SISI LAIN KTT ASEAN, Seberangi Lautan demi Meriahkan Pesta Rakyat
Sejumlah perempuan perajin di Kabupaten Lembata, NTT, tampak piawai menenun di bawah tenda yang berdiri di balik puluhan gerai di pameran Pesta Rakyat di Lapangan Waekesambi, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (7/5). Terhalang di sudut lapangan, letak tenda nyaris tidak terlihat pengunjung kala memasuki pameran. Diadakan untuk memanggungkan budaya dan karya kreatif masyarakat lokal, pameran itu turut memeriahkan KTT Ke-42 ASEAN. Proses pembuatan tenun ikat dimunculkan dalam pameran untuk mengangkat kekayaan budaya tenun di NTT. Diperkirakan, ada 700 motif tenun di NTT. ”Supaya tamu dari luar negeri bisa menyaksikan proses ini,” ujar Bernadus Keytimu, koordinator kelompok tenun dari Lembata. Untuk menghasilkan satu helai kain tenun ikat alami ukuran 1x2 meter membutuhkan waktu hampir dua tahun. Satu helai dibanderol paling murah Rp 30 juta.
Tingginya semangat memperkenalkan tenun mendorong Bernadus bersama sembilan perempuan penenun dating jauh-jauh dari Lembata ke Labuan Bajo. Lembata ada di seberang timur Pulau Flores, sedang Labuan Bajo di sisi barat Flores, berjarak 723 kilometer. Mereka berlayar selama 3,5 jam ke Pelabuhan Larantuka di Kabupaten Flores Timur, dilanjutkan dengan kendaraan ke Maumere, Kabupaten ikka, selama 4 jam. Lalu, menumpang kapal ke Labuan Bajo selama 15 jam. Ironis, tiba di Labuan Bajo, mereka tidak kebagian stan pameran. Mereka lantas menyewa tenda dengan tarif Rp 400.000 per hari. Di tenda itu pula, mereka tidur lantaran semua hotel dan penginapan di Labuan Bajo terisi tamu KTT Ke-42 ASEAN. Pameran itu pun hanya digelar satu hari. ”Kami datang jauh-jauh, tetapi pameran hanya dibuka satu hari. Kalau seperti ini, bagaimana orang bisa melihat produk kami,” kata Bernadus mengungkapkan kekecewaan.
Di stan pameran lain, Erlin Owa (33) bersama dua rekannya datang dari Kabupaten Nagekeo, NTT. Membawa hasil olahan berupa kacang goreng, keripik pisang, dan pisang cokelat, mereka datang menggunakan kapal dengan waktu tempuh 19 jam. Mereka juga tidak kebagian stan sehingga harus menyewa tenda. ”Kami tidak terlalu peduli berapa banyak uang yang kami dapatkan dari pameran ini, tetapi yang paling penting adalah produk kami diketahui orang,” ujarnya. Tapi, Bony Oldam Romas yang menjabat Ketua Kadin Kabupaten Manggarai kebagian stan. Sebanyak empat pengusaha kopi ikut. Selama momentum KTT ASEAN berlangsung, ia memperkirakan penghasilan setiap pengusaha kopi mencapai lebih dari Rp 20 juta. Ia berharap pameran seperti itu dapat digelar lebih dari satu hari agar ruang pengenalan lebih lama. Waktu pelaksanaan pameran yang hanya satu hari dinilai tidak cukup. Padahal, ribuan orang tengah berkunjung ke Labuan Bajo. (Yoga)
Beasiswa bagi Anak dari Keluarga Tak Mampu
Keberlanjutan pendidikan anak-anak usia sekolah dari keluarga tak mampu diprioritaskan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Pada 2023, lebih dari 6,7 juta peserta didik mendapat bantuan pembiayaan pendidikan dari pemerintah agar tidak putus sekolah. Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbudristek Abdul Kahar mengatakan hal itu, di Jakarta, Jumat (12/5/2023). Kemendikbudristek mendorong optimalisasi PIP dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah sebagai program prioritas pemerintah. (Yoga)
Jaga Konsumsi, Raih Investasi
Pertumbuhan ekonomi bukan hanya soal angka. Pertumbuhan yang idealnya menyejahterakan seluruh rakyat juga berkorelasi dengan pembangunan manusia. Konsumsi rumah tangga menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan sumbangan terhadap PDB di atas 50 %. Pada triwulan I-2023, berdasarkan data BPS, perekonomian Indonesia tumbuh 5,03 % secara tahunan. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,54 %, dengan sumbangan 52,88 % terhadap PDB Indonesia. Dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa, berdasarkan sensus penduduk 2020, pendapatan yang dibelanjakan masyarakat menopang pertumbuhan PDB. Namun, situasi berubah pada awal pandemi Covid-19, Maret 2020, ketika pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan yang berlanjut dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menekan konsumsi rumah tangga. Jutaan orang kehilangan pendapatan akibat PHK atau pengurangan jam kerja. Akibatnya, konsumsi rumah tangga pada triwulan II-2020 tumbuh minus 5,52 % secara tahunan, yang berlanjut hingga triwulan I-2021.
Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, tanpa menafikan peran konsumsi rumah tangga, ada baiknya komponen PDB lain ditingkatkan. Pembentukan modal tetap bruto atau investasi, misalnya, punya efek pengganda dalam perekonomian. Investasi menghasilkan barang atau jasa yang bisa dikonsumsi di dalam negeri atau diekspor sehingga menghasilkan devisa ekspor. Investasi memerlukan bahan baku, barang modal, dan bahan penolong, yang mudah-mudahan bisa dipenuhi dari dalam negeri. Investasi juga menyerap tenaga kerja. Selanjutnya, tenaga kerja akan menggunakan upah atau gajinya, antara lain, untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan. Ditengah kondisi ketenagakerjaan Indonesia, serapan tenaga kerja merupakan hal penting. Per Februari 2023, tingkat pengangguran terbuka 5,45 % atau ada 7,99 juta penganggur di Indonesia. Dari 138,63 juta orang bekerja, 83,34 juta orang atau 60,12 % di antaranya merupakan pekerja informal. Sebanyak 39,96 % penduduk bekerja di Indonesia berpendidikan SD ke bawah, naik dibandingkan Februari 2022 yang 39,1 % dengan upah rata-rata Rp 1,9 juta per bulan. Untuk itu, kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja mesti ditingkatkan. (Yoga)
Awas Ekonomi Sentra Komoditas Tergerus
Ekonomi sejumlah daerah penghasil komoditas ekspor tumbuh signifikan atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I-2023. Kenaikan harga komoditas ekspor dan hilirisasi menjadi penopangnya. Akan tetapi, ke depan, pertumbuhan ekonomi sejumlah daerah itu bisa tergerus seiring dengan normalisasi harga komoditas dan pelemahan permintaan global. Pada triwulan I-2023, ekonomi Indonesia tumbuh 5,03 % secara tahunan. Dua daerah yang perekonomiannya tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional adalah Kalimantan dan Sulawesi. Ekonomi Kalimantan tumbuh 5,79 % dan Sulawesi tumbuh 7 % secara tahunan.Vice President for Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani, Jumat (12/5) mengatakan, Kalimantan merupakan daerah penghasil batubara dan CPO. Sejak triwulan III-2022 hingga triwulan I-2023, ekonomi Kalimantan tumbuh di atas 5,7 %.
Begitu juga Sulawesi yang perekonomiannya banyak ditopang oleh nikel dan hilirisasi nikel. Sepanjang triwulan III-2022 hingga triwulan I-2023, ekonomi wilayah tersebut terjaga di kisaran 7-8,25 %. ”Dampak tetesan ke bawah (trickle down effect) juga telah dirasakan masyarakat kedua wilayah tersebut meski masih belum optimal,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta. Dendi menjelaskan, dampak tetesan ke bawah dari kenaikan harga CPO global secara langsung dinikmati petani sawit. Namun, untuk batubara dan nikel sebagian besar buah kenaikan harga komoditas tersebut masih dinikmati korporasi. Saat ini, lanjut Dendi, harga komoditas dunia mulai turun menuju titik keseimbangan baru. Hal itu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Pemerintah pusat dan daerah perlu mencermati kondisi ini. Beberapa upaya bisa dilakukan, seperti mengimbangi penurunan harga komoditas dengan meningkatkan volume dan mengoptimalkan hilirisasi. (Yoga)
Antara Harga Tiket dan Isi Dompet
Anisa senang bukan kepalang saat mengetahui band favoritnya, Coldplay, akan menghibur secara langsung penggemar pada Rabu, 15 November 2023, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. ”Harus beli. Harus nonton. Enggak mau tahu gimana caranya, harus nonton!” ujarnya bersemangat saat dihubungi, Jumat (12/5). Namun, untuk bisa mewujudkan melihat Chris Martin dan kawan-kawan secara langsung itu, Anisa harus terlebih dahulu membeli tiket konser. Harga tiket dijual mulai dari Rp 800.000 hingga Rp 11 juta. Nyali gadis 19 tahun yang masih duduk di bangku kuliah universitas swasta di Depok, Jabar, ini pun ciut.
Uang jajan bulanannya Rp 750.000 tak cukup untuk membeli tiket termurah. Saking tergiurnya ingin menonton Coldplay, Anisa nekat ingin meminjam uang secara daring. Ia pun mengunduh beberapa aplikasi pinjaman daring. Untuk membayar utang di pinjaman daring itu, dia berencana berjualan cemilan di kampus. Rencana nekat itu terendus kakaknya yang kemudian menceritakan keinginan Anisa itu kepada kedua orangtuanya. Beruntungnya, ayahnya saat masih kuliah dulu juga menyukai Coldplay. Akhirnya sang Ayah memutuskan akan menemani Anisa nonton bersama. ”Agak enggak seru, sih, sama orangtua. Tapi, enggak apa-apa daripada enggak jadi nonton sama sekali,” ujarnya terkekeh.
Rio (28), karyawan swasta perusahaan swalayan, pun menilai tiket yang dijual terbilang mahal. Apalagi Rio sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak. Kendati demikian, Rio yang sudah menyukai Coldplay sejak SMP berencana tetap membeli tiket konser untuk menonton bersama istrinya. Dia memperkirakan uang yang harus dikeluarkan untuk membeli tiket di posisi yang diinginkannya mencapai Rp 6,5 juta. Nilai itu bahkan lebih dari 70 % gajinya saat ini. Untuk bisa membeli tiket itu, dia mengatakan akan menggunakan dulu dana darurat miliknya. Setelahnya, Rio berjanji kepada dirinya sendiri untuk segera melunasi kembali dana daruratnya. ”Jadwal konser ini, kan, kita tidak pernah tahu. Jadi, belum siap-siap keuangannya juga. Saya anggaplah ini seperti halnya kejadian tak terduga, jadinya pakai dana darurat,” ujarnya.
Kesenjangan antara harga tiket dan isi dompet jadi fenomena umum, tidak hanya pada konser Coldplay. Ini terjadi juga di pementasan musik lain. Perencana keuangan Tita Gracia menjelaskan, sebelum memutuskan membeli tiket konser, ada baiknya memeriksa dahulu kondisi keuangan. Ia mengatakan, jika pengeluaran masih lebih be sar dari pemasukan, memiliki utang, serta belum memiliki dana darurat dan asuransi, sebaiknya ditunda dulu membeli tiket konser. ”Pada intinya jangan egois beli tiket konser, tetapi setelahnya menderita dan keuangan terganggu. Boleh saja mengalokasikan keuangan untuk beli tiket, tetapi jangan sampai menyusahkan diri dan keluarga,” ujar Tita. (Yoga)
Bisnis Jasa Pembuatan ”Deepfake” Marak
Lead Data Scientist di Kaspersky, Vladislav Tushkanov, menyatakan, penjahat dunia maya sering menggunakan deepfake untuk menipu. ”Deepfake tidak hanya menimbulkan risiko reputasi dan privasi seseorang, tetapi juga keuangan warganet. Di forum darknet, tawaran pembuatan deepfake marak. Biaya jasanya bervariasi, 300-20.000 dollar AS per menit,” katanya dalam siaran pers, Jumat (12/5/2023). Deepfake adalah salah satu tipe dari kecerdasan buatan yang digunakan untuk membuat foto, audio, dan video. (Yoga)
Kaltim Target Hilirisasi Industri Ekstraktif
Penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kaltim membuka peluang ekonomi bagi provinsi berjuluk ”Benua Etam” tersebut. Pemerintah Provinsi Kaltim pun menargetkan segera mendorong hilirisasi industri ekstraktif, seperti pertambangan dan penggalian, untuk penciptaan nilai tambah. Untuk itu, Kaltim perlu segera menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah untuk menggaet investor di sejumlah kawasan ekonomi dan industri. Sesuai amanat Perpres No 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk IKN, disebutkan secara khusus ada enam kluster dalam rencana pengembangan ekonomi di IKN dan sekitarnya. Sebanyak lima kluster berada diwilayah Kaltim, yakni Kawasan Industri Kariangau Balikpapan, Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara, Kota Samarinda, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di KutaiTimur, dan wilayah Kaltim lainnya.
Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Balikpapan, Jumat (12/5) mengatakan, ini peluang Kaltim untuk segera beralih ke hilirisasi industri. Selama ini struktur perekonomian Kaltim didominasi oleh pertambangan dan penggalian yang berkontribusi lebih dari 50 %. Saat harga batubara jatuh, pertumbuhan ekonomi Kaltim turut merosot lantaran nilai ekspor anjlok. IKN, kata Sri, membuat Kaltim beralih ke industri yang lebih ramah lingkungan dan lebih stabil secara ekonomi. ”Periode 2024-2026, Kaltim berkomitmen membangun transformasi ekonomi dengan melakukan investasi pada kegiatan dalam bentuk hilirisasi industri pengolahan. Selain itu, mendorong UMKM untuk mengolah hasil pertanian menjadi bahanbaku agar punyanilai lebih,” kata Sri. (Yoga)
Jateng Ekspor Produk Unggulan Rp 7,25 Miliar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (12/5/2023), melepas ekspor tujuh kontainer produk unggulan Jateng ke sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, dan China. Produk yang diekspor antara lain gula kelapa, minyak atsiri, mi, sapu, dan kerupuk senilai Rp 7,25 miliar. ”Saya berpesan satu saja, yakni agar tetap menjaga kualitas. Organik harus dijaga terus secara konsisten,” ujarnya. (Yoga)
Pertanian Tulang Punggung Ekonomi Jatim
Perekonomian Jawa Timur pada triwulan I-2023 tumbuh 4,95 persen dibanding pada triwulan I-2022. Selain industri pengolahan dan perdagangan besar ataupun eceran, pertanian masih menjadi tulang punggung kinerja ekonomi regional di Jatim. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jumat (12/5/2023), mengatakan, hal itu tak lepas dari kerja keras semua pihak. Ia berharap hal itu berimbas pada peningkatan kesejahteraan warga. (Yoga)
Wangi Teh Malipo yang Mengatasi Kemiskinan
Di kota Malipo, Distrik Wenshan, Yunnan, China, daun teh tidak hanya diracik menjadi minuman pelepas dahaga, tetapi juga disantap untuk mengusir lapar. ”Sudah lapar, ya? Semoga kalian suka teh,” kata Zheng Yulin, Minggu (23/4). Sembari menikmati teh hijau Malipo yang disajikan di gelas keramik kecil dan menanti makan siang, kami pun asyik berbagi cerita tentang keunikan teh dari negara masing-masing. Yulin mengambil sumpit dan memungut salah satu sajian yang sekilas tampak seperti tumis daging bebek dengan sayur kangkung. Guru bahasa Inggris di SMA di Malipo itu meniup-niupnya sejenak sebelum mengunyah dengan lahap. ”Ini bukan sayur, ini pucuk daun teh,” ujar Yulin. ”Semua makanan di atas meja ini terbuat dari daun teh,” lanjutnya. Benar saja, semua dedaunan hijau yang awalnya kami kira sayuran ternyata daun teh, segar dan kering, dimasak jadi beragam menu kuliner khas China. Selain tumis daging bebek dengan pucuk daun teh, ada juga longjing tea meat soup alias sup daging sapi dengan daun teh. Rasanya segar sekaligus hangat di satu suapan. Menu sup ini paling berkesan hingga kami menambah bermangkuk-mangkuk. ”Seperti lagi minum teh, tetapi ada daging sapinya,” komentar salah satu jurnalis.
Staf Kementerian Luar Negeri China di Yunnan, Shen Shenglin, mengatakan, warga Malipo terbiasa mengonsumsi daun teh sebagai makanan atau kudapan. Namun, ini pertama kalinya daun teh dicampur ke dalam semua menu khas China dan disajikan pada satu kesempatan yang sama. Inisiatif itu diambil pemerintah kota Malipo dalam rangka mempromosikan teh Malipo lebih luas lagi kepada dunia. Pohon teh kuno Yunnan memang terkenal sebagai provinsi pembuat teh. Teh paling tersohor adalah teh Pu’er dari kota Ning’er yang dulu bernama Pu’er. Teh Pu'er punya metode pembuatan unik. Daun teh difermentasi lalu dipadatkan. Produk akhinya berbentuk seperti kue atau cakram bulat, bukan tumpukan daun teh kering. The Malipo masih kalah tenar dari teh Pu’er. Festival Teh Laoshan berskala internasional pun digelar pertama kalinya tahun ini di Malipo agar Malipo bisa mengejar popularitas Pu’er. ”Ini penting karena perkebunan teh adalah sektor penggerak ekonomi di Malipo yang berkontribusi mengangkat warga dari kemiskinan,” katanya. Festival teh itu digelar di pusat kota Malipo, di lembah yang dikelilingi pegunungan.
Pan Shuqian (40), petani dan pengusaha teh bermerek Laoshan in One Hundred, memetik daun tehnya dari pohon berusia 200 tahun. Ia tidak memiliki lahan perkebunan khusus sebagai basis produksi. ”Pohon teh kuno kami tersebar di barisan pegunungan di sini, melintasi sejumlah desa. Ada yang letaknya jauh di dalam hutan di gunung, jauh dari permukiman warga,” katanya. Teh hijau yang ia produksi memiliki sentuhan unik rasa nutty. Namun, cara membuatnya harus sesuai aturan seni menyeduh teh ala China atau gong fu cha agar rasa unik itu keluar. Shuqian pertama-tama membilas poci dan cangkir dengan air panas, sejumput daun teh dimasukkan ke poci, dan menyiramnya dengan air panas, air itu langsung dibuang. ”Ini hanya untuk ’membangunkan’ daun tehnya supaya lebih bersih dan harum,” tuturnya. Setelah itu ia mengisi poci dengan air panas untuk menyeduh hasil rebusan teh yang siap diminum. Suhu air harus tepat, sekitar 70 derajat celsius, agar kualitas rasa dan aroma teh terjaga. Shuqian bercerita, dalam rangka program penanggulangan kemiskinan Malipo, produksi teh jadi salah satu sector utama yang dikembangkan. Pemerintah memberi berbagai asistensi dan promosi untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah teh petani lokal. (Yoga)









