;

Banjir Dana dan Utang ”Hijau”

24 Nov 2022 Kompas
Banjir Dana dan Utang ”Hijau”

Perhelatan G20 yang baru saja berakhir membawa ”durian runtuh” bagi Indonesia selaku tuan rumah. Di sela-sela panasnya tensi geopolitik di ajang KTT G20, pekan lalu, komitmen pendanaan mengucur dari negara-negara maju senilai ratusan triliun rupiah untuk membiayai percepatan transisi energi di Indonesia. Suntikan dana itu didapat lewat skema Kemitraan Transisi Energi yang Adil (Just Energy Transition Partnership/JETP) dengan komitmen pendanaan 20 miliar USD atau Rp 314 triliun (kurs Rp 15.717 per USD) selama 3-5 tahun ke depan. JETP menggunakan skema   pembiayaan campuran (blended finance) alias ”patungan” dari sektor publik dan swasta, masing-masing 10 miliar USD. Bentuknya bisa berupa dana hibah, pinjaman lunak (konsesional), pinjaman komersial, jaminan, atau investasi swasta.

Pendanaan publik berasal dari negara maju anggota forum G7 plus Denmark dan Norwegia. Proyek awal itu digawangi AS dan Jepang. Sementara pendanaan swasta datang dari aliansi Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ) yang berisi sejumlah perbankan dan lembaga keuangan internasional. Tidak hanya JETP, ada pula pendanaan lewat skema Mekanisme Transisi Energi (Energy Transition Mechanism/ETM). Dana konsensional awal yang terkumpul adalah 500 juta USD (Rp 7,8 triliun) dan akan dikembangkan menjadi 4 miliar USD (Rp 62,8 triliun) dalam lima tahun. Pembiayaan awal itu didapat dari Climate Investment Fund (CIF), salah satu lembaga pendanaan multilateral terbesar untuk membiayai aksi iklim negara berkembang. (Yoga)


Tags :
# #Utang
Download Aplikasi Labirin :