan, laju pertumbuhan ekonomi digital ditopang oleh jumlah pengguna internet yang telah mencapai lebih dari 200 juta orang. Selain itu, pandemi yang membatasi mobilitas orang juga telah mengakselerasi digitalisasi secara lebih cepat.
Berdiri pada 2009, East Ventures telah berinvestasi ke berbagai perusahaan rintisan, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga negara lain, seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Pperusahaan yang disuntik dana oleh East Ventures, antara lain, GoTo, Traveloka, dan Fore. Roderick mengaku sangat beruntung menyaksikan kelahiran ekonomi digital sejak awal hingga saat ini. Salah satunya adalah saat East Ventures menginvestasikan dana di Tokopedia sejak 2010. ”Kami beruntung melihat pertumbuhan ekonomi digital dari awal perintisannya hingga terus berkembang sampai saat ini. Kami yakin di masa depan ekonomi digital akan makin bertumbuh,” ujar Roderick. Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, pandemi telah mengubah perilaku konsumen menjadi kian akrab dengan digitalisasi. Ketika pandemi mulai mereda dan kegiatan luring sudah menggeliat, perilaku digital konsumen tidak akan menurun. Menurut Neneng, selama pandemi, pihaknya telah membantu 2 juta UMKM masuk ke ekosistem digital. Selain itu, pihaknya juga telah membantu 5.200 pedagang pasar di tujuh kota memanfaatkan teknologi digial. (Yoga)
Paradigma Pengembangan Industri Perlu Didesain Ulang
Pemerintah menargetkan Indonesia bisa tumbuh jadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045 atau tepat 100 tahun Indonesia merdeka. Industrialisasi diharapkan jadi motor penggerak utama. Meski demikian, pandemi Covid-19 menjadi salah satu tantangan menuju visi itu. ”Indonesia sekarang memasuki masa pemulihan (pasca)-pandemi. Sementara kami masih menargetkan Indonesia bisa jadi negara berpendapatan tinggi tahun 2045. Dengan adanya pandemi Covid-19, kami merasa perlu mendesain ulang kebijakan untuk mencapai hal itu,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara Indonesia Development Forum (IDF) 2022 hari kedua, Selasa (22/11) di Badung, Bali. Motor penggerak utama untuk mencapai target 2045 adalah industri. Menurut Airlangga, ketika sektor industri jadi motor penggerak utama, hal itu bisa berdampak langsung, mulai dari transfer teknologi sampai penyerapan tenaga kerja. Hilirisasi industri tetap akan dijalankan.
Langkah strategis ini dinilai telah terbukti berdampak luas, di antaranya terhadap devisa ekspor dan penyerapan tenaga kerja. ”Kami (tetap) bertekad mengurangi ketergantungan impor 35 %. Melalui program Making Indonesia 4.0, industrialisasi fokus menyasar sejumlah sektor industri, antara lain tekstil, makanan-minuman, dan farmasi. Kami juga tidak melupakan perkembangan disrupsi digital yang diperkirakan makin banyak terjadi lima tahun mendatang,” ujarnya. Pada saat bersamaan, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, pengembangan industri harus menggunakan paradigm baru. Sejauh ini, paradigma baru yang telah disiapkan pemerintah berpijak pada sejumlah pilar, yaitu digitalisasi, energi terbarukan, industri hijau, penguatan rantai pasok, perluasan ke luar Jawa, dan SDM. (Yoga)
Tantangan Penyediaan Rumah Makin Kompleks
Buruknya tata ruang menyulitkan penyediaan perumahan bagi masyarakat perkotaan, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah. Populasi penduduk yang makin terkonsentrasi ke kota dikhawatirkan membuat problem hunian kian kompleks. ”Perlu pemikiran strategis dan sinergi pemangku kepentingan untuk menyelesaikan persoalan publik terkait perumahan,” kata Ketua Majelis Tinggi Organisasi Lembaga Pengkajian Pengembangan Perumahan dan Perkotaan Indonesia (The HUD Institute) Andrinof Chaniago dalam Gelar Wicara Hari Tata Ruang Nasional 2022 yang digelar The HUD Institute, Selasa (22/11). (Yoga)
Daya Tahan Petani Pascabencana Perlu Dijaga
Petani dan lahan pertanian di kawasan rawan bencana membutuhkan bantuan dan perhatian pemerintah guna menjamin daya tahan petani dan sektor pertanian. Hal itu terutama ketika terjadi bencana alam, seperti gempa bumi di Cianjur, Jabar. Daya tahan itu penting untuk menjaga kelangsungan produksi pangan nasional. Gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 5,6 telah terjadi di Kabupaten Cianjur, Senin (21/11). Demikian disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia Guntur Subagja, Selasa
(22/11). (Yoga)









