;

Perbaikan Kinerja Kerek Dividen Lampaui Modal

06 Dec 2023 Kompas
Perbaikan Kinerja Kerek Dividen Lampaui Modal

Total realisasi dividen BUMN periode 2020-2024 secara konsolidasi diproyeksi akan lebih besar dari total penyertaan modal negara pada periode yang sama. Selain dividen, kontribusi BUMN dalam bentuk pajak dan penerimaan negara bukan pajak juga meningkat seiring perbaikan kinerja. Menteri BUMN ErickThohir mengatakan, terhitung sejak awal tahun hingga 19 November 2023, BUMN berhasil menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp 81,1 triliun, melampaui target Rp 35,3 triliun. Ia menargetkan dividen BUMN pada 2024 masih bertumbuh hingga Rp 85,2 triliun. Sementara total penyertaan modal negara (PMN) yang diterima BUMN pada periode yang sama mencapai Rp 35,3 triliun. Diproyeksikan nilai PMN yang diterima BUMN pada 2024 naik menjadi Rp 41,9 triliun.

”Pada 2019, target rasio antara PMN dan dividen pada 2024 bisa mencapai 50:50. Alhamdulillah di tahun 2023 performance BUMN bagus dan akan diupayakan tetap tumbuh tahun depan. Artinya, jika ditotal rasio antara dividen dan PMN tahun depan bisa 55:45,” ujar Erick saat dikonfirmasi pada Selasa (5/12). Secara rinci, total realisasi dan usulan PMN selama 2020-2024 mencapai Rp 226,1 triliun. Adapun realisasi dan usulan dividen di periode yang sama lebih besar, yakni Rp 279,4 triliun. Erick mengatakan, laporan tahunan keuangan BUMN yang terkonsolidasi dan transparan akan menjadi bahan pijakan untuk menentukan kebijakan ke depan. Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (4/12), Erick menyebutkan, saat ini 90 % proyek strategis yang menjadi tanggung jawab BUMN telah selesai. Sisanya, 10 %, diproyeksikan baru rampung pada 2024 atau sebelum pemerintahan baru terbentuk. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :