Perbaikan Kinerja Kerek Dividen Lampaui Modal
Total realisasi dividen BUMN periode 2020-2024 secara
konsolidasi diproyeksi akan lebih besar dari total penyertaan modal negara pada
periode yang sama. Selain dividen, kontribusi BUMN dalam bentuk pajak dan penerimaan
negara bukan pajak juga meningkat seiring perbaikan kinerja. Menteri BUMN
ErickThohir mengatakan, terhitung sejak awal tahun hingga 19 November 2023,
BUMN berhasil menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp 81,1 triliun, melampaui
target Rp 35,3 triliun. Ia menargetkan dividen BUMN pada 2024 masih bertumbuh hingga
Rp 85,2 triliun. Sementara total penyertaan modal negara (PMN) yang diterima
BUMN pada periode yang sama mencapai Rp 35,3 triliun. Diproyeksikan nilai PMN
yang diterima BUMN pada 2024 naik menjadi Rp 41,9 triliun.
”Pada 2019, target rasio antara PMN dan dividen pada 2024
bisa mencapai 50:50. Alhamdulillah di tahun 2023 performance BUMN bagus dan akan
diupayakan tetap tumbuh tahun depan. Artinya, jika ditotal rasio antara dividen
dan PMN tahun depan bisa 55:45,” ujar Erick saat dikonfirmasi pada Selasa (5/12).
Secara rinci, total realisasi dan usulan PMN selama 2020-2024 mencapai Rp 226,1
triliun. Adapun realisasi dan usulan dividen di periode yang sama lebih besar,
yakni Rp 279,4 triliun. Erick mengatakan, laporan tahunan keuangan BUMN yang
terkonsolidasi dan transparan akan menjadi bahan pijakan untuk menentukan kebijakan
ke depan. Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (4/12), Erick
menyebutkan, saat ini 90 % proyek strategis yang menjadi tanggung jawab BUMN
telah selesai. Sisanya, 10 %, diproyeksikan baru rampung pada 2024 atau sebelum
pemerintahan baru terbentuk. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023