Komitmen, Konsistensi, dan Keberlanjutan
Indonesia bercita-cita menjadi negara dengan pendapatan per kapita yang setara dengan negara maju, sehingga dapat keluar dari Middle Income Trap (MIT). Oleh karena itu, Indonesia perlu mengubah pendekatan dalam membangun masa depan, dari reformatif menjadi transformatif, melalui tiga area perubahan, yakni transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola.Cita-cita tersebut muncul dalam bentuk visi Indonesia Emas 2045 yang melalui sebuah koridor Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang telah disepakati sejak pertengahan 2023.Pada area transformasi ekonomi, pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% yang saat ini telah digapai, masih perlu ditingkatkan. Dengan skenario transformatif, diperlukan rata-rata pertumbuhan sebesar 6% agar pada 2041 Indonesia dapat keluar MIT. Sementara itu, dengan skenario sangat optimistis, dibutuhkan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 7% agar pada 2038 Indonesia dapat keluar MIT.Modal utama untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang pantas diperhitungkan, yaitu pertama, Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia dengan angkatan kerja sebesar 146,6 juta.
Modal kedua, yaitu optimalisasi peluang bonus demografi.
Ketiga, letak wilayah Indo ne sia yang strategis sangat menguntungkan dalam perdagang an internasional.
Keempat, melimpahnya sumber daya alam dengan kekayaan cadangan mineral yang sangat besar, di mana Indonesia menjadi peringkat pertama cadangan nikel (21 juta metric ton), bauksit peringkat ke-6 (1 miliar metric ton), tembaga peringkat ke-7 (24 juta metric ton), dan timah peringkat ke-1 (0,8 juta metric ton).
Visi Indonesia Emas 2045 yakni Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan hanya akan terwujud melalui kemajuan industri yang selaras dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia. Harian ini, sebagai salah satu punggawa pilar demokrasi selain eksekutif, yudikatif, dan legislatif tentu saja mendorong pencapaian Indonesia Emas. Itu menjadi tugas utama.
Peningkatan pendapatan perkapita tentu perlu dikontribusi oleh industri manufaktur. Untuk meraih Visi Misi Indonesia Emas 2045, kontribusi industri manufaktur setidaknya harus mencapai 28% terhadap produk domestik bruto (PDB), dari posisi saat ini sekitar 18%.Industri manufaktur penting mengingat bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Dengan meningkatkan produktivitas dan daya saing industri manufaktur, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
INSENTIF PROPERTI : Kemenkeu Siapkan Rp3,7 Triliun
Dukungan insentif untuk sektor perumahan atau properti terus diberikan pemerintah untuk menggairah sektor tersebut dan menopang kinerja pertumbuhan ekonomi.Diantaranya berupa dukungan fiskal atau insentif dari Kementerian Keuangan untuk sektor properti senilai Rp3,7 triliun untuk periode 2024 dan 2025.Mengutip keterangan resmi Kemenkeu, total perkiraan dari Rp3,7 triliun tersebut meliputi dukungan untuk rumah komersil, rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan rumah masyarakat miskin.“Dengan kebijakan tersebut, diharapkan dapat menggairahkan sektor perumahan sehingga memberikan multiplier effect yang besar serta dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 dan 2024,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Jumat (1/12).Menurutnya, langkah tersebut dilakukan oleh pemerintah untuk merespon pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III/2023 yang sebesar 4,94%, melambat jika dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang mencatatkan sebesar 5,17%.
Di lain sisi, pemerintah juga memberikan dukungan dengan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 120/2023 mengenai Pajak Pertambahan Nilai atas Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) Tahun Anggaran 2023.Dukungan tersebut juga merupakan bagian dari Paket Kebijakan Fiskal yang diluncurkan kuartal IV/2023. Pemerintah juga akan melanjutkan kebijakan PPN DTP rumah tapak dan rusun pada tahun anggaran 2024.
Adapun untuk mendapatkan fasilitas tersebut, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi rumah tapak atau rumah susun, yakni harga jual paling tinggi Rp5 miliar, merupakan PPN terutang pada periode November hingga Desember 2023, sepanjang penyerahan fi sik rumah. Nantinya dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) terjadi paling lambat tanggal 31 Desember 2024.Pemerintah juga meningkatkan akses bagi MBR dengan pemberian Bantuan Biaya Administrasi (BBA) yang diatur melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor 11 Tahun 2023 tentang Bantuan Biaya Administrasi Pembiayaan Pemilikan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
INDIKATOR HARGA : Inflasi Terjaga Hingga Akhir 2023
Tingkat inflasi hingga akhir tahun diproyeksi tetap terkendali dalam sasaran target Bank Indonesia, berada di bawah 3%.Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menyampaikan bahwa puncak dari permintaan akhir tahun yang meningkat dan persediaan yang terbatas akibat musim El Nino dalam beberapa bulan terakhir telah memicu lonjakan yang cukup besar. Hal ini tercermin dari infl asi pada komponen harga bergejolak yang mencapai 7,59% yoy pada November 2023.
Pada November 2023, infl asi komponen inti tercatat sebesar 1,87% yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 1,91% yoy. Meski harga sewa rumah dan gula menunjukkan tren kenaikan, tapi komponen lainnya tetap rendah karena tekanan biaya input yang moderat.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat infl asi pada November 2023 mencatat 2,86% secara tahunan (year-on-year/yoy).Infl asi tahunan November 2023 tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 2,56% yoy.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, Faiz memperkirakan tingkat inflasi Indonesia pada akhir 2023 akan berada di bawah 3%, terkendali dalam sasaran target Bank Indonesia. “Dengan semua angka-angka ini, kami mempertahankan perkiraan infl asi umum akhir tahun di 2,7% yoy, jauh di bawah target atas BI,” katanya.Dia menambahkan, base effect yang masih ada dari penyesuaian harga bahan bakar bersubsidi tahun lalu dan biaya input yang moderat akan mendukung rendahnya infl asi pada akhir tahun.
PRODUK BARU : SRI Investasi US$12 Juta
Memasuki tahun kelima berproduksi, PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) mengalokasikan investasi senilai US$12 juta untuk pengembangan produk baru.Michel Lefebvre, President Director PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) mengatakan SRI saat ini memiliki kapasitas produksi bahan baku ban ramah lingkungan 120.000 ton per tahun.“Kami belum berencana memperluas kapasitas produksi saat ini, meski demikian kami berencana menghadirkan inovasi berupa produk baru. Proyek pengembangannya kami mulai pada tahun ini,” kata Lefebvre di sela-sela Kunjungan Media ke Pabrik SRI di Cilegon, Kamis (30/11/2023). SRI, pabrik solution styrene butadiene rubber pertama dan satu-satunya di Indonesia, saat ini memproduksi butadiene rubber (BR) dan styrene butadiene rubber (SBR). Sekitar 60% produk SRI adalah SBR.Keduanya merupakan bahan baku untuk ramah lingkungan. “Dengan teknologi Michelin, bahan baku tersebut didesain mampu mencegah hilangnya energi dari gesekan ban, membuat bahan bakar lebih hemat, dan menekan emisi CO2.”Direktur SRI Ali Mustofa mengungkapkan BR yang produk dan teknologinya banyak tersedia di pasar itulah yang akan dihentikan produksinya. Adapun produk SSBR akan tetap dipertahankan. SRI adalah bagian penting bagi rantai pasok Michelin secara global, mengingat Michelin hanya memiliki tiga pabrik elastomer di dunia dan PT SRI adalah salah satunya. SRI sendiri merupakan perusahaan patungan antara Michelin dan Chandra Asri Petrochemical. Menelan investasi US$435 juta, SRI mulai berproduksi pada 2018.
TRANSAKSI RITEL : BISNIS BARANG MEWAH KIAN BERGAIRAH
Barang mewah dengan harga tinggi seringkali dipandang sebagai simbol sekaligus standar kemapanan, keberhasilan, dan kesuksesan.Takayal,memiliki barang mewah dinilai merupakan salah satu cara untuk menunjukkan pencapaian dan status mereka kesuksesan. Tak ayal, memiliki barang mewah dinilai merupakan salah satu cara untuk menunjukkan pencapaian dan status mereka kepada orang lain.kepada orang lain. Hal inilah yang membuat pasar barang mewah masih terus potensial hingga saat ini. Data dari Bain & Company bersama Altagamma, asosiasi industri produsen barang mewah Italia, menyebutkan bahwa pasar barang mewah global diproyeksikan mencapai 1,5 triliun euro pada 2023. Angka itu tercatat tumbuh sebesar 8%-10% dibandingkan dengan 2022.Pertumbuhan itu juga terjadi di lingkup Asia. Luxehouze, platform barang mewah yang berbasis di Singapura, menyebutkan bahwa sejak berdiri pada 2021, pasar barang mewah terus tumbuh positif. Dari keseluruhan penjualan, harga jam tangan mewah mencapai rekor tertinggi pada kuartal pertama 2022. Founder Luxehouze Shawn Ting menuturkan, tren penjualan bisnis barang mewah di Luxehouze berlangsung dinamis. Berdasarkan klasifi kasi, segmen pembeli barang mewah seperti jam tangan dapat dibedakan menjadi tiga jenis. Pada konsumen pemula, berada di kisaran harga sekitar Rp230 juta. Sedangkan segmen pembeli kelas menengah berada di kisaran Rp800 juta, disusul segmen pembeli kelas atas bernilai di atas Rp900 juta.
Shawn menjelaskan bahwa kalangan konsumen barang mewah umumnya terbagi dua yakni sophisticated luxury consumer dan general luxury consumer. Sophisticated luxury consumer adalah kalangan konsumen dengan pengetahuan yang besar mengenai merek dan pasar barang mewah, sehingga sangat mementingkan elemen eksklusivitas, keahlian dari produk tersebut, serta pengalaman berbelanja yang menyeluruh.Sementara general luxury consumer adalah kalangan pembeli dan peminat barang mewah yang datang dari berbagai latar belakang sosial. Namun, di samping itu, konsumen barang mewah juga kini banyak yang berasal dari kalangan anak muda atau milenial.
Dalam menjalankan bisnis barang mewah, Shawn menyebutkan ada beberapa tantangan yang dihadapi. Pertama, perubahan selera konsumen.
Kedua, pengaruh teknologi. Kemajuan teknologi, terutama e-commerce, dapat menjadi tantangan bagi bisnis barang mewah yang tradisional. Ketiga, yakni perekonomian global.
Sementara itu CEO Irressavenue Marisa Tumbuan mengatakan pasar barang mewah tak lepas dari bisnis preloved, yakni sistem jual beli item luxury brand yang masih layak pakai dan dapat dibuktikan keasliannya. Selain itu juga memiliki harga yang bersaing dan diburu para peconta fesyen. Sejumlah barang-barang preloved yang layak diperljual belikan misalnya seperti tas, baju, sampai sepatu dari jenama fesyen terkemuka di dunia.
Pakar Marketing Inventure Consulting Yuswohady menilai tren bisnis barang mewah selama ini cenderung bergerak stabil. Hal itu lantaran bisnis satu ini ditopang oleh kemampuan orang-orang kaya yang seleranya cenderung tidak tergantung dengan pergerakan tren ataupun krisis. Khusus di Indonesia, dia berpendapat perkembangan bisnis barang mewah juga tak terlepas dari ketimpangan sosial yang ada. Lantaran sebagian besar masyarakat berasal dari kalangan menengah ke bawah, banyak orang kaya yang akhirnya berlomba-lomba untuk menaikkan statusnya.
Sekitar 1 Juta Petani dan Nelayan Berkurang di 2030
Peningkatan intensitas dan frekuensi anomali iklim berdampak
pada penurunan hasil panen petani dan tangkapan nelayan. Jika kondisi anomali
iklim kian ekstrem, hampir 1 juta petani dan nelayan berpotensi beralih pekerjaan
untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Anomali iklim yang berujung pada
hujan ekstrem ataupun kekeringan berkepanjangan diperkirakan semakin sering
terjadi pada tahun-tahun ke depan. Kecenderungan itu dapat terjadi lantaran
perubahan iklim yang tengah berlangsung. Merujuk data BPS selama 1993-2022,
jumlah pekerja di sector pertanian, kehutanan, dan perikanan rata-rata tumbuh
0,13 % per tahun. Namun, saat terjadi anomali iklim, seperti IOD positif yang
bersifat kering pada 1994, jumlah pekerja turun 2,03 juta orang dibandingkan tahun
sebelumnya.
Saat terjadi La Nina yang bersifat basah pada 2011, jumlah pekerja
turun 2,4 juta pekerja dibandingkan dengan 2010. Tim Jurnalisme Data Harian Kompas
memproyeksikan hingga tahun 2030, jumlah petani dan nelayan akan menurun 2,4 %
atau sekitar 926.492 pekerja yang akan meninggalkan pekerjaannya akibat
perubahan iklim. Jumlah petani dan nelayan yang berusaha sendiri ataupun bekerja
pada orang lain berpotensi menurun jika pola anomali iklim El Nino, La Nina,
ataupun Dipol Samudra Hindia (Indian Ocean Dipole/IOD) makin ekstrem. Lebih
rentan Mereka yang beralih kerja paling banyak diperkirakan buruh yang tidak
memiliki lahan pertanian atau kapal. Angka penurunan buruh tani dan nelayan
2022-2030 diprediksi minimal 20 %. Adapun angka penurunan pekerja yang berstatus
berusaha sendiri minimal 6 %. (Yoga)
BELANJA ALUTSISTA, Suharso: Tambahan Pinjaman dari Alokasi Periode 2025-2029
Menteri PPN / Kepala BBBN Suharso Monoarfa menegaskan,
secara umum tidak ada perubahan pagu alokasi belanja alat utama sistem persenjataan
atau alutsista yang berasal dari pinjaman luar negeri. Penambahan pagu alokasi
pinjaman 4,25 miliar USD untuk belanja alutsista periode 2020-2024 dari alokasi
tahun 2025-2029. Kenaikan alokasi pinjaman ini juga disebabkan adanya gejolak
harga alutsista secara global. ”Meski alokasi pinjaman luar negeri untuk
alutsista 2020-2024 naik, sampai akhir 2034 total alokasi
pinjamanluarnegeritidak berubah,” kata Suharso di Menara Bappenas, Jakarta,
Kamis (30/11). Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani menuturkan, alokasi pinjaman luar
negeri untuk belanja alutsista tahun 2020-2024 yang awalnya 20,75 miliar USD,
menjadi 25 miliar USD. Namun, pagu alokasi belanja alutsista dari pinjaman luar
negeri 2020-2034 tak berubah, yakni 55 miliar USD (Kompas, 30/11).
Menurut Suharso, penambahan pinjaman 2020-2024 bersumber
dari pagu pinjaman untuk 2025-2029. Pinjaman pengadaan alutsista pada
2020-2034, dialokasikan dalam tiga tahap. Adapun pembayaran pinjaman dilakukan bertahap
dengan rata-rata tenor di atas 10 tahun. ”Jadi, tidak ada kenaikan anggaran
untuk Kemhan secara mendadak. Perubahan alokasi juga dibutuhkan untuk
menyesuaikan dengan situasi dan gejolak harga alutsista global,” katanya. Anggaran
sektor pertahanan keamanan seluruhnya dari APBN yang terdiri dari rupiah murni,
pinjaman dalam negeri, dan pinjaman luar negeri. Penambahan alokasi pinjaman
untuk alutsista, menurut Suharso, akan digunakan untuk penguatan kebutuhan tiga
matra, yaitu darat, laut, dan udara. ”Jadi, Indonesia utang untuk membeli
alutsista, tetap harus mendapatkan keuntungan, yakni penguatan industri
pertahanan dalam negeri,” tambah Suharso. (Yoga)
Produksi Beras Turun akibat Iklim Ekstrem
Anomali iklim berupa El Nino dan La Nina di Samudra Pasifik
serta Dipol Samudra Hindia (Indian Ocean Dipole/IOD) dapat menurunkan produksi
beras nasional. Akibatnya, serapan cadangan beras pemerintah atau CBP produksi
dalam negeri menyusut. El Nino dan IOD positif memicu kekeringan berkepanjangan.
sebaliknya, La Nina dan IOD negatif cenderung
meningkatkan curah hujan di Indonesia. Sawah yang mengalami kekeringan dan
terendam banjir berisiko gagal panen. Pengadaan CBP ikut melorot karena produksi
berkurang. Secara historis, data pengadaan CBP dalam negeri dari Perum Bulog yang
diolah Kompas, selama sebulan hingga Kamis (30/11) menunjukkan penurunan
serapan ketika anomali iklim terjadi. Saat IOD positif pada 2015, pengadaan CBP
dari dalam negeri turun 16,3 % dibandingkan tahun sebelumnya dan berada pada
posisi 1,96 juta ton. Jumlah impor beras oleh Bulog pada 2015 pun me- lonjak
dua kali lipat menjadi 644.357 ton.
Pertengahan 2023, BMKG mengumumkan dampak El Nino dan IOD
positif secara berbarengan. BPS memperkirakan, produksi beras turun 2,05 % dari
31,54 juta ton pada 2022 menjadi 30,9 juta ton. Karena itu, Kepala Bapanas
Arief Prasetyo Adi menyebutkan, angka CBP sebaiknya sebesar 3 juta ton untuk
menstabilkan harga dan pasokan beras di pasar. Per 13 November 2023, pengadaan CBP
dari dalam negeri sekitar 912.500 ton. ”Dalam kondisi darurat, yang penting
barangnya (beras) ada dulu. prioritas
sumbernya dari dalam negeri. Apabila kurang dari kebutuhan, sumber pengadaan
dari luar negeri dengan mekanisme impor secara terukur,” tuturnya di Jakarta,
Senin (13/11). Kompas memproyeksikan, pengadaan CBP dalam negeri tanpa anomali
iklim sebesar 1,08 juta ton pada 2030 dan 643.284 ton pada 2045. Ketika IOD
positif terjadi, pengadaan CBP pada dua tahun tersebut masing- masing melorot
menjadi 854.294 ton dan 447.832 ton. Jika IOD negatif terjadi, pengadaan CBP
dapat berkurang menjadi 954.850 ton pada 2030 dan 535.177 ton (2045). Angka CBP
itu diperoleh dari pemodelan proyeksi produksi beras dalam negeri per tahun. (Yoga)
Kemitraan INDONESIA-KOREA SELATAN Setelah Mobil Listrik, Indonesia Bidik Industri Kreatif
Selain memprioritaskan pengembangan ekosistem industri
kendaraan listrik dan baterai, Indonesia dan Korsel kini membidik sektor
industri kreatif. Kerja sama itu diarahkan untuk menunjang kinerja ekonomi nasional.
Seperti Korsel yang sukses denganK-pop, Indonesia pun berharap dapat mendulang
devisa dari pengembangan budaya pop. Isu tersebut menjadi benang merah
Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomasi Indonesia-Korsel, Kamis (30/11) di
Jakarta. Tema acara ”Bersama untuk Masa Depan, K-Wave dan I-Wave” mencerminkan upaya
untuk meletakkan arah kerja sama Indonesia dan Korsel di masa depan. K-Wave,
merujuk pada Korean Wave, adalah fenomena budaya pop yang kian populer di dunia.
Geliat industri kreatif itu mampu mendongkrak ekonomi Korsel. Bahkan, saat ini
K-Pop mampu menjadi penopang utama ekonomi negeri itu.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Gandi Sulistiyanto,
mengatakan, Korsel merupakan bukti bahwa industri kreatif bisa menjadi tulang
punggung ekonomi sebuah negara. Forum ini diharapkan mempertemukan para pelaku
industri ekonomi digital berbasis budaya antara Korsel dan Indonesia. ”Indonesia
perlu belajar pada Korea Selatan yang mampu mengembangkan industri kreatif dan
ekonomi digital berbasis budaya,” kata mantan Dubes RI di Seoul itu. Kiprah dan
prestasi industri kreatif Korsel di dunia antara lain ditandai dengan film Parasite
yang memenangi Piala Oscar pada 2020 dan beragam kelompok musik, seperti BTS dan
Blackpink. Terkait industri kreatif, dibandingkan Korsel, Indonesia baru
menjadi pasar. (Yoga)
Maraton Pangan
Maraton gejolak dan pengendalian harga dan stok pangan
tengah terjadi. Kondisi itu akan berlanjut hingga tahun depan. Slogan Bapanas, ”petani
sejahtera, pedagang untung, dan masyarakat tersenyum”, akan terus diuji. Per akhir November 2023, lima dari 11
komoditas pangan pokok yang ditetapkan sebagai cadangan pangan pemerintah harganya
tinggi. Kelima komoditas itu adalah beras, cabai (merah dan rawit), bawang
merah, gula pasir, dan telur ayam ras. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas,
harga rata-rata nasional beras medium tertinggi terjadi pada Oktober 2023,
yakni Rp 13.210 per kg. Meskipun mulai turun, harga komoditas itu masih stabil tinggi
pada November 2023, rerata Rp 13.170 per kg. Harga itu masih di atas harga eceren
tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah berdasarkan zonasi, yakni Rp 10.900
per kg-Rp 11.800 per kg. Harga gula pasir yang naik berbarengan dengan beras masih
meroket, tak kunjung turun. Per 30 November 2023, harga rata-rata nasionalnya
tembus Rp 16.500 per kg. Harga gula pasir naik 13,7 % secara tahunan dan 12,12
% di atas harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen. Saat harga beras
masih stabil tinggi dan harga gula pasir terus menanjak, harga cabai merah,
cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras naik. Harga cabai merah dan rawit
naik sejak September 2023, sedang harga bawang merah dan telur ayam ras naik
sejak Oktober 2023.
Kenaikan harga sejumlah pangan pokok itu akan terjadi akibat
sejumlah faktor, yaitu kenaikan biaya produksi dan faktor iklim yang
menyebabkan produksi berkurang. Maraton harga sejumlah pangan pokok tahun ini
akan berlanjut hingga tahun depan yang disebabkan empat faktor musiman, Pertama,
periode Natal dan Tahun Baru. Merujuk hasil survei Kemendag terhadap pelaku
usaha ritel, permintaan barang kebutuhan pokok pada Natal 2023 dan Tahun Baru 2024
diperkirakan naik rata-rata 8,8-22,6 %. Kedua, pemilu. Pemilu pada 2024 yang
akan berlangsung pada Februari akan mendongkrak permintaan dan berujung pada
kenaikan harga dan inflasi. Saat Pemilu 2019 yang berlangsung pada April,
misalnya, tingkat inflasi bulan tersebut 0,44 % secara bulanan dan 2,83 % secara
tahunan. Inflasi terjadi karena kenaikan
harga kelompok pengeluaran bahan makanan, yakni sebesar 1,45 %. Ketiga, pola
musiman kenaikan harga beras. Keempat, periode Ramadhan dan Lebaran. Ramadhan
dan Lebaran pada tahun ini akan berlangsung pada Maret dan April. Memasuki
Ramadhan hingga H+7 Lebaran, harga sejumlah pangan pokok biasanya naik sehingga
berimbas pada kenaikan inflasi. Keempat faktor musiman itu akan terjadi secara
berurutan mulai Januari hingga Agustus 2024. Jika El Nino kembali muncul pada
semester II-2024, kejadian kenaikan harga pangan pada semester II-2023 bisa
terulang. (Yoga)









