Asuransi Serangan Siber
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) merombak jajaran direksi dan komisarisnya, termasuk Direktur Information Technology dan Direktur Risk Management. Adapun, langkah pencopotan direksi ini merupakan buntut dari gangguan layanan perbankan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu akibat serangan siber.Dalam khasanah asuransi tersedia proteksi untuk kasus semacam ini yang dikenal dengan siber risk insurance atau perlindungan terhadap risiko siber. Siber Risk Insurance atau Siber Liability Insurance Coverage (CLIC) dirancang untuk membantu institusi atau organisasi laba maupun nirlaba mengurangi risiko-risiko dengan mengganti biaya yang terlibat dengan pemulihan setelah serangan siber atau peristiwa serupa. Dengan berakar pada Asuransi Errors and Omission (E&O Insurance), asuransi siber mulai meningkat pada tahun 2005, dengan total nilai premi diperkirakan mencapai US$7,5 miliar pada 2020. Menurut PwC (Price Warter house Coopers), sekitar sepertiga dari perusahaan AS saat ini membeli beberapa jenis asuransi siber.Ada tiga alasan mengapa semua jenis bisnis harus mempertimbangkan cakupan asuransi siber. Pertama, penjahat siber mengincar semua jenis data.
Kedua, biaya perbaikan akibat serangan siber sangat mahal. Menurut studi klaim siber, biaya pemulihan akibat insiden cyber security bisa mencapai ratusan hingga jutaan dolar A. Diperlukan respons insiden dan analisis forensik untuk menemukan data apa yang hilang.
Ketiga, hampir semua industri berisiko terkena kejahatan dunia maya. Ketika membicarakan kejahatan siber, usaha kecil dan besar dari semua jenis industri berisiko. Penjahat dunia maya mengincar nilai yang sama dalam menyerang perusahaan kecil dengan nilai ribuan dolar AS, sama seperti yang mereka lakukan dalam menembus menuntut perusahaan besar dengan bernilai jutaan dolar. Bahkan, menurut studi klaim siber, 49% dari target utama adalah bisnis dengan pendapatan tahunan di bawah US$50 juta.
KAWASAN INDUSTRI KENDAL : Tax Holiday Jadi Pemikat Utama
Insentif berupa tax holiday menjadi pemikat utama para pelaku industri untuk berinvestasi di Kawasan Industri Kendal. Head of Marketing & Sales Kawasan Industri Kendal Juliani Kusumaningrum mengungkapkan bahwa keputusan pebisnis untuk menanamkan modalnya pada kawasan industri murni preferensi investor.Setiap pelaku usaha, imbuhnya, tentu punya kebutuhan dan pertimbangan bisnis tertentu dalam mengambil keputusan.“Ada investor luar yang masuk ke kawasan industri karena ada kejelasan dari sisi sertifi kat. Tidak ada masalah [terkait sertifikat]. Di Kendal sendiri ada kemudahan perpajakan atau insentif,” katanya saat dihubungi Bisnis, Kamis (25/5).
Oleh karena itu, hingga saat ini Kawasan Industri Kendal masih menerima investor baru baik asing maupun domestik.
Menurutnya, biasanya investor yang menanamkan modalnya di Kawasan Industri Kendal tetap memiliki fasilitas produksi di tempat lain, tetapi menambah fasilitas baru di Kendal, terutama industri tekstil dan sepatu.
Sementara itu, opsi pebisnis sektor makanan minuman untuk merelokasi fasilitas produksi di Jawa Tengah dilakukan guna memangkas alur logistik input dan output.
“Ekspansi mereka di Kendal bukan karena upah faktor utamanya.Justru karena di Kendal mereka mendapatkan tax holiday. Itu yang menjadi daya tarik,” jelasnya.
INFRASTRUKTUR JALAN : MENYAMBUNG URAT NADI EKONOMI SUMBAGTENG
Akselerasi pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan di Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau memainkan peran strategis guna meningkatkan pemerataan ekonomi di ketiga wilayah ini. Penyelesaian program ini diyakini akan memperkokoh posisi mereka sebagai jawara Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Sumatra. Proyek Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) di wilayah Sumatra Barat dan Riau, serta proyek jalan di Batam dan Kepulauan Riau, misalnya, yang diyakini menjadi urat nadi perekonomian wilayah Sumatra bagian tengah (Sumbagteng). JTTS di Sumatra Barat (Sumbar), yakni tol Padang-Pekanbaru seksi Padang-Sicincin, saat ini telah dilanjutkan pembangunannya oleh PT Hutama Karya (Persero). Data perusahaan mencatat bahwa progres pembebasan lahan sudah mencapai 95%, sedangkan progres konstruksinya sudah mencapai 37,2%, dengan panjang jalan tol 36,15 kilometer (km) dan ditargetkan rampung pada 2024. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar Medi Iswandi mengatakan jalan tol Padang-Pekanbaru merupakan gerbang ekonomi baru bagi Sumbar. Alasannya, dia menilai apabila jalan tol tersebut telah selesai dan dioperasikan, maka hasil pertanian dan pariwisata di provinsi itu akan tumbuh dengan baik.
Proyek JTTS sendiri telah memberikan dampak ekonomi bagi badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor semen, terutama PT Semen Padang, anak usaha PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengungkapkan bahwa sebagai perusahaan BUMN penyedia solusi bahan bangunan, SIG yang memiliki anak usaha di Sumatra bagian Barat, PT Semen Padang, menyambut positif pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru yang kembali berjalan. Sementara itu, proyek pembangunan tol Pekanbaru-Padang seksi Bangkinang-Pangkalan tahap 1 atau Bangkinang-Koto Kampar sepanjang 24,7 km di Provinsi Riau, progres pembangunan fisiknya telah mencapai 75,56% dengan pembebasan lahannya mencapai 94,23%. Hutama Karya menargetkan pembukaan operasional jalan tol ini dapat dilakukan pada akhir 2023. Ekonom Universitas Riau Edyanus Herman Halim memandang pacscapengoperasian dua jalan tol yakni Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Bangkinang, maka dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sebanyak 22 proyek infrastruktur akan segera dituntaskan pada akhir tahun depan, sebagai wujud dukungan BP Batam kepada kota tujuan investasi ini.
Mataram Bergerak Jadi Kota Ekonomi Kreatif
Kota Mataram tidak hanya menjadi pusat pemerintahan NTB. Kota berpenduduk 486.700 jiwa itu juga mulai bergerak menjadi kota ekonomi kreatif, yaitu pelaku UMKM tumbuh dan berinovasi. Hafizah (55) memukul pahat dengan palu besi, mengukir motif rumit pada kursi kayu di depannya dengan sangat rapi. Hafizah ditemui pada Jumat (19/5) saat memahat kerajinan cukli di rumahnya di Lendang Re, Kelurahan Sayang-sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Lingkungan itu adalah sentra cukli NTB. Cukli adalah kerajinan kayu yang dipadukan dengan kerang. Kayu dipahat atau dicungkil pada motif yang telah dibuat. Pada cungkilan itu lalu dimasukkan atau ditempelkan potongan-potongan kerang sehingga terbentuk motif baru yang indah.
”Kami memulai kerajinan ini sejak 1990-an. Alhamdulillah, masih bertahan sampai saat ini dengan berbagai pasang surutnya,” kata Zaenudin (55), suami Hafizah, pemilik Anugerah Craft. Menurut Zaenudin, kerajinan cukli saat ini lesu. Berbeda jauh dengan tahun 1990-an hingga 2000-an di mana cukli begitu populer. Saat itu, kerajinan cukli juga diekspor. Paling banyak ke Jepang dalam bentuk asbak, piring, kotak-kotak kecil, serta kursi dan meja. Pesanannya hingga ribuan unit. ”Sekarang sudah jauh berkurang. Kondisi ini mulai terasa pasca peristiwa Bom Bali satu dan dua. Kemudian gempa Lombok 2018, hingga terakhir kemarin, pandemi,” katanya. Zaenudin optimistis usaha cukli membaik karena pandemi yang kian terkendali. Zaenudin terus berinovasi sesuai kebutuhan pasar. ”Di Mandalika, misalnya, ada balap MotoGP. Tahun lalu, kami sudah coba membuat produk cukli dengan tema MotoGP. Tahun ini, jumlahnya akan kami tingkatkan karena peminatnya pasti tinggi,” ujarnya.
Pemilik Maza Handcrafted Pearls and Jewerly di Jalan Gajah Mada, Luberty Budi Utama (43), yang akrab disapa Maza, mengatakan, sebelum pandemi, omzetnya Rp 100 juta per bulan. Namun, saat pandemi, turun 80 %. Ia mengikuti berbagai pelatihan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, termasuk menggunakan Tiktok untuk pemasaran. ”Produk kami juga bersertifikat dan bergaransi. Apalagi merek kami sudah memiliki paten sejak 2020 sehingga dipercaya pelanggan,” kata Maza. UMKM di bidang kuliner, Sate Rembiga Goyang Lidah, berinovasi membuat sate kemasan sejak 2021. Pratiwi Wulandari, penanggung jawab produksi Sate Rembiga Goyang Lidah kemasan, mengatakan, sate rembiga dulu hanya tahan seminggu. Kini, sate rembiga tahan sampai enam bulan. Kabid UMKM Dinas Perindustrian, Koperasi, UKM Kota Mataram Mamluatul Chair mengatakan, ada 5.000 UMKM di Kota Mataram. Dukungan kepada UMKM dimulai dari bantuan modal, peningkatan kapasitas SDM dan produk, pelibatan dalam pameran, hingga fasilitasi legalitas usaha sehingga Mataram ke depan bisa menjadi kota ekonomi kreatif seperti kota-kota besar di daerah lain di Indonesia. (Yoga)
DAMPAK BISNIS WNA, Rezeki Warga Lokal Bali Turut Memudar
Rezeki pelaku UMKM di Pulau Bali baru mulai bangkit akhir 2022 saat virus menjinak, namun warga lokal Bali terancam terempas lagi akibat orang asing ikut berbisnis dan merebut pasar. I Made Wira Atmaja (35) mengakses aplikasi percakapan Telegram, lalu membuka satu grup yang unsur namanya menggunakan aksara Rusia. Di antara pesan yang mayoritas juga berbahasa Rusia, perhatiannya tertuju pada satu pesan dari admin grup. ”Ngancurin harga itu,” ucap pemilik bisnis penyewaan sepeda motor itu menunjuk tulisan ”Price 2,1 mln month” saat dijumpai di rumahnya di Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, awal April silam. Rental motor tersebut menawarkan Honda PCX 160 keluaran 2022 dengan tarif sewa Rp 2,1 juta per bulan, jauh lebih rendah daripada standar rental milik lokal. Wira menyewakan PCX tahun 2022 seharga Rp 3 juta per bulan dan PCX 2020 atau 2021 seharga Rp 2,8 juta per bulan. Berdasarkan standar tariff Perhimpunan Rental Motor Bali (PRM Bali), PCX 160 tanpa menyebut tahun keluaran dipatok Rp 3 juta per bulan. Wira, salah satu pendiri PRM Bali, curiga bisnis penyewaan ”perusak harga” itu dioperasikan WN Rusia. Dengan demikian, si pemilik rental tersebut punya keunggulan, yaitu lebih mudah berkomunikasi dan menggaet pengunjung senegara.
Turis Ukraina pun bisa terpikat karena paham bahasa Rusia. Orang Rusia dan Ukraina memang target pasar para pebisnis sewa motor karena banyak yang tinggal dalam jangka panjang di Bali, bahkan sejak wabah Covid-19. ”Terus terang, waktu pandemi, kalau enggak ada (turis) Rusia dan Ukraina, Bali itu sudah kelaparan,” ujar Wira. Pada 2020, saat awal pandemi Covid-19 melanda, hingga pertengahan 2022, bisnis UMKM terpuruk. Wira mesti menjual 70 motor dan merumahkan sejumlah karyawan. Pemerintah melonggarkan izin masuk Bali bagi WNA mulai 2022 dan dampak positif bagi para pelaku usaha mulai dinikmati pada pertengahan tahun. Pada akhir 2022, ia menerima 300 pesanan sehingga bekerja sama dengan pengusaha rental motor lain guna memenuhi permintaan. Bersamaan dengan itu, bisnis rental motor oleh WNA terpantau masif. Dampaknya, pada April 2023, hanya 130 motor Wira yang disewa, sedangkan selebihnya dikandangkan. Pemasukannya kini rata-rata Rp 2 juta per hari, sedangkan akhir 2022 bisa Rp 5 juta per hari. April memang masuk periode low season kunjungan turis asing. Namun, Wira yakin seharusnya motor yang keluar garasi jauh lebih banyak lagi. Indikatornya, jalan-jalan di daerah Canggu kerap macet dan banyak motor yang dikendarai orang asing.
Tim Kompas menelusuri bisnis rental motor yang 100 % modalnya milik dua WN Rusia. Admin grup Telegram untuk layanan penyewaan tersebut hanya mau berkomunikasi dengan sesama orang yang fasih berbahasa Rusia. Setelah harga disepakati dan konsumen mengirimkan data paspor, motor diantarkan ke lokasi konsumen oleh seorang warga Rusia. Wira dan kawan-kawan sesama pengusaha rental motor lokal mengaku tidak membenci warga negara tertentu karena kehadiran warga asing adalah penggerak perekonomian. Para pengusaha UMKM hanya meminta pemerintah tegas menegakkan aturan bagi WNA pelanggar izin. Keberadaan WNA yang diduga menjalankan aktivitas ekonomi ilegal di Bali turut merugikan para fotografer selancar yang tergabung dalam komunitas Indo Water Shots. Sejak dibentuk tahun 2020, anggota komunitas ini kerap bersinggungan dengan fotografer asing. Harry Adrianto (34), perwakilan Indo Water Shots, berkali-kali menegur para fotografer asing tersebut agar tidak ikut memotret para peselancar untuk kepentingan komersial. Aktivitas juru foto asing itu amat merugikan lantaran mengambil pangsa pasar Harry dan kawan-kawan. ”Mereka datang hanya sebagai turis, tetapi cari duit di sini. Kecuali dia legal, berarti dia bayar pajak. Sementara dia dapat duit dari surfing lumayan besar,” katanya. (Yoga)
Harga Rumah Subsidi Siap Naik
Peraturan terkait kenaikan harga patokan rumah bersubsidi diperkirakan terbit Juni 2023. Pemerintah memastikan kenaikan harga rumah bersubsidi tetap mempertimbangkan keterjangkauan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Kementrian PUPR, Haryo Bekti Martoyoedo mengemukakan, peraturan menkeu (PMK) terkait penyesuaian harga rumah bersubsidi dalam tahap final dan diharapkan bisa ditetapkan pada Juni 2023. Sejalan dengan itu, Kementrian PUPR tengah menyiapkan Kepmen untuk batasan harga jual rumah bersubsidi yang dibebaskan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
”Dari diskusi dengan Kementerian Keuangan, (PMK) diharapkan bisa diundangkan pada Juni 2023,” kata Haryo dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Pengembang Perumahan dan permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), di Jakarta, Kamis (25/5). Haryo mengakui, PMK terkait kenaikan harga rumah bersubsidi telah lama dinantikan pengembang rumah bersubsidi. Pengembang mengeluhkan tidak ada kenaikan harga patokan rumah bersubsidi selama lebih dari tiga tahun, sedangkan harga material bangunan terus meningkat. ”Tidak mungkin menaikkan harga (patokan rumah bersubsidi) tanpa melihat kemampuan masyarakat. Kami akan menyiapkan skema agar tetap terjangkau,” ujar Haryo. (Yoga)
Antisipasi Inflasi Impor dan Ketidakpastian, BI Tahan Suku Bunga Acuan
BI memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 5,75 %. BI menilai tingkat suku bunga acuan saat ini masih memadai untuk menjaga inflasi, stabilisasi nilai tukar rupiah, dan mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global. Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers, Kamis (25/5) di Jakarta, menjelaskan, tingkat suku bunga acuan ini diharapkan bisa mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation). Inflasi barang impor berpotensi meningkat seiring meningkatnya permintaan barang dan jasa. Selain itu, juga untuk memitigasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global. Ketidakpastian itu tetap tinggi dipengaruhi oleh dampak risiko stabilitas sistem keuangan di negara maju dan juga ketidakpastian penyelesaian permasalahan plafon utang Pemerintah AS.
BI berpandangan, suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve atau The Fed, sudah mencapai puncaknya. Kecil kemungkinan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuannya. Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah terhadap dollarAS pada perdagangan Kamis (25/5) ditutup pada level Rp 14.952. Sejak awal tahun hingga 24 Mei 2023, nilai tukar rupiah menguat 4,48 %. Penguatan ini lebih baik dibandingkan apresiasi Thailand sebesar 0,20 %. Menurut Perry, kebijakan moneter ini juga untuk memastikan inflasi inti terkendali dalam kisaran 2-4 % di sisa tahun 2023. Adapun inflasi berbasis Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat segera kembali ke dalam kisaran sasaran 2-4 % pada triwulan III-2023. (Yoga)
Surya Pertiwi Bagikan Dividen Rp 135 Miliar
Rapat Umum Pemegang Saham PT Surya Pertiwi Tbk, Kamis (25/5/2023), memutuskan pembagian dividen sebesar Rp 135 miliar atau 60 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2022. Adapun sisanya dibukukan sebagai laba ditahan. Presiden Direktur Surya Pertiwi Willianto Alim mengatakan, pendapatan neto perseroan tahun 2022 mencapai Rp 2,5 triliun, tumbuh 11,9 % dibandingkan tahun sebelumnya. (Yoga)
Rasio Utang Terkendali
Tren perlambatan penerimaan pajak awal tahun ini berlanjut seiring dengan berakhirnya momentum ”durian runtuh” kenaikan harga komoditas. Di tengah pendapatan negara yang moderat itu, pemerintah meyakini kebijakan pembiayaan utang tetap terkendali dan rasio utang dapat diturunkan sesuai target. Tanda-tanda melambatnya penerimaan pajak sudah terlihat sejak awal tahun ini. Kemenkeu mencatat, penerimaan pajak pada Januari 2023 tumbuh 48,6 %; kemudian turun menjadi 40,35 % pada Februari 2023; lalu 33,78 % pada Maret 2023; dan menyentuh 21,29 % pada April 2023. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi Mei 2023, Senin (22/5) lalu, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, pemerintah mulai mewaspadai normalisasi basis penerimaan akibat kondisi ekonomi global yang volatile.
Ditengah penerimaan negara yang semakin moderat itu, pemerintah dihadapkan pada tantangan menurunkan rasio utang dan defisit fiskal yang sebelumnya sempat membengkak akibat pandemi Covid-19. Sampai 30 April 2023, posisi utang pemerintah berada di angka Rp 7.849,8 triliun dengan rasio utang 38,15 % terhadap PDB. Kendati rasio dan nominal utang itu menurun secara bulanan dibandingkan Maret 2023, posisi utang telah meningkat selama lima tahun terakhir akibat pandemi. Sejak 2020 sampai 2023, nominal utang pemerintah bertambah Rp 3.070,5 triliun dengan rasio utang di atas 30 % mendekati 40 %. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Sumito, Kamis (25/5) mengatakan, penerimaan pajak memang melambat, tetapi kinerja APBN dalam dua tahun terakhir yang baik akibat penerimaan negara yang meningkat signifikan di tengah momentum windfall komoditas membuat posisi utang masih terkendali. (Yoga)
Biaya Hidup Tinggi Perlambat Pemulihan
Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC mengingatkan ada tiga faktor yang akan menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi tahun ini, yaitu biaya hidup yang lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19, permintaan ekspor melemah, dan fiskal negara makin ketat. Direktur Unit Kebijakan (PUC) APEC Carlos Kuriyama mengatakan, saat ini, biaya hidup lebih tinggi dari sebelum pandemi Covid-19. Bersamaan dengan itu, tingkat pendapatan masyarakat di banyak negara anggota APEC belum pulih ke level prapandemi. Kondisi itu membuat ketimpangan pendapatan kian meluas. Populasi yang paling rentan menjadi yang paling terpukul. Biaya hidup yang tinggi itu akan memperlambat pemulihan ekonomi pada tahun ini.
”Salah satu tujuan APEC didirikan pada 1989 adalah untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup. Namun, saat ini, dunia dihadapkan pada kenyataan bahwa standar hidup masyarakat telah turun karena kehilangan pekerjaan dan pendapatan,” ujarnya dalam pertemuan APEC di Detroit, AS, yang berlangsung pada 24-25 Mei 2023, melalui siaran pers. APEC juga melihat, banyak negara anggota APEC yang ruang fiskalnya menyempit dan utangnya melonjak, lantaran negara-negara tersebut banyak mengeluarkan biaya untuk memberikan stimulus besar-besaran untuk mempertahankan ekonomi, serta kehidupan dan mata pencarian masyarakat selama Covid-19. Di sisi lain, APEC menilai momentum pemulihan kinerja perdagangan telah hilang akibat gangguan penawaran dan permintaan karena efek gabungan konflik geopolitik. Akumulasi tindakan pembatasan perdagangan, terutama terkait pembatasan dan larangan ekspor, juga meningkat. (Yoga)









