Manuver China, Saham Teknologi AS Rontok
Saham Apple, Qualcomm, TSMC, dan ASML terus terpangkas dalam beberapa waktu terakhir. Kabar larangan penggunaan ponsel Apple kepada seluruh pegawai pemerintah dan badan usaha milik negara China menjatuhkan nilai pasar Apple. Sementara penjualan ponsel terbaru Huawei memangkas saham perusahaan teknologi lainnya. Pada penutupan perdagangan Kamis (7/9) sore waktu New York, AS, atau Jumat pagi WIB, akumulasi penurunan saham Apple menyentuh 7 %, sehingga nilai pasar Apple berkurang 200 miliar USD.
Penurunan menyusul kabar China akan melarang penggunaan Apple pada seluruh pegawai pemerintah dan BUMN. Dalam laporan The Wall Street Journal dan Bloomberg disebutkan, Beijing melarang ponsel dan aneka produk Apple dibawa ke kantor atau dijadikan alat kerja. Larangan berlaku bagi pegawai pemerintah, BUMN, dan lembaga lain yang didanai APBN. Bersama Taiwan dan Hong Kong, China menyumbang 400 miliar USD pendapatan Apple. Pada triwulan II-2023, China menyumbangkan 15,7 miliar USD ke kantong Apple. Analis pada Bernstein Research, Toni Sacconaghi, mengatakan, larangan itu sebenarnya hanya akan memangkas 5 % penjualan Apple. Masalahnya, ada kekhawatiran larangan itu tidak berhenti di pegawai pemerintah dan BUMN. Bisa jadi, larangan itu akan mendorong warga China memprioritaskan penggunaan ponsel dalam negeri. (Yoga)
Postingan Terkait
Perdagangan AS-China
China Meminta Dukungan Lebih Besar dari AIIB
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023