;

Penghasilan Masyarakat Rawan Tergerus Inflasi

Hairul Rizal 09 Sep 2023 Kontan

Konsumen semakin optimistis terhadap kondisi perekonomian saat ini dan ke depan. Namun, ada kekhawatiran konsumen terhadap penghasilannya dalam jangka pendek, terutama akibat inflasi alias lonjakan harga-harga. Peningkatan optimisme konsumen terindikasi dari hasil Survei Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2023 tercatat sebesar 125,2. Angka ini naik 1,4 poin dari bulan sebelumnya 123,5. Optimisme konsumen yang meningkat didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang pada Agustus lalu di level 115,5. Indeks ini meningkat 1,7 poin dibandingkan dengan Juli lalu yang berada di posisi 113,8. Berdasarkan hasil survei bank sentral tersebut, semua indeks pembentuk IKE meningkat. Baik indeks penghasilan, indeks pembelian barang tahan lama ( durable goods ), maupun indeks ketersediaan lapangan kerja. Analisis Senior Indonesia Strategic and Economics Action Institution Ronny P, Sasmita menduga, penurunan ekspektasi konsumen terhadap penghasilan jangka pendek lantaran faktor kenaikan harga kebutuhan pokok terutama harga beras. Lalu, potensi pergantian bahan bakar minyak jenis Pertalite ke Pertamax Green dalam enam bulan ke depan, yang harganya juga terpaut jauh. Menurutnya, memang, pengaruh kenaikan harga komoditas pokok dan BBM terhadap inflasi tidak akan terlalu besar. Namun, akan berdampak langsung terhadap Personal Consumption Expenditures Price Index (PCE-PI). Yakni, tekanan terhadap daya beli personal atas tingkat konsumsi konsumen. Tekanan ini yang tidak terhitung oleh Indeks Harga Konsumen (IHK) maupun inflasi inti. Senada, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Teuku Riefky mengatakan, selama enam bulan ke depan, ketidakpastian masih tinggi. Salah satunya, dipengaruhi oleh lonjakan harga pangan.

Sediakan Jasa Manajemen Fasilitas

Hairul Rizal 09 Sep 2023 Kontan

PT Hoffmen Cleanindo Tbk merupakan perusahan jasa alih daya atau outsourcing. Kita bisa dengan mudah menemukan wujud bisnis yang dijalankan Hoffmen Cleanindo dalam kehidupan sehari-hari. Produk dan jasa Hoffmen bisa dilihat ketika berkunjung ke pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga kawasan perumahan. Emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham KING ini menyediakan sumber daya jasa manajemen fasilitas untuk memenuhi kebutuhan klien. Hoffmen Cleanindo yang telah berdiri sejak tahun 2008 memiliki fokus kegiatan usaha seperti sistem kebersihan toilet dan sanitasi. Setelah 10 tahun berdiri, perusahaan ini memperluas lini pelayanan, yaitu jasa kebersihan (cleaning service), jasa penyedia pengharum ruangan, jasa keamanan, jasa ketenagakerjaan, dan jasa manajemen parkir. Presiden Komisaris Hoffmen Cleanindo, Eddy Japarto memandang, industri jasa kebersihan dan bisnis terkait lainnya sangat potensial. Sebab, belum banyak perusahaan yang memanfaatkan potensi industri ini dengan sungguh-sungguh. Hoffmen memandang persaingan industri jasa kebersihan cukup berbeda karena masih terbentuknya kompetisi yang menggunakan sistem relasi. Praktik pemasaran belum memasuki mekanisme perdagangan bebas. Oleh karena itu, perusahaan di industri kebersihan seharusnya memiliki segmen yang tidak hanya satu, melainkan berbagai diversifikasi pelayan jasa yang bervariasi sebagai nilai tambah bagi calon pelanggan. Hoffmen menyediakan one stop service mulai dari depan pintu (petugas keamanan atau security ), di dalam ruangan ( cleaning service ) hingga sampai di luar pintu (jasa parkir). Hoffmen Cleanindo memasang target optimistis pada tahun ini. Target pendapatan perusahaan dibidik meningkat hingga Rp 230 miliar pada tahun 2023. Sementara laba bersih dipatok bisa meningkat pesat pada tahun ini.

Pilih Investasi yang Mendukung Bisnis

Hairul Rizal 09 Sep 2023 Kontan

Memadukan antara tradisi dan bisnis menjadi jalan hidup yang ditempuh oleh Ida Bagus Rai Budarsa. Pendiri sekaligus Direktur Utama PT Hatten Bali Tbk (WINE) ini mencurahkan daya upaya mengembangkan bisnis yang telah dirintis oleh orang tuanya. Pria yang akrab disapa Gus Rai ini mengenang, selepas lulus kuliah dia langsung berkecimpung di dunia usaha bersama sang ayah. Rai pernah menggarap berbagai bidang, mulai dari bisnis garmen hingga tambak bandeng. Dari sederet bisnis yang dia geluti, brem, menjadi produk paling laris yang punya prospek menjanjikan. Brem merupakan minuman tradisional Bali yang umumnya terbuat dari fermentasi beras ketan atau tapai. Sebagai tangan kanan sang ayah, Rai sudah paham betul bagaimana proses bisnis pembuatan brem. Mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga pemasaran. Setelah bisa menjalankan usaha sendiri, Rai tak ingin bisnis yang stagnan. Sebagai sarjana pertanian lulusan Universitas Brawijaya yang belajar teknologi industri dan pangan, Rai mengangkat bisnis brem. Dengan modal keilmuan dari bangku kuliah dan praktik wirausaha dari sang ayah, Rai memantapkan langkah untuk merintis bisnis Dus, Rai lebih memilih menggulirkan uangnya dalam bentuk aset-aset produktif. "Jadi kalau investasi di industri finansial, saya nggak terlalu. Karena lebih tertarik ke bisnis, dan bagaimana nanti investasi yang saya lakukan itu bisa ikut mengembangkannya," ujar Rai. Selain itu, di tengah kesibukan berbisnis, Rai mengaku tidak punya cukup waktu untuk mengulik instrumen investasi di industri keuangan. "Saya mungkin juga kurang tekun. Jadi saya lebih suka (beli) yang langsung terlihat dan bisa digunakan, terutama properti dan lahan," terang Rai. Rai yakin investasi properti dan lahan di Bali tetap memberikan keuntungan di masa depan. Jadi tak heran jika 90% portofolio investasi Rai saat ini ada dalam bentuk properti dan tanah. Sedangkan 10% sisanya berada di instrumen investasi lain, termasuk saham. Rai memilih saham-saham berfundamental apik yang cocok untuk investasi jangka panjang.

GAIRAH BURSA MEREKAH

Hairul Rizal 09 Sep 2023 Bisnis Indonesia (H)

Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menarik minat sejumlah perusahaan melantai di pasar modal. Dalam bulan ini, dapat dipastikan jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) memecahkan rekor yang sudah tersemat selama lebih dari 3 dekade. Berdasarkan data BEI, sudah ada 65 emiten baru sepanjang tahun berjalan dengan total dana IPO mencapai Rp49,3 triliun. Adapun, rekor jumlah IPO terbanyak tercatat pada 1990 dengan 66 emiten yang melantai sepanjang tahun. Artinya, hanya butuh 2 emiten tambahan guna memecahkan rekor yang selama 33 tahun terakhir ini tak tersentuh. Menariknya, saat ini sudah ada dua perusahaan yang dalam proses bookbuilding yakni PT Kokoh Exa Nusantara Tbk. (KOCI) dan PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) sehingga jumlah IPO tahun ini segera pecah rekor pada bulan ini. BEI bahkan menyebut ada 25 saham yang sudah ada dalam antrean (pipeline) IPO, termasuk 2 emiten yang tengah bookbuilding. Apabila seluruhnya terealisasi, total emiten baru pada tahun ini bisa mencapai 90 emiten. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan di tengah tingginya tingkat suku bunga akibat inflasi, IPO merupakan salah satu alternatif pendanaan yang sering digunakan karena tingginya suku bunga pinjaman. Pasar IPO pun bakal semakin semarak seiring dengan kenaikan biaya dana (cost of fund) yang semakin tinggi. Hal ini tentu memberikan pilihan investasi yang semakin beragam bagi para investor di pasar modal. Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Djustini Septiana mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas emiten dari sisi kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, meningkatkan fungsi enforcement, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik. “Perlu dipahami bahwa pada saat akan IPO, OJK memastikan agar informasi yang akan disampaikan ke publik dalam rangka IPO sudah cukup informatif bagi investor sebelum berinvestasi,” ujarnya, kemarin. Investment Analyst Infovesta Capital Advisory Fajar Dwi Alfian menyarankan kepada investor baru untuk memperhatikan rencana penggunaan dana IPO apakah alokasinya untuk kebutuhan belanja modal atau membayar utang. Selain itu, perhatikan juga prospek emiten apakah akan diuntungkan dengan kondisi ekonomi saat ini atau tidak.

PENYELENGGARA BURSA KARBON : BEI AJUKAN IZIN RESMI, ICX BERSIAP

Hairul Rizal 09 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Rencana peluncuran bursa karbon pada September 2023 tampaknya kian dekat terealisasi. Pasalnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengajukan permohonan resmi sebagai calon penyelenggara bursa karbon, sedangkan Indonesia Climate Exchange (ICX) terus bersiap menjadi calon lainnya. BEI secara resmi telah mengajukan permohonan sebagai penyelenggara perdagangan bursa karbon tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Kamis (7/9). Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik. BEI, jelasnya, telah menyampaikan seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Surat Edaran OJK (SEOJK) No.12/2023 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Karbon melalui Bursa Karbon. SEOJK tersebut diterbitkan sebagai aturan turunan dari Peraturan OJK (POJK) No. 14/2023 tentang Bursa Karbon yang telah diterbitkan sebelumnya. Kendati begitu, BEI tidak menjadi calon tunggal penyelenggara perdagangan bursa karbon. Pasalnya, ICX menyatakan akan segera mendaftar menjadi penyelenggara bursa karbon ke OJK. Sebagai informasi, ICX merupakan anak usaha Grup Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI). ICDX sendiri menjadi salah satu penyelenggara bursa berjangka atau komoditas di Indonesia. CEO ICX Megain Widjaja mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan berbagai persyaratan untuk menjadi penyelenggara bursa karbon, sebagaimana tertuang dalam SEOJK No. 12/2023. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan, pihaknya akan melakukan seleksi untuk menentukan siapa yang menjadi penyelenggara bursa karbon. Kendati begitu, otoritas juga masih akan mengkaji kemungkinan adanya multi-penyelenggara dalam perdagangan karbon di Indonesia. Sementara itu, SEOJK No. 12/2023 yang dirilis Kamis (7/9), secara lebih terperinci mengatur pedoman terkait penyelenggara bursa karbon, termasuk operasional kegiatan usahanya. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Aman Santosa mengatakan, SEOJK 12/2023 diterbitkan untuk menindaklanjuti ketentuan tata cara penyelenggaraan perdagangan karbon di bursa karbon, termasuk operasional dan pengendalian internal penyelenggara bursa karbon.

PERSAINGAN BANK DIGITAL : Bank Jago Buka Lebar Ruang Kolaborasi

Hairul Rizal 09 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Penguatan kolaborasi menjadi salah satu strategi kunci yang dijalankan PT Bank Jago Tbk. (ARTO) untuk mengakselerasi bisnis, sekaligus mengantisipasi persaingan di kalangan bank digital yang diramal bakal makin ketat tahun ini. Pionir bank digital di Indonesia itu pun bakal mengoptimalkan berbagai peluang kemitraan strategis dengan korporasi lain. Salah satunya adalah kolaborasi dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), termasuk GoTo Finansial. Apalagi, GOTO melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa juga tercatat sebagai pemegang saham Bank Jago dengan porsi 21,4%. Sejumlah fitur anyar tengah dirancang untuk oleh kedua korporasi itu guna memaksimalkan ekosistem GOTO yang terus berkembang. Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung mengatakan pertumbuhan perseroan dalam 3 tahun terakhir cukup bagus, baik dari dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) maupun penyaluran kredit. Begitu pula dengan pertumbuhan jumlah nasabah yang terakselerasi, imbas dari kemitraan strategis dengan GOTO. Capaian positif juga terlihat dari pertumbuhan jumlah nasabah yang hingga tengah tahun ini telah mencapai 8,3 juta nasabah. Menurut Arief, ekosistem GOTO berkontribusi sekitar 35% dari jumlah nasabah tersebut. Menurutnya, perbankan digital akan terus tumbuh. Apalagi, bank-bank konvensional terus mendigitalisasi layanannya. Kendati demikian, dia optimistis Bank Jago mampu kompetitif dengan menyasar segmen khusus, salah satunya nasabah muda. Gayung bersambut, Direktur sekaligus Presiden Financial Technology GOTO Hans Patuwo mengatakan kerja sama dengan Bank Jago bersifat saling melengkapi. Peluang kolaborasi antara Gopay dan Bank Jago juga terbuka luas. Setali tiga uang, Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah Redjalam mengatakan kolaborasi akan menjadi kunci dalam menghadapi persaingan di industri bank digital.

INTERKONEKSI KELISTRIKAN : Indonesia Bersiap Pasok Listrik ke Singapura

Hairul Rizal 09 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Indonesia dan Singapura memperkuat kemitraan dalam perdagangan energi rendah karbon dan interkoneksi listrik lintas batas. Hal itu diwujudkan kedua negara melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Second Minister for Trade and Industry Singapura Tan See Leng. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, MoU itu membahas kerja sama perdagangan listrik dan energi rendah karbon (low carbon energy). Menurut Dadan, melalui MoU dalam koridor government-to-government (G2G) tersebut, Singapura nantinya akan menyampaikan kebutuhan listrik dan sumber energi yang diinginkan. Indonesia akan memasok energi listrik ke Singapura sesuai permintaan tersebut. Dadan menambahkan, nota kesepahaman terkait perdagangan energi tersebut melengkapi MoU sebelumnya yang telah diteken antara Kementerian ESDM RI dengan Ministry of Trade and Industry (MTI) Singapura. Nota kesepahaman yang ditandatangani pada 21 Januari 2022 itu memuat kerja sama dalam pengembangan teknologi energi rendah karbon. Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman P. Hutajulu mengatakan implementasi dari nota kesepahaman tersebut akan lebih lanjut dikonsolidasikan dengan PT PLN (Persero) sambil menunggu kepastian permintaan dari Singapura.

Deal Proyek & Kesepakatan Tercapai di Forum ASEAN

Hairul Rizal 08 Sep 2023 Kontan (H)

Harapan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan (epicentrum of growth) ekonomi global masih terganjal sejumlah tantangan. Ada sederet isu yang mesti dicermati, mulai dari gejolak pasar global, konflik geopolitik kawasan, hingga eskalasi harga energi dan pangan dunia. Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi ASEAN tahun ini berkisar 4,5%-4,6%. Angka itu di atas estimasi pertumbuhan global sebesar 3%. Presiden Joko Widodo mengklaim KTT kali ini memberi manfaat ekonomi terhadap ASEAN. Ada sejumlah keputusan yang dihasilkan. Misalnya, deklarasi East Asia Summit (EAS) mengenai epicentrum of growth, pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan percepatan pelaksanaan Regional Cross Border Payment dan Local Currency Transaction. KTT ASEAN 2023 yang berakhir kemarin dihadiri para pemimpin 11 negara anggota ASEAN dan sejumlah negara mitra seperti Amerika Serikat, China, Rusia, Kanada, Jepang, India, Korea Selatan, Australia hingga Bangladesh. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menambahkan, sebagian besar yang dihasilkan dibutuhkan masyarakat ASEAN. Misalnya masalah proteksi pekerja migran, anak buah kapal (ABK), membuat jejaring desa dan one health iniciative. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bilang, salah satu andalan epicentrum of growth adalah Digital Economy Framework Agreement. Ini merupakan masterplan yang dirancang pada kepemimpinan Indonesia, yang mencakup perjanjian digitalisasi termasuk digital talent, digital ID, cyber security, retraining, reskilling, infrastruktur interoperability di ASEAN.

Capital Outflow Mengikis Cadangan Devisa

Hairul Rizal 08 Sep 2023 Kontan

Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi cadangan devisa pada akhir Agustus senilai US$ 137,1 miliar. Jumlah tersebut menurun US$ 600 juta dibandingkan akhir Juli tahun ini yang tercatat US$ 137,7 miliar. Pemicu terkikisnya cadangan devisa, pertama, lantaran pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kedua, kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Di sisi lain, kewajiban eksportir untuk memarkir devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) di dalam negeri, yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023 dan berlaku mulai 1 Agustus 2023, tampaknya belum berdampak terhadap cadangan devisa. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, penurunan cadangan devisa kali ini didorong oleh keluarnya arus modal asing alias capital outflow, baik dari pasar saham maupun dari pasar obligasi. Catatan Josua, outflow dari pasar saham tercatat sebesar US$ 1,32 miliar pada bulan Agustus. Sementara outflow dari pasar obligasi senilai US$ 535 juta. Namun demikian, "Capital outflow dari pasar keuangan berdampak lebih terbatas terhadap cadangan devisa di bulan Agustus 2023," ucap Josua kepada KONTAN, Kamis (7/9). Hal tersebut, menurut dia, sejalan dengan mulai masuknya DHE pasca revisi aturan oleh pemerintah. Ekonom Senior Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, meski ada capital outflow, hasil kebijakan anyar terkait DHE valas mulai tampak lantaran volume transaksi operasi pasar terbuka lewat instrumen term deposit valas meningkat signifikan selama Agustus 2023. Faisal mencatat, DHE TD valas Agustus mencapai US$ 535 juta, lebih dari dua kali lipat dibanding rerata volume transaksi bulanan pada periode Maret hingga Juli 2023 yang hanya US$ 228,45 juta.

Target APBN 2024 Naik Rp 21 Triliun

Hairul Rizal 08 Sep 2023 Kontan

Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakati kenaikan target pendapatan dan belanja dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024. Kenaikan tersebut merupakan imbas dari terkereknya sejumlah asumsi makro dibandingkan usulan awal Presiden Joko Widodo pada Agustus 2023. Sejumlah asumsi makro yang mengalami perubahan antara lain harga minyak mentah Indonesia alias Indonesian Crude Price (ICP) 2024 menjadi US$ 82 per barel. Angka itu naik dari usulan dalam Nota Keuangan sebesar US$ 80 per barel. Bukan hanya itu, asumsi lifiting minyak disepakati 635.000 barel per hari, dari usulan Jokowi sebesar 625.000 barel per hari. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah dan Banggar DPR RI menyepakati untuk mengerek target pendapatan negara sebesar Rp 21 triliun, dari usulan awal Rp 2.781,3 triliun menjadi Rp 2.802,3 triliun. Meningkatnya proyeksi tersebut berasal dari kenaikan target penerimaan pajak sebesar Rp 2 triliun menjadi Rp 1.988,9 triliun. Sejalan dengan meningkatnya target tersebut, Menteri Sri Mulyani ingin Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak terus meningkatkan rasio pajak alias tax ratio dan  tax buoayancy. Adapun belanja negara juga meningkat sebesar Rp 21 triliun, dari usulan dalam Nota Keuangan yang sebesar Rp 3.304,1 triliun menjadi Rp 3.325,1 triliun. Tambahan belanja negara tersebut dialokasikan untuk belanja kementerian dan lembaga (K/L) Rp 3,8 triliun, tambahan subsidi energi Rp 3,2 triliun, kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik Rp 10,1 triliun, serta cadangan pendidikan Rp 3,9 triliun.

Pilihan Editor