;

PEMBELIAN BBM BERSUBSIDI : Pertamina Hanya Layani Kendaraan Terdaftar

Hairul Rizal 17 May 2023 Bisnis Indonesia

PT Pertamina Patra Niaga mempercepat implementasi transaksi bahan bakar minyak bersubsidi tepat dengan skema full registran atau terdaftar pada pekan ini.Setelah pelaksanaan uji coba full cycle subsidi tepat, Pertamina Patra Niaga tengah mendorong transaksi lewat skema full registran di beberapa daerah, seperti Banten dan Jawa Barat kecuali Bogor dan Depok. Adapun, pelaksanaan transaksi jual beli BBM subsidi lewat skema full registran bakal dilakukan di DKI Jakarta pada 25 Mei 2023. Akan tetapi, khusus di Kepulauan Seribu diterapkan pada 8 Juni 2023. “Ini upaya Pertamina untuk menyalurkan BBM Solar subsidi dengan tepat sasaran dan tepat volumenya. Para pengguna BBM subsidi harus terdaftar untuk bertransaksi BBM subsidi,” kata Pjs. Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Joevan Yudha Achmad , Selasa (16/5). Full registran sendiri merupakan skema di mana kendaraan konsumen yang sudah terdaftar dapat melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) Solar meskipun tidak membawa QR code, sedangkan yang belum terdaftar tidak dapat dilayani. Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan, izin pembatasan pembelian Pertalite yang dilakukan sejumlah badan usaha penyalur diberikan untuk menjaga ketersediaan pasokan Pertalite di daerah hingga akhir tahun ini.

PENJUALAN HUNIAN : ASING MULAI SERBU PROPERTI DOMESTIK

Hairul Rizal 17 May 2023 Bisnis Indonesia

Pelonggaran aturan kepemilikan hunian bagi warga negara asing dan diaspora di Tanah Air dalam Undang-Undang Cipta Kerja berhasil meningkatkan nilai tambah pasar properti dalam negeri untuk bersaing dengan negara tetangga, seperti Singapura. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional atau ATR/BPN mencatat, kepemilikan properti oleh warga negara asing (WNA) pada periode 2017—2023 mencapai 131 unit. Dari data tersebut, terlihat kepemilikan sebelum UU Cipta Kerja, yakni 2017—2019 hanya sebanyak 52 unit. Setelah UU Cipta Kerja disahkan, yakni pada periode 2020—2023, kepemilikan properti oleh WNA bertambah cukup signifikan sebanyak 79 unit. Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana mengatakan bahwa UU Cipta Kerja memudahkan WNA memiliki properti di Tanah Air, karena tidak lagi mensyaratkan kartu izin tinggal terbatas atau kartu izin tinggal tetap. Saat ini, WNA cukup melampirkan visa, paspor, dan izin tinggal untuk bisa membeli properti di dalam negeri. Pelonggaran tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara second home visa bagi WNA dan keluarganya yang ingin tinggal di Tanah Air.

Adapun, ketentuan terkait dengan batasan harga rumah tapak mulanya Rp10 miliar untuk DKI Jakarta, saat ini turun menjadi Rp5 miliar. Sementara itu, batasan harga rumah tapak di Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali tidak mengalami perubahan, yakni dengan batasan Rp5 miliar. Perubahan lainnya adalah adanya kebijakan khusus yang memudahkan WNA memiliki properti bagi diaspora. Kemudahan yang ditawarkan pemerintah berupa batasan harga propertinya sebesar 75% dari batasan harga minimal rumah tunggal/rusun untuk WNA,” ujarnya. Sejumlah pengembang sendiri optimistis kemudahan yang ditawarkan pemerintah untuk memiliki properti bakal meningkatkan minat WNA dan diaspora untuk memiliki hunian di dalam negeri, meski masih ada persoalan dalam persyaratan kartu izin tinggal sementara/kartu izin tinggal tetap. Direktur PT Jababeka Tbk. (KIJA) Suteja Sidarta Darmono mengatakan hunian untuk WNA dan diaspora menjadi peluang yang bisa ditangkap oleh pelaku properti nasional, khususnya melalui produk untuk ekspatriat yang bekerja di Indonesia.

Subsidi Chip oleh Negara Maju Hambat Industrialisasi di Asean

Yuniati Turjandini 17 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID — Indonesia dan negara anggota Asean lainnya perlu mempertimbangkan serius dampak subsidi besar-besaran yang diberikan pemerintah Jepang, AS, dan Uni Eropa, khususnya Jerman terhadap industri chip di dalam negerinya. Subsidi yang diberikan negara maju terhadap industri chip akan menghasilkan produk yang lebih kompetitif. Kondisi ini akan menghambat kemajuan industri chip yang akan dikembangkan di lingkup Asean, termasuk Indonesia. Demikian dikemukakan Ketua Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) Mohammad Arsjad  Rasjid Prabu Mangkuningrat menjawab pertanyaan Investor Daily, Senin (15/05/2023), tentang niat Asean untuk  mengembangkan chip. Asean menginginkan agar industri  dalam negeri diutamakan  meski pada sisi lain impor  produk chip dari AS, Jepang dan Eropa sebagai mitra dagang tetap diperlukan. "Indonesia harus memastikan bahwa subsidi dari mitra utama  Asean tersebut tidak  merugikan industri dalam negeri. Ini perlu dilakukan, karena indonesia dan Asean  juga sedang melakukan  hilirisasi dan industrialisasi," kata Arsjad. (Yetede)

RKP 2024 Jadi Fondasi untuk Capai Visi Indonesia Emas 2045

Yuniati Turjandini 17 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyatakan, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2024 akan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045 atau untuk menjadi negara maju. Sedangkan perencanaan jangka menengah dan jangka panjang menjadi kunci kesinambungan pembangunan, sekaligus menjadi bekal bagi pemerintahan selanjutnya. “Saya menggarisbawahi pentingnya menjaga keberlanjutan agenda pembangunan nasional, terutama Ibu Kota Nusantara, agar pemerataan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan sampai ke pelosok-pelosok negeri,”ucap Wapres Ma’ruf dalam Musren bangnas RKP 2024 dan Peluncuran Proyeksi Penduduk 2020-2050 di Jakarta, Selasa (16/05/2023). Untuk itu, kata Wapres, langkah pemerintah dalam merumuskan target, tujuan, dan strategi pembangunan harus dijalankan secara berkesinambungan. Apalagi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 akan segera berakhir. Wapres berharap, RKP Tahun 2024 dapat menjadi alat pemerintah dalam melakukan transformasi ekonomi dengan tetap memperhatikan inklusivitas pada tiap tingkat masyarakat, sekaligus menciptakan pembangunan berkelanjutan. Percepatan transformasi ekonomi didorong melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan, revitalisasi industri dan penguatan riset terapan, serta penguatan daya saing usaha. (Yetede)

Impor Besi Baja Turun 31% Jadi Rp 55,23 Triliun

Yuniati Turjandini 17 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Nilai impor produk besi baja mengalami penurunan 31,32% pada Januari-April 2023 menjadi US$ 3,73 miliar atau setara Rp 55,23 triliun dibanding periode sama tahun lalu US$ 4,86 miliar. Penurunan impor produk dengan nomor Harmonize System (HS) 72 tersebut disebabkan oleh berkurangnya permintaan dari sektor konstruksi di dalam negeri dan turunnya harga di pasar global. “Penurunan ini lebih karena faktor permintaan. Kalau dilihat, di sektor konstruksi pertumbuhannya rendah, yang menyebabkan permintaan besi baja menurun. Padahal, harga sekarang sedang turun, tapi karena permintaan turun, impornya juga ikut turun,” kata Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad kepada Investor Daily, Selasa Malam (16/05/2023). Tauhid menambahkan, penurunan permintaan di sektor konstruksi tersebut dilihat dari pengeluaran PDB untuk bangunan yang hanya sekitar 3%, jauh dari kondisi normal yang 5%. “Biasanya kalau investasi untuk bangunan di atas 5%, itu permintaan besi baja akan tinggi,” ujar dia. Tauhid melihat, penurunan impor besi baja hingga April lebih karena berkurangnya permintaan komoditas tersebut. (Yetede)

Beli Solar Subsidi Wajib Daftar MyPertamina

Yuniati Turjandini 17 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Pembelian bahan bakar minyak (BBM) Solar subsidi di Jakarta, Depok, dan Bogor hanya bisa dilakukan oleh kendaraan yang terdaftar di platform MyPertamina mulai 25 Mei mendatang. Sedangkan untuk Provinsi Jawa Barat (kecuali Depok dan Bogor) dan Banten, ketentuan itu sudah berlaku sejak 11 Mei silam. Hingga kini, sekitar 6,5 juta kendaraan sudah terdaftar di platform MyPertamina. Pembelian BBM subsidi dengan MyPertamina merupakan upaya penyaluran subsidi tepat sasaran. Adapun realisasi konsumsi Solar subsidi hingga April 2023 mencapai 32% dari kuota yang ditetapkan sebesar 17 juta kilo liter (KL). Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saleh Abdurrahman mengatakan, platform MyPertamina menjadi instrumen dalam. menjaga kuota Solar subsidi cukup hingga akhir tahun. “Realisasi Solar subsidi sampai April sudah 32%. (Over kuota) kemungkinannya ada. Kita terus monitor termasuk penggunaan subsidi tepat MyPertamina agar diupayakan cukup,” kata Saleh kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (16/05/2023). Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyatakan, pembelian BBM Solar subsidi mulai 11 Mei 2023 hanya bisa dilakukan oleh kendaraan yang terdaftar di MyPertamina. Adapun wilayah penerapannya meliputi Provinsi Banten dan Jawa Barat kecuali Kota Bogor, Kabupaten Bogor, serta Kota Depok lantaran waktu penerapannya bersamaan dengan Provinsi DKI Jakarta. (Yetede)

Tren Pasar Bergeser ke Rumah Segmen Menengah

Yuniati Turjandini 17 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Indonesia Property Watch (IPW) menyatakan bahwa terjadi pergeseran pasar perumahan ke segmen menengah di rentang harga Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar sepanjang triwulan I-2023. “Saya melihat saat ini pasar bergeser kesegmen menengah Rp 500 juta hingga Rp 2miliar. Tapi, banyak pengembang yang masih membuat produk segmen atas. Pasarnya bukan tidak ada, hanya saja terbatas karena pembeli di segmen ini relatif hampir sama,” ujar Ali Tranghanda, direktur eksekutif IPW kepada Investor Daily, Selasa (16/5/2023). Temuan IPW di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) serta Tangerang dan Serang (Banten) pada triwulan I-2023 memperlihatkan bahwa 38,84% rumah yang terjual ada di rentang harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Lalu, terbesar kedua adalah di bawah Rp 300 juta (26,10%), rentang harga Rp 300-500 juta (20,36%), dan Rp 1-2 miliar (13,93%). Kondisi pasar saat ini menggambarkan pasar terus bergeser ke segmen lebih rendah sejak tiga triwulan terakhir. Riset IPW menyebutkan, pada triwulan I-2023, secara umum ke cenderungan pasar di Jabodebek Banten terus bergeser ke segmen Rp 300 juta sampai Rp 1 miliar. “Di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi segmen > Rp 1 miliar cenderung mengalami penurunan, kecuali yang terjadi di wilayah Banten yang mengalami kenaikan, meskipun secara rata-rata masih memperlihatkan penurunan tipis,” beber riset tersebut. (Yetede)

Telkomsel Fokus Ratakan Keterjangkauan Layanan 4G

Yuniati Turjandini 17 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Telkomsel, perusahaan seluler dan digital anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk, akan fokus pada upaya pemerataan keterjangkauan menara pemancar sinyal (base transceiver station/BTS) 4G untuk meningkatkan layanan data/internet yang lebih baik ke seluruh wilayah Indonesia pada 2023. Hal tersebut dilakukan karena perseroan melihat tren ke depan pelanggan semakin mengadopsi layanan berbasis data dan digital untuk memenuhi kebutuhan dan mendukung aktivitas keseharian. Sementara itu, hingga akhir kuartal I-2023, perseroan telah memiliki 168.000 BTS 4G dari total 258.932 unit BTS yang melayani sekitar 151,1 juta pelanggan. Pada periode yang sama, perusahaan pun telah berhasil menambah 11.002 unit BTS 4G dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 247.930 unit BTS 4G. Selain terus menambah BTS 4G yang baru, Telkomsel pun menargetkan penuntasan 100% peningkatan kapasitas (upgrade) semua jaringan BTS 3G menjadi 4G/LTE di 31 kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia pada akhir Mei 2023. Ketika memulai program tersebut, Telkomsel masih punya lebih 49 ribu BTS 3G untuk di-upgrade. “Melanjutkan komitmen dalam mendorong pemerataan akses telekomunikasi broadband terdepan di seluruh negeri, di 2023 ini, Telkomsel akan menuntaskan proses peningkatan/pengalihan (upgrade) layanan jaringan 3G ke 4G/LTE di 504 kota/ kabupaten yang sudah dimulai sejak tahun 2022,” ujar VP Corporate Communications Telkomsel Saki H Bramono kepada Investor Daily, dikutip Selasa (16/5/2023). (Yetede)

Bahaya Eksploitasi Data Bocor BSI

Yuniati Turjandini 17 May 2023 Tempo (H)

JAKARTA — Grup peretas asal Rusia, LockBit, akhirnya mengunggah seluruh data yang diklaim sebagai data pribadi nasabah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) di situs gelap atau dark web. Data itu diunggah kemarin, 16 Mei 2023, sekitar pukul 07.00 WIB, berisikan 24 link item unggahan, yang diduga diretas dari akun internal milik pegawai bank pada Senin, 8 Mei 2023, yang kemudian menjadi pangkal lumpuhnya sistem dan layanan BSI pada pekan lalu. Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, memastikan kebocoran data terjadi setelah LockBit menguasai data yang diklaim berisi informasi pribadi milik lebih dari 15 juta nasabah, dokumen finansial, dokumen legal, perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA), hingga password untuk mengakses Internet dan layanan yang digunakan. Adapun data nasabah yang bocor itu antara lain nama, nomor ponsel, alamat, profesi, saldo rekening rata-rata, riwayat transaksi, tanggal pembukaan rekening, informasi pekerjaan, dan sejumlah data lainnya.Tak lama setelah diunggah, situs LockBit di dark web pun banjir kunjungan. Akibatnya, situs itu sempat mengalami kendala dan sulit diakses. “Bandwith-nya menjadi lambat, banyak yang sedang mengunduh data dari situs LockBit ini,” ujar Alfons kepada Tempo, kemarin. (Yetede)

Minim Kontribusi Kawasan Ekonomi Khusus

Yuniati Turjandini 17 May 2023 Tempo

JAKARTA – Rentetan pengembangan proyek kawasan ekonomi khusus (KEK) belum berdampak signifikan terhadap peningkatan perekonomian di Indonesia. Riset Danareksa Research Institute (DRI), yang dirilis pada bulan lalu, menunjukkan kontribusi ekonomi KEK terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional masih kalah oleh negara tetangga.

Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan dan Pengelolaan Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK, Bambang Wijanarko, mengakui soal rumitnya menarik calon investor dan penyewa atau tenant baru, meski sudah ada segudang stimulus yang dikucurkan pemerintah. “Program KEK kita belum mature (matang) seperti negara lain. Masih ada tantangan yang dihadapi,” tuturnya kepada Tempo, kemarin.

Dalam kajian DRI, proyek KEK disebutkan kerap menjadi salah satu umpan penarik minat investor asing masuk ke negara berkembang. Skema kawasan ekonomi yang diberi perlakuan khusus ini pun tercatat mendongkrak 30-40 persen arus investasi ke Asia Tenggara dalam periode yang tidak disebutkan. Pemerintah negara berkembang yang mengembangkan KEK di wilayahnya pun bertambah dari waktu ke waktu. Pada 1975, hanya ada 79 KEK yang tersebar di 29 negara. Jumlahnya menjadi 5.400 lokasi di 147 negara pada 2018. (Yetede)

Pilihan Editor