;

Komitmen, Konsistensi, dan Keberlanjutan

Hairul Rizal 02 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Indonesia bercita-cita menjadi negara dengan pendapatan per kapita yang setara dengan negara maju, sehingga dapat keluar dari Middle Income Trap (MIT). Oleh karena itu, Indonesia perlu mengubah pendekatan dalam membangun masa depan, dari reformatif menjadi transformatif, melalui tiga area perubahan, yakni transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola.Cita-cita tersebut muncul dalam bentuk visi Indonesia Emas 2045 yang melalui sebuah koridor Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang telah disepakati sejak pertengahan 2023.Pada area transformasi ekonomi, pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% yang saat ini telah digapai, masih perlu ditingkatkan. Dengan skenario transformatif, diperlukan rata-rata pertumbuhan sebesar 6% agar pada 2041 Indonesia dapat keluar MIT. Sementara itu, dengan skenario sangat optimistis, dibutuhkan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 7% agar pada 2038 Indonesia dapat keluar MIT.Modal utama untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang pantas diperhitungkan, yaitu pertama, Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia dengan angkatan kerja sebesar 146,6 juta. Modal kedua, yaitu optimalisasi peluang bonus demografi. Ketiga, letak wilayah Indo ne sia yang strategis sangat menguntungkan dalam perdagang an internasional. Keempat, melimpahnya sumber daya alam dengan kekayaan cadangan mineral yang sangat besar, di mana Indonesia menjadi peringkat pertama cadangan nikel (21 juta metric ton), bauksit peringkat ke-6 (1 miliar metric ton), tembaga peringkat ke-7 (24 juta metric ton), dan timah peringkat ke-1 (0,8 juta metric ton). Visi Indonesia Emas 2045 yakni Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan hanya akan terwujud melalui kemajuan industri yang selaras dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia. Harian ini, sebagai salah satu punggawa pilar demokrasi selain eksekutif, yudikatif, dan legislatif tentu saja mendorong pencapaian Indonesia Emas. Itu menjadi tugas utama. Peningkatan pendapatan perkapita tentu perlu dikontribusi oleh industri manufaktur. Untuk meraih Visi Misi Indonesia Emas 2045, kontribusi industri manufaktur setidaknya harus mencapai 28% terhadap produk domestik bruto (PDB), dari posisi saat ini sekitar 18%.Industri manufaktur penting mengingat bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Dengan meningkatkan produktivitas dan daya saing industri manufaktur, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

INSENTIF PROPERTI : Kemenkeu Siapkan Rp3,7 Triliun

Hairul Rizal 02 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Dukungan insentif untuk sektor perumahan atau properti terus diberikan pemerintah untuk menggairah sektor tersebut dan menopang kinerja pertumbuhan ekonomi.Diantaranya berupa dukungan fiskal atau insentif dari Kementerian Keuangan untuk sektor properti senilai Rp3,7 triliun untuk periode 2024 dan 2025.Mengutip keterangan resmi Kemenkeu, total perkiraan dari Rp3,7 triliun tersebut meliputi dukungan untuk rumah komersil, rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan rumah masyarakat miskin.“Dengan kebijakan tersebut, diharapkan dapat menggairahkan sektor perumahan sehingga memberikan multiplier effect yang besar serta dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 dan 2024,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, Jumat (1/12).Menurutnya, langkah tersebut dilakukan oleh pemerintah untuk merespon pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III/2023 yang sebesar 4,94%, melambat jika dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang mencatatkan sebesar 5,17%.  Di lain sisi, pemerintah juga memberikan dukungan dengan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 120/2023 mengenai Pajak Pertambahan Nilai atas Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) Tahun Anggaran 2023.Dukungan tersebut juga merupakan bagian dari Paket Kebijakan Fiskal yang diluncurkan kuartal IV/2023. Pemerintah juga akan melanjutkan kebijakan PPN DTP rumah tapak dan rusun pada tahun anggaran 2024.  Adapun untuk mendapatkan fasilitas tersebut, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi rumah tapak atau rumah susun, yakni harga jual paling tinggi Rp5 miliar, merupakan PPN terutang pada periode November hingga Desember 2023, sepanjang penyerahan fi sik rumah. Nantinya dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) terjadi paling lambat tanggal 31 Desember 2024.Pemerintah juga meningkatkan akses bagi MBR dengan pemberian Bantuan Biaya Administrasi (BBA) yang diatur melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor 11 Tahun 2023 tentang Bantuan Biaya Administrasi Pembiayaan Pemilikan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

INDIKATOR HARGA : Inflasi Terjaga Hingga Akhir 2023

Hairul Rizal 02 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Tingkat inflasi hingga akhir tahun diproyeksi tetap terkendali dalam sasaran target Bank Indonesia, berada di bawah 3%.Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menyampaikan bahwa puncak dari permintaan akhir tahun yang meningkat dan persediaan yang terbatas akibat musim El Nino dalam beberapa bulan terakhir telah memicu lonjakan yang cukup besar. Hal ini tercermin dari infl asi pada komponen harga bergejolak yang mencapai 7,59% yoy pada November 2023. Pada November 2023, infl asi komponen inti tercatat sebesar 1,87% yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 1,91% yoy. Meski harga sewa rumah dan gula menunjukkan tren kenaikan, tapi komponen lainnya tetap rendah karena tekanan biaya input yang moderat.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat infl asi pada November 2023 mencatat 2,86% secara tahunan (year-on-year/yoy).Infl asi tahunan November 2023 tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 2,56% yoy. Dengan berbagai perkembangan tersebut, Faiz memperkirakan tingkat inflasi Indonesia pada akhir 2023 akan berada di bawah 3%, terkendali dalam sasaran target Bank Indonesia. “Dengan semua angka-angka ini, kami mempertahankan perkiraan infl asi umum akhir tahun di 2,7% yoy, jauh di bawah target atas BI,” katanya.Dia menambahkan, base effect yang masih ada dari penyesuaian harga bahan bakar bersubsidi tahun lalu dan biaya input yang moderat akan mendukung rendahnya infl asi pada akhir tahun.

PRODUK BARU : SRI Investasi US$12 Juta

Hairul Rizal 02 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Memasuki tahun kelima berproduksi, PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) mengalokasikan investasi senilai US$12 juta untuk pengembangan produk baru.Michel Lefebvre, President Director PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) mengatakan SRI saat ini memiliki kapasitas produksi bahan baku ban ramah lingkungan 120.000 ton per tahun.“Kami belum berencana memperluas kapasitas produksi saat ini, meski demikian kami berencana menghadirkan inovasi berupa produk baru. Proyek pengembangannya kami mulai pada tahun ini,” kata Lefebvre di sela-sela Kunjungan Media ke Pabrik SRI di Cilegon, Kamis (30/11/2023). SRI, pabrik solution styrene butadiene rubber pertama dan satu-satunya di Indonesia, saat ini memproduksi butadiene rubber (BR) dan styrene butadiene rubber (SBR). Sekitar 60% produk SRI adalah SBR.Keduanya merupakan bahan baku untuk ramah lingkungan. “Dengan teknologi Michelin, bahan baku tersebut didesain mampu mencegah hilangnya energi dari gesekan ban, membuat bahan bakar lebih hemat, dan menekan emisi CO2.”Direktur SRI Ali Mustofa mengungkapkan BR yang produk dan teknologinya banyak tersedia di pasar itulah yang akan dihentikan produksinya. Adapun produk SSBR akan tetap dipertahankan. SRI adalah bagian penting bagi rantai pasok Michelin secara global, mengingat Michelin hanya memiliki tiga pabrik elastomer di dunia dan PT SRI adalah salah satunya. SRI sendiri merupakan perusahaan patungan antara Michelin dan Chandra Asri Petrochemical. Menelan investasi US$435 juta, SRI mulai berproduksi pada 2018.

TRANSAKSI RITEL : BISNIS BARANG MEWAH KIAN BERGAIRAH

Hairul Rizal 02 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Barang mewah dengan harga tinggi seringkali dipandang sebagai simbol sekaligus standar kemapanan, keberhasilan, dan kesuksesan.Takayal,memiliki barang mewah dinilai merupakan salah satu cara untuk menunjukkan pencapaian dan status mereka kesuksesan. Tak ayal, memiliki barang mewah dinilai merupakan salah satu cara untuk menunjukkan pencapaian dan status mereka kepada orang lain.kepada orang lain. Hal inilah yang membuat pasar barang mewah masih terus potensial hingga saat ini. Data dari Bain & Company bersama Altagamma, asosiasi industri produsen barang mewah Italia, menyebutkan bahwa pasar barang mewah global diproyeksikan mencapai 1,5 triliun euro pada 2023. Angka itu tercatat tumbuh sebesar 8%-10% dibandingkan dengan 2022.Pertumbuhan itu juga terjadi di lingkup Asia. Luxehouze, platform barang mewah yang berbasis di Singapura, menyebutkan bahwa sejak berdiri pada 2021, pasar barang mewah terus tumbuh positif. Dari keseluruhan penjualan, harga jam tangan mewah mencapai rekor tertinggi pada kuartal pertama 2022. Founder Luxehouze Shawn Ting menuturkan, tren penjualan bisnis barang mewah di Luxehouze berlangsung dinamis. Berdasarkan klasifi kasi, segmen pembeli barang mewah seperti jam tangan dapat dibedakan menjadi tiga jenis. Pada konsumen pemula, berada di kisaran harga sekitar Rp230 juta. Sedangkan segmen pembeli kelas menengah berada di kisaran Rp800 juta, disusul segmen pembeli kelas atas bernilai di atas Rp900 juta. Shawn menjelaskan bahwa kalangan konsumen barang mewah umumnya terbagi dua yakni sophisticated luxury consumer dan general luxury consumer. Sophisticated luxury consumer adalah kalangan konsumen dengan pengetahuan yang besar mengenai merek dan pasar barang mewah, sehingga sangat mementingkan elemen eksklusivitas, keahlian dari produk tersebut, serta pengalaman berbelanja yang menyeluruh.Sementara general luxury consumer adalah kalangan pembeli dan peminat barang mewah yang datang dari berbagai latar belakang sosial. Namun, di samping itu, konsumen barang mewah juga kini banyak yang berasal dari kalangan anak muda atau milenial. Dalam menjalankan bisnis barang mewah, Shawn menyebutkan ada beberapa tantangan yang dihadapi. Pertama, perubahan selera konsumen. Kedua, pengaruh teknologi. Kemajuan teknologi, terutama e-commerce, dapat menjadi tantangan bagi bisnis barang mewah yang tradisional. Ketiga, yakni perekonomian global. Sementara itu CEO Irressavenue Marisa Tumbuan mengatakan pasar barang mewah tak lepas dari bisnis preloved, yakni sistem jual beli item luxury brand yang masih layak pakai dan dapat dibuktikan keasliannya. Selain itu juga memiliki harga yang bersaing dan diburu para peconta fesyen. Sejumlah barang-barang preloved yang layak diperljual belikan misalnya seperti tas, baju, sampai sepatu dari jenama fesyen terkemuka di dunia. Pakar Marketing Inventure Consulting Yuswohady menilai tren bisnis barang mewah selama ini cenderung bergerak stabil. Hal itu lantaran bisnis satu ini ditopang oleh kemampuan orang-orang kaya yang seleranya cenderung tidak tergantung dengan pergerakan tren ataupun krisis. Khusus di Indonesia, dia berpendapat perkembangan bisnis barang mewah juga tak terlepas dari ketimpangan sosial yang ada. Lantaran sebagian besar masyarakat berasal dari kalangan menengah ke bawah, banyak orang kaya yang akhirnya berlomba-lomba untuk menaikkan statusnya.

Sekitar 1 Juta Petani dan Nelayan Berkurang di 2030

Yoga 01 Dec 2023 Kompas (H)

Peningkatan intensitas dan frekuensi anomali iklim berdampak pada penurunan hasil panen petani dan tangkapan nelayan. Jika kondisi anomali iklim kian ekstrem, hampir 1 juta petani dan nelayan berpotensi beralih pekerjaan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Anomali iklim yang berujung pada hujan ekstrem ataupun kekeringan berkepanjangan diperkirakan semakin sering terjadi pada tahun-tahun ke depan. Kecenderungan itu dapat terjadi lantaran perubahan iklim yang tengah berlangsung. Merujuk data BPS selama 1993-2022, jumlah pekerja di sector pertanian, kehutanan, dan perikanan rata-rata tumbuh 0,13 % per tahun. Namun, saat terjadi anomali iklim, seperti IOD positif yang bersifat kering pada 1994, jumlah pekerja turun 2,03 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat terjadi La Nina yang bersifat basah pada 2011, jumlah pekerja turun 2,4 juta pekerja dibandingkan dengan 2010. Tim Jurnalisme Data Harian Kompas memproyeksikan hingga tahun 2030, jumlah petani dan nelayan akan menurun 2,4 % atau sekitar 926.492 pekerja yang akan meninggalkan pekerjaannya akibat perubahan iklim. Jumlah petani dan nelayan yang berusaha sendiri ataupun bekerja pada orang lain berpotensi menurun jika pola anomali iklim El Nino, La Nina, ataupun Dipol Samudra Hindia (Indian Ocean Dipole/IOD) makin ekstrem. Lebih rentan Mereka yang beralih kerja paling banyak diperkirakan buruh yang tidak memiliki lahan pertanian atau kapal. Angka penurunan buruh tani dan nelayan 2022-2030 diprediksi minimal 20 %. Adapun angka penurunan pekerja yang berstatus berusaha sendiri minimal 6 %. (Yoga)

BELANJA ALUTSISTA, Suharso: Tambahan Pinjaman dari Alokasi Periode 2025-2029

Yoga 01 Dec 2023 Kompas (H)

Menteri PPN / Kepala BBBN Suharso Monoarfa menegaskan, secara umum tidak ada perubahan pagu alokasi belanja alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang berasal dari pinjaman luar negeri. Penambahan pagu alokasi pinjaman 4,25 miliar USD untuk belanja alutsista periode 2020-2024 dari alokasi tahun 2025-2029. Kenaikan alokasi pinjaman ini juga disebabkan adanya gejolak harga alutsista secara global. ”Meski alokasi pinjaman luar negeri untuk alutsista 2020-2024 naik, sampai akhir 2034 total alokasi pinjamanluarnegeritidak berubah,” kata Suharso di Menara Bappenas, Jakarta, Kamis (30/11). Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani menuturkan, alokasi pinjaman luar negeri untuk belanja alutsista tahun 2020-2024 yang awalnya 20,75 miliar USD, menjadi 25 miliar USD. Namun, pagu alokasi belanja alutsista dari pinjaman luar negeri 2020-2034 tak berubah, yakni 55 miliar USD (Kompas, 30/11).

Menurut Suharso, penambahan pinjaman 2020-2024 bersumber dari pagu pinjaman untuk 2025-2029. Pinjaman pengadaan alutsista pada 2020-2034, dialokasikan dalam tiga tahap. Adapun pembayaran pinjaman dilakukan bertahap dengan rata-rata tenor di atas 10 tahun. ”Jadi, tidak ada kenaikan anggaran untuk Kemhan secara mendadak. Perubahan alokasi juga dibutuhkan untuk menyesuaikan dengan situasi dan gejolak harga alutsista global,” katanya. Anggaran sektor pertahanan keamanan seluruhnya dari APBN yang terdiri dari rupiah murni, pinjaman dalam negeri, dan pinjaman luar negeri. Penambahan alokasi pinjaman untuk alutsista, menurut Suharso, akan digunakan untuk penguatan kebutuhan tiga matra, yaitu darat, laut, dan udara. ”Jadi, Indonesia utang untuk membeli alutsista, tetap harus mendapatkan keuntungan, yakni penguatan industri pertahanan dalam negeri,” tambah Suharso. (Yoga)

Produksi Beras Turun akibat Iklim Ekstrem

Yoga 01 Dec 2023 Kompas

Anomali iklim berupa El Nino dan La Nina di Samudra Pasifik serta Dipol Samudra Hindia (Indian Ocean Dipole/IOD) dapat menurunkan produksi beras nasional. Akibatnya, serapan cadangan beras pemerintah atau CBP produksi dalam negeri menyusut. El Nino dan IOD positif memicu kekeringan berkepanjangan.  sebaliknya, La Nina dan IOD negatif cenderung meningkatkan curah hujan di Indonesia. Sawah yang mengalami kekeringan dan terendam banjir berisiko gagal panen. Pengadaan CBP ikut melorot karena produksi berkurang. Secara historis, data pengadaan CBP dalam negeri dari Perum Bulog yang diolah Kompas, selama sebulan hingga Kamis (30/11) menunjukkan penurunan serapan ketika anomali iklim terjadi. Saat IOD positif pada 2015, pengadaan CBP dari dalam negeri turun 16,3 % dibandingkan tahun sebelumnya dan berada pada posisi 1,96 juta ton. Jumlah impor beras oleh Bulog pada 2015 pun me- lonjak dua kali lipat menjadi 644.357 ton.

Pertengahan 2023, BMKG mengumumkan dampak El Nino dan IOD positif secara berbarengan. BPS memperkirakan, produksi beras turun 2,05 % dari 31,54 juta ton pada 2022 menjadi 30,9 juta ton. Karena itu, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyebutkan, angka CBP sebaiknya sebesar 3 juta ton untuk menstabilkan harga dan pasokan beras di pasar. Per 13 November 2023, pengadaan CBP dari dalam negeri sekitar 912.500 ton. ”Dalam kondisi darurat, yang penting barangnya (beras) ada dulu.  prioritas sumbernya dari dalam negeri. Apabila kurang dari kebutuhan, sumber pengadaan dari luar negeri dengan mekanisme impor secara terukur,” tuturnya di Jakarta, Senin (13/11). Kompas memproyeksikan, pengadaan CBP dalam negeri tanpa anomali iklim sebesar 1,08 juta ton pada 2030 dan 643.284 ton pada 2045. Ketika IOD positif terjadi, pengadaan CBP pada dua tahun tersebut masing- masing melorot menjadi 854.294 ton dan 447.832 ton. Jika IOD negatif terjadi, pengadaan CBP dapat berkurang menjadi 954.850 ton pada 2030 dan 535.177 ton (2045). Angka CBP itu diperoleh dari pemodelan proyeksi produksi beras dalam negeri per tahun. (Yoga)

Kemitraan INDONESIA-KOREA SELATAN Setelah Mobil Listrik, Indonesia Bidik Industri Kreatif

Yoga 01 Dec 2023 Kompas

Selain memprioritaskan pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik dan baterai, Indonesia dan Korsel kini membidik sektor industri kreatif. Kerja sama itu diarahkan untuk menunjang kinerja ekonomi nasional. Seperti Korsel yang sukses denganK-pop, Indonesia pun berharap dapat mendulang devisa dari pengembangan budaya pop. Isu tersebut menjadi benang merah Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomasi Indonesia-Korsel, Kamis (30/11) di Jakarta. Tema acara ”Bersama untuk Masa Depan, K-Wave dan I-Wave” mencerminkan upaya untuk meletakkan arah kerja sama Indonesia dan Korsel di masa depan. K-Wave, merujuk pada Korean Wave, adalah fenomena budaya pop yang kian populer di dunia. Geliat industri kreatif itu mampu mendongkrak ekonomi Korsel. Bahkan, saat ini K-Pop mampu menjadi penopang utama ekonomi negeri itu.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Gandi Sulistiyanto, mengatakan, Korsel merupakan bukti bahwa industri kreatif bisa menjadi tulang punggung ekonomi sebuah negara. Forum ini diharapkan mempertemukan para pelaku industri ekonomi digital berbasis budaya antara Korsel dan Indonesia. ”Indonesia perlu belajar pada Korea Selatan yang mampu mengembangkan industri kreatif dan ekonomi digital berbasis budaya,” kata mantan Dubes RI di Seoul itu. Kiprah dan prestasi industri kreatif Korsel di dunia antara lain ditandai dengan film Parasite yang memenangi Piala Oscar pada 2020 dan beragam kelompok musik, seperti BTS dan Blackpink. Terkait industri kreatif, dibandingkan Korsel, Indonesia baru menjadi pasar. (Yoga)

Maraton Pangan

Yoga 01 Dec 2023 Kompas

Maraton gejolak dan pengendalian harga dan stok pangan tengah terjadi. Kondisi itu akan berlanjut hingga tahun depan. Slogan Bapanas, ”petani sejahtera, pedagang untung, dan masyarakat tersenyum”, akan terus diuji.  Per akhir November 2023, lima dari 11 komoditas pangan pokok yang ditetapkan sebagai cadangan pangan pemerintah harganya tinggi. Kelima komoditas itu adalah beras, cabai (merah dan rawit), bawang merah, gula pasir, dan telur ayam ras. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, harga rata-rata nasional beras medium tertinggi terjadi pada Oktober 2023, yakni Rp 13.210 per kg. Meskipun mulai turun, harga komoditas itu masih stabil tinggi pada November 2023, rerata Rp 13.170 per kg. Harga itu masih di atas harga eceren tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah berdasarkan zonasi, yakni Rp 10.900 per kg-Rp 11.800 per kg. Harga gula pasir yang naik berbarengan dengan beras masih meroket, tak kunjung turun. Per 30 November 2023, harga rata-rata nasionalnya tembus Rp 16.500 per kg. Harga gula pasir naik 13,7 % secara tahunan dan 12,12 % di atas harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen. Saat harga beras masih stabil tinggi dan harga gula pasir terus menanjak, harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras naik. Harga cabai merah dan rawit naik sejak September 2023, sedang harga bawang merah dan telur ayam ras naik sejak Oktober 2023.

Kenaikan harga sejumlah pangan pokok itu akan terjadi akibat sejumlah faktor, yaitu kenaikan biaya produksi dan faktor iklim yang menyebabkan produksi berkurang. Maraton harga sejumlah pangan pokok tahun ini akan berlanjut hingga tahun depan yang disebabkan empat faktor musiman, Pertama, periode Natal dan Tahun Baru. Merujuk hasil survei Kemendag terhadap pelaku usaha ritel, permintaan barang kebutuhan pokok pada Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 diperkirakan naik rata-rata 8,8-22,6 %. Kedua, pemilu. Pemilu pada 2024 yang akan berlangsung pada Februari akan mendongkrak permintaan dan berujung pada kenaikan harga dan inflasi. Saat Pemilu 2019 yang berlangsung pada April, misalnya, tingkat inflasi bulan tersebut 0,44 % secara bulanan dan 2,83 % secara tahunan. Inflasi  terjadi karena kenaikan harga kelompok pengeluaran bahan makanan, yakni sebesar 1,45 %. Ketiga, pola musiman kenaikan harga beras. Keempat, periode Ramadhan dan Lebaran. Ramadhan dan Lebaran pada tahun ini akan berlangsung pada Maret dan April. Memasuki Ramadhan hingga H+7 Lebaran, harga sejumlah pangan pokok biasanya naik sehingga berimbas pada kenaikan inflasi. Keempat faktor musiman itu akan terjadi secara berurutan mulai Januari hingga Agustus 2024. Jika El Nino kembali muncul pada semester II-2024, kejadian kenaikan harga pangan pada semester II-2023 bisa terulang. (Yoga)

Pilihan Editor