Pendidikan, Bonus Demografi, dan Digitalisasi
Dalam acara peringatan Hari Guru di Jakarta pada hari Sabtu tanggal 25 November yang lalu, Presiden Jokowi menyatakan bahwa saat ini masih ada ketimpangan infrastruktur pendidikan, terutama antara wilayah perkotaan dengan wilayah kabupaten dan perbatasan. Bila pernyataan Presiden Jokowi tersebut dimaknai secara lebih luas dan mendalam, kita patut untuk merasa khawatir bahwa ketimpangan infrastruktur pendidikan ini dapat menghambat pemanfaatan bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia saat ini karena penduduk usia produktif yang besar tetapi tidak tersalurkan dengan baik justru akan menghambat Indonesia untuk menjadi negara maju. Sejak tahun 2012 hingga tahun 2035 nanti Indonesia memasuki masa bonus demografi dengan periode puncaknya antara tahun 2020-2030. Hal ini ditandai dengan jumlah penduduk usia produktif yang mencapai dua kali lipat dari jumlah penduduk non-produktif, yaitu usia anak dan usia lanjut. (Yetede)
Tags :
#NasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023