Ekonomi Bisa Tumbuh 5,4%
Pendidikan, Bonus Demografi, dan Digitalisasi
2024, Pemerintah Optimistis 30 Juta UMKM Lakukan Transformasi Digital
Oktober, Kredit Himbara Tumbuh 11,76%
Indonesia Belum Sepakati Komitmen Energi Terbarukan
Indonesia belum menyepakati ajakan Uni Eropa untuk meneken
komitmen peningkatan kapasitas energi terbarukan hingga tiga kali lipat dalam
Konferensi Para Pihak tentang Perubahan Iklim Ke-28 atau COP28 di Dubai, Uni
Emirat Arab. Pasalnya, target transisi energi Indonesia yang telah disesuaikan
dengan Perjanjian Paris masih menemukan banyak hambatan. Daftar 118 negara yang
telah menyepakati komitmen peningkatan kapasitas energi terbarukan tiga kali
lipat atau tripling renewable per Sabtu (2/12) beredar di tengah penyelenggaraan
COP28. Indonesia tidak masuk daftar itu. Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM HarrisYahya,
salah satu utusan Indonesia dalam bidang energi di COP28, Minggu (3/12),
menjelaskan, tawaran itu muncul sekitar sebulan lalu lewat surat yang
disampaikan Uni Eropa melalui Kemenlu. Selain meningkatkan kapasitas energi
terbarukan, mereka juga mengajak untuk menggandakan target efisiensi energi
atau doubling energy efficiency. Sampai saat ini, Indonesia belum memutuskan
untuk bergabung.
”Di situ ada target triple dan double sampai 2030 untuk renewable
energy. Apakah kita mampu, yang ada sekarang saja, enggak usah triple, double
pun untuk renewable energy belum tentu bisa berjalan,” ujarnya saat ditemui di
lokasi penyelenggaraan COP28. Indonesia saat ini masih berkomitmen dengan
Perjanjian Paris, melalui revisi dokumen kontribusi nasional atau Enhanced
Nationally Determined Contribution (ENDC) pada 2022, untuk menurunkan emisi
karbon penyebab perubahan iklim sampai 2030. Dokumen itu, antara lain,
mengatur, 37 % penurunan emisi gas rumah kaca diperoleh dari kegiatan efisiensi
energi dan lebih dari 50 % dengan penerapan energi terbarukan. ”Kita sudah sejalan
dengan semangatnya. Namun, kita juga harus melihat bahwa saat ini kita sedang
bertransisi,” katanya. (Yoga)
Dana Rp 1,9 Triliun Dikucurkan untuk 21 PTN Badan Hukum
Naikkan Daya Saing, PTPN Bentuk ”Subholding”
Liburan Menyenangkan Tanpa Menguras Tabungan
Hari raya Natal dan akhir tahun selalu dinanti sebagai momen
liburan bersama keluarga dan orang terkasih. Agar liburan menyenangkan tanpa
menguras tabungan, ada baiknya warga mempersiapkannya dengan matang. Menyambut
momen liburan akhir tahun, Beni (38) bersama istri dan dua anaknya yang masih
duduk di bangku SD berlibur ke Surabaya, Jatim, untuk melewatkan tahun baru bersama
keluarga besar sang istri. Rencananya, Beni dan keluarga akan naik pesawat,
dimana ia membutuhkan empat tiket pesawat pergi-pulang Jakarta-Surabaya dengan
biaya tidak sedikit. Agar maksud tercapai, ia sudah menyisihkan sebagian
gajinya sebagai karyawan swasta untuk membeli tiket sejak Oktober. ”Penginnya,
ya, pas liburan pakai uang yang sudah ada saja. Jangan malah menghabiskan
tabungan. Itulah gunanya menyisihkan beberapa waktu sebelumnya,” ujar Beni yang
dihubungi pada Sabtu (2/12/2023).
Ria (37). Pada liburan akhir tahun ini, akan menggunakan
uang THR yang akan diberikan kantornya pada Desember karena Ria seorang
Kristiani. Uang THR itu akan ia gunakan untuk bepergian ke Yogyakarta bersama
suami dan putrinya selama sembilan hari. Menurut rencana, dia menumpang kereta
untuk pergi dan pulang dan menginap di rumah keluarga besarnya sehingga bisa
mengurangi beban biaya akomodasi penginapan. Chief Executive Officer and
Principal Consultant Zap Finance Prita Hapsari Ghozie mengatakan, setelah
bekerja selama setahun penuh dan anak-anak juga sudah bekerja keras di
sekolahnya, liburan bersama akan kembali mendekatkan semua anggota keluarga.
Liburan perlu direncanakan agar keluarga bisa menikmati
liburan dengan hemat, tetapi tetap menyenangkan. Pertama yang harus dilakukan
adalah cermat memilih tanggal keberangkatan. Jika keluarga masih memiliki anak usia prasekolah, disarankan mengambil masa
liburan sebelum atau sesudah musim puncak liburan. Kedua, manfaatkan pameran
perjalanan atau travel fair untuk membeli paket liburan dengan harga promo. Ketiga,
bandingkan harga dari sedikitnya tiga penyedia jasa perjalanan sebelum memutuskan
bepergian. Keempat, bepergian dengan grup atau open trip. Diskon tambahan
kadang diberikan jika konsumen memiliki rombongan untuk bepergian. Kelima menggunakan
kupon atau poin yang bisa ditebus. (Yoga)
Harga Emas Naik, Cerminan Kekhawatiran
Tren kenaikan harga emas perhiasan dinilai merupakan respons
kekhawatiran masyarakat atas ketidakpastian yang masih melanda. Naiknya harga
emas juga tecermin dari terjadinya inflasi emas belakangan ini. BPS melaporkan,
tingkat inflasi tahunan pada November 2023 tercatat sebesar 2,86 % dan secara
bulanan sebesar 0,38 %. Emas perhiasan merupakan komoditas yang memberikan
kontribusi terhadap inflasi tahunan sebesar 0,11 % dan terhadap inflasi bulanan
sebesar 0,03 %. Andil komoditas emas perhiasan, baik terhadap inflasi tahunan
maupun inflasi bulanan, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang masing-masing
sebesar 0,10 % dan 0,01 %.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia
Mohammad Faisal mengatakan, inflasi yang terjadi pada komoditas emas perhiasan perlu
diwaspadai. Kondisi ini dapat mengindikasikan adanya kekhawatiran masyarakat
terhadap prospek ekonomi ke depan. ”Kita perlu mengamati dan waspada karena
kenaikan inflasi pada emas berkaitan dengan kekhawatiran terhadap kondisi
ekonomi yang kurang baik sehingga pemilik modal atau masyarakat pada umumnya
cenderung menyimpan uangnya dalam bentuk investasi emas,” ujarnya saat
dihubungi dari Jakarta, Minggu (3/11). (Yoga)
Langkah Awal Menuju Jakarta Kota Global
Senin (13/11) di Kedubes RI di Tokyo, Jepang, forum bertajuk
Ancol Waterfront Development Investment Forum digelar. Forum di awal pekan
studi banding peserta MRT Fellowship Program (MFP) 2023 di Tokyo itu bertujuan
menawarkan potensi pengembangan pesisir utara Jakarta di kawasan Ancol, serta
menjajaki minat calon potensial investor Jepang. Langkah ini bisa dibilang bagian
dari upaya awal Jakarta menjadi kota global. KBRI Tokyo menjembatani upaya
penawaran investasi oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama PT Pembangunan Jaya
Ancol Tbk dan Pemprov DKI Jakarta kepada para investor Jepang. Dubes RI untuk
Jepang Heri Akhmadi pada forum itu menyampaikan, sejak lama Indonesia dan
Jepang mempunyai hubungan baik dalam hal investasi.
”Kita mengetahui MRT Jakarta salah satu ikon kerja sama
Indonesia dan Jepang yang kita harapkan tidak hanya memperlancar transportasi,
tetapi juga mengubah kultur kerja dan bertransportasi di Jakarta,” kata Heri.
MRT Fase 1 koridor selatan-utara sepanjang 16 km dari Lebak Bulus ke Bundaran Hl
(BHI) sudah beroperasi sejak 24 Maret 2019. Saat pandemi Covid-19 merebak,
jumlah penumpang turun jauh ke angka ribuan orang per hari. Begitu pandemi mereda,
rata-rata penumpang harian 100.000 orang. Dengan pinjaman JICA pula, saat ini
MRT Jakarta sedang melanjutkan pembangunan koridor selatan-utara. Pada Senin
siang itu, KBRI Tokyo menghubungkan
kebutuhan akan investasi dan keahlian dengan mengundang sejumlah calon investor
potensial. Perusahaan yang disebutkan, antara lain, Hanshin Hankyu, Tokyo Land,
Penta Ocean, Sojitz, AEON, Shimizu Corporation, Nippon Concrete Industries,
hingga Oriental Consultant Global. (Yoga)









