;

Mafia Kartel Rusak Tata Niaga Bawang Putih

Yuniati Turjandini 26 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Mafia kartel dinilai menjadi biang keladi rusaknya tata niaga impor bawang putih di Indonesia. Impor bawang putih tinggi, mencapai lebih dari 500 ribu ton per tahun, dan dikuasai oleh 35 perusahaan. Ketua BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bidang Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan M Hadi Nainggolan mengatakan, impor bawang putih hanya dikuasai oleh segelintir pihak yang menyebabkan tata niaga tidak sehat. “Ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih yang begitu besar membuat tata niaga di komoditas ini sering menjadi permainan para mafia ber-beking kuat. Hanya segelintir perusahaan dan saling memiliki keterkaitan yang menikmati kuota impor bawang putih,” kata Hadi, Jakarta, Rabu (24/05/2023).

Hadi mensinyalir, kartel impor bawang putih semakin memiliki bekingan kuat menjelang pemilu, termasuk menjelang pemilu 2024. Hipmi berharap pemerintah dan penegak hukum bisa bertindak tegas demi menjaga tata niaga yang lebih sehat. “Tata niaga impor bawang putih sangat tidak sehat dan benar-benar sudah dikuasai para kartel mafia di berbagai lini. Ini harus ditindak, apalagi bawang putih menjadi salah satu kebutuhan pokok di Indonesia,” tutur Hadi. Hadi menjelaskan, tata niaga impor bawang putih tidak sehat, sehingga tidak kompetitif. Harga bawang putih sering mahal dan komoditas ini kadang langka. “Bawang putih bahkan menjadi penyebab inflasi lantaran permainan kartel mafia impor. Begitu juga dengan komoditas hortikultura lainnya,” ujar dia. Hipmi berharap, pemerintah bisa melibatkan pelaku usaha dan asosiasi untuk mendengarkan berbagai masukan mengenai tata niaga impor bawang putih dan komoditas hortikultura lainnya, agar lebih transparan dan sehat. Jika dibiarkan akan merugikan konsumen. (Yetede)

Jerman Resesi

Yuniati Turjandini 26 May 2023 Investor Daily

BERLIN, ID – Ekonomi Jerman jatuh ke dalam jurang resesi di awal 2023. Penyebabnya, pengeluaran rumah tangga di Jerman akhirnya menyerah terhadap tekanan inflasi yang tetap tinggi. Berdasarkan estimasi kantor statistik federal Jerman, Destatis, produk domestik bruto (PDB) turun 0,3% pada kuartal I-2023 jika disesuaikan dengan efek harga dan kalender. Catatan ini mengikuti penurunan 0,5% pada kuartal IV-2022. Sebagai informasi, resesi biasanya didefinisikan sebagai kontraksi yang terjadi dalam dua kuartal berturut-turut. Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Christian Lindner pada Kamis (25/05/2023), data PDB Jerman menunjukkan sinyal yang sangat negatif. Ia juga menambahkan, apa bila membandingkan Jerman dengan negara-negara maju lainnya maka ekonomi Jerman telah kehilangan potensi pertumbuhan. “Saya tidak ingin Jerman bermain dalam liga di mana kita harus terdegradasi ke posisi terakhir,” ujarnya. IMF memperkirakan resesi pada 2023 hanya terjadi di Jerman dan Inggris di antara negara-negara Eropa. Sementara itu analis di Deka Bank Andreas Scheuerle mengatakan bahwa konsmen Jerman telah bertekuk lutut di bawah beban inflasi yang sangat besar, dan mengerek turun seluruh perekonomiannya. Tingkat konsumsi rumah tangga dilaporkan turun 1,2% dari kuartal ke kuartal setelah penyesuaian harga, musiman dan kalender. Anggaran belanja pemerintah juga turun secara signifikan sebesar 4,9% di kuartal ini. “Cuaca musim dingin yang hangat, rebound dalam aktivitas industri yang terbantu oleh pembukaan kembali pasar Tiongkok, dan pelonggaran gesekan rantai pasokan, tampaknya tidak cukup untuk mengeluarkan ekonomi Jerman dari zona bahaya resesi,” kata Carsten Brzeski, kepala makro global ING. (Yetede)

Erick: BUMN Siap Suntikan Dana ke Inka untuk KRL

Yuniati Turjandini 26 May 2023 Investor Daily

JAKARTA, ID - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa Kementerian BUMN siap menyuntikkan dana ke PT Industri Kereta Api atau Inka untuk mempercepat pengadaan gerbong KRL. “Kalau ingin ada percepatan pengadaan daripada gerbong yang diproduksi Inka, kita sendiri akan mengusulkan tambahan suntikan modal di tahun 2024. Toh, BUMN sendiri kan devidennya Rp 80 triliun, jadi tidak ada salah ketika kita mengambil sebagian kembali yang selama ini targetnya Rp 40 triliun,” kata Erick usai menghadiri acara Indonesia China Smart City Technology & Investment Expo 2023 Ben Yura Rimba saat menyampaikan sambutan di Jakarta, Kamis (26/05/2023). Erick menuturkan rencana pengadaan KRL dengan mendatangkan dari Jepang, perlu dilihat dari dua hal.Pertama, kapasitas produksi Inka yang disesuaikan dengan peningkatan penggunaan kereta api di Indonesia. Kedua, jumlah data pengguna kereta api terutama KRL. Ia bahkan telah meminta PT KAI untuk memberikan data terkini jumlah penumpang pasca meredanya Covid-19. “Kalau kita bicara data Covid-19 itu KAI kan masih menggunakan data konservatif dan KAI tidak berhenti beroperasi loh saat Covid. Coba kalo kita kebayang ya itu pure private sector berhenti enggak tuh kereta? Berhenti. Cuma, kalau BUMN kan enggak boleh berhenti namanya juga melayani. Nah, tentu 2 data ini yang saya sedang tunggu,” ucapnya. Terkait kapasitas produk Inka dan sinkronisasi data penumpang kereta tersebut, Erick mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan. (Yetede)

Upaya Menutup Celah Serangan Siber

Yuniati Turjandini 26 May 2023 Tempo

JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyatakan akan membenahi tata kelola sistem informasi dan layanan yang dimiliki pasca-dugaan peretasan dan serangan siber yang menimpa perseroan pada 8 Mei lalu. Salah satu fokus utama perusahaan saat ini adalah melakukan audit dan pemeriksaan digital forensik untuk mengkonfirmasi serangan yang terjadi, menganalisis dampaknya, serta mengetahui titik kelemahan yang berpotensi dijebol penjahat siber.

Direktur Penjualan dan Distribusi BSI, Anton Sukarna, menuturkan proses pemeriksaan forensik hingga kini masih terus berjalan di lingkup internal perseroan sehingga belum dapat ditarik kesimpulan mengenai gangguan siber yang melumpuhkan sistem dan layanan secara serentak. “Pemeriksaannya membutuhkan waktu sehingga kami harus menunggu dulu, lalu nanti pasti secara transparan kami sampaikan juga hasilnya,” ujar dia kepada Tempo, kemarin.

Sebelumnya, pada Sabtu, 13 Mei lalu, grup peretas asal Rusia, LockBit, menyatakan bertanggung jawab akan serangan ramsomware yang mengganggu sistem dan layanan perbankan BSI. LockBit kemudian mengancam akan menyebarkan data sebesar 1,5 TB (terabita) dan memberi tenggat selama 72 jam kepada manajemen BSI untuk menghubungi kontak yang diberikan dan bernegosiasi. LockBit akhirnya mengunggah seluruh data yang diklaim sebagai data pribadi nasabah BSI di situs gelap pada Selasa, 16 Mei lalu, sekitar pukul 07.00 WIB, dengan berisikan 24 tautan data. (Yetede)

Mengenal Jenis-jenis Asuransi di Indonesia dan Manfaatnya

Yuniati Turjandini 26 May 2023 Tempo

Kenali jenis-jenis asuransi di Indonesia dan manfaatnya agar tidak salah memilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan pribadi. Sebagian besar masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah asuransi atau pertanggungan. Memiliki asuransi penting untuk mendapatkan pelindungan atau ganti rugi atas risiko yang mungkin terjadi. Salah satu yang populer adalah asuransi jiwa.

Meski penggunaan asuransi sudah cukup populer, menurut data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, pendapatan premi asuransi tidak begitu baik. Pendapatan premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 45,6 triliun pada kuartal I 2023, turun 6,9 persen dibanding pada periode tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 48,99 triliun.

Saat ini layanan jasa asuransi di Indonesia sudah banyak berkembang dan memiliki aturan serta diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Namun masih banyak juga masyarakat yang belum memahami arti layanan pertanggungan ini serta manfaat yang diperoleh, bahkan takut apabila ditawari layanan tersebut karena terlalu banyak jenisnya. (Yetede)

Jeli Menangkap Peluang Saham Emiten Politisi

Hairul Rizal 26 May 2023 Kontan (H)

Kurang dari setahun ke depan, rakyat Indonesia akan kembali menggelar pesta demokrasi lima tahunan bertajuk Pemilihan Umum (Pemilu). Sesuai jadwal, pemilu legislatif dam presiden akan serentak dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Secara historis, sentimen pemilu bakal menggairahkan pergerakan pasar saham di dalam negeri. Di momentum ini, biasanya daya beli masyarakat terangkat. Terutama belanja konsumsi, telekomunikasi, dan iklan. Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, pemilu akan menjadi pemanis pagi pergerakan pasar saham yang tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebagai gambaran, pada pemilu 2019, IHSG menguat 1,64%. Sebut saja, saham related Sandiaga Uno. Pengusaha yang kini sedang menyandang jabatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu merupakan mantan politikus Partai Gerindra dan segera bergabung ke partai PPP. Saat ini, Sandiaga terafiliasi sedikitnya dengan delapan emiten bursa. Sandi mengempit kepemilikan saham di emiten-emiten itu lewat kendaran bisnisnya PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Selain Sandi Uno, ada juga kompatriotnya di jajaran kabinet Indonesia Maju yang terafiliasi emiten BEI. Yakni, Erick Thohir, Menteri Negara BUMN. Erick merupakan pemilik emiten media PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) dan PT Mahaka Media Tbk (ABBA). Hans Kwee mencermati, biasanya saham-saham emiten politisi akan terimbas sentimen Pemilu. "Saham emiten yang dimiliki politisi bisa bergerak positif. Apalagi kalau partainya diperkirakan menang pemilu legislatif atau pilpres," kata Hans saat dihubungi Kontan, Kamis (25/5). Setali tiga uang, Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto menilai tahun politik bisa mendorong pergerakan saham emiten politisi.

Ruang Penurunan Bunga Acuan Masih Sempit

Hairul Rizal 26 May 2023 Kontan

Arah kebijakan bunga acuan Bank Indonesia alias BI 7- Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) belum terlalu terang. Penyebabnya, kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian, meski salah satu indikator penentu bunga acuan, yakni inflasi terus melandai. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2023, kemarin, BI kembali menahan suku bunga acuannya di level 5,75%. Artinya, otoritas moneter telah menahan bunga di level ini selama empat bulan terakhir sejak Januari 2023. Pada Januari lalu, BI terakhir kali mengerek bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Meski demikian, Gubernur BI Perry Warjiyo mengaku, saat ini pihaknya masih memantau perkembangan sejumlah indikator. "Kami harus memantau pergerakan yang terjadi. Melakukan pantauan, asesmen setiap bulan dan bulan berikutnya untuk menentukan keputusan," tutur dia, Kamis (25/5). Perry menjelaskan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi pertimbangan BI terkait arah suku bunga kebijakan ke depan. Pertama, tingkat inflasi inti dan inflasi umum.
Kedua, kinerja pertumbuhan ekonomi. Perry yakin, pertumbuhan ekonomi dalam negeri pada tahun 2023 akan berada di kisaran 4,5% hingga 5,3% yoy. Namun, masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi, yaitu investasi bangunan. Ketiga, kondisi pasar keuangan global. Terlebih, ketidakpastian pasar keuangan berlanjut sejalan dengan risiko gagal bayar utang Amerika Serikat (AS). Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman juga melihat, meski inflasi menurun, ketidakpastian di pasar keuangan global meningkat. Hal ini memberikan tekanan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah dan berdampak terhadap imported inflation. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat, pelonggaran kebijakan moneter BI tetap ada meski The Fed belum akan memangkas suku bunga acuannya. Namun pelonggaran tersebut berupa kebijakan makroprudensial, terutama giro wajib minimum (GWM) yang saat ini cukup ketat.

Anomali, Laju Kredit Perbankan Kian Melambat

Hairul Rizal 26 May 2023 Kontan

Perkembangan kredit perbankan di tahun ini berbeda dari kebiasaan. Jika tahun-tahun sebelumnya, laju pertumbuhan kredit di bulan-bulan awal lebih lambat dan kemudian melaju memasuki kuartal kedua, tahun ini justru kebalikannya. Di dua bulan pertama tahun ini, penyaluran kredit langsung melaju dua digit. Pada Januari tercatat tumbuh 10,53% secara tahunan, lalu pada Februari meningkat 10,64% secara tahunan. Namun, pada Maret lajunya melambat menjadi hanya satu digit, yakni 9,93%. Perlambatan kembali berlanjut pada April. Bank Indonesia (BI) melaporkan kredit di April hanya naik 8,08%. BI juga tengah menyoroti kondisi anomali tersebut. Pasalnya, tren penawaran maupun permintaan kredit sejauh ini masih oke. "Penurunan kredit ini menjadi salah satu yang kami diskusikan dalam rapat dewan gubernur. Akhir Desember ke Januari tumbuh tinggi, tapi makin ke sini, kok, turun," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (25/5). Perry mengatakan, ada kemungkinan perlambatan disebabkan karena perusahaan-perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba memilih melunasi kreditnya ke perbankan terlebih dulu, sembari menyusun rencana bisnis berikutnya. Kendati demikian, BI masih optimistis pertumbuhan kredit di akhir tahun akan tetap membaik. Ini seiring permintaan maupun penawaran yang masih dalam kondisi positif.

RUANG LAPANG KREDIT BANK

Hairul Rizal 26 May 2023 Bisnis Indonesia (H)

Langkah Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan menjadi katalis positif bagi industri perbankan untuk mengerek penyaluran kredit. Apalagi, belakangan penyaluran kredit sempat melandai. Kemarin, Kamis (25/5), Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%, suku bunga deposit facility 5%, dan suku bunga lending facility 6,5%.Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan fokus kebijakan moneter kali ini diarahkan untuk mendukung ruang pertumbuhan ekonomi. Hal itu juga ditunjang dengan kebijakan likuiditas dan makroprudensial yang longgar. Salah satu impak yang diharapkan adalah penyaluran kredit dan pembiayaan bakal terus mengalir. Menurut Perry, perlambatan laju kredit perbankan telah menjadi pembahasan bank sentral. BI menilai ada kemungkinan sejumlah korporasi menahan diri untuk mengambil pembiayaan baru dan memilih untuk melunasi utang sebelum menentukan langkah ekspansi selanjutnya. Kewaspadaan BI memang beralasan. Musababnya, pertumbuhan kredit pada April 2023 hanya tercatat 8,08% secara tahunan, atau lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni 9,93%. Kendati demikian, Perry optimistis bahwa performa kredit perbankan terus membaik seiring dengan perbaikan ekonomi nasional. Kondisi likuiditas perbankan juga masih mumpuni. Demikian pula suku bunga yang kondusif serta lending standard yang tetap longgar. 

Optimisme memang masih menjalari industri perbankan. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja mengatakan langkah BI mempertahankan suku bunga acuan sudah tepat karena perbankan memiliki ruang untuk berkembang. Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan menilai kendati penyaluran kredit sempat melandai, minat terhadap penarikan kredit masih tinggi. Alhasil, pada periode berikutnya masih ada peluang untuk memperbesar penyaluran kredit.Sejumlah bank juga terus memacu strategi untuk mengakselerasi penyaluran kredit. PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) misalnya, menggandeng institusi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperlebar kredit. Financial Institutions Head Bank Sampoerna Mike Bani Riza menuturkan bahwa portofolio penyaluran pinjaman langsung ke UMKM menembus Rp1,4 triliun dari total pinjaman yang telah disalurkan perseroan yang tercatat sebesar Rp2,9 triliun per kuartal I/2023.

Mencari Celah Pasar Gas Nasional

Hairul Rizal 26 May 2023 Bisnis Indonesia

Seperti tak putus dirundung malang, industri minyak dan gas nasional tengah menghadapi tantangan yang tidak ringan. Belum lama bangkit dari wabah Covid-19 yang membuat hampir seluruh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) mengerem investasi, kini para pelaku di industri ini tengah mencari kepastian pembeli gas bumi. Di tengah euforia pemanfaatan energi ramah lingkungan di seluruh dunia, gas bumi menjadi salah satu primadona. Di Indonesia, potensi gas bumi masih sangat besar dibandingkan dengan minyak mentah, dan batu bara. Hingga saat ini, cadangan gas di Indonesia masih cukup besar kendati tidak semua lapangan dapat mengulang sejarah yang digoreskan oleh Lapangan Arun. Potensi yang luar biasa dari sektor energi dan sumber daya mineral ini menjadi ladang besar untuk terus berkontribusi menambah pundi-pundi devisa negara. Sayangnya, di tengah euforia tersebut, justru muncul ketidakpastian pembeli gas bumi hasil produksi di hulu migas, khususnya dari kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). Begitu banyaknya lapangan gas yang berada di Jawa Timur membuat ketidakseimbangan antara pasokan dan serapan. Berdasarkan catatan Indonesian Petroleum Association (IPA), sepanjang 2022, surplus gas di Jabanusa telah mencapai 25%, dan diproyeksikan terus meningkat seiring dengan banyaknya proyek hulu migas yang dalam waktu dekat bakal berproduksi. Potensi penambahan produksi gas juga turut terjadi pada Lapangan Bukit Panjang di Blok Ketapang milik Petronas dan Blok Blora yang dikelola TIS Petroleum E&P Blora Pte Ltd. Kepastian itu disampaikan seiring dengan upaya kedua KKKS untuk mengamankan pembeli di sisi hilir migas pada saat ini. Penambahan produksi ini ditambah dari finalisasi ramp up dari proyek strategis nasional Jambaran Tiung Biru (JTB) dari 60% menjadi 100% kapasitas terpasang pada bulan depan.

Pilihan Editor