;

DANA PIHAK KETIGA : Bank Jatim Perkuat Porsi Tabungan Simpeda

Hairul Rizal 05 Dec 2023 Bisnis Indonesia

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. mengincar pertumbuhan dana murah dengan menggenjot nasabah pengguna tabungan Simpeda yang diperkirakan naik lebih dari 10% pada 2024. Senior Executive Vice President (SEVP) Consumer Banking Bank Jatim Hermita mengatakan bahwa saat ini Bank Jatim memiliki sebanyak 2,3 juta nasabah tabungan Simpeda dengan saldo total mencapai Rp15,3 triliun. “Jumlah nasabah Simpeda tersebut mengalami peningkatan rerata 10% per tahun dan pada tahun depan diharapkan tumbuh double digit atau di atas 10%,” katanya seusai gelaran Spektaria Undian Tabungan Simpeda Bank Jatim, Sabtu (2/12) malam. “Fitur-fitur Bank Jatim terus dikembangkan mengikuti kebutuhan nasabah agar memberi kemudahan, salah satunya sekarang sudah bisa membuka rekening melalui aplikasi tanpa perlu ke cabang. Ini akan turut mendukung bertumbuhnya nasabah baru,” ujarnya. Adapun, hingga kuartal III/2023, Bank Jatim telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp84,1 triliun atau naik 1,46% secara tahunan. Jumlah tersebut terdiri atas tabungan Rp24,97 triliun atau naik 3,43% year-on-year (YoY), tabungan giro Rp21,38 triliun turun 14,2% YoY, dan deposito Rp37,82 triliun naik 11,56% YoY. Rasio loan to deposit (LDR) Bank Jatim tercatat 61,49%. Sementara itu, jumlah pengguna JConnect Mobile Bank Jatim hingga kuartal III/2023 tercatat sebanyak 606.239 user atau tumbuh 29% YoY, dengan tren volume transaksi sebanyak 3,2 juta atau tumbuh 41% YoY dan nominalnya mencapai Rp3,3 triliiun, tumbuh 35% YoY.

Petani Terus Menua dan Alami Guremisasi

Yoga 05 Dec 2023 Kompas (H)

Sepuluh tahun terakhir jumlah usaha pertanian menurun. Di saat yang sama, jumlah petani berusia tua atau di atas usia 55 tahun dan petani gurem meningkat. Jika tidak segera diatasi, kondisi itu akan berimplikasi pada regenerasi dan kesejahteraan petani, ketahanan pangan nasional, serta penanggulangan kemiskinan ke depan. Ini mengingat sektor pertanian merupakan salah satu mesin penggerak ekonomi nasional dan penyerap tenaga kerja terbanyak di Indonesia. Hal itu mengemuka dalam Desiminasi Hasil Sensus Pertanian (ST) 2023 Tahap I yang digelar BPS secara hibrida di Jakarta, Senin (4/12). Sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali itu pada tahun ini dilakukan pada 1 Juni-31 Juli.

Berdasarkan ST 2023 Tahap I, jumlah unit usaha pertania di Indonesia turun 7,42 % dari hasil ST 2013, yakni 31,71 juta unit menjadi 29,36 juta unit. Adapun unit usaha pertanian perorangan (UTP), jumlahnya turun 7,45 % dari 31,71 juta unit pada 2013 menjadi 29,34 juta unit pada 2023. Namun, jumlah rumah tangga usaha pertanian (RTUP) pada 2023 meningkat 8,74 % dari 26,14 juta pada 2013 menjadi 28,42 juta pada 2023. Meskipun meningkat, jumlah RTUP pada semua subsektor pertanian turun. Penurunan terbesar terjadi pada subsektor kehutanan dan tanaman pangan masing-masing 48,87 % dan 12,28 %. Dalam 10 tahun terakhir, dari 100 petani yang memiliki usaha pertanian berkurang dari 21 petani menjadi 3 petani. ST 2023 Tahap I juga menunjukkan petani di Indonesia makin menua. Jumlah petani gurem atau pemilik lahan di bawah 0,5 hektar bertambah. (Yoga)

Kesenjangan Talenta Digital Jadi Tantangan Nasional

Yoga 05 Dec 2023 Kompas

Kontribusi sektor ekonomi digital terhadap perekonomian Indonesia tidak akan maksimal selama masih ada kesenjangan antara jumlah kebutuhan talenta digital dengan ketersediaan di pasar tenaga kerja. Padahal, jika tergarap maksimal, potensi pasar ekonomi digital bisa menopang melesatnya pertumbuhan ekonomi nasional. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan, 77 % dari populasi 277 juta jiwa penduduk Indonesia telah terpapar internet atau teknologi digital. Dengan potensi itu, pada 2030, PDB Indonesia diprediksi mencapai Rp 24.000 triliun dengan 18 % di antaranya atau Rp 4.500 triliun disumbang oleh ekonomi digital. Sebagai catatan, PDB Indonesia pada 2022 sebesar Rp 19.588,4 triliun. Untuk mencapai lompatan PDB dengan penopang ekonomi digital pada 2030, Indonesia memerlukan tambahan 9 juta talenta digital terhitung sejak 2015 hingga 2030.

”Kalau dihitung secara kasar, setiap tahun Indonesia memerlukan tambahan sekitar 600.000 talenta digital baru,” kata Rudy dalam  pemaparan media bertema ”Peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital” di Jakarta, Senin (4/12). Rudy memaparkan, dari kebutuhan 600.000 talenta digital baru per tahun tersebut, saat ini kebutuhan SDM ditargetkan untuk yang ahli dalam bidang digital, seperti pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan komputasi awan. Sayangnya, berdasarkan catatan Kemenkominfo, kemampuan Indonesia menghasilkan talenta digital baru saat ini jauh dari kondisi ideal, yakni 100.000 hingga 200.000 talenta digital per tahun. Menurut Rudy, diperlukan perubahan kurikulum yang lebih menekankan pada aspek analitik; kuantitatif; dan sains, teknologi, teknik, matematika (science, technology, engineering, math/STEM) guna mengejar cepatnya perkembangan teknologi. (Yoga)

Industri Janji Serap 736.911 Ton Garam Produksi Domestik

Yoga 05 Dec 2023 Kompas

Industri pengguna garam dan industri farmasi akan menyerap 736.911 ton garam produksi petambak dalam negeri pada tahun depan. Pelaku industri juga akan membina para petambak agar kualitas produksi garam mereka bisa secara bertahap memenuhi persyaratan. Demikian perjanjian yang tertuang  dalam nota kesepahaman tentang Penyerapan Garam Produksi Dalam Negeri di Kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (4/12). Acara itu dihadiri, Plt Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Taufik Bawazier; Direktur Industri Kimia Hulu Dirjen IKFT Kemenperin Putu Nadia Astuti; petambak garam yang tergabung dalam Koperasi Petambak Garam Nasional (KPGN), perwakilan Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI), serta Asosiasi Biofarmasi dan Bahan Baku Obat. Putu Nadia Astuti mengatakan, sesuai amanat Perpres No 126 Tahun 2023 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional, Kemenperin bertanggung jawab untuk mempertemukan petambak dan industri pengguna garam.

Pada tahun depan, menurut rencana, ada 736.911 ton garam produksi petambak yang akan coba diserap oleh pelaku industri. Ini produksi yang berasal dari banyak petambak yang tergabung dalam KPGN. Nota kesepahaman ini rutin dilakukan tiap tahun sejak 2019. Ketua AIPGI Cucu Sutara mengatakan, total kebutuhan garam nasionaltahun ini mencapai 4,7 juta ton. Initerdiri dari 2,9 juta ton garam untuk kebutuhan industri dan 1,9 juta ton garam untuk konsumsi. Menurut Cucu, garam produksi petambak alam negeri baru bisa memenuhi kebutuhan garam konsumsi. Ada pula yang didistribusikan untuk industri sederhana, seperti pengasinan ikan dan penyamakan kulit. Kandungan kadar garam yang diproduksi petambak tidak mencukupi persyaratan untuk terserap industri. Oleh karena itu, petambak akan dibina agar kualitas produksinya bisa meningkat sehingga bisa terserap oleh industri. Sebab, 2,9 juta ton garam industri belum bisa dipenuhi sepenuhnya dari dalam negeri sehingga masih harus impor. (Yoga)

Jasa Marga Tak Beri Diskon Tarif Tol

Yoga 05 Dec 2023 Kompas

PT Jasa Marga Tbk tidak memberikan diskon tarif tol pada periode Natal-Tahun Baru kali ini. Pertimbangannya, kapasitas jalan tol masih bisa melayani jumlah mobil yang masuk-keluar gerbang tol di sekitar Jabodetabek selama periode 18 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024. Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Tbk Lisye Octaviana, pada jumpa pers paparan kinerja triwulan III-2023 Jasa Marga di Jakarta, Senin (4/12) mengatakan, diskon tarif sebetulnya upaya untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.

Mengingat jumlah kendaraan pengguna jalan tol selama periode Natal dan Tahun Baru masih bisa terkelola dengan kapasitas yang ada, diskon tarif tidak diperlukan. Berdasarkan taksiran Jasa Marga, 2,88 juta unit mobil akan masuk-keluar di gerbang tol sekitar Jabodetabek selama 18 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024. Jumlah ini meningkat 14,2 % dibandingkan hari normal, tetapi masih lebih rendah dibandingkan periode Lebaran yang melonjak hingga lebih dari 40 % dibandingkan hari normal. Oleh karena kapasitas jalan tol masih bisa menampung mobilitas mobil pada periode Natal dan Tahun Baru kali ini, alih-alih memberikan diskon, Jasa Marga justru akan memanfaatkanya untuk meraup pendapatan optimal. (Yoga)

Mentan-Panglima TNI Teken Nota Kesepahaman soal Lahan Tidur

Yoga 05 Dec 2023 Kompas
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Jakarta, Senin (4/12/2023), menandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian dan TNI tentang Dukungan Pelaksanaan Pembangunan Pertanian. Salah satu proyeknya adalah mengoptimalkan lahan tidur dan potensi lahan rawa mineral seluas 10 juta hektar. ”Dengan sinergi ini, kita mencoba menekan impor dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan. Tiga tahun ke depan, harapannya kita sudah swasembada seperti dulu,” kata Amran dikutip dari siaran pers Kementerian Pertanian. (Yoga)

Pemerintah Siapkan Rp 2 Triliun untuk Dana Pariwisata

Yoga 05 Dec 2023 Kompas
Pemerintah segera merealisasikan dana pariwisata Rp 2 triliun. Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait hal itu di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/12/2023). Arahan Presiden untuk membuat dana pariwisata itu, seperti disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan event pariwisata, promosi, dan meningkatkan citra Indonesia di mata dunia. Namun, Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance Esther Sri Astuti mengatakan, dana tidak diperlukan jika pemerintah menjalankan fungsinya. (Yoga)

Harga Cabai Ganggu Kestabilan Harga Pangan

Yoga 05 Dec 2023 Kompas
Harga cabai di Kota Surabaya, Jawa Timur, terus naik. Awal bulan ini, cabai merah keriting Rp 71.000 per kg,  cabai merah besar Rp 74.000 per kg, dan cabai rawit merah  Rp 73.000 per kg. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, seusai kunjungan ke Pasar Genteng Baru, Senin (4/12/2023), mengatakan, penanganan harga cabai perlu dilakukan agar tidak mengganggu stabilitas harga pangan menjelang Natal. (Yoga)

Celah Mafia Tanah Ditutup

Yoga 05 Dec 2023 Kompas

Pemerintah meluncurkan sertifikat tanah elektronik yang diklaim lebih aman dari manipulasi, tumpang tindih, atau pencaplokan tanah oleh mafia tanah. Peluncuran tersebut dilakukan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/12). Hadir dalam acara ini, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Menkominfo Budi Arie Setiadi, serta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. ”Saya rasa (sertifikat tanah elektronik) ini penting untuk mengurangi risiko kehilangan akibat pencurian, kerusakan dari bencana, kebakaran, dan bencana lainnya serta meningkatkan kerahasiaan data,” kata Presiden.

Presiden pun meminta Kementerian ATR/BPN dan jajarannya menyosialisasikan layanan sertifikat tanah elektronik kepada masyarakat, tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di perdesaan. Dengan demikian, harapannya masyarakat tidak bingung dengan kebijakan baru itu. Sertifikat tanah elektronik ini kelanjutan dari implementasi konsep Digital Melayani yang dicanangkan Presiden Jokowi tahun 2019. Karena itu, sebelum ini, Kementerian ATR/BPN telah melaksanakan empat pelayanan perta ahan secara digital, yakni hak tanggungan elektronik, pengecekan sertifikat elektronik, zona nilai tanah elektronik, dan surat keterangan pendaftaran tanah (SKPT) elektronik. Dengan adanya sertifikat tanah elektronik, masyarakat yang sudah memiliki sertifikat fisik konvensional akan mengalami alih media. Ini akan dikerjakan pihak ketiga dan sertifikat masyarakat otomatis diubah secara bertahap ke sertifikat elektronik. (Yoga)

ASA PETANI GORONTALO KARAM OLEH JAGUNG HIBRIDA

Yoga 05 Dec 2023 Kompas

Petani di Gorontalo begitu bergantung pada jagung hibrida. Namun, kenyataannya, jagung hibrida belum dapat memberikan kesejahteraan kepada mereka. Siklus berulang pembelian benih jagung hibrida dan ketiadaan industri pengolahan jagung membuat keuntungan petani menipis. Abdullah Isa (60) lega melihat langit mendung pada Kamis (30/11). Belakangan ini, hujan sering turun di Desa Pongongaila diKecamatan Pulubala, Gorontalo. Artinya, bibit-bibit jagung hibrida yang ia tanam pasti akan tumbuh dan berbuah. ”Kalau tidak ada hujan, milu (jagung) bakal kecil-kecil. Kalau cuma pupuk, tapi tidak ada hujan, hasilnya sedikit,” kata Abdullah yang rutin bertani jagung hibrida bersama istrinya, Aminah Manoe (60), sejak mereka menikah pada 1982. Sekarang Abdullah punya lahan jagung hibrida seluas 2 hektar tak jauh dari rumahnya. Ia terdaftar dalam kelompok tani sehingga bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Satu dari empat anaknya juga tergabung di kelompok tani dengan lahan 1,5 hektar.

Tanaman tersebut menjadi sumber penghasilan utama keluarga Abdullah meski ia mengakui hasilnya tak seberapa. Di masa panen antara Oktober dan awal November 2023, hasil dari kebunnya hanya 4 ton. Saat itu, enam gudang yang tersebar di Kecamatan Pulubala hanya menghargai jagung hibrida Rp 3.800 per kg. Itu pun masih dipotong kadar air tinggi dalam pipilan jagung, di atas 17 %. Jika kadar air menurut penghitungan mesin di gudang mencapai, 22 %, setiap 100 kg harus dikurangi 22 kg sehingga gudang hanya membayar 78 kg. ”Keuntunganbersih Cuma Rp 5 juta, tipis. Padahal kalau mau hitung dari tanam, pupuk, semprot obat (pembasmi) rumput, sampai panen dan bawa ke gudang, bisa habis Rp 10 juta.” kata Abdullah. Setiap 5 kg bibit perlu 100 kg pupuk. ”Sekarang pupuk sulit. Biasanya dapat 500 kg Phonska (NPK) dan 500 kg urea, sekarang ureanya cuma dapat 300 kg,” keluh Aminah. Sudah begitu pun, mereka tak menjemur jagung terlebih dahulu, sebab petani di perdesaan butuh uang cepat untuk membiayai kehidupan yang sulit di Provinsi Gorontalo yang sepertiga dari 1,2 juta hektar wilayah daratannya ditanami jagung hibrida.

Jagung hibrida menjadi komoditas unggulan Gorontalo sejak pemerintahan gubernur pertama, yakni Fadel Muhammad, sampai hari ini. Akhir tahun ini, BPS memperkirakan panen jagung pipilan kering berkadar air (JPK KA) 14 5 dari Gorontalo akan mencapai 531.780 ton, terbesar kedelapan di Indonesia, tetapi, petani jagung seperti Abdullah dan Aminah nyatanya tak bisa benar-benar sejahtera. Menanam jagung pun menjadi siklus berbiaya besar yang menguras kocek petani demi penghasilan Rp 5 juta per 3-4 bulan untuk membiayai seluruh kebutuhan keluarga. Mereka harus bertahan hidup dengan pengeluaran kurang dari Rp 442.194 per bulan. Ketika tegakan jagung rebah, mereka tetap setia membeli bibit jagung hibrida lagi dari toko tani dengan harga Rp 2 juta per 20 kg. Mereka juga membeli pupuk kimia, obat, dan perangsang tumbuh. Setelah panen, mereka akan kembali ke nol. (Yoga)

Pilihan Editor