Isu Debt Ceiling Amerika Ikut Menekan Rupiah
Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) sedang merampungkan pembahasan mengenai plafon utang AS (
debt ceiling
). Langkah ini merupakan response kekhawatiran global akan potensi gagal bayar utang Negeri Paman Sam, yang berpotensi memunculkan perubahan peringkat utang negara itu.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, tensi tinggi di AS akan memberikan dampak terhadap Indonesia. Terlebih, kesepakatan belum dicapai. Alhasil, ada kemungkinan ambang batas utang yang tinggi atau ambang batas utang ditetapkan rendah.
"Ini menimbulkan ketidakpastian pasar keuangan global, akibat isu negosiasi ini dolar AS kemudian menguat dan memengaruhi nilai tukar, termasuk Indonesia," terang dia dalam konferensi pers, belum lama ini.
Namun dia memastikan, bank sentral akan tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hal tersebut akan dilakukan lewat triple intervention, yaitu intervensi di pasar spot, pasar domestic non deliverable forward (DNDF) dan pasar surat berharga negara (SBN) sekunder.
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, dalam masa pembicaraan, akan ada ketidakpastian di pasar keuangan global sehingga banyak investor yang akan mengambil langkah untuk menghindari risiko ( risk off ).
Perkiraan Faisal, nilai tukar rupiah melemah ke kisaran Rp 15.000 per dolar AS dalam jangka pendek. Namun, ada kemungkinan rupiah menguat kembali ke kisaran Rp 14.800 hingga Rp 14.900 per dolar AS pada Juni 2023.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat pembicaraan mengenai batas utang AS tak memberikan dampak signifikan terhadap Indonesia, terutama di pasar obligasi.
Menanti Akhir Kisah Divestasi Saham INCO
Rencana PT Vale Indonesia (INCO) melepas 11% saham kepada Pemerintah Indonesia lewat skema divestasi terus bergulir.
Langkah divestasi 11% saham dari milik Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd ini, merupakan bagian dari kewajiban emiten pertambangan nikel ini untuk memenuhi syarat pengalihan status kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus atau IUPK.
Vale beroperasi di Indonesia sejak tahun 1968 lewat KK pertama. Tahun 2014, KK INCO diperpanjang hingga 28 Desember 2025. Artinya, dua tahun ke depan, KK INCO di Indonesia akan berakhir.
Agar bisa terus beroperasi di Indonesia, INCO harus dapat IUPK. Syaratnya, INCO harus divestasi saham 51% kepada pemerintah Indonesia, pemerintah daerah, BUMN, badan usaha milik daerah atau investor swasta. Syarat ini sesuai titah Undang-Undang (UU) No 3/2020 Pasal 112 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Saat ini mayoritas saham INCO milik Vale Canada Limited 44,3%, Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM) 15%. Lalu, 20,18% milik Inalum (Mind ID). Sisanya 20,7% dikuasai publik di pasar modal.
Head of Communications Vale Indonesia, Bayu Aji Suparam mengungkapkan, INCO telah memenuhi kewajiban divestasi sebesar 40%, ke Pemerintah Indonesia dan publik. Vale masih perlu melakukan divestasi tambahan sesuai UU sebanyak 11%.
Dengan begitu, divestasi INCO tanpa memperhitungkan saham publik, baru mencapai 20,1%, Artinya INCO masih harus melepas sekitar 31% untuk divestasi 51%.
DAG-DIG-DUG DIGITALISASI
Kasus peretasan yang sempat terjadi seakan ‘menampar’ wajah industri keuangan di Tanah Air yang belakangan gencar melakukan transformasi digital. Sejumlah kalangan pun menyerukan agar peningkatan keamanan data serta sistem pemulihan kala terjadi bencana segera diperkuat. Demikian pula dengan urgensi implementasi regulasi keamanan negara dan penyelenggaraan teknologi informasi oleh pelaku jasa keuangan. Hal itu harus dilakukan guna melindungi nasabah sekaligus menjaga kredibilitas sektor jasa keuangan. Apalagi, Indonesia juga merupakan salah satu negara yang getol membawa isu keuangan digital di berbagai forum internasional.
Berbahaya, Jika Selisih FFR dan BI7DRR Tinggal 25 Bps
JAKARTA, ID — Untuk mencapai target laju inflasi 2%, Bank Sentral AS kemungkinan besar akan menaikkan lagi fed funds rate (FFR) 25 basis poin pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), Juni 2023. Jika BI 7-day reverse repo rate (BI7DRR) tetap di level 5,75%, maka selisih kedua suku bunga acuan hanya 25 basis poin, jauh dari tingkat selisih yang dinilai aman, 100 basis poin. Tidak ada pilihan lain bagi Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan lagi suku bunga acuan hingga 6,50% guna mencapai tingkat selisih yang aman. Kendati demikian, inflasi Indonesia tahun 2023 yang diperkirakan bisa dikendalikan di bawah 4,5% masih memberikan real interest rate yang lumayan. Selain itu, yield surat berharga negara (SBN) dan return saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih lebih menarik dibanding yield T-Bonds dan return saham di Wall Street. Kalau pun BI7DRR tidak dinaikkan, capital inflow masih akan terjadi dan dengan demikian, rupiah akan relatif stabil. Kendati demikian, berbagai hal tak terduga bisa saja terjadi. BI jangan sampai terlambat mengambil keputusan, sehingga terkesan behind the curve. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, The Federal Reserve (Fed) masih melakukan pengendalian inflasinya yang tinggi 4,9% pada April 2023 secara year on year (yoy), sehingga masih akan menaikkan bunga acuannya yang saat ini 5,00-5,25%. Idealnya, selisih suku bunga acuan BI dan The Fed minimal 100 bps, sementara saat ini hanya 50 bps. “Saat The Fed menaikkan bunga acuannya Juni, hal ini akan berimbas ke bank sentral negara berkembang ikut menaikkan suku bunga acuannya. (Yetede)
Prospek Ekonomi Asia & RI
Laporan World Economic Outlook IMF yang terbit menjelang pertengahan 2023 menggambarkan lanskap ekonomi global yang penuh tantangan. Pengetatan moneter yang sedang berlangsung di negara-negara maju dan berkembang, efek dari perang Rusia di Ukraina yang terus berlanjut dan masalah sektor keuangan di AS dan Eropa, menimbulkan tantangan besar bagi perkembangan ekonomi dunia. Bagaimana dengan Asia? Meskipun tantangan global turut memengaruhi kawasan, kami memperkirakan kawasan Asia-Pasifik akan menjadi titik terang dalam ekonomi global, yang menyumbang sekitar 70% pertumbuhan global tahun ini. Laporan Regional Economic Outlook IMF untuk Kawasan Asia-Pasifik periode April 2023 menunjukkan bahwa permintaan domestik sejauh ini tetap kuat, terlepas dari melemahnya permintaan eksternal dan pengetatan moneter.
Di Indonesia, pemulihan juga diperkirakan akan tetap kuat, mencapai 5% pada 2023, meskipun sedikit melambat dari tahun 2022 yang tercatat 5,3%. Meskipun prospek kawasan Asia-Pasifik kuat, risiko cenderung bias ke bawah. Dalam jangka pendek, tekanan harga dari global dan regional tetap menjadi risiko utama. Pengetatan moneter oleh bank sentral di kawasan yang diiringi dengan penurunan harga komoditas dan biaya pengangkutan telah berkontribusi meredam dinamika inflasi. Namun, inflasi inti masih tinggi dan inflasi umum masih di atas target bank sentral di banyak negara.
Tekanan inflasi membutuhkan kewaspadaan yang berkelanjutan. Di negara-negara yang masih mengalami inflasi yang tinggi, kebijakan moneter perlu tetap ketat hingga inflasi turun kembali sesuai target. Di Indonesia, tekanan inflasi dari sisi fundamental relatif terbatas. Data terkini menunjukkan bahwa inflasi diperkirakan akan turun ke kisaran target Bank Indonesia pada paruh kedua tahun ini, sementara inflasi inti diperkirakan berada sedikit di bawah titik tengah sasaran inflasi.
Masalah sektor keuangan di Eropa dan AS menjadi berita utama dalam beberapa bulan terakhir. Sejauh ini, dampaknya ke kawasan Asia relatif terbatas, meski terdapat kerentanan di sektor rumah tangga dan korporasi yang dapat terdampak pengetatan keuangan global dan gejolak pasar. Di Indonesia, sektor keuangan berhasil bangkit dari pandemi dengan kondisi yang kuat, tetapi pengawasan yang ketat tetap diperlukan.
PERETASAN DI SEKTOR KEUANGAN : TAMPARAN DI ERA SERBA DIGITAL
Seorang eksekutif perusahaan penyedia sistem teknologi keuangan, membagikan potongan artikel koran terbitan The Straits Time Singapura. Judul artikel itu, Woman scans QR code for free milk tea, and loses $20.000 while asleep. Kisah dalam potongan artikel itu, seorang perempuan berusia 60 tahun tertarik dengan tawaran mendapatkan gratis minuman dengan cara mengisi survei online melalui ponsel android miliknya. Dirinya lantas mengikuti petunjuk pengisian survei dengan mengunduh (download) satu aplikasi. Dia juga memindai (scan) kode quick response (QR) yang muncul lewat aplikasi tersebut. Pada saat malam hari, dia menyadari ponselnya menyala dengan sendirinya. Rupanya, dari aplikasi yang diunduh sebelumnya, telah digunakan oleh peretas untuk mengambil alih perangkatnya dari jarak jauh. Peretas berhasil menembus sistem dan memindahkan dana di rekening bank miliknya senilai 20.000 dolar Singapura. “Kejadian kayak gini di Indonesia sudah banyak, cuma tidak terekpose,” kata eksekutif tersebut melalui pesan Whatsapp. Dia menyadari transaksi keuangan berbasis digital di Indonesia sedang berkembang pesat. Penggunaan mobile banking, internet banking, kartu elektronik, hingga QR Code, sudah menjadi keseharian masyarakat. Saat euforia layanan keuangan digital tengah tinggi, justru muncul sejumlah kasus peretasan di industri keuangan seperti perbankan dan jasa keuangan. Situasi yang ‘menampar’ digitalisasi di industri jasa keuangan Tanah Air.
Dalam perspektif Ardi Sutedja, Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), serangan siber ke infrastruktur perbankan maupun layanan jasa keuangan lain, sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Menurutnya, karakter peretas tidak pernah melakukan penyerangan secara seketika, melainkan melakukan secara bertahap dan berjenjang. “Kami sebut peretas itu kelompok manusia yang paling sabar sedunia karena melakukan aksi secara bertahap dan berjenjang, tanpa terikat waktu. Hal terpenting dia masuk, cari celah yang lemah, sampai dia yakin dengan apa yang mereka dapat, dan tidak akan berhenti,” katanya kepada Bisnis. Merujuk temuan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), layanan administrasi pemerintahan menjadi ‘sarang’ peretasan paling tinggi pada 2022. Jumlahnya mencapai 890 notifikasi yang yang diterima lembaga itu sebagai bentuk serangan siber. Serangan lain yang tertinggi menyasar sektor informasi dan komunikasi, kesehatan, dan keuangan.
18 Bank Sabet Predikat Bank Terbaik 2023
JAKARTA, ID - Di tengah kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi dan finansial global, sejumlah bank mampu mencatatkan kinerja paling unggul di kelasnya masing-masing. Bank-bank unggulan ini berhasil mengeksekusi strategi sehingga mampu meredam dampak global, bahkan bisa tumbuh impresif. Bank-bank berkinerja unggul mengemuka dalam ajang Pemeringkatan Bank 2023 versi Investor Daily, media di bawah Grup B-Universe. Tim juri yang terdiri atas pengamat perbankan Soebowo Musa dan pengamat pasar modal Hans Kwee, telah menetapkan 18 pemenang bank terbaik berdasarkan kategori yang dibuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu POJK No 12/POJK.03/2021 tentang pengelompokan bank berdasar modal inti. Penghargaan kepada pemenang dilakukan secara daring, Jumat (26/05/2023). Selain bank-bank berkinerja terbaik, Tim Juri menganugerah kan penghargaan khusus kepada satu bank umum nasional karena dinilai konsisten dan paling sukses menjalankan transformasi digital. Di jajaran bank kasta teratas dengan modal inti di atas Rp 70 triliun (KBMI IV), PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) unggul sebagai “Top 3” Bank Terbaik 2023. (Yetede)
MODUS SERANGAN SIBER : WASPADA JEBAKAN DATA
Anda barangkali pernah menerima pesan singkat dengan lampiran file .apk. Pesan itu beragam, ada yang berupa berkas daftar pemenang undian, undangan pernikahan, surat panggilan kerja, dan format lainnya. File .apk dikutip dari situs Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bermakna Android Package Kit. Berkas .apk dikirim melalui pesan whatsapp. File itu merupakan bentuk serangan siber yang berpotensi mencuri data-data pribadi pengguna ponsel. Apabila penerima pesan mengakses berkas .apk tersebut, peretas akan akan mendapatkan akses terhadap short message service (SMS) dan token SMS-banking. Modus kejahatan itu, jika aplikasi diakses oleh pengguna, akan muncul pemberitahuan akses Baca SMS atau MMS. Jika diizinkan, SMS yang tersimpan di ponsel atau kartu simcard akan dapat dibaca oleh peretas. Akses selanjutnya yang diminta adalah untuk melakukan aktivitas Terima SMS juga diminta. Jika diizinkan, peretas dapat memonitor bahkan menghapus pesan tanpa sepengetahuan korban. Akses selanjutnya yang diminta adalah untuk melakukan aktivitas Kirim SMS. Jika diizinkan, pelaku dapat mengirimkan SMS berbayar tanpa perlu melakuan konfirmasi terlebih dahulu kepada korban.
Bhimo Wikan Hantoro, Direktur Digital & Operasional PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) mengatakan bahwa malware yang dikirimkan para peretas memang dapat melakukan scanning terhadap seluruh file di komputer milik perusahaan. “Beberapa kasus peretasan sistem dilakukan melalui social engineering atau phising untuk memasukkan malware kedalam jaringan sehingga dapat melakukan scanning terhadap seluruh file di komputer,” kata Bhimo kepada Bisnis, Jumat (26/5). Melalui jalur yang dibangun melalui sistem, lanjutnya, serangan dapat mencuri data secara otomatis. Bahkan, beberapa serangan terkadang menyerang secara langsung aplikasi melalui jaringan internet yang dapat diidentifikasi melalui perangkat keamanan seperti Web Application Firewall (WAF). Bank Raya, jelasnya, memperkuat sistem keamanan infrastruktur digital, monitoring sistem keamanan serta meningkatkan fitur keamanan di berbagai layanan digital yang digunakan. Sementara untuk memitigasi risiko, kata Bhimo, perusahaan melakukan pemantauan rutin terhadap potensi serangan siber di sistem keamanan layanan digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menggunakan fraud detection system.
EKSPOR DAERAH : DAYA SAING UMKM DIPERKOKOH
Tren penurunan ekspor nasional belakangan ini disikapi serius oleh sejumlah daerah dengan memperkokoh daya saing usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM guna menciptakan pasar baru dan mengerek performa dagang. Tak hanya itu, gelaran investasi dan perdagangan di daerah juga menjadi solusi alternatif mengangkat kinerja ekspor.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), misalnya yang bakal meningkatkan daya saing produk UMKM di kancah internasional.Pemrov Sulsel menargetkan minimal ada 140 UMKM baru yang bisa menembus pasar mancanegara.Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Dewa Nyoman Mahendra mengatakan, hanya sekitar 20% saja produk UMKM yang berhasil di pasar ekspor.Sebagian besar, imbuhnya, masih bersaing untuk pasar lokal. Padahal, produk yang dihasilkan pelaku UMKM di Sulsel memiliki kualitas yang baik, meskipun memang perlu adanya sedikit pembaharuan. Oleh karena itu, dia mengungkapkan bahwa Pemprov Sulsel akan mulai mengurasi atau menyeleksi ribuan UMKM yang ada di wilayah ini untuk dilatih supaya produknya bisa makin menarik.
Menurutnya, berdasarkan Rencana Pembangungan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel, wilayah ini mematok nilai ekspor sebanyak US$1,71 miliar pada 2023.
Untuk itu, dia optimistis bahwa langkah penguatan daya saing UMKM Sulsel mampu mengangkat performa ekspor wilayah ini lebih tinggi. Dewa berharap, langkah tersebut juga bisa menembus pasar nontradisional atau pasar baru di kancah global. Langkah lain yang dilakukan Pemprov Sulut adalah dengan melakukan sertifikasi bagi UMKM wilayah ini. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan bahwa hingga saat ini Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel telah melakukan fasilitasi sertifikasi gratis bagi 1.450 UMKM guna mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produk para pelaku UMKM.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel Ashari F. Radjamilo mengungkapkan bahwa UMKM di provinsi ini telah mengalami peningkatan yang signifi kan dari segi kualitas maupun kuantitas. Data Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel menunjukkan bahwa pebisnis UMKM di wilayah ini telah mencapai 1,5 juta unit usaha.
Data Dinas Perindustrian Sulsel menunjukkan bahwa saat ini telah dilakukan fasilitasi sertifikasi bagi 635 IKM, di antaranya 585 IKM mendapatkan fasilitasi sertifikat halal, dan 50 IKM mendapatkan fasilitasi sertifikat HKI (paten merk)
Kegilaan Massal Berburu Konser
Pertempuran sudah usai bagi DianTriani (27). Perang tiket konser Coldplay pada 17 dan 19 Mei 2023 dilepas dengan tangan hampa setelah berjibaku untuk tiket kategori 2 atau 3. Padahal, hari pertama pembelian, ia menghabiskan waktu lima jam demi tiket seharga Rp 4 juta dan Rp 3,25 juta itu. ”Sudah, menunggu saja. Menurut rencana, bareng tim kantor beli dari orang yang kenal. Semuanya 14 orang, tapi mau dikabari lagi,” katanya, Jumat (26/5) di Jakarta. Sejak hiruk pikuk soal Coldplay viral di pelbagai media sosial pada awal Mei 2023, Dian bersama teman-temannya sudah mengambil ancang-ancang. ”Waktu aku akses, ternyata sudah masuk18.000 pengantre. Enggak boleh refresh page (memuat kembali halaman internet) pula sampai akhirnya ditutup,” katanya. Ia sampai menggunakan laptop dan ponselnya. Kesempatan yang belum tentu datang lima tahun lagi mendorong Dian ikut berduyun-duyun mengantre tiket. ”Setim memang ada yang fans Coldplay, tapi beberapa teman gen (generasi) Z tahu cuma lima lagu topnya gara-gara euforia saja, sih. Jadi, pengin ikut,” ucapnya. Saat ditanya lagu-lagu Coldplay, warga Pasar Minggu, Jakarta, tersebut merapal ”Viva La Vida”, ”Fix You”, dan ”Yellow”.
Hasrat dia menyaksikan aksi Coldplay lantaran sangat menyukai konser. ”Kayaknya hampir semua, termasuk Blackpink (di Jakarta, Maret 2023), aku datang walau bukan penggemar K-pop,” katanya. Dora Dwi Puteri (35) Warga Bekasi, Jabar yang menghadiri konser Blackpink, paham K-pop pun tidak. Aku juga dating ke konser Westlife di Bandung (Februari 2023),” tuturnya. Obsesi Dora menonton konser dinyalakan antusiasme menyaksikan keriaan. Ia acuh tak acuh jika disebut fear of missing out (FOMO) alias ogah ketinggalan tren. ”Enggak masalah, malah jadi candaan teman-teman. Kalau nonton konser suka bilang, iya, nih, lagi FOMO aja,” ujarnya sambil tertawa. Lucky Pramana (26) bernasib seberuntung namanya. Untuk konser Coldplay, dia dapat satu karcis berposisi strategis, yaitu kategori 3, area berkursi dengan pandangan lurus ke panggung, seharga Rp 3,25 juta di luar pajak. Karyawan agensi ini tak terlalu hafal judul-judul album Coldplay. Ia lebih ingat judul lagu-lagu Coldplay, terutama yang dirilis sejak 2015 hingga album terkini, Music of the Spheres (2021). Lucky terdorong rekan-rekan sekantornya ikutan perang karcis meski hanya segelintir lagu yang ia hafal. ”Pas awal bulan itu (Mei), divisiku dapat bonus proyek kantor. Jadi, anak-anak (teman-temannya) sedang punya duit. Momennya pas, lha. Eh, ternyata aku dapat (karcis),” katanya.
Rasanya bisa dimaklumi jika terjadi demam atau mania ketika Coldplay mengumumkan konsernya pada 15 November 2023. Tak sampai tiga jam, sekitar 70.000 karcis ludes. Kegilaan yang muncul untuk memburu tiket band asal Inggris itu melahirkan guyonan sarkastik berbunyi, ”Kebutuhan manusia itu ada tiga, yakni primer, sekunder, dan konser”. Coldplay memang punya banyak penggemar di negeri ini. Berdasarkan data dari pelantar musik digital Spotify, pendengar bulanan Coldplay di Indonesia mencapai 2,93 juta, terbanyak keempat di seluruh dunia. Sementara di pelantar Youtube, video-video Coldplay disimak 12,4 juta penonton bulanan atau 12,7 % dari penonton global. Tergambar bahwa basis penggemar Coldplay di Indonesia amat besar (Kompas.id, 21/5/2023). Angka-angka itu bisa menjadi statistik ampuh sebagai acuan band atau agensinya untuk menghelat konser di negara terkait. Melihat angka itu, Indonesia pantas jadi tujuan prioritas. Peneliti budaya populer dan gaya hidup Universitas Pasundan, Idi Subandy Ibrahim, menjelaskan, apresiasi terhadap dunia hiburan tergantung kecerdasan penontonnya. ”Begitu pula tingkat ekonominya. Ada yang harga berapa pun, tiketnya dibeli. Kalau mampu,” katanya. ”Mereka dengan medsos memainkan psikologi. Khalayak jadi dibidik selalu ingin terlibat dalam agenda kolosal karena ingin diakui, misalnya sudah menonton konser,” katanya. (Yoga)









