JAMINAN SOSIAL, Kendati Tumbuh Signifikan, Kepesertaan Pekerja Informal Masih Rendah
Jumlah pekerja informal peserta jaminan sosial ketenagakerjaan kategori bukan penerima upah mencapai 6 juta orang pada 2022, tumbuh 69,04 % dibandingk tahun sebelumnya. Namun, masih relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah pekerja informal yang secara nasional mencapai 80 juta orang. Dirut BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menyatakan, jumlah peserta bukan penerima upah (BPU) masih sedikit. Namun, dia menekankan bahwa pertumbuhan kepesertaannya signifikan. Hal ini diduga karena terjadi pergeseran pekerja dari formal ke informal selama pandemi Covid-19. ”Pada saat pandemiCovid-19, karyawan yang mengalami PHK marak. Selama sembilan tahun terakhir, baru pada 2022 angka pertumbuhan peserta BPU naik setinggi itu (69,04 %),” ujarnya saat menghadiri acara PaparanPublik Hasil Audit Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program Tahun 2022, di Jakarta, Jumat (12/5). Anggoro menjelaskan, tahun lalu tim kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan juga gencar melakukan sosialisasi dan akusisi yang di antaranya melalui sistem keagenan. Aktivitas ini dipercaya ikut meningkatkan jumlah peserta BPU pada 2022 selain faktor kondisi pasar kerja.
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin mengatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan peserta BPU 90 % pada 2023. Salah satu caranya dengan fokus pada ekosistem desa. BPJS Ketenagakerjaan akan menguatkan sistem keagenan sampai ke desa, bekerja sama dengan BUMDes dan tokoh masyarakat. Jika dilihat dari latar belakang, 6 juta peserta BPU jaminan sosial ketenagakerjaan didominasi oleh petani, nelayan, dan mitra pengemudi ojek daring. Sisanya merupakan tenaga kerja minat bakat, seperti pekerja seni dan atlet. Selain menyasar ekosistem desa, BPJS Ketenagakerjaan akan masuk ke ekosistem perdagangansecara elektronik atau e-dagang. Sebab, di ekosistem ini biasanya banyak pekerja informal dan pekerja rentan secara sosial dan ekonomi, seperti mitra kurir dan pekerja paruh waktu di UMKM. (Yoga)
Pilihan Valas Saat Ekonomi Cemas
Memasuki pertengahan bulan Mei 2023, rupiah melemah terhadap mata uang utama. Padahal pada April 2023, rupiah menguat terhadap hampir semua mata uang asing.
Pelemahan rupiah paling dalam terjadi terhadap dollar Australia dan dollar Kanada. Rupiah melemah 2,17% terhadap dollar Australia dalam 12 hari di bulan Mei ke level Rp 9.870,3 dari posisi di akhir April 2023 di Rp 9.660,24.
Terhadap dollar Kanada, rupiah melemah 1,79% ke Rp 10.935. Pada periode yang sama, rupiah hanya menguat pada euro yakni sebesar 0,16% di Rp 16.103,86 per euro.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, pelemahan rupiah terhadap hampir semua mata uang asing karena kekhawatiran ekonomi global efek dari kolaps perbankan. Efeknya aset berisiko termasuk rupiah kembali dilepas oleh asing.
Sutopo memprediksi, dollar AS masih menguat. Pendorongnya, kesepakatan plafon utang, pertumbuhan ekonomi masih dinamis, dan penurunan inflasi mulai terlihat masih mendukung dollar AS.P posisi USD/IDR cukup murah untuk mulai akumulasi. "Dollar AS sebagai mata uang cadangan dunia sehingga lebih aman," kata dia.
Chief Analyst DCFX Futures, Lukman Leong berpandangan, memiliki cash dalam rupiah lebih menguntungkan dibandingkan mata uang asing lain. Pelemahan rupiah, koreksi wajar," kata Lukman,
Prospek rupiah juga masih positif. "Efek revisi PP No 1 2019 soal devisa hasil ekspor akan memperkuat rupiah," kata dia. Lukman memperkirakan, rupiah bisa di bawah Rp 14.000 per dollar. "Tapi ini tergantung kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah dalam menentukan nilai tukar wajar agar kompetitif," terang Lukman.
Bersiap Menggarap Pasar Koperasi
Perkembangan teknologi informasi di Indonesia memiliki ruang berkembang lebih pesat. Hal itulah yang berusaha untuk difasilitasi dan menjadi fokus bisnis PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX).
IRSX adalah perusahaan integrated digital hub teknologi informasi (TI), yang bergerak di bidang informasi dan komunikasi serta aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis. Aktivitas usaha utama IRSX berfokus pada aktivitas pemrograman komputer.
Direktur IRSX, Fajar Indrayanto mengatakan, di tahun 2023 akan mengembangkan segmen pasar maupun inovasi produk. "Inovasi produk ini menjawab kebutuhan dan keinginan pasar serta mengikuti perkembangan teknologi yang bermanfaat bagi para pelanggan IRSX," ujarnya kepada KONTAN.
Berada di era revolusi industri 4.0, dunia bisnis dan perilaku konsumen saat ini telah bergeser ke arah digital. Beberapa pilar utama dalam era ini adalah internet of things (IoT), big data, artificial intelligence (AI) dan cloud computing.
Fajar mengatakan, produk eksisting IRSX saat ini adalah software product management, platform untuk menghubungkan bisnis dengan teknologi. Melalui software product management, IRSX menyediakan sejumlah fitur teknologi UKM membantu mereka menjalankan bisnis. Pertama, sales force yang dapat melakukan management canvaser mulai route plan, check-in toko, hingga pencatatan term of payment.
Kedua, software product management terhubung dengan interexchange platform yang memungkinkan pengguna produk IRSX saling terhubung dan bertukar barang.
Ketiga, software product management dapat dihubungkan dengan front-end, seperti aplikasi android maupun iOS, termasuk pada layanan messaging, seperti SMS, WhatsApp, atau Telegram.
Agar kinerja IRSX tumbuh pesat, Fajar mengaku akan melakukan pengembangan software as a service (SaaS), seperti Solusi Digitalisasi Koperasi. Menurut Fajar, market volume koperasi mencapai lebih Rp 170 triliun dan merupakan pasar yang sangat
lucrative.
Pergerakan saham PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX) masih berada di atas harga initial public offering (IPO). Saham IRSX pada Jumat ditutup di Rp 234 per saham, turun 6,4% dari hari sebelumnya. Tapi jika dibandingkan dengan harga IPO di Rp 101 per saham maka cuan dari memegang saham IRSX sejak IPO masih sebesar 131,68%.
Investasi di Obligasi Hingga Reksadana
Jatuh bangun dalam berinvestasi sudah pernah dicicipi Steinly Atmanagara.
Head of Sales & Marketing Equity Derivative
RHB Sekuritas ini bercerita, saat pertama berinvestasi, ia tergolong investor yang agresif.
Sejak lulus kuliah dan mulai bekerja di Citibank, Steinly banyak mendapatkan pelajaran mengenai
wealth management. Dari situ, ia mempelajari bahwa ada satu kesamaan yang menjadi ciri orang kaya, yaitu mereka semua peduli akan perkembangan pasar finansial, bukan hanya pasar domestik, tapi juga global.
Mereka juga cenderung tidak peduli dengan
tinggi, dan lebih mengutamakan kepastian dan kenyamanan.
Investasi pertama yang dipilih Steinly adalah reksadana. Menurut dia, instrumen ini cukup menarik, lantaran hanya dengan modal terbatas, bisa membeli sebuah portofolio yang dikelola oleh profesional.
Jadi, bagi para investor pemula, Steinly menyarankan untuk memulai inevestasi dari instrumen yang mudah. Misalnya, deposito dan reksadana. Jika sudah terbiasa berinvestasi di produk tersebut, investor bisa menjajal aset lain yang lebih tinggi risiko, namun berpeluang memberikan imbal hasil yang lebih tinggi, misalnya saham dan produk lainnya.
Perbankan Memacu Kredit Konsumer
Segmen konsumer masih menjadi salah satu andalan perbankan untuk mengejar pertumbuhan kredit di tahun ini. Meski di kuartal I, laju pertumbuhan kredit konsumer masih lebih rendah dibandingkan segmen lain.
Bankir menargetkan kredit segmen ritel bisa tumbuh dua digit di tahun ini sejalan dengan pertumbuhan kredit secara keseluruhan. Masa pemulihan ekonomi, terutama momen Lebaran, dimanfaatkan bankir untuk memacu penyaluran kredit konsumer di kuartal II. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit konsumer hingga Maret tumbuh 9,2% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini lebih rendah daripada segmen lain. Kredit investasi sudah tumbuh 11,4% dan kredit modal kerja naik 9,52%.
PT Bank CIMB Niaga Tbk, salah satu yang optimistis kredit konsumer tumbuh dua digit tahun ini. Meski di kuartal pertama kredit konsumer baru tumbuh 9,4% secara tahunan, CIMB Niaga optimistis kredit konsumer akan tumbuh lebih tinggi di kuartal II.
Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi menyebutkan kredit konsumer kuartal kedua ditopang oleh penyaluran melalui kartu kredit dan personal loan karena adanya momen lebaran.
Senada, PT Bank Mandiri Tbk juga meyakini permintaan kredit konsumer akan terus meningkat hingga akhir tahun. Kuartal pertama 2023, kredit konsumer bank ini tumbuh 10,8% yoy, kredit pemilikan rumah (KPR) yang naik 8,78%.
Bank Besar di AS Ikut Kena Tulah Bank Kolaps
Dampak ikutan dari kolapsnya sejumlah bank di Amerika Serikat (AS) akhirnya dirasakan secara langsung oleh banyak bank lainnya di negara ini. Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), yang merupakan Lembaga Penjamin Simpanan di AS, mengatakan, bank-bank lain akan ikut mengisi kembali dana FDIC yang tergerus.
FDIC menuturkan, untuk menyelamatkan Silicon Valley Bank dan dua bank lainnya dari kebangkrutan, FDIC mengeluarkan dana dari dana jaminan simpanan hingga US$ 16 miliar. Nah, keranjang dana yang terkuras tersebut harus diisi kembali.
FDIC mengusulkan penerapan biaya penilaian khusus sebesar 0,125% untuk simpanan yang tidak dijamin di bank dengan aset lebih dari US$ 5 miliar. Dalam hitungan lembaga tersebut, bank dengan aset lebih dari US$ 50 miliar akan menanggung sekitar 95% dari kebutuhan dana.
Di sisi lain, bank dengan aset di bawah US$ 5 miliar tidak perlu membayar biaya apapun. Berdasarkan proyeksi FDIC, nanti akan ada 113 bank yang ikut menanggung biaya penjaminan.
Para pengamat mengkhawatirkan perkembangan ini akan menekan kinerja keuangan bank. Analis Credit Suisse Susan Roth Katzke menulis dalam risetnya, 14 bank terbesar di AS akan harus mengeluarkan sekitar US$ 5,8 miliar setahun. Ini akan mengikis laba per saham mereka rata-rata sekitar 3%.
PANTANG MUNDUR PENGHILIRAN MINERBA
Ambisi pemerintah untuk terus mendorong percepatan penghiliran di sektor energi bersih—mineral dan batu bara—di Tanah Air kian kuat, meskipun dihadapkan oleh sejumlah tantangan yang memang tidak mudah untuk dilalui. Terlebih, saat ini makin banyak negara yang berambisi sama dengan Indonesia, terutama Amerika Serikat (AS). Negara tersebut bahkan agresif menjaring investasi di sektor penghiliran dengan insentif menggiurkan seperti pemberian diskon pajak besar-besaran kepada para investor di sektor energi bersih. Apalagi setelah munculnya Undang-Undang Pengurangan Inflasi atau Inflation Reduction Act (IRA), AS kian menjadi magnet kuat bagi para investor lokal dan global untuk berinvestasi di Negeri Paman Sam itu. UU tentang IRA di antaranya menjanjikan kemudahan kredit pajak US$370 miliar dan insentif lainnya untuk rantai pasok kendaraan listrik (electric vehicle/EV) hingga energi terbarukan. Tak heran bila kemudian satu per satu investor yang sudah berkomitmen investasi di beberapa proyek penghiliran seperti gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Indonesia mulai bimbang. Mereka bahkan berancang-ancang untuk angkat kaki dari Indonesia, salah satunya adalah Air Products & Chemical Inc. (APCI).
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk pertama kalinya bertemu dengan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid A. Al-Falih di Riyadh, Arab Saudi. Pada hari pertama rangkaian kunjungan kerja tersebut, Kamis (11/5) waktu setempat, Bahlil menawarkan peluang investasi kedua negara, khususnya dalam hal energi baru dan terbarukan (EBT) serta pembangunan rumah sakit. “Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Indonesia sangat terbuka untuk investasi, khususnya dalam hilirisasi industri dan ekonomi hijau yang menggunakan energi dan industri hijau. Kami memulai dengan hilirisasi sumber daya mineral. Ini adalah peluang besar, dan saya ingin ada investasi bersama antara Arab Saudi dengan Indonesia,” kata Bahlil. Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan seluruh investasi untuk penghiliran harus mempunyai standardisasi yang clean energy, yang bisa diinvestasikan bagi investor AS. Dengan kata lain, setiap perusahaan investasi tambang harus mempunya ESG report. “Kalau tidak sesuai, kebijakan pemerintah di bursa tidak bersih lingkungan, bisa dicap tak peduli lingkungan,” tuturnya. Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef Andry Satrio Nugroho mengatakan Indonesia melalui BKPM sewajarnya tidak hanya bergantung pada satu destinasi untuk menjaring investor, sehingga diharapkan investor asing dapat terdiversifikasi.
Industri Otomotif Makin Menderu
Sebagai salah satu sektor andalan, kinerja industri otomotif nasional sepanjang empat bulan pertama tahun ini semakin bergairah didorong oleh konsumsi masyarakat diikuti dengan mobilitas yang kian tinggi pascapenurunan kasus positif Covid-19.n Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil sepanjang Januari-April 2023 mencapai 339.962 unit atau naik 6,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY) sebanyak 320.120 unit. Sementara itu, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebutkan secara akumulatif penjualan Januari – April 2023 telah mencapai 2,178 juta unit, atau tumbuh 27,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meski penjualan kurang memuaskan pada April karena libur Lebaran yang panjang, pencapaian secara total sepanjang empat bulan ini terbilang cukup menggembirakan. Sektor otomotif sebagai salah satu indikator pergerakan perekonomian, secara langsung menggambarkan tingkat konsumsi masyarakat yang terus membaik. Sebagaimana yang disampaikan oleh Asian Development Bank (ADB) pada awal April 2023, perekonomian Indonesia pada tahun ini kembali akan ditopang oleh konsumsi masyarakat di tengah kurang baiknya ekspor akibat perekonomian sejumlah negara tujuan yang belum kembali pulih. Tekanan global pada 2023 diperkirakan dapat memangkas ekspor, meskipun transaksi berjalan tetap bisa mendekati seimbang. Namun, karena pengeluaran rumah tangga merupakan bagian besar dari perekonomian Indonesia, kembali normalnya belanja konsumen dan penurunan inflasi akan menopang pertumbuhan. Kalau ini terjadi, pertumbuhan ekonomi diharapkan akan naik dan sektor usaha yang dekat dengan konsumsi diyakini ikut bergairah salah satunya kendaraan bermotor. Sektor otomotif sebagai bidang usaha padat modal mampu menyerap tenaga kerja langsung dalam jumlah besar. Sampai saat ini telah mencapai 38.000 orang.
PERTUMBUHAN ANORGANIK : Derap Akuisisi 3 Korporasi
Direktur Petrosea Aldi Rakhmatillah mengatakan perseroan pada 10 Mei telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham bersyarat (PPJB) dengan PT Insan Global Pawulang dan Kemilau Mulia Sakti di Jakarta. “Tujuan transaksi ini adalah untuk melakukan diversifikasi kegiatan usaha perseroan dengan pengembangan usaha di sektor pertambangan batu bara,” jelas Aldi. Sementara itu, PALM milik Garibaldi Thohir menambah kepemilikan sahamnya pada emiten penyedia jasa pergudangan PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) menjadi 21,93% dari sebelumnya 18,18%. Transaksi penambahan ini merupakan konsekuensi atas proses penawaran tender sukarela (tender offer) saham MMLP yang digelar entitas usaha PALM, yakni Provident Warehouse Pte Ltd. Sekretaris Perusahaan PALM Lim Na Lie mengatakan perusahaan melalui PT Suwarna Arta Mandiri membeli saham PALM senilai Rp127,99 miliar. Transaksi dilakukan pada 4 Mei.
PENDAPATAN BPJS KETENAGAKERJAAN : Kontribusi Iuran JHT Tetap Dominan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) Ketenagakerjaan atau lebih dikenal dengan BPJamsostek membukukan pendapatan iuran mencapai Rp88,31 triliun sepanjang 2022, tumbuh 10% dari tahun sebelumnya. Jika diperinci, iuran Jaminan Hari Tua (JHT) masih mendominasi pendapatan iuran dengan realisasi Rp55,72 triliun atau tumbuh 8% dari tahun sebelumnya. Iuran Jaminan Pensiun (JP) juga tumbuh 8% menjadi Rp20,71 triliun. Selanjutnya, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJamsostek meningkat 22% menjadi Rp6,37 triliun, diikuti oleh iuran Jaminan Kematian (JKM) yang naik 24% menjadi Rp3,04 triliun. Terakhir, iuran Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) menyumbang Rp2,44 triliun, melonjak 25%. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan program JKP baru dimulai tahun lalu dan hingga saat ini peserta yang menerima JKP adalah 9.794 peserta dengan nominal klaim mencapai Rp44 miliar pada 2022. “Iuran JKP itu ada dua sumber, yaitu komposisi dan pemerintah,” ujarnya, Jumat (12/5). Sementara itu, pembayaran klaim atau beban jaminan tumbuh 15% menjadi Rp49,03 triliun. BPJS Ketenagakerjaan menyatakan dana kelolaan tetap akan ditempatkan di instrumen investasi medium to low risk pada 2023, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kami enggak main medium high risk,” kata Deputi Bidang Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun. Anggoro menyampaikan tingkat pekerja BPU mengalami pertumbuhan tertinggi dalam sembilan tahun terakhir. “Karena BPU selama ini belum banyak kita dorong menjadi peserta dan enggak semua BPU pekerja informal tahu bahwa mereka juga berhak mendapatkan perlindungan. Selama ini mereka tahunya kalau BPJS Ketenagakerjaan itu hanya untuk pekerja kantoran,” tuturnya.









