;

Tech Winter Terus Memakan Korban

Hairul Rizal 16 Dec 2023 Kontan (H)
Selamat datang tech winter, fase dimana banyak perusahaan rintisan atau startup berbasis teknologi gugur satu per satu. Banyak yang kesulitan pendanaan hingga tak cakap mengelola sumber daya manusia. Baru-baru ini, perusahaan teknologi Pegi Pegi tutup setelah 12 tahun beroperasi di Indonesia. Sebelum itu, ada lagi startup yang tutup, yakni Rumah.com, CoHive, Fabelio, JD ID, Airy Rooms, dan banyak lagi. Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) mengutip riset Google, Baik & Company, Tenasek, proyeksi gross merchandise value (GMV) alias nilai barang dagangan ekonomi digital Indonesia turun pada 2025, dari US$ 130 miliar menjadi US$ 109 miliar. Kondisi ini patut dicermati startup di berbagai bidang. Penurunan proyeksi GMV tak lepas dari investasi ke sektor digital yang turun. Pengamat Ekonomi Digital, Heru Sutadi bilang, Indonesia telah memiliki unicorn maupun decacorn seperti Tokopedia, Gojek, Traveloka, Bukalapak, Kopi Kenangan, Xendit dan lainnya. "Start up kita banyak, tapi beberapa gulung tikar. Salah satu faktor dari pendanaan," jelas dia, (15/12). Tapi, ia melihat ada sektor yang berpotensi besar untuk berkembang yakni big data analytics, artificial intelligence (AI), Internet of Things, pertanian dan peternakan, serta kesehatan. Pebisnis e-commerce seperti Tokopedia berbagi strategi di bisnis ini. Aditia Grasio Nelwan, Head of Communication Tokopedia bilang, Tokopedia sudah bertransformasi jadi super ekosistem untuk mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Tokopedia memiliki lebih dari 14 juta penjual dan hampir 100% penjual adalah pelaku UMKM. Mereka memasarkan lebih dari 1,8 miliar produk di 99% kecamatan di Indonesia lewat Tokopedia, ujar Aditia, (15/12). Corporate Affairs Manager Kenangan Brands, Ruth Davina bilang, Kenangan Brands punya sejumlah fokus bisnis dan strategi mempertahankan eksistensi produk.

China dan Amerika Lesu, Ekspor RI Terganggu

Hairul Rizal 16 Dec 2023 Kontan
Kinerja ekspor RI ke depan berisiko tertekan. Terutama, akibat pelemahan ekonomi mitra dagang Indonesia, khususnya China dan Amerika Serikat (AS). Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor RI pada November 2023 hanya sebesar US$ 22 miliar atau turun 0,67% month on month (mtm). Penurunan tersebut terutama karena ekspor hasil minyak, besi dan baja, nikel, hingga ampas sisa industrial makanan yang melorot. Ekspor RI yang anjlok sejalan dengan pelemahan ekonomi China dan AS. Pasalnya, kedua negara ini merupakan mitra dagang utama RI dengan pangsa ekspor masing-masing sebesar 25,49% dan 9,54% terhadap ekspor nonmigas Januari-November 2024. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, kondisi pelemahan ekonomi China belum menunjukkan tanda-tanda berakhir di pengujung tahun ini. Sementara ekspor RI ke AS bulan lalu terkontraksi 7,49% yoy. Melemahnya ekonomi AS, menurut Sri Mulyani, lantaran tekanan fiskal masih tinggi. Bahkan, tabungan masyarakat AS tergerus akibat tingginya inflasi. Meski di sisi lain, tingkat bunga kemungkinan bertahan setelah naik signifikan di tahun ini. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, penurunan nilai impor pada November 2023 didorong oleh ekspor nikel ke China yang turun. Sebab, China merupakan importir terbesar produk nikel dari Indonesia. "Ekspor nikel menurun, selain karena harga lebih rendah, juga permintaan dari China yang relatif lebih lemah," kata Josua. Di sisi lain, impor diyakini akan menguat. Bukan melulu hal buruk, peningkatan impor menunjukkan, ada permintaan dalam negeri yang kuat. Sehingga, neraca transaksi berjalan sepanjang 2023 berpotensi berbalik defisit di kisaran 0,28%-0,00% dari produk domestik bruto (PDB). Ekonom Bank UOB Enrico Tanuwidjaja optimistis, tren surplus neraca perdagangan Indonesia akan bertahan selama beberapa waktu ke depan. Sebab, "Permintaan dari negara mitra dagang utama seperti India dan AS masih solid," terang Enrico, Jumat (15/12).

Perlu Habiskan Rp 500 Triliun Lagi untuk Capai Target

Hairul Rizal 16 Dec 2023 Kontan
Realisasi belanja negara per 12 Desember 2023 baru sebesar Rp 2.588,2 triliun atau 84,5% dari target dalam Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2023 mencapai Rp 3.117,2 triliun. Dengan demikian, masih ada sisa anggaran sebesar Rp 529 triliun yang belum pemerintah belanjakan sampai akhir tahun. Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Isa Rachmatarwata menyampaikan, salah satu belanja yang akan pemerintah kucurkan adalah berbagai subsidi dan kompensasi termasuk bahan bakar minyak (BBM), dengan alokasi lebih dari Rp 85 triliun. "Di paruh kedua bulan Desember ini, ada belanja sekitar Rp 500 triliun lebih, antara lain untuk pembayaran subsidi dan kompensasi yang mencapai lebih dari Rp 85 triliun. Itu menjadi bagian dari belanja besar di akhir tahun," ungkap Isa, Jumat (15/12). Dirjen Perbendaharaan Kemkeu Astera Primanto Bhakti menambahkan, pihaknya akan menggenjot belanja di sisa akhir tahun ini. Pertama, dengan meyakinkan kontrak-kontrak tersebut bisa sampai dicairkan. Kedua, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) akan selalu melakukan monitoring terhadap kementerian dan lembaga pemerintah (K/L) dan mendeteksi apabila ada kendala-kendala yang bersifat teknis. Ketiga, melakukan koordinasi dengan K/L untuk mendorong percepatan penyerapan belanja-belanja. Keempat, menginstruksikan seluruh KPPN di Indonesia untuk menambah jam kerja. Di sisi lain, realisasi pendapatan negara tercatat Rp 2.553,2 triliun, dengan realisasi penerimaan pajak Rp 1.818,2 triliun atau 94,2% dari target dalam Pepres No. 75/2023. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mewanti-wanti kualitas belanja negara 2024. Jika belanja tahun depan kembali turun, maka laju pertumbuhan ekonomi pada 2024 bisa menjadi terbatas.

Jelang Akhir Tahun, Asing Mencari Peluang

Hairul Rizal 16 Dec 2023 Kontan
Setelah sempat mencatatkan jual bersih atau net sell,  investor asing kembali membukukan beli bersih atau net buy di pasar saham Indonesia. Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 3,87 triliun pada Jumat (15/12). Angka ini merupakan foreign net inflow tertinggi sejak April 2023. Sejalan dengan arus dana investor asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut menguat. IHSG menutup pekan kedua Desember 2023 dengan menguat 0,21%. Indeks komposit ini menguat 14,97 poin ke level 7.190,98 hingga akhir perdagangan di pekan ini. Terpantau asing mulai kembali masuk ke saham-saham blue chip. Pada perdagangan Jumat (15/12),  PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net buy Rp 1 triliun. Asing juga mengakumulasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Astra International Tbk (ASII) dengan masing-masing beli bersih Rp 301,7 miliar, Rp 143,4 miliar dan Rp 86,8 miliar. Analis ritel Maybank Sekuritas, Adi Wicaksono melihat, memang pasar tengah merespons positif sikap The Fed dalam menahan suku bunga dan ekspektasi penurunan suku bunga tahun depan. Asing  sudah beralih dari saham sektor bahan baku. "Perbankan big cap ditutup menguat. Hampir sebagian besar saham blue chip kompak menguat," ujar Adi. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menyatakan, sikap dovish The Fed menjadi angin surga bagi pasar global. Pasalnya The Fed menjadi tolak ukur bagi bank sentral lainnya. Nico mengatakan penurunan suku bunga akan menjadi sentimen positif. Suku bunga yang rendah bakal mendorong tingkat konsumsi masyarakat yang lebih tinggi. Untuk akhir tahun ini, Pilarmas Investindo Sekuritas menjagokan sektor perbankan, telekomunikasi, konsumen primer, transportasi dan logistik. Adapun sahamnya adalah  saham BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, TLKM dan JSMR. 

Peluang dari Ekspor Sarung Tangan

Hairul Rizal 16 Dec 2023 Kontan
Pengusaha asal Sumatera Utara, Hansen Jap kembali memboyong perusahaan miliknya ke lantai bursa. Setelah PT Haloni Jane Tbk (HALO), Hansen membawa PT Maja Agung Latexindo Tbk go public. Keduanya sama-sama bergelut di bisnis manufaktur sarung tangan lateks. Maja Agung Latexindo sendiri telah berdiri selama 35 tahun dan baru tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Desember 2023. Perusahaan yang menggunakan kode saham SURI ini berdiri sejak 1988 di Sumatera Utara. Direktur SURI, Engel Stefen mengatakan, kendati dikendalikan oleh pihak yang sama, secara operasional HALO dan SURI punya fokus berbeda. Target pasar HALO adalah penjualan dalam negeri, meskipun ada pula ekspor. "Kalau SURI fokusnya 100% ke pasar ekspor," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (13/12). Produk-produk sarung tangan lateks SURI menggunakan merek Shamrock, baik untuk segmen kesehatan, industri, dan sarung tangan khusus. Pasar yang dituju adalah Amerika, Eropa, dan Timur Tengah. Engel memaparkan, untuk pasar Amerika, SURI menyasar Amerika Serikat (AS) dan Amerika Selatan, seperti Paraguai, Brazil, dan Meksiko. Sedangkan di pasar Eropa, SURI fokus masuk ke Jerman lantaran standarisasi negara-negara Eropa berkiblat pada Jerman. Sementara fokus di Timur Tengah adalah Dubai. Dengan menjadi perusahaan terbuka, SURI punya peluang lebih besar untuk mendorong penetrasi pasar. Sebab go public dapat meningkatkan kelas perusahaan dengan good corporate government (GCG) dan mempermudah calon konsumen mengakses profil perusahaan. Dalam hajatan initial public offering (IPO), SURI melepas sebanyakbanyaknya 1,27 miliar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari aksi korporasi ini, SURI memperoleh dana IPO Rp 215,36 miliar. Rencananya sekitar 49,45% dana IPO akan digunakan untuk belanja modal (capex). Lalu, sebesar 20,26% untuk pengembangan bangunan gudang, pabrik, dan kantor. Kemudian, 24,55% sisanya akan digunakan untuk penambahan dan remodifikasi mesin produksi yang dimiliki. Dengan membaiknya kondisi pengiriman, SURI juga menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun depan. Engel menyebut, SURI membidik pertumbuhan 30%-40% dari tahun ini. Dengan kata lain, pendapatan SURI tahun depan bisa mencapai Rp 140 miliar. Selain fokus pada penetrasi pasar, SURI juga berencana meningkatkan kapasitas produksi. Engel menyebut, saat ini perusahaan tengah membidik lokasi di daerah Kalimantan yang memiliki sumber daya karet yang besar.

Menjaring Potensi Lewat Ekosistem

Hairul Rizal 16 Dec 2023 Kontan
Ekosistem merupakan kunci sukses perkembangan bank digital. Melayani transaksi dari ekosistem yang dimiliki akan membuat bisnis bank digital semakin bergairah. Apalagi bila ekosistem tersebut dimiliki bank tersebut secara eksklusif. Sejumlah bank digital memang tengah mengoptimalkan ekosistem yang dimiliki. Allo Bank, misalnya, fokus menyasar ekosistem CT Group yang punya banyak lini bisnis. Direktur Utama Allo Bank Indra Utoyo mengungkapkan, sejak beroperasi sebagai bank digital, sebagian besar transaksi yang dilayani berasal dari ekosistem milik pemegang saham, yakni CT Group dan Salim Group. Ia bilang, Allo Bank akan berupaya mengoptimalkan transaksi dari ekosistem para pemegang sahamnya, termasuk dari Bukalapak. Bank digital ini akan melakukan kolaborasi dengan unit-unit bisnis para pemegang saham. Tahun depan, Allo Bank menargetkan kredit mencapai Rp 8,5 triliun, tumbuh 12% secara tahunan. Sementara per September 2023, kredit baru tercatat Rp 7,26 triliun, tumbuh 2,25% secara tahunan. Senada, Bank Jago juga terus mengoptimalkan transaksi dari ekosistem Goto. Per September 2023, total DPK bank ini tercatat sebesar Rp 10,3 triliun. "Dari ekosistem Goto, porsi pendanaan nasabah pengguna Aplikasi Jago sudah mencapai lebih dari 30%," kata Tjit Siat Fun, Direktur Kepatuhan & Corporate Secretary Bank Jago. "Kontribusi pinjaman yang berasal dari Goto akan semakin tinggi, sejalan dengan pertumbuhan portofolio kredit Bank Jago," ujar Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung, belum lama ini.

Pembiayaan Emas Tetap Berkilau

Hairul Rizal 16 Dec 2023 Kontan
Perbankan optimistis bisnis pembiayaan emas tetap akan berkilau. Dalam beberapa hari terakhir, harga logam mulia ini mengalami tren kenaikan. Dalam sepekan ini, pertumbuhan harga emas tertinggi terjadi pada 14 Desember 2023. Harganya sempat naik 2,27% secara harian ke level Rp 1.125.000 per gram, menurut data logammulia.com. Direktur Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk Pandji P. Djajanegara menyebut, kenaikan harga emas tersebut tidak membawa dampak bagi pembiayaan emas di CIMB Niaga Syariah. Dua bulan terakhir, pembiayaan emas bank ini terus mengalami peningkatan. Namun, ia enggan merinci nilainya. Per November 2023, pembiayaan emas CIMB Niaga Syariah mencapai Rp 450 miliar. Pandji memperkirakan, tren pembiayaan emas yang positif tersebut akan berlanjut di 2024 nanti. Direktur PT Bank BCA Syariah Pranata melihat, instrumen emas masih akan menjadi alternatif investasi jangka panjang yang dipilih oleh masyarakat. Terutama, karena kondisi ekonomi yang masih belum stabil, seperti yang terjadi saat ini. Pembiayaan Emas iB yang terjadi di BCA Syariah juga trennya terus meningkat. Pranata menyebutkan, pembiayaan emas masih menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan pembiayaan konsumer BCA Syariah, setelah pembiayaan KPR iB.

Pasar IPO Asia-Pasifik 2024 Bakal Bergairah

Hairul Rizal 16 Dec 2023 Kontan
Para bankir memperkirakan aksi penghimpunan dana di pasar modal lewat initial public offering (IPO) kawasan Asia Pasifik memiliki prospek lebih menarik di tahun 2024. Bankir yang disurvei Reuters optimistis pasar IPO akan membaik, setelah suram sepanjang tahun ini.Menurut data LSEG, seperti dilansir Reuters, Jumat (15/12), nilai penjualan saham oleh perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik merosot seperlima secara tahunan, menjadi US$ 229 miliar sepanjang 2023. Capaian ini merupakan yang terendah sejak 2012.Data LSEG tersebut mencakup penjualan saham pertama dan sekunder, penerbitan obligasi konversi dan block sales. Pelemahan disebabkan berbagai faktor, seperti kenaikan suku bunga, inflasi tinggi, dan ketegangan geopolitik.Tapi kini para bankir menyebut, sentimen equity capital market (ECM) telah membaik dalam beberapa pekan terakhir. Alasannya, tingkat suku bunga di banyak negara telah mencapai puncak. Sejumlah bank sentral, termasuk The Fed, sudah mulai membicarakan potensi penurunan suku bunga di 2024. "Saat ini, pasar melihat prospek makro yang cukup baik yang dapat mendorong para emiten untuk masuk. Pipeline-nya kuat," kata Udhay Furtado, Kepala Pasar Modal Ekuitas Asia Citi. Tanda-tanda membaiknya sentimen penjualan saham terlihat dari sejumlah kesepakatan penjualan borongan saham perusahaan di kawasan Asia Pasifik beberapa minggu terakhir. Salah satunya, Bain Capital berhasil menjual sahamnya di Axis Bank India senilai US$ 448 juta pada Desember ini.Namun, Furtado mengatakan, kondisi pasar IPO akan lebih menantang saat musim pemilu. Ketika aktivitas politik memanas, perusahaan biasanya enggan membuat keputusan-keputusan besar, karena khawatir ada perubahan kebijakan.Pemilihan umum akan digelar di Taiwan bulan depan. Indonesia, Korea Selatan dan India juga akan melakukan pemungutan suara tahun depan.Di skala global, pemilihan presiden di Amerika Serikat (AS) akan diselenggarakan pada November 2024.

Optimisme BSDE Tersundut Insentif

Hairul Rizal 16 Dec 2023 Kontan
Emiten properti, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) optimistis dengan kinerja dan iklim bisnis properti tahun 2024 mendatang. Diantara peluang yang dilirik adalah, adanya insentif pajak bagi pembeli properti. Hermawan Wijaya Direktur BSDE bilang, diterbitkannya insentif Pajak Pertambahan Nilai atas Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) untuk tahun anggaran 2024. Ia juga melanjutkan, saat ini pihaknya memiliki bank tanah (land bank) yang dapat dikembangkan sekitar 3.800 hektar. Selain itu, BSDE juga optimistis dapat meraih target yang ditetapkan di akhir 2023. BSDE memasang target pra penjualan atau marketing sales di angka Rp 8,8 triliun tahun 2023. Sementara itu, hingga kuartal III-2023 ,bagian dari kelompok properti Sinar Mas Land ini sudah berhasil mengamankan 77% dari target prapenjualan 2023 sebesar Rp 6,75 triliun. Angka tersebut meningkat 1% apabila dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,72 triliun. Hermawan menjabarkan segmen residensial sebagai segmen bisnis utama, berhasil membukukan prapenjualan Rp 4,47 triliun hingga akhir September 2023 atau setara 66% dari total prapenjualan. Adapun segmen komersial termasuk apartemen dan ruko mencatat prapenjualan sebesar Rp  2,28 triliun dalam sembilan bulan pertama 2023. Bila dikulik lebih jauh, penjualan unit residensial maupun komersial di kawasan kota mandiri BSD City mendominasi angka prapenjualan. Hingga akhir September 2023, penjualan unit properti di BSD City tercatat 75% terhadap keseluruhan angka prapenjualan. Selain BSD City, kawasan properti terintegrasi lainnya seperti Grand Wisata di Bekasi dan Kota Wisata di Cibubur turut memberikan kontribusi positif yakni masing-masing 11% dan 7% terhadap total prapenjualan.

MENGGEDOR LAJU EKSPOR

Hairul Rizal 16 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)

Performa kinerja dagang mengalami surplus meskipun melambat terdampak gejolak harga komoditas internasional dan bayang-bayang peningkatan laju pertumbuhan impor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren surplus neraca perdagangan pada November 2023 mencapai US$2,41 miliar. Capaian itu lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, mengingat kinerja ekspor yang terkoreksi, sementara impor mengalami kenaikan.Ekspor sepanjang November 2023 mencapai US$22 miliar, turun 8,56% dibandingkan dengan November 2022. Jika dilihat secara bulanan nilai ekspor turun tipis sebesar 0,67%. Angka impor mencapai US$19,59 miliar, tumbuh 3,29% secara Year-on-Year (YoY).Impor yang tumbuh ini sejalan dengan meningkatnya angka Purchasing Manager’s Index(PMI) manufaktur dan strategi ketahanan ekonomi dalam menghadapi perlambatan ekonomi global. Angka PMI Manufaktur Indonesia naik dari 51,5 menjadi 51,7 pada November 2023, menandai peningkatan aktivitas pabrik selama 27 bulan berturut-turut, dengan produksi mengalami kenaikan paling signifi kan sejak Agustus 2023. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan nilai surplus neraca dagang Indonesia November 2023 turun US$1,07 miliar dibandingkan capaian bulan sebelumnya, yaitu sebesar US$3,48 miliar. Surplus neraca dagang ditopang oleh surplus komoditas non-migas sebesar US$4,62 miliar. Komoditas penyumbang surplus di antaranya bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, hingga besi dan baja. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta W Kamdani menilai kinerja ekspor nasional saat masih terhitung relatif stabil dan berpotensi menciptakan surplus. Meski begitu masih diperlukan peningkatan kinerja ekspor produk bernilai tambah. Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kadin Indonesia Chandra Wahjudi menilai, aturan dan perizinan yang sederhana menjadi sangat penting selain insentif. “Pemerintah juga dapat membantu membuka akses pasar di beberapa negara lain untuk produk unggulan,” katanya kepada Bisnis, Jumat (15/12).Dia juga berharap pemangkasan suku bunga the Fed dapat menjadi momentum untuk pertumbuhan perekonomian global, termasuk Indonesia. “Ini lebih rendah dibandingkan 2023 atau 2022 karena pelemahan ekonomi dunia di tahun depan. Ekonomi kan relatif stagnan, otomatis growth ekspor impor kita melemah,” kata Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad.

Pilihan Editor