;

Bank Mandiri Optimis Kantongi Laba Lebih Tinggi

Yuniati Turjandini 26 Apr 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mengantongi laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp 12,56 triliun pada tiga bulan pertama 2023, tumbuh 25,2% secara tahunan (year on year/yoy). Hingga akhir tahun ini, perseroan meyakini dapat membukukan profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, didukung dengan fungsi intermediasi yang lebih ekspansif. “Bank Mandiri juga menjaga komunikasi dalam menyampaikan strategi jangka panjang dan pendek kepada investor dan masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan kepada perseroan. Kami masih bisa tumbuh dan membukukan profitabilitas tinggi dengan dukungan kerja keras seluruh pegawai Bank Mandiri,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam konferensi pers, pekan lalu. Tahun ini, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) akan dijaga pada level 5,3-5,6% dengan menjaga komposisi dana murah (current account saving account /CASA) dan biaya dana stabil. Sedangkan, credit cost dijaga di level 1,3 1,5% dan pertumbuhan kredit berkisar 10-12% (yoy) hingga akhir tahun ini. Darmawan menjelaskan, perseroan telah menyelesaikan global bond US$ 300 juta pada 4 April lalu dengan kupon 5,5% pertahun dengan tenor tiga tahun. (Yetede)

Perdagangan Menurun, Industri Pengangkutan Diprediksi Resesi

Yuniati Turjandini 26 Apr 2023 Investor Daily

NEW JERSEY, ID – Pangsa pasar dalam hal total volume perdagangan antara pelabuhan-pelabuhan besar di wilayah Pantai Timur dan Barat, yang bersaing, untuk masuk ke negara tersebut dilaporkan mengalami penurunan seiring perekonomian yang melemah. Presiden J.B. Hunt Transport Services, Inc. Shelley Simpson pun mengatakan kepada para analis di kuartal I-2023 bahwa industri pengangkutan ini berada di tengah-tengah resesi. Menurut data perdagangan terbaru yang dirilis Pelabuhan New York dan New Jersey, kedua pelabuhan peti kemas terbesar di Pantai Timur itu menunjukkan sedikit peningkatan dalam pemrosesan peti kemas, tetapi jumlah pesanan angkutan laut di masa depan terus menurun. Catatan menunjukkan bahwa pada Maret, Pelabuhan New York dan New Jersey menangani 574.452 TEU (twenty-foot equivalent unit atau unit ekuivalen dua puluh kaki) sehingga menjadikannya pelabuhan tersibuk ketiga di negara ini. Namun, selisih antara Pelabuhan Los Angeles, yang memproses peti kemas paling banyak pada Maret, dan Pelabuhan New York/New Jersey adalah 48.781 TEU. Di samping itu, dalam tiga bulan pertama 2023, Pelabuhan New York dan New Jersey tercatat sebagai pelabuhan tersibuk kedua di negara ini. Pasalnya, pelabuhan-pelabuhan itu memindahkan hampir 1,8 juta TEUs, sama dengan jumlah yang dipindahkan selama periode yang sama di 2019. (Yetede)

Aktivitas Digital Dongkrak Pertumbuhan trafik Operator Telko

Yuniati Turjandini 26 Apr 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID - Operator telekomunikasi di Indonesia mencatatkan pertumbuhan trafik broadband signifikan selama momen libur Lebaran 2023. Pertumbuhan ini utamanya dikontribusi oleh aktivitas digital masyarakat dalam mengakses berbagai layanan atau aplikasi untuk mendukung berbagaiaktivitasnya. Hal itu dialami oleh operator telekomunikasi PT Telkomsel, anak usaha dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), dan PT Indosat Tbk. Sepanjang momen Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2023, Telkomsel mencatat pertumbuhan trafik broadband mencapai 11,7% dibanding rerata hari biasa 2023 atau 11,4% di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk layanan pesan singkat (SMS) tumbuh sekira 14,1%, sedangkan trafik layanan panggilan suara (voice call) mengalami penurunan sebesar 20% dibandingkan hari biasa. Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono mengatakan, hasil trafik broadband Telkomsel Siaga RAFI 2023 tersebut didorong dengan adanya peningkatan aktivitas pelanggan dalam mengakses layanan digital selama momen RAFI 2023. (Yetede)

Fokus Pada Kualitas, BNI Gelontorkan Kredit Rp 634,3 Triliun

Yuniati Turjandini 26 Apr 2023 Investor Daily

JAKARTA, Pada kuartal I-2023, kredit konsolidasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk(BNI) tumbuh 7,2% secara year on year (yoy) menjadi Rp 634,3 triliun. Dinamika bisnis dan ekonomi, serta baru pulihnya perekonomian nasional pasca pandemi membuat BNI harus cermat dalam mengidentifikasi dan mendorong mesin-mesin pertumbuhan bisnis yang telah siap untuk melakukan ekspansi. Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini memaparkan, hal tersebut bertujuan untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga dan BNI mampu mengoptimalkan pendapatan dari ekosistem bisnis nasabah sehingga pencapaian laba dapat sustain ke depannya. “Kinerja pertumbuhan kredit pada kuartal I-2023 didorong oleh segmen korporasi swasta yang tumbuh 21,2% (yoy) menjadi Rp 234 triliun,” tutur Novita dalam konferensi pers pemaparan kinerja kuartal I-2023, Selasa (18/4/2023). Pertumbuhan kredit diikuti olehsegmen enter ­ prise atau large commercial yang meningkat 13,2% (yoy) menjadi Rp52,2 triliun, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sebesar 50,1 triliun, tumbuh 7,8% (yoy). Sementara, segmen konsumer secara keseluruhan naik 11,9% (yoy) menjadi Rp 113,4 triliun, dengan personal loan dan kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi mesin pertumbuhan dengan masing-masing meningkat 19,2% (yoy) menjadi Rp 44,5 triliun dan tumbuh 8% (yoy) menjadi Rp 54,5 triliun. (Yetede)


Pemerintah Janji Perketat Monev Rumah Subsidi

Yuniati Turjandini 26 Apr 2023 Investor Daily

Jakarta, ID- Pemerintah berjanji memperketat monitoring dan evaluasi (monev) penyaluran rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tahun 2023, nilai penyaluran rumah subsidi bagi MBR mencapai sekitar Rp 25 triliun. “Tujuannya agar penyaluran rumah subsidi menjadi tepat sasaran dan bangunannya berkualitas,”ujar Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Adi Setianto di Jakarta, baru baru ini. Dia menegaskan, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penyaluran subsidi tahun lalu sudah membedah soal ketepatan sasaran, kualitas bangunan, dan keterhunian rumah subsidi. “Ke depan, kami diminta hal seperti itu jangan terjadi. Karena itu, sistem monev diperbaiki. Setiap ada temuan, kita perbaiki. Hal itu bisa mengurangi kesalahan,” tukas Adi.Bila ditemukan penyaluran tidak tepat sasaran, tambahnya, otomatis bank harus mengembalikan uang. Pembeli dkenai suku bunga komersial. “Tidak fair bila hanya konsumen yang kena sanksi,” tutur Adi. Menurut Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry TZ, perlu dicari formula yang tepat agar penyaluran subsidi menjadi aku
rat dan tepat sasaran. “Soal tidak tepat sasaran, dipertanyakan soal screeningnya bagaimana? Karena itu kita cari-cara agar lebih akurat sehingga tidak salah. Aplikasi dan flatform digital bisa membantu,” kata Herry. (Yetede)

Lebaran, Pasokan Listrik dan BBM Tertangani dengan Baik

Yuniati Turjandini 26 Apr 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik tertangani dengan baik pada saat liburmenjelang lebaran hingga puncak arus mudik yakni Kamis (20/04/2023). “Alhamdulillah berhasil kita tangani dengan baik, tidak ada kelangkaan BBM di jalur-jalur mudik, stok BBM juga terjaga aman,” Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat melakukan inspeksi mengenai pasokan BBM di Jakarta, Sabtu malam *22/04/2023). Hal tersebut berdasarkan hasil monitoring Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC). Nicke menambahkan, bahwa laporan dari PIEDCC dikeluarkan setiap hari sehingga bisa terus dimonitor secara langsung. Setelah berhasil mengamankan stok BBM saat arus mudik, Pertamina akan fokus mengelola pasokan BBM di daerah tujuan mudik dan daerah wisata. “Tiga hari ini kita akan fokus mengelola pasokan BBM di daerah-daerah tujuan mudik dan daerah-daerah wisata, dan selanjutnya kita akan siap-siap menyambut arus balik,” ungkap Nicke. Dalam kesempatan tersebut, Nicke juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin membeli BBM, dapat menggunakan metode pembayaran nontunai untuk mempercepat antrian di SPBU. (Yetede)

Harga Pangan Terkendali

Yuniati Turjandini 26 Apr 2023 Investor Daily

JAKARTA, ID–Harga komoditas pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa-Lebaran 2023 relatif terkendali. Hal tersebut berkat kerja sama semua pemangku kepentingan di sektor pangan, baik Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA), Satgas Pangan Polri, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pemerintah daerah (pemda), maupun instansi/kementerian/lembaga terkait lainnya. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, terdapat sejumlah pangan pokok yang harganya usai Lebaran lebih rendah dari sebelum Lebaran. 

Rerata nasional harga beras premium pada 18 April 2023 mencapai Rp 13.640 per kilogram (kg) menjadi Rp 13.600 per kg pada 25 April 2023, sedangkan beras medium dari Rp 11.910 per kg menjadi Rp 11.890 per kg, daging sapi murni dari Rp 138.050 per kg menjadi Rp 138.010 per kg, gula konsumsi dari Rp 14.410 per kg menjadi Rp 14.390 per kg, dan minyak goreng kemasan sederhana dari Rp 18.130 per kg menjadi Rp 18.060 per kg, untuk pangan pokok lainnya cenderung naik dengan perbandingan periode yang sama.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan, mulai dari HBKN Natal Tahun Baru hingga Puasa-Lebaran, harga pangan pokok untuk pertama kalinya mengalami penurunan, paling tidak menunjukkan tren stabil. itu karena kersediaan cukup, distribusi lancar, dan kerja sama semua pihak berjalan baik. “Alhamdulillah, mulai dari Natal, Tahun Baru, sampai Puasa kemarin, harga bahan pangan pokok untuk pertama kalinya turun,paling tidak stabil. Ini berkat kerja sama seluruh pihak hingga membuat ketersediaan terjaga, distribusi lancar, sehingga harga ini stabil bahkan cenderung turun,” kata dia seperti dikutip dari salah satu media nasional, Selasa (25/04/2023). (Yetede)

Menghitung Yang Nyaris Tumbang

Yuniati Turjandini 26 Apr 2023 Tempo

JAKARTA – Kementerian Perindustrian masih mengumpulkan data para pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki yang terancam bangkrut karena anjloknya permintaan sejak tahun lalu. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito, mengatakan proses pendataan pengusaha yang paling terkena dampak masih dikebut oleh satuan tugas khusus di lembaganya. Dia tak membeberkan perkembangan jumlah pendataan tersebut lantaran masih dicocokkan dengan data beberapa asosiasi yang relevan dengan bisnis berorientasi ekspor tersebut. “Yang pasti, pemerintah semaksimal mungkin menawarkan solusi,” tuturnya kepada Tempo, kemarin. Permintaan produk tekstil dan sepatu dari Indonesia terus melambat selama beberapa waktu terakhir akibat gejala resesi dan konflik dagang global di sejumlah negara yang menjadi pasar utama, seperti Amerika Serikat dan Cina. Tekanan tersebut membuat kinerja kedua produk yang sempat tumbuh pada paruh pertama 2022 itu kembali merosot. Sebagai contoh, angka ekspor pakaian rajut dan aksesorinya menurun dari US$ 331 juta pada Desember 2022 menjadi US$ 284 juta pada Februari 2023. Dengan perbandingan periode serupa, kinerja ekspor alas kaki juga turun dari US$ 562,7 juta menjadi US$ 490,5 juta. (Yetede)

Menyelamatkan Lahan dengan Pupuk Hijau

Yuniati Turjandini 26 Apr 2023 Tempo

Ada yang tak lazim saat musim panen padi tahun ini. Biasanya musim panen diikuti penurunan harga beras dan gabah. Pada musim panen, apalagi panen raya seperti saat ini, produksi beras biasanya akan melimpah. Produksi serentak, kemampuan menyimpan gabah yang rendah, dan kebutuhan likuiditas petani yang tinggi sering membuat harga gabah/beras jatuh saat panen raya. Apalagi periode itu biasanya berbarengan dengan musim hujan, yang membuat petani sulit mengeringkan gabah. Harga gabah jatuh karena kualitasnya rendah.

Namun, hingga April 2023, harga gabah/beras tetap tinggi dan bahkan cenderung terus naik. Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, pada 14 April 2023, harga beras medium bergerak di angka Rp 13.250-13.450 per kilogram. Selain lebih tinggi dari harga pada Januari (Rp 12.600-12.800 per kilogram), Februari (Rp 12.950-13.100 per kilogram), dan Maret 2023 (Rp 13.150-13.300 per kilogram), harga ini telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) baru beras medium yang sebesar Rp 10.900-11.800 per kilogram (tergantung wilayah). Apa penyebab harga beras terus naik? Apa ada kebijakan yang salah sehingga membuat pasar beras mengalami anomali?

Dari pengalaman berpuluh-puluh tahun lalu, diketahui bahwa titik kritis cadangan beras terjadi setiap 31 Desember. Cadangan beras pemerintah (CBP) minimal harus cukup untuk memenuhi masa tiga bulan (Desember-Februari) penyaluran, baik langsung maupun tidak langsung. Hal ini terkait dengan irama tanam serentak yang menghasilkan panen yang ajek: musim panen raya (Februari-Mei dengan 60-65 persen dari total produksi), panen gadu (Juni-September dengan 25-30 persen dari total produksi), dan musim paceklik (Oktober-Januari). (Yetede)

Anomali Pasar Beras dan Sengkarut Impor

Yuniati Turjandini 26 Apr 2023 Tempo

Ada yang tak lazim saat musim panen padi tahun ini. Biasanya musim panen diikuti penurunan harga beras dan gabah. Pada musim panen, apalagi panen raya seperti saat ini, produksi beras biasanya akan melimpah. Produksi serentak, kemampuan menyimpan gabah yang rendah, dan kebutuhan likuiditas petani yang tinggi sering membuat harga gabah/beras jatuh saat panen raya. Apalagi periode itu biasanya berbarengan dengan musim hujan, yang membuat petani sulit mengeringkan gabah. Harga gabah jatuh karena kualitasnya rendah.

Namun, hingga April 2023, harga gabah/beras tetap tinggi dan bahkan cenderung terus naik. Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, pada 14 April 2023, harga beras medium bergerak di angka Rp 13.250-13.450 per kilogram. Selain lebih tinggi dari harga pada Januari (Rp 12.600-12.800 per kilogram), Februari (Rp 12.950-13.100 per kilogram), dan Maret 2023 (Rp 13.150-13.300 per kilogram), harga ini telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) baru beras medium yang sebesar Rp 10.900-11.800 per kilogram (tergantung wilayah). Apa penyebab harga beras terus naik? Apa ada kebijakan yang salah sehingga membuat pasar beras mengalami anomali?. 

Dari pengalaman berpuluh-puluh tahun lalu, diketahui bahwa titik kritis cadangan beras terjadi setiap 31 Desember. Cadangan beras pemerintah (CBP) minimal harus cukup untuk memenuhi masa tiga bulan (Desember-Februari) penyaluran, baik langsung maupun tidak langsung. Hal ini terkait dengan irama tanam serentak yang menghasilkan panen yang ajek: musim panen raya (Februari-Mei dengan 60-65 persen dari total produksi), panen gadu (Juni-September dengan 25-30 persen dari total produksi), dan musim paceklik (Oktober-Januari). (Yetede)

Pilihan Editor