PENGHILIRAN SEKTOR PERTANIAN : TRANSFORMASI KAKAO JEMBRANA
Kabupaten Jembrana kini memulai langkah baru untuk penghiliran sektor pertanian menyusul hadirnya pabrik pengolahan kakao menjadi cokelat guna mendongkrak pamor UMKM wilayah ini. Apalagi, kabupaten ini merupakan jawara produsen kakao Bali.
Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana bakal merealisasikan penghiliran kakao dengan pembangunan pabrik cokelat di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara. Bupati Jembrana I Nengah Tamba menjelaskan bahwa pembangunan pabrik cokelat akan direalisasikan melalui melalui factory sharing Jembrana. Factory sharing produksi pengolahan biji kakao menjadi cokelat ini, dibangun atas kerja sama sejumlah kementerian seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
Dia memandang bahwa keberadaan factory sharing ini juga akan menguntungkan sektor hulu pertanian lantaran petani kakao Jembrana tidak akan bingung dalam pemasaran menyusul adanya tempat untuk menjual kakao tentunya dengan harga yang menguntungkan petani.Menurutnya, tujuan dari pembangunan factory sharing ini merupakan bagian dari penghiliran produksi kakao petani Jembrana.
Oleh karena itu, Tamba memadang bahwa dengan berdirinya factory sharing ini, maka pembeli cokelat Jembrana tidak langsung ke petani, tetapi ke factory sharing. Sementara itu, biji cokelat petani itu akan dijual ke koperasi yang ada di factory sharing untuk diolah.
Kendati belum diresmikan, Bupati Jembrana sudah mempunyai nama yang akan menjadi brand cokelat Jembrana yakni cokelat bahagia Jembrana, disingkat Cobana. Segmen pasar Cobana untuk kalangan anak muda. Produk lain diberi nama Coklat Pak Ngak dengan jenis bubuk darkcokelat.
Adapun, Kabupaten Jembrana selama ini memang sudah dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi serta penghasil biji kakao kelas dunia. Bahkan, wilayah ini sudah mampu mengekspor ke beberapa negara dan dipercaya sebagai bahan baku pembuatan cokelat dari produk-produk cokelat ternama dunia.
Ketua kelompok tani becik Yeh Embang Gede Kawi Astana mengaku bahwa baru kali ini fokus menanam kakao secara terarah setelah dia bersama 9 anggotanya mulai menanam 600 pohon di atas lahan satu hektare. “Ini penanaman tahap pertama, target kami bisa menghasilkan 4 ton. Dengan terarah seperti ini kami optimis bisa fokus dan menghasilkan kakao yang optimal,” jelasnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Bali kala itu, Trisno Nugroho, menjelaskan bahwa Yeh Embang ini akan menjadi sentral kakao baru di Jembrana.Jika langkah tersebut sukses, maka hal tersebut dapat menjadi sumber ekonomi yang bagus bagi masyarakat sekitar.
Tags :
#PertanianPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023