;

Produksi Kendaraan Listrik Butuh ”Gula-gula”

Ekonomi Yoga 09 Sep 2023 Kompas
Produksi Kendaraan
Listrik Butuh ”Gula-gula”

Ambisi ASEAN untuk membentuk ekosistem kendaraan listrik regional perlu diiringi kebijakan ”pemanis” untuk melindungi konektivitas industri di kawasan. Negara-negara ASEAN bisa membuat kebijakan insentif sejenis inflation reduction act atau IRA milik AS untuk menyatukan basis pasar dan produksi di kawasan. Dalam KTT Ke-43 ASEAN yang resmi ditutup pada Kamis (7/9) di Jakarta, negara-negara ASEAN di bawah keketuaan Indonesia sepakat mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik regional dengan melibatkan negara-negara mitra di kawasan Indo-Pasifik atau ASEAN+3, yaitu Korsel, Jepang, dan China.

Kepala Center of Trade Industry and Investment di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menilai, komitmen itu terancam tidak efektif jika hanya dalam bentuk konsep kesepakatan, tanpa kebijakan konkret di setiap negara Asia Tenggara untuk menjamin konektivitas industri hulu ke hilir. ”Kalau hanya sepakat membentuk ekosistem, ekosistem yang seperti apa? Perlu ada kebijakan yang applicable untuk menjamin ekosistem itu terbentuk sehingga konkret dengan kebijakan yang seragam di setiap negara ASEAN untuk menjamin konektivitas itu,” kata Andry saat dihubungi di Jakarta, Jumat (8/9).

Menurut dia, negara-negara ASEAN bisa meniru konsep kebijakan IRA milik AS guna melindungi pemain industri di kawasan beserta mitra di luar kawasan yang terlibat perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara ASEAN. Kebijakan insentif sejenis itu bisa menjadi ”gula-gula” pemanis yang mendatangkan investasi dan menjamin konektivitas perdagangan di kawasan. Insentif juga tidak hanya diberikan kepada pelaku industri dan investor, tetapi juga konsumen yang membeli kendaraan listrik hasil produksi negara-negara ASEAN dan mitra. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :