;

Sumber Daya Manusia Indonesia Dinilai Belum Siap

Teknologi Yoga 15 May 2023 Kompas
Sumber Daya Manusia Indonesia Dinilai Belum Siap

Sumber daya manusia yang tersedia di Indonesia dinilai belum siap memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Faktor kemampuan, kapasitas, dan tingkat pendidikan menjadi penyebab. Ketua Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit mengatakan, perkembangan teknologi AI yang kianpesat tidak dapat dihindari. Secanggih-canggihnya AI jika tidak bisa dimanfaatkan oleh pekerja, tetap tidak berguna. ”Kapasitas SDM Indonesia yang jadi tantangan utama. Untuk mengimbangi perkembangan teknologi AI yang pesat, industri butuh SDM yang kuat,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (14/5).Mengutip data BPS per Februari 2023, terdapat 146,62 juta orang yang termasuk dalam angkatan kerja. Sebanyak 138,63 juta di antaranya bekerja, sedangkan 7,99 juta lainnya pengangguran.

Dari sisi pendidikan, 39,76 % pekerja di Indonesia berpendidikan SD ke bawah, 19,18 % pekerja berpendidikan SMA, dan 18,24 % pekerja berpendidikan SMP. Adapun pekerja berpendidikan SMK 11,31 %, pekerja berpendidikan diploma IV/S-1/S-2/S-3 sebesar 9,31 %, dan pekerja berpendidikan diploma I/II/III sebesar 2,2 %. Menurut Anton, pekerja di Indonesia masih didominasi lulusan SD dan SMP sehingga cukup sulit memanfaatkan AI dalam pekerjaannya. Sementara itu, lulusan SMK dan pendidikan vokasi masih rendah kontribusinya dalam dunia kerja. ”Ini artinya, Indonesia perlu merumuskan kembali strategi dunia pendidikannya. Jangan sampai perkembangan teknologi tak mampu diimbangi dengan kapasitas SDM yang ada,” kata Anton. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :