;

Kopi Gayo Punya Cerita

Yoga 03 Dec 2023 Kompas (H)

Lubang-lubang untuk menanam kopi telah disiapkan di kaki bukit di Desa Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Aceh. Doa mendaras dari mulut sejumlah warga dan tamu undangan yang ikut menanam bibit kopi siang itu, Sabtu (25/11). Dalam dekapan udara sejuk segar Gayo, tanaman kopi yang di kawasan itu diberi nama Siti Kewe ditanam dengan rasa hormat. Begitulah tradisi menanam kopi di kawasan Gayo yang diawali dengan ritual sederhana, Dua Ni Kupi. Ritual ini melambangkan doa dari orangtua kepada anaknya agar ia tumbuh besar dan kelak berguna bagi keluarga serta orang-orang di sekitarnya. Di sini, Siti Kewe dianggap bukan sekadar tanaman, melainkan anak kesayangan.

Ritual Dua Ni Kupi masih ada yang melakukannya hingga sekarang, terutama para orang tua. ”Mereka percaya sekali kalau bibit yang didoakan bakal tumbuh subur,” ujar Hardiansyah, pendamping Program Peningkatan Kebudayaan Desa Paya Tumpi Baru. Hardiansyah selaku pegiat seni dan budaya Gayo mencoba menghidupkan lagi proses menanam Siti Kewe dengan ritual Dua Ni Kupi. Tujuannya, agar terjalin hubungan yang erat antara petani muda dan Siti Kewe. Ia memanfaatkan Festival Panen Kopi Gayo 2023 sebagai panggung besarnya. Tahun ini, Festival Panen Kopi Gayo yang diprakarsai oleh Komunitas Gayo Kultural Lab menjadi perhelatan ke-6. Dengan dukungan pembiayaan dari Kemendikbudristek, festival digelar ditiga desa, yakni Desa Kelitu, Bukit Sama, dan Paya Tumpi Baru. Berbagai seni tradisi pun dihadirkan.

Kopi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan orang Gayo. Dari kopilah, sebagian besar warga Gayo hidup. Tidak heran jika kopi begitu disayang. Tahun 2020, menurut data BPS Aceh, produksi kopi arabika Gayo di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues mencapai 65.793 ton biji kopi (green beans). Produksi ini 40 % dari total produksi kopi arabika nasional. Sebagian besar produksi kopi arabika Gayo diekspor ke luar negeri, terutama AS, Eropa, dan beberapa tahun belakangan ini China. Para pembeli dari negara-negara itu berani menyerap dan membeli mahal kopi arabika Gayo di atas standar harga internasional. Lewat Festival Panen Kopi Gayo, diharapkan tradisi budaya Gayo diperkenalkan lagi agar dikenal banyak orang. (Yoga)

Indonesia Butuh Dana Pihak Lain untuk Atasi Krisis Iklim

Yoga 02 Dec 2023 Kompas (H)

Upaya mengatasi krisis iklim memerlukan kerja sama yang kolaboratif dan inklusif berupa aksi-aksi nyata dari semua pihak. Indonesia pun berkomitmen mengatasi krisis iklim dengan dukungan pendanaan dari pihak lain. Posisi Indonesia untuk terus mendorong pendanaan iklim, khususnya terkaittransisi energi, disampaikan langsung Presiden Jokowi dalam pembukaan World Climate Action Summit (WCAS) di Dubai, Uni Emirat Arab, Jumat (1/12) WCAS merupakan salah satu agenda dalam Konferensi Para Pihak tentang Perubahan Iklim Ke-28 (COP28) di Dubai.

”Target Kesepakatan Paris dan net zero emission (nol emisi karbon) hanya bisa dicapai jika kita bisa menuntaskan masalah pendanaan transisi energi ini. Dari situlah masalah dunia bisa diselesaikan,” ujarnya. Presiden mengatakan, semua upaya mengatasi perubahan iklim membutuhkan pembiayaan besar. Negara-negara sedang berkembang tidak mungkin mampu melakukannya sendiri. Indonesia membutuhkan investasi lebih dari 1 triliun USD untuk net zero emission 2060. ”Indonesia mengundang kolaborasi dari mitra bilateral, investasi swasta, filantropi, dan dukungan negara-negara sahabat. Kami memiliki platform pembiayaan inovatif yang kredibel, bursa karbon, mekanisme transisi hijau, sukuk dan obligasi hijau, pengelolaan dana lingkungan hidup dari result based payment (pembayaran berdasarkan hasil),” ucap Presiden. (Yoga)

Menjaga Anggaran Alutsista

Yoga 02 Dec 2023 Kompas

Penambahan pagu pinjaman luar negeri untuk belanja alat utama sistem persenjataan atau alutsista sebesar 4,25 miliar USD memicu sejumlah pertanyaan, misalnya, mengapa kenaikan pagu pinjaman luar negeri untuk belanja alutsista periode 2020-2024 dari 20,75 miliar USD menjadi 25 miliar USD terkesan tiba-tiba dan dilakukan pada tahun terakhir masa kerja kabinet Indonesia Maju. Pemerintah memang telah menjelaskan, kebijakan itu diambil karena ada gejolak harga alutsista secara global. Selain itu, kebijakan ini tak mengubah pagu alokasi belanja alutsista dari pinjaman luar negeri periode 2020-2034 yang besarnya 55 miliar USD. Pasalnya, penambahan alokasi pinjaman 2020-2024 bersumber dari pagu pinjaman untuk 2025-2029 (Kompas, 30/11). Penjelasan itu memunculkan pertanyaan baru, seperti sampai sejauh mana kemendesakan pengadaan alutsista sehingga harus menambah pagu pinjaman dengan memakai alokasi tahun berikutnya.

Lalu, bagaimana jika pemerintahan hasil Pemilu 2024 juga menghadapi kemendesakan terkait alutsista, tetapi sebagian dari pagu pinjaman sudah diambil pemerintahan saat ini. Terbatasnya keuangan negara membuat anggaran untuk pertahanan dengan pengadaan alutsista di dalamnya saat  ini masih 0,8 % dari PDB. Idealnya, anggaran pertahanan adalah 2 % dari PDB. Kondisi itu membuat kekuatan pokok minimal (minimum essential force/MEF) TNI AU baru mencapai 51,51 % pada awal 2023, TNI AD sebesar 76,23 % dan TNI AL mencapai 59,69 % hingga 2021. Secara keseluruhan pada 2021, MEF TNI sebesar 62,31 %. Padahal, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 ditargetkan mencapai 100 persen pada 2024 (Kompas.id, 8/3/2023). Dalam keadaan seperti ini, semua anggaran negara, termasuk untuk belanja alutsista, semestinya digunakan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada penyelewengan yang membuat kita tak optimal mendapatkan alutsista. (Yoga)

Produsen Elektronik Lokal Belum Jadi Tuan di Negeri Sendiri

Yoga 02 Dec 2023 Kompas

Pelaku industri barang elektronik merek lokal membutuhkan dukungan agar bisa bersaing di sektor pasar barang elektronik dalam negeri. Dengan masyarakat membeli dan menggunakan barang elektronik produk lokal turut mendorong pertumbuhan pabrik lokal dan memperluas kapasitas atau menambah tenaga kerja yang pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Direktur Operasional PT Adi Pratama Indonesia Tri Isyanta mengatakan, saat ini pelaku industri barang elektronik merek lokal hanya mendapatkan 2 % pasar barang elektronik dalam negeri. Selebihnya masih dikuasai barang elektronik merek global atau asing. Tri menambahkan, pelaku industri barang elektronik merek lokal membutuhkan dukungan keberpihakan negara dan diberikan kesempatan lebih luas untuk meningkatkan volume penjualannya.

”Beri kesempatan dan kepercayaan kepada merek lokal barang elektronik ini. Kualitasnya bisa bersaing dengan merek global,” ujar Tri saat ditemui di kantornya di Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (1/12). PT Adi Pratama Indonesia merakit dan memproduksi berbagai barang elektronik, seperti laptop, televisi, CCTV, dan interactive flat pannel (IFP). Dengan membeli dan menggunakan produk elektronik merek lokal, lanjut Tri, bisa membantu pelaku industri ini untuk terus bertumbuh. Melalui peningkatan kapasitas produksi dan bisnis, pelaku industri merek lokal ini bisa berekspansi dan menambah serapan tenaga kerja sehingga harapannya bisa mendorong perekonomian nasional. (Yoga)

Harga Pangan Masih Terus Meroket

Yoga 02 Dec 2023 Kompas

Harga kebutuhan pokok masih melanjutkan tren kenaikan. Sampai November 2023, komoditas pangan tetap menjadi penyumbang inflasi terbesar, baik secara bulanan maupun tahunan. Fenomena ini diperkirakan bakal berlangsung sampai tahun depan dan menggerus daya beli sebagian masyarakat. Berdasarkan catatan BPS, per November 2023, inflasi bulanan dan tahunan masih meningkat. Secara tahunan (year on year), tingkat inflasi mencapai 2,86 %, naik dari posisi Oktober 2023 sebesar 2,56 %. Sementara inflasi bulanan (month to month) tercatat sebesar 0,38 %, naik dari posisi Oktober 2023 sebesar 0,17 %. Tingkat inflasi bulanan per November 2023 ini lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya ataupun bulan yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud, Jumat (1/12) mengatakan, berdasar kelompok pengeluarannya, inflasi bulanan dan tahunan yang terbesar terjadi pada kelompok makanan-minuman dan tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi tahunan 6,71 % dan memberikan andil sebesar 1,72 % terhadap inflasi umum. Sementara secara bulanan, kelompok ini mengalami inflasi 1,23 % dengan andil sebesar 0,32 % terhadap inflasi umum. Komoditas utama yang menyebabkan inflasi pada November 2023 adalah cabai merah yang mengalami inflasi bulanan 42,83 % dengan andil 0,16 % terhadap inflasi umum; cabai rawit yang mengalami inflasi 43,27 % dengan andil 0,08 % terhadap inflasi umum; dan bawang merah yang inflasinya 11,49 % dengan andil 0,03 %. (Yoga)

Asuransi Kredit Meningkat Signifikan

Yoga 02 Dec 2023 Kompas

Kinerja asuransi kredit pada kuartal III-2023 mengindikasikan adanya tren peningkatan penyaluran kredit sekaligus perbaikan kualitas kredit. Di sisi lain, perbankan tetap menjaga kualitas kredit yang diberikan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Mengutip data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), premi dicatat industri asuransi umum pada lini asuransi kredit, terutama kredit jangka panjang, meningkat signifikan sebesar 28,7 % secara tahunan menjadi Rp 13,86 triliun pada kuartal III-2023. Di sisi lain, klaim asuransi kredit juga meningkat 21,2 % secara tahunan menjadi Rp 9,81 triliun.SeniorResearchAssociate IndonesiaFinancial Group (IFG) Progress Ibrahim Kholilul Rohman mengatakan, kredit usaha rakyat (KUR) atau kredit UMKM menjadi segmen terbesar dalam asuransi kredit.

”Sampai dengan kuartal III-2023, alokasi KUR utamanya pada sektor perdagangan, pertanian, industri  pengolahan, dan jasa-jasa. Sementara itu, dari sisi pelaku asuransi kredit, Askrindo (PT Asuransi Kredit Indonesia) dan Askrida (PT Asuransi Bangun Askrida) memiliki proporsi yang besar,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (1/12). Berdasarkan data OJK, outstanding penyaluran kredit oleh Bank Umum kepada segmen UMKM meningkat dari Rp 1.332 triliun pada awal 2023 menjadi Rp 1.466 triliun pada September 2023. AAUI melaporkan, rasio klaim lini asuransi kredit yang dibayar asuransi umum tercatat sebesar 70,8 %. Capaian ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 75,2 %. ”Artinya, kualitas kredit meningkat. Kemudian, debitor juga mampu mengelola kredit yang diterima untuk keberlangsungan aktivitas bisnisnya sehingga tidak bangkrut,” lanjut Ibrahim. (Yoga)

Bisnis Menara Mitratel Diperluas ke Luar Jawa

Yoga 02 Dec 2023 Kompas
Perusahaan infrastruktur telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel, berencana untuk terus memperluas pangsa pasar dari menara telekomunikasi di luar Jawa. Ekspansi ini sejalan dengan tren peningkatan kebutuhan internet di Indonesia. Demikian disampaikan Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Theodorus Ardi Hartoko, Kamis (30/11/2023), di Jakarta. (Yoga)

Dianggap Tak Lazim, Tambahan Belanja Alutsista Dipertanyakan

Yoga 02 Dec 2023 Kompas

Tambahan alokasi Rp 61,7 triliun untuk belanja alat utama sistem persenjataan atau alutsista bagi Kemhan yang berasal dari pinjaman luar negeri dianggap tidak lazim dan rawan disalahgunakan menjelang pemilu. Apalagi, tata kelola anggaran untuk sektor pertahanan selama ini tidak pernah dilakukan secara terbuka dengan dalih kerahasiaan negara. Pemerintah baru-baru ini menambah pagu alokasi pinjaman luar negeri untuk belanja alutsista Kemhan pada periode 2020-2024 sebesar 4,25 miliar USD atau Rp 61,7 triliun. Keputusan itu diambil setelah rapat tertutup dihadiri Menhan Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menkeu Sri Mulyani, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar. Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan, pinjaman pengadaan alutsista untuk periode 2020-2034 dilakukan dalam tiga tahap, yakni 2020-2024, 2025-2029, dan 2030-2034.

Penambahan pagu pinjaman 4,25 miliar USD untuk belanja alutsista periode 2020-2024 tersebut bersumber dari alokasi pagu pinjaman untuk 2025-2029 (Kompas, 30/11/2023). Ekonom UI, Fithra Faisal, Jumat (1/12) menilai, mekanisme penarikan pembiayaan di awal sebenarnya lazim dilakukan untuk menutupi kekurangan pembiayaan di awal tahun anggaran. Namun, praktik itu biasanya hanya dilakukan dalam waktu satu tahun anggaran yang sama, bukan melintasi tahun anggaran. Dalam situasi tertentu, mekanisme penarikan pembiayaan di awal bisa saja dibenarkan dengan syarat ada kebutuhan prioritas yang mendesak. Ia mencontohkan, momen mendesak seperti pandemi yang membutuhkan pembiayaan besar, dapat menggunakan pagu pinjaman dari tahun anggaran berikutnya. Ia menilai, kondisi saat ini tidak bisa dikatakan mendesak. Direktur Imparsial Al Araf menilai, tambahan alokasi pagu pinjaman luar negeri itu akan sulit dipertanggungjawabkan efektivitasnya di tengah masa pemerintahan yang sudah mau berakhir. Terlebih, Prabowo tengah maju menjadi kandidat bakal calon presiden di Pemilihan Umum 2024 sehingga dinilaitidak akan fokus mengurusi kementerian yang diampu. (Yoga)

Jutaan Benur Ilegal Mengalir ke Vietnam

Yoga 02 Dec 2023 Kompas

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan, kebutuhan benih bening lobster di Vietnam mencapai 600 juta ekor per tahun. Seluruh kebutuhan itu dipenuhi oleh benih bening lobster ilegal hasil selundupan dari Indonesia. Pengetatan patroli dan kerja sama industri tengah diupayakan untuk menghentikan penyelundupan tersebut. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Laksamana Muda Adin Nurawaluddin menyatakan, larangan ekspor benih bening lobster atau benur belum berjalan optimal. Benur diselundupkan melalui jalur darat, laut, dan udara, dan hingga kini terus berlangsung.

”Industri Vietnam mengakui semua benur berasal dari Indonesia. Padahal, Indonesia tidak membolehkan ekspor benur. Jadi, bisa disimpulkan, industri di Vietnam mendapatkan pasokan benur secara ilegal,” kata Adin di Pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau, saat membuka Operasi Terkoordinasi Pengawasan dan Penindakan Penyelundupan Benih Bening Lobster, Jumat (1/12). Ia menambahkan, permintaan benur untuk industri pembesaran lobster di Vietnam mencapai 600 juta ekor per tahun. Dengan asumsi penyelundup benur mendapat keuntungan Rp 5.000 hingga Rp 50.000 per ekor benur, penyelundupan itu menghilangkan potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berkisar Rp 3 triliun hingga Rp 30 triliun per tahun. (Yoga)

Masyarakat Kelola Lumbung Udang Kalteng

Yoga 02 Dec 2023 Kompas

Pemprov Kalteng sedang membangun lumbung udang (shrimp estate) di Kabupaten Sukamara. Pembangunan tambak udang tersebut didanai oleh pemerintah, tetapi pengelolaannya akan diserahkan kepada masyarakat setempat. Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalteng Darliansjah menjelaskan, lumbung udang itu dibangun di Desa Sungai Raja, Kecamatan Jelai, Sukamara. Luas lumbung udang mencapai 40,17 hektar atau 50 kali lapangan sepak bola. Pembangunan tambak untuk lumbung udang itu menggunakan dana APBD Provinsi Kalteng.

”Masyarakat atau kelompok perikanan yang mengelola, bahkan manajemennya juga mereka.  Pemerintah memfasilitasi dan mendampingi. Apalagi, ini salah satu program prioritas Pemprov Kalteng,” tutur Darliansjah di Palangkaraya, Jumat (1/12). Lumbung udang itu terdiri atas empat kluster tambak udang dengan total 72 kolam. Semuanya akan diisi udang vaname atau udang kaki putih (Litopenaeus vannamei). Menurut dia, pembuatan kolam yang sudah mencapai 94 % itu dilakukan dengan teknik berkelanjutan dengan konsep bebas sampah (zero waste). Proses pembangunannya didampingi tenaga professional akuakultur dan laboratorium dari Denfarm PT Central Proteina (CP) Prima Sidoarjo. ”Saat ini  kami sudah mulai menebar benur (benih udang) di tiap kolam,” ujarnya. (Yoga)

Pilihan Editor