Indonesia Belum Sepakati Komitmen Energi Terbarukan
Indonesia belum menyepakati ajakan Uni Eropa untuk meneken
komitmen peningkatan kapasitas energi terbarukan hingga tiga kali lipat dalam
Konferensi Para Pihak tentang Perubahan Iklim Ke-28 atau COP28 di Dubai, Uni
Emirat Arab. Pasalnya, target transisi energi Indonesia yang telah disesuaikan
dengan Perjanjian Paris masih menemukan banyak hambatan. Daftar 118 negara yang
telah menyepakati komitmen peningkatan kapasitas energi terbarukan tiga kali
lipat atau tripling renewable per Sabtu (2/12) beredar di tengah penyelenggaraan
COP28. Indonesia tidak masuk daftar itu. Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM HarrisYahya,
salah satu utusan Indonesia dalam bidang energi di COP28, Minggu (3/12),
menjelaskan, tawaran itu muncul sekitar sebulan lalu lewat surat yang
disampaikan Uni Eropa melalui Kemenlu. Selain meningkatkan kapasitas energi
terbarukan, mereka juga mengajak untuk menggandakan target efisiensi energi
atau doubling energy efficiency. Sampai saat ini, Indonesia belum memutuskan
untuk bergabung.
”Di situ ada target triple dan double sampai 2030 untuk renewable
energy. Apakah kita mampu, yang ada sekarang saja, enggak usah triple, double
pun untuk renewable energy belum tentu bisa berjalan,” ujarnya saat ditemui di
lokasi penyelenggaraan COP28. Indonesia saat ini masih berkomitmen dengan
Perjanjian Paris, melalui revisi dokumen kontribusi nasional atau Enhanced
Nationally Determined Contribution (ENDC) pada 2022, untuk menurunkan emisi
karbon penyebab perubahan iklim sampai 2030. Dokumen itu, antara lain,
mengatur, 37 % penurunan emisi gas rumah kaca diperoleh dari kegiatan efisiensi
energi dan lebih dari 50 % dengan penerapan energi terbarukan. ”Kita sudah sejalan
dengan semangatnya. Namun, kita juga harus melihat bahwa saat ini kita sedang
bertransisi,” katanya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023