;

Berbahaya, Jika Selisih FFR dan BI7DRR Tinggal 25 Bps

Ekonomi Yuniati Turjandini 29 May 2023 Investor Daily (H)
Berbahaya, Jika Selisih FFR dan BI7DRR Tinggal 25 Bps

JAKARTA, ID — Untuk mencapai target laju inflasi 2%, Bank Sentral AS kemungkinan besar akan menaikkan lagi fed funds rate (FFR) 25 basis poin pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), Juni 2023. Jika BI 7-day reverse repo rate (BI7DRR) tetap di level 5,75%, maka selisih kedua suku bunga acuan hanya 25 basis poin, jauh dari tingkat selisih yang dinilai aman, 100 basis poin. Tidak ada pilihan lain bagi Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan lagi suku bunga acuan hingga 6,50% guna mencapai tingkat selisih yang aman. Kendati demikian, inflasi Indonesia tahun 2023 yang diperkirakan bisa dikendalikan di bawah 4,5% masih memberikan real interest rate yang lumayan. Selain itu, yield surat berharga negara (SBN) dan return saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih lebih menarik dibanding yield T-Bonds dan return saham di Wall Street. Kalau pun BI7DRR tidak dinaikkan, capital inflow masih akan terjadi dan dengan demikian, rupiah akan relatif stabil. Kendati demikian, berbagai hal tak terduga bisa saja terjadi. BI jangan sampai terlambat mengambil keputusan, sehingga terkesan behind the curve. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, The Federal Reserve (Fed) masih melakukan pengendalian inflasinya yang tinggi 4,9% pada April 2023 secara year on year (yoy), sehingga masih akan menaikkan bunga acuannya yang saat ini 5,00-5,25%. Idealnya, selisih suku bunga acuan BI dan The Fed minimal 100 bps, sementara saat ini hanya 50 bps. “Saat The Fed menaikkan bunga acuannya Juni, hal ini akan berimbas ke bank sentral negara berkembang ikut menaikkan suku bunga acuannya. (Yetede)

Tags :
#Inflasi
Download Aplikasi Labirin :