EKSPOR DAERAH : DAYA SAING UMKM DIPERKOKOH
Tren penurunan ekspor nasional belakangan ini disikapi serius oleh sejumlah daerah dengan memperkokoh daya saing usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM guna menciptakan pasar baru dan mengerek performa dagang. Tak hanya itu, gelaran investasi dan perdagangan di daerah juga menjadi solusi alternatif mengangkat kinerja ekspor.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel), misalnya yang bakal meningkatkan daya saing produk UMKM di kancah internasional.Pemrov Sulsel menargetkan minimal ada 140 UMKM baru yang bisa menembus pasar mancanegara.Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Dewa Nyoman Mahendra mengatakan, hanya sekitar 20% saja produk UMKM yang berhasil di pasar ekspor.Sebagian besar, imbuhnya, masih bersaing untuk pasar lokal. Padahal, produk yang dihasilkan pelaku UMKM di Sulsel memiliki kualitas yang baik, meskipun memang perlu adanya sedikit pembaharuan. Oleh karena itu, dia mengungkapkan bahwa Pemprov Sulsel akan mulai mengurasi atau menyeleksi ribuan UMKM yang ada di wilayah ini untuk dilatih supaya produknya bisa makin menarik.
Menurutnya, berdasarkan Rencana Pembangungan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel, wilayah ini mematok nilai ekspor sebanyak US$1,71 miliar pada 2023.
Untuk itu, dia optimistis bahwa langkah penguatan daya saing UMKM Sulsel mampu mengangkat performa ekspor wilayah ini lebih tinggi. Dewa berharap, langkah tersebut juga bisa menembus pasar nontradisional atau pasar baru di kancah global. Langkah lain yang dilakukan Pemprov Sulut adalah dengan melakukan sertifikasi bagi UMKM wilayah ini. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan bahwa hingga saat ini Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel telah melakukan fasilitasi sertifikasi gratis bagi 1.450 UMKM guna mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produk para pelaku UMKM.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel Ashari F. Radjamilo mengungkapkan bahwa UMKM di provinsi ini telah mengalami peningkatan yang signifi kan dari segi kualitas maupun kuantitas. Data Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel menunjukkan bahwa pebisnis UMKM di wilayah ini telah mencapai 1,5 juta unit usaha.
Data Dinas Perindustrian Sulsel menunjukkan bahwa saat ini telah dilakukan fasilitasi sertifikasi bagi 635 IKM, di antaranya 585 IKM mendapatkan fasilitasi sertifikat halal, dan 50 IKM mendapatkan fasilitasi sertifikat HKI (paten merk)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023