TRANSPORTASI UMUM : Pesawat dan KA Padat
Penumpang pesawat terbang di Bandara Internasional Ngurah Rai selama 7 hari libur lebaran pada 19—25 April 2023 mencapai 450.936 orang dengan perincian 235.529 penumpang domestik dan 215.407 penumpang internasional. General Manager Bandara Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan menjelaskan puncak arus kedatangan terjadi pada 19 April 2023 dengan 34.483 penumpang. Sementara untuk puncak arus keberangkatan terjadi pada 25 April 2023 dengan 35.825 penumpang per hari. “Selama periode cuti bersama Idulfitri 2023, kami melayani rata-rata 64.419 penumpang per hari baik rute domestik maupun internasional,” jelas Handy dikutip dari keterangan resmi, Rabu (26/4). Selama periode libur Lebaran kali ini, Handy menyebut ada lima rute domestik terbanyak yang dilayani per hari yaitu Jakarta dengan rata-rata 108 penerbangan, Surabaya 26 penerbangan, Lombok 14 penerbangan, Jakarta (Halim) 11 penerbangan dan Makassar 10 penerbangan. Sedangkan lima rute internasional terbanyak yakni Singapura 32 penerbangan, Kuala Lumpur 26 penerbangan, Perth 15 Penerbangan, Melbourne 13 penerbangan, dan Sydney 10 Penerbangan. Selain itu, terdapat 137 permohonan penerbangan tambahan atau extra flight mulai tanggal 14—25 April 2023 oleh maskapai Lion Air, Batik Air, Super Airjet dan AirAsia. Dalam perkembangan lain, arus balik dengan moda transportasi umum kereta api menuju Jakarta juga mengalami peningkatan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pemudik sudah kembali berdatangan ke Jakarta saat arus balik Lebaran, Rabu (26/4). Kepala Humas Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan bahwa ada sekitar 43.700 penumpang atau naik 1.700 penumpang dibandingkan hari sebelumnya. “Dari jumlah tersebut 16.400 merupakan penumpang turun di Stasiun Pasar Senen, 16.200 penumpang turun di Stasiun Gambir, 4200 penumpang di Stasiun Bekasi, 4.500 penumpang di Stasiun Jatinegara,” kata Eva dalam keteranganya, Rabu (26/4/2023).
INDUSTRI PROPERTI : PENGEMBANG TANCAP GAS PASCALEBARAN
Pengembang perumahan tidak ingin kehilangan momentum pascalebaran dengan langsung tancap gas meningkatkan penjualan properti residensial agar bisa mengompensasi penurunan minat masyarakat sejak Ramadan Emiten properti PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) atau Metland mengaku akan meluncurkan proyek residensial baru, termasuk launching klaster-klaster di sejumlah proyek perumahan pascalebaran tahun ini. Direktur Keuangan MTLA Olivia Surodjo mengatakan bahwa tren penjualan residensial sepanjang Ramadan hingga menjelang Idulfitri cukup menurun. Namun, dia meyakini momentum pembayaran tunjangan hari raya atau THR dapat mendongkrak penjualan setelah Lebaran. “Kami cukup optimistis prospek properti pascalebaran akan kembali normal, walau masih akan ada tantangan, karena properti terutama rumah merupakan kebutuhan mendasar untuk tempat tinggal selain sebagai produk investasi,” katanya, Rabu (26/4). Sepanjang Januari—Maret 2023, MTLA mencatatkan marketing sales yang terdiri atas pre-sales dan recurring revenue mencapai Rp396 miliar dari target Rp1,8 triliun, di mana sekitar 70% di antaranya berasal dari residensial, dan 30% sisanya dari proyek komersial. “Peningkatan pendapatan terjadi di unit bisnis hotel dan mal MTLA, karena lonjakan pengunjung di mal untuk memenuhi kebutuhan Lebaran, hotel yang menggelar program berbuka puasa dan hari raya, serta liburan yang cukup panjang,” ucapnya. General Manager Sales Damai Putra Group Hadi Putra mengatakan bahwa penurunan minat beli pada Ramadan merupakan hal lumrah dan menjadi siklus tahunan di pasar properti.
Sepanjang 2023, Damai Putra Group menargetkan perolehan marketing sales atau pra-penjualan sebesar Rp1,49 triliun. Adapun, per 30 Maret 2023, pihaknya berhasil membukukan pra penjualan 70% dari target 3 bulan senilai Rp450 miliar. Sementara itu, realisasi marketing sales Damai Putra Group sepanjang 2022 mencapai 85% dari target Rp1,45 triliun. Hadi optimistis pihaknya dapat memenuhi target marketing sales tahun ini. Menurutnya, Damai Putra Group bakal meluncurkan enam produk properti dari proyek baru maupun existing, berupa ruko komersial, rumah tapak, hingga apartemen pada tahun ini guna mencapai target marketing sales. Sementara itu, PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) memilih untuk menahan pemasaran produk properti selama Ramadan, mengingat siklus penjualan tengah menurun pada periode tersebut. Direktur CTRA Harun Hajadi mengatakan bahwa siklus penjualan properti residensial selama Ramadan memang selalu mengalami penurunan dan diakui sebagai hal biasa yang terjadi setiap tahun. Alasannya, konsumsi masyarakat terkonsentrasi pada kebutuhan Idulfitri, sedangkan kebutuhan rumah tidak begitu tinggi pada periode ini.
May Day Jadi Momentum Tingkatan Kompetisi Pekerja
JAKARTA, ID - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang harus dijadikan momentum untuk membangun hubungan industrial yang lebih berkualitas, meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan produktivitas para pekerja, serta memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan yang lebih baik. Sepanjang dilaksanakan secara damai, tertib, tidak anarkistis, tidak melanggar hukum, dan tidak mengganggu kepentingan umum, May Day harus dihormati sebagai aksi solidaritas untuk menyuarakan hak-hak buruh. Namun, para buruh juga harus mendengar aspirasi pengusaha, tidak memaksakan kehendak, dan tetap jernih menyikapi akar persoalan ketenagakerjaan saat ini. Selain itu, para buruh seyogianya tetap menggunakan jalur hukum untuk mengegolkan tuntutan mereka. Para buruh jugasebaiknya tidak menyuarakan isu-isu di luar ketenagakerjaan. Tuntutan pencabutan Undang-Undang (UU) Pemilu yang mengatur ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4%, misalnya, sudah di luar ranah ketenagakerjaan. Hal itu diungkapkan Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Anwar Sanusi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang, serta Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Anton J Supit.Mereka dihubungi Investor Daily secara terpisah di Jakarta, Rabu (26/04/2023). (Yetede)
Fokus Lagi ke Bursa Saham Usai Libur Lebaran
Langkah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai libur Lebaran mungkin masih akan berat. Jika dilihat beberapa tahun ke belakang, biasanya transaksi di pasar masih cenderung sepi di pekan pertama setelah libur panjang hari raya.
Apalagi, usai libur Lebaran tahun ini, ada sejumlah data dan agenda penting yang bakal membuat investor mengambil sikap hati-hati. Salah satunya adalah agenda pertemuan
Federal Open Market Committee
(FOMC) pada awal Mei mendatang, yang akan memutuskan soal arah suku bunga The Fed.
Sejumlah analis yang dihubungi KONTAN memperkirakan, sentimen rapat FOMC masih akan menahan laju kenaikan IHSG. Pelaku pasar juga masih akan merespons keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 18 April lalu, yang menahan BI 7 day reverse repo rate (BI 7
-day-
RR) di level 5,75%.
Hans Kwee, Direktur Ekuator Swarna Investama, mengatakan, kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan lagi sekitar 25 basis poin. "Jadi, dampaknya ke pasar saham kemungkinan akan membuat cenderung tertekan," ujarnya kepada KONTAN, akhir pekan lalu.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, aksi korporasi pembagian dividen emiten juga akan menjadi katalis penggerak IHSG. Untuk pekan pendek kali ini, Nafan memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dalam
minor sideways
di rentang 6.744-6.869.
Pesta Laba Jumbo Perbankan Berlanjut di Awal Tahun
Tak cuma masyarakat yang bahagia karena mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran. Senyum para bankir saat mendekati Lebaran bahkan mengembang lebih lebar.
Industri perbankan memanen laba besar di kinerja kuartal I 2023. Laba itu seiring kenaikan kredit yang menopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih bank.
Namun, penopang laba bukan melulu bercerita soal kinerja. Perbankan masih melanjutkan memangkas biaya pencadangan seiring perbaikan kualitas kredit. Nah, peningkatan laba diprediksi terus berlanjut, seiring optimisme regulator dan bankir terkait permintaan kredit di sepanjang tahun 2023.
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 25,2% secara tahunan atau
year on year
(yoy) menjadi Rp 12,6 triliun pada kuartal pertama 2023. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menyebut secara konsolidasi, kredit tumbuh 12,36% yoy, menjadi Rp 1.205 triliun.
Bank Mandiri optimistis, sampai dengan akhir tahun 2023 pertumbuhan kredit tumbuh antara 10%-12%. Penyaluran pembiayaan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar kualitas kredit tetap terjaga di level optimal.
Tak mau kalah, Bank BNI mencatatkan pertumbuhan laba bersih secara konsolidasi 31,8% yoy menjadi Rp 5,2 triliun pada kuartal pertama 2023. Penyaluran kredit BNI tumbuh 7,2% yoy mencapai Rp 634,3 triliun. Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati menyampaikan, pencapaian pada kuartal I 2023 sejalan visi BNI tumbuh secara sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Berharap Stabilitas Rupiah dari Dedolarisasi
Dedolarisasi atau proses mengganti dollar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang untuk perdagangan dan investasi lintas negara tengah diupayakan oleh sejumlah negara di dunia. Langkah ini ditempuh guna mengurangi ketergantungan pada mata uang utama tersebut.
Dedolarisasi baru-baru ini tengah dibicarakan organisasi dagang BRICS. Aliansi yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan tersebut mengutarakan niatnya untuk mengurangi transaksi yang menggunakan dollar AS. Selain untuk menekan biaya, juga untuk mengurangi ketergantungan dengan mata uang tersebut.
Salah satu langkah yang ditempuh dalah melalui kerja sama penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan, investasi dan sistem pembayaran atau
local currency transaction
(LCT) yang sebelumnya dikenal sebagai
local currency settlement
(LCS) dengan sejumlah negara. Teranyar, Indonesia bakal meneken kerja sama LCT dengan Korea Selatan bulan depan. "Sebentar lagi, pada awal bulan Mei 2023 kami akan menandatangani kerja sama LCS dengan Korea Selatan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo belum lama ini.
Sejauh ini, transaksi penggunaan LCT Indonesia dengan keempat negara mitra itu meningkat cukup signifikan. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan, dalam dua bulan pertama tahun 2023, total nilai transaksi LCT sebesar ekuivalen US$ 957 juta. Artinya, rerata penggunaan LCT per bulan pada dua bulan pertama tahun ini sekitar US$ 450 juta.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, upaya dedolarisasi yang dilakukan Indonesia dan sejumlah negara maju lainnya bakal berdampak positif. Terutama terhadap stabilitas rupiah.
Lebaran Dongkrak Penerimaan Pajak
Moncernya penerimaan pajak diramal bakal berlanjut. Setidaknya hingga kuartal II-2023 nanti seiring adanya perayaan Idul Fitri.
Pengamat Pajak Center of Inconesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menyebut, ada dua jenis penerimaan pajak yang akan mendulang berkah dari momentum Lebaran.
Pertama, penerimaan pajak yang sifatnya transaksional, baik pajak pertambahan nilai dalam negeri (PPN DN), PPN impor, maupun pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor.
Dari catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu), realisasi penerimaan PPN DN periode Januari-Maret 2023 tumbuh signifikan mencapai 67,1%
year on year
(yoy). Bahkan, pertumbuhannya lebih tinggi dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang hanya 27% yoy.
Kedua
, PPh badan. "(Penerimaan) PPh badan juga akan meningkat karena batas akhir pelaporan surat pemberitahuan (SPT) PPh badan pada akhir bulan ini," kata Fajry kepada KONTAN, Selasa (25/4). Dari catatan Kemkeu, PPh badan pada tiga bulan pertama tahun ini tumbuh 69,6% yoy.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menambahkan, penerimaan PPh pasal 23 dan 25 akan mendulang berkah yang dipengaruhi oleh penghasilan para pengusaha sepanjang momentum Lebaran. "Apalagi cuti diperpanjang sehingga sektor jasa perdagangan, transportasi dan pariwisata akan menyumbang penerimaan pajak secara signifikan," kata Bhima.
Harga Batubara Loyo, ADRO Kejar Efisiensi
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) akan fokus melakukan sejumlah efisiensi di tahun ini. Salah satunya menekan pengeluaran kontraktor untuk penambangan batubara.
Maklum, kontraktor jadi salah satu penyumbang biaya terbesar operasional penambangan Adaro. Efisiensi ini juga perlu dilakukan ADRO seiring harga batubara yang sulit diprediksi. Terlebih, dibandingkan tahun 2022, harga batubara sejak awal tahun ini sudah cenderung melandai.
Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir memperkirakan, harga batubara tahun ini tak sebagus tahun 2022. "Karena itu, kami terus melakukan efisiensi agar profitabilitas perseroan tetap menarik," ungkap pria yang lebih akrab disapa Boy Thohir ini, Rabu pekan lalu (19/4).
Meski melakukan efisiensi, Boy memastikan, ADRO tidak akan mengubah target kinerja tahun ini. Pada 2023, ADRO menetapkan target penjualan batubara bisa berada di kisaran 62 juta ton sampai 64 juta ton.
Analis UOB Kay Hian Sekurtas Limartha Adhiputra, menilai, dengan laba bersih tahun 2022 yang melonjak 167% secara tahunan, rasio pembayaran dividen final untuk tahun buku 2022 setidaknya bisa mencapai 60%.
Pada tahun ini, Limartha memproyeksi kinerja ADRO akan terkoreksi. Estimasinya, pendapatan ADRO akan tergerus 25,7% secara tahunan menjadi US$ 6,02 miliar pada tahun ini. Laba bersih ADRO tahun ini juga diprediksi ikut terpangkas 41,1% secara tahunan.
Ditopang Segmen Pinjaman Mikro
Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diprediksi masih akan tumbuh pada tahun ini. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh segmen pinjaman mikro.
Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi mengatakan, pertumbuhan kinerja BBRI sangat didorong oleh ekosistem ultra-mikro. Sepanjang tahun lalu, pendorong pertumbuhan pendanaan di BRI adalah
current account savings account
(CASA) atau dana murah.
CASA BBRI tumbuh sebesar 22% secara tahunan menjadi Rp 872 triliun. Sementara,
compounded annual growth rate
(CAGR) BBRI tercatat sebesar 15% sejak 2019.
Leonardo mengatakan, segmen pinjaman mikro berpeluang tumbuh 11%-13% di tahun 2023. Sedangkan pertumbuhan dari pinjaman nasabah BBRI diprediksi berkisar 10%-12% di tahun ini. Biaya kredit atau
cost of credit
(CoC) diprediksi akan bertengger di angka 2,2% - 2,4%.
BBRI memperoleh kuota KUR sebesar Rp 270 triliun pada tahun 2023, meningkat 4,9% secara tahunan. Leonardo mengatakan, ada skema KUR terbaru yang menarik untuk diperhatikan dampaknya terhadap kinerja BBRI.
Skema tersebut yaitu pemberlakuan kenaikan bunga berjenjang untuk perpindahan segmen kreditur dan pengajuan kredit baru. Untuk pengajuan pertama kali, suku bunga kredit ada di 6%, lalu meningkat menjadi 7%,8% dan 9% untuk perpanjangan pertama, kedua dan ketiga.
"Ketentuan baru ini akan berdampak positif untuk menjaga dan meningkatkan level pendapatan BBRI walaupun ada keinginan pemerintah untuk memigrasi kreditur KUR ke Kupedes, ujar Leonardo. Dengan skema KUR yang terbaru dan Kupedes, pertumbuhan kredit BBRI bisa naik sampai 10%.
Menelaah Tawaran 10 Waran Terstruktur Baru dari RHB
PT RHB Sekuritas kembali akan menawarkan produk waran terstruktur. Tak tanggung-tanggung, pada penawaran kedelapan ini, RHB akan merilis 10 waran terstruktur baru.
Dari 10 seri baru tersebut, tiga di antaranya merupakan produk yang sama sekali baru. Sementara tujuh sisanya bisa dibilang muka lama.
Kesepuluh produk baru yang akan RHB tawarkan antara lain ANTMDRCX3 dengan
underlying asset
alias aset dasar saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam, BBRIDRCX3A dengan aset dasar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) alias Bank BRI, dan BMRIDRCX3A dengan aset dasar saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Kemudian HRUMDRCX3A dengan aset dasar saham PT Harum Energy Tbk (HRUM), INCODRXC3A dengan aset dasar saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), MDKADRCX3A dengan aset dasar saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan UNVRDRCX3A dengan aset dasar saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Tiga seri baru lainnya adalah CPINDRCX3A dengan aset dasar saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PTBADRCX3A dengan aset dasar saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan UNTRDRCX3A dengan aset dasar saham PT United Tractors Tbk (UNTR).
Penambahan tiga seri waran terstruktur dengan aset dasar yang baru ini tak lepas dari rencana RHB Sekuritas untuk menyediakan produk waran terstruktur dengan aset dasar seluruh penghuni indeks IDX30.
Steinly Atmanagara,
Head, Sales & Marketing Equity Derivative
RHB Sekuritas, mengatakan, RHB Sekuritas ke depan akan menyediakan waran terstruktur pada seluruh emiten penghuni IDX30.
Kesepuluh produk baru waran terstruktur RHB tersebut akan ditawarkan mulai 28 April hingga 4 Mei 2023 mendatang. Penjatahan dan penetapan harga dijadwalkan pada 5 Mei 2023. Distribusi waran pada 8 Mei 2023 sementara pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan digelar pada 9 Mei 2023.









