Ekonomi Jadi Kunci Emiten Multisektor
Ekonomi yang tumbuh menjadi barometer emiten multisektor bisa melaju. Ekonomi 2024 yang bisa tumbuh menjadi katalis penting bagi emiten multisektor.
Tira Ardianti, Kepala Hubungan Investor PT Astra International Tbk (ASII) menyatakan, Grup Astra memiliki berbagai bisnis yang kinerja dan prospeknya dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya pertumbuhan ekonomi.
"Kami berharap, ekonomi Indonesia bertumbuh dengan baik pada 2024 yang bisa mendukung kinerja bisnis Astra," katanya kepada KONTAN, Minggu (17/12).
Tira menyebutkan, selama ini ASII sudah melakukan beberapa aksi korporasi. Seperti melakukan akuisisi Bank Jasa Jakarta untuk mendukung ekosistem jasa keuangan dengan layanan digital yang disebut Bank Saqu.
"Kami senantiasa menjajaki peluag-peluang bisnis untuk memperkuat dan keberlanjutan bisnis Astra," tambahnya.
Tak mau ketinggalan, PT Bakrie & Brother Tbk (BNBR) bersiap mengembangkan unit-unit usahanya di tahun 2024. Seperti di industri komponen otomotif, industri baju, konstruksi bangunan ramah lingkungan.
"Hingga pengembangan sektor energi baru terbarukan termasuk elektrifikasi transportasi," kata Direktur BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti ke KONTAN (15/12).
Head Customer Literation and Education
Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi melihat, kinerja emiten holding pada tahun 2024 justru tumbuh melambat. Penyebabnya harga komoditas energi moderat. Kondisi ini mempengaruhi lini sektor pertambangan.
Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division
, Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan sependapat sentimen domestik dan global bisa mempengaruhi kinerja emiten multisektor.
Ia merekomendasikan
buy
ASII di Rp 8.000, ABMM di harga Rp 2.500-Rp 3.000 dan BMTR di harga Rp 1.000-Rp 1.200.Oktavianus hanya merekomendasikan
buy
ASII di harga Rp 6.350.
Window Dressing & Isu Merger Menyetir Saham BUMN Karya
Saham sejumlah emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya masih fluktuatif. Menurut data RTI, saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik 4,85% pada hari Kamis lalu dibandingkan sehari sebelumnya. Meski pada Jumat (15/12) turun lagi 1,73% ke Rp 340 per saham.
Saham PT PP Tbk (PTPP) juga naik 4,85% pada hari Kamis lalu. Lalu melorot 1,85% pada Jumat (15/12) ke Rp 530 per saham. Saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga tercatat naik 24,10% pada perdagangan Kamis (14/12), sebelum turun 0,83% ke posisi Rp 240 pada Jumat lalu. Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy melihat, kinerja saham BUMN karya pada akhir tahun kemungkinan disebabkan
window dressing.
Kinerja BUMN Karya dalam waktu dekat juga berpeluang positif lantaran ada Penyertaan Modal Negara (PMN). Berkat injeksi negara, arus kas mereka sedikit membaik.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menambahkan, kenaikan harga saham emiten BUMN karya juga didorong oleh spekulasi merger antar BUMN karya.
Meski begitu, Azis menilai kinerja emiten BUMN Karya pada tahun depan masih tertekan. Apalagi liabilitas emiten pelat merah itu masih tinggi. Alhasil, Azis dan Budi belum memberikan rekomendasi ataupun proyeksi terhadap saham BUMN karya.
Sektor Saham Barang Baku Masih Jitu
Emiten sektor barang baku menantikan prospek perekonomian yang lebih baik di tahun 2024. Perputaran roda ekonomi diharapkan meningkatkan lagi pemintaan bahan-bahan mentah. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer mengamati, sampai saat ini masih belum ada sentimen benar-bener kuat dalam menopang kinerja emiten barang baku, terutama emiten tambang logam. Seperti diketahui, industri logam masih menunggu pemulihan ekonomi China yang relatif lambat sehingga berdampak pada rantai industri manufaktur. Sebagai salah satu konsumen terbesar, permintaan China berdampak bagi tingkat harga komoditas tambang semacam nikel, tembaga dan timah. Situasi ini ikut menahan ketertarikan investor terhadap saham-saham yang ada di sektor barang baku seperti saham tambang logam seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Timah Tbk (TINS). Namun, Miftahul mencermati bahwa saham sektor barang baku tak sepenuhnya suram. Ada segmen bisnis yang dinilai punya kinerja apik seperti pada emiten semen.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi menilai, penurunan harga komoditas yang masih terjadi akan berdampak pada kinerja emiten pertambangan logam. Harga nikel global kemungkinan akan tetap tertekan pada tahun 2024 - 2025 karena melimpahnya pasokan, terutama dari Indonesia akibat peningkatan kapasitas smelter nikel di Indonesia. Saat ini, Samuel Sekuritas menyukai emas sejalan dengan sikap The Fed yang kurang
hawkish
dan akan berefek pada pelemahan dollar AS. Ketidakpastian global setelah perang Israel-Hamas mungkin juga akan mendorong investor untuk beralih ke aset
safe haven
seperti emas.
Di sisi lain, kondisi manufaktur Indonesia saat ini terpantau sedikit membaik pada November 2023, setelah dua bulan berturut-turut melemah. Meningkatnya aktivitas manufaktur artinya bisa mengangkat permintaan barang baku.
S&P Global mencatat,
Purchasing Manager's Index
(PMI) Manufaktur Indonesia pada November 2023 berada di level 51,7. Angka ini naik 0,2 poin dibandingkan dengan Oktober 2023 yaitu 51,5. Secara teknikal, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengamati, pergerakan sektor saham barang baku yang tercermin dari IDX Basic Materials masih berada pada fase
uptrend
di tahun ini. Meskipun terjadi koreksi pada semester pertama 2023.
Sebagai informasi, sektor saham barang baku terdiri dari perusahaan yang menjual produk atau jasa yang nantinya digunakan industri lain sebagai bahan baku untuk memproduksi barang jadi. Contohnya, perusahaan yang memproduksi barang kimia, material konstruksi, kemasan, wadah, pertambangan logam atau mineral non-energi, serta produk kayu dan kertas.
Menurut Herditya, emiten sektor ini yang dapat dicermati adalah ANTM, MDKA, serta SMGR. Sedangkan Miftahul merekomendasikan beli SMGR dan INTP dengan target harga masing-masing di Rp 8.000 dan Rp 12.905.
Selisih Yield Melebar, Dana Asing Berpeluang Masuk Lagi
Pasar obligasi diperkirakan masih memberi
return
menarik pada tahun depan. Apalagi, belakangan ini selisih (
spread
) imbal hasil atau
yield
SUN tenor 10 tahun dengan US Treasury 10 tahun kian melebar. Hal ini diharapkan kembali mendorong minat asing masuk ke pasar surat utang Indonesia.
Pada akhir November 2023,
yield
SUN 10 tahun di level 6,63% dan
yield
US Treasury 10 tahun di 4,33%. Sehingga
spread yield
keduanya sebesar 230 basis poin (bps).
Sementara itu, per 14 Desember 2023,
yield spread
antara SUN dengan US Treasury 10 tahun membesar menjadi 271 bps.
Fixed Income Analyst
Pefindo, Ahmad Nasrudin mengatakan, pada saat US Treasury turun,
yield
SUN 10 tahun justru naik.
Dengan selisih
yield
domestik dengan pasar Amerika Serikat (AS) itu, Ahmad memperkirakan, pasar surat utang domestik bakal menarik minat investor. Sebab imbal hasil pasar domestik menjadi lebih tinggi.
Katalis lain yang akan mendorong asing masuk ke Indonesia adalah peringkat
sovereign
yang bertahan di level
investment grade
dan dukungan kebijakan makroekonomi yang
prudent.
Kendati masih banyak ketidakpastian, Ahmad memprediksi, pasar obligasi domestik berpeluang memberikan
return
antara 6%-9% di tahun depan. Dari indeks ALBI, pasar domestik memberikan pengembalian 7,3% sejak awal tahun hingga 30 November 2023. Persentase ini merupakan yang tertinggi di antara beberapa negara Asia seperti Filipina sebesar 6,9%, India 6,7%, dan Malaysia 5,6%.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, ketidakpastian pada pasar keuangan Indonesia akan tetap ada terutama terkait pemilu 2024. Sehingga, Bank Indonesia (BI) tidak akan buru-buru memotong suku bunga acuan tahun depan.
Simpanan Nasabah Tajir Melesat
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan nasabah di
tier
kisaran Rp 2 miliar-Rp 5 miliar meningkat. Peningkatan di
tier
ini paling tinggi dibanding
tier
lain. Kenaikan ini menunjukkan nasabah perusahaan dan nasabah perorangan tajir memilih memperbesar simpanan di bank. Kondisi ini juga berdampak bagi bisnis
wealth management
perbankan.
Perbankan mencatat tren positif pada dana kelolaan
wealth management
per November 2023. Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya, mencatat pertumbuhan total
asset under management
(AUM)
wealth management
mencapai hampir 20% secara, menjadi sekitar Rp 130 triliun per November 2023.
SVP
Wealth Management
Bank Mandiri Sista Pravesthi mengatakan, era suku bunga tinggi memberi imbal hasil menarik di kelas aset pendapatan tetap. Ini membuat banyak investor tertarik berinvestasi di kelas aset ini.
Sista merinci, nasabah
wealth management
Bank Mandiri cenderung menaruh dana di obligasi dan reksadana pasar uang. "Terlebih, menjelang tahun politik, nasabah cenderung memilih produk investasi yang aman dan tidak terlalu fluktuatif," terangnya.
Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat, jelang akhir tahun, aliran dana di segmen
wealth management
lebih banyak masuk ke produk
funding. Alhasil ini membuat komposisi dana pihak ketiga (DPK) BNI meningkat.
"Pemilu yang akan berlangsung di Februari 2024 juga berdampak pada penambahan porsi dana likuid nasabah di perbankan," kata Henny Eugenia,
General Manager
Divisi
Wealth Management
BNI.
Direktur Bisnis Konsumer Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBR) Handayani juga mengatakan, bisnis
wealth management
BRI menunjukkan pertumbuhan yang positif, baik dari sisi DPK maupun investasi dan
bancassurance.
PWON Kerek Target Marketing Sales
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membidik target
marketing sales
atau pendapatan pra penjualan tahun 2024 senilai senilai Rp 1,5 triliun. Target tersebut lebih tinggi dari proyeksi perolehan
marketing sales
tahun ini yang sebesar Rp 1,35 triliun.
Director and Corporate Secretary
Pakuwon Jati, Minarto Basuki mengatakan, prospek bisnis properti di tahun depan cukup menjanjikan.
Bergulirnya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan bisnis properti tahun depan. "Insentif PPN DTP membuat prospek properti di tahun 2024 kami prediksi lebih baik dibandingkan tahun ini," ungkap Minarto kepada KONTAN, Jumat (15/12).
Sebagai tambahan informasi, PPN DTP adalah insentif untuk pembelian rumah seharga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120 Tahun 2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023.
PWON sendiri punya cukup banyak stok unit rumah dan apartemen yang memenuhi kriteria insentif tersebut. Direktur PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) Ivy Wong sebelumnya mengatakan,
inventory stock
atau persediaan rumah milik PWON masih ada Rp 1,15 triliun yang siap jual dan bisa serah terima sebelum Juni 2024.
PWON optimistis insentif PPN tersebut bisa mengerek penjualan di kuartal IV ini, dan berlanjut hingga tahun depan. Jika melihat kinerja keuangan selama sembilan bulan tahun ini, PWON berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 4,56 triliun hingga kuartal III 2023.
Sementara total bank tanah atau
land bank
yang dimiliki oleh perseroan ini sampai dengan kuartal III 2023 atau hingga akhir September 2023 tercatat sebesar 481,7 hektare (ha). "Sekitar 11% dari total
land bank
tersebut sedang dikembangkan pada tahun berjalan, yaitu proyek Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall Surabaya Extension, dan
landed house
di Pakuwon City dan Grand Pakuwon Surabaya," kata Minarto.
Selain menggenjot bisnis properti, PWON juga akan semakin fokus di bisnis perhotelan. PWON menargetkan, bisa membangun hingga 3.997 unit kamar hotel di tahun 2030 mendatang.
Artinya, akan ada tambahan jumlah kamar sebesar 75% hingga tahun 2030. Adapun jumlah kamar saat ini tercatat sebanyak 2.284 kamar.
MENATA BISNIS BIOMASA
Masa depan pemanfaatan bahan bakar biomassa sebagai campuran batu bara untuk pembangkit tenaga uap, memiliki prospek cerah setelah ada payung hukum anyar yang diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Aturan itu memberi jaminan dari sisi jenis, sumber, dan patokan harga bahan bakar biomassa yang kompetitif dan bervariasi guna mendukung uoaya pemerintah mengurangi penggunaan bahan bakar berbasis fosil ke sumber energi yang ramah lingkungan. Hanya saja, konsistensi penyediaan bahan bakar biomassa jadi tantangan. Banyaknya PLTU yang mengimplemntasikan cofiring ke depan, bakal mendongkrak kebutuhan bahan bakar biomassa.
Fragmentasi Dagang Global
Era perdagangan bebas kini tampaknya sudah tinggal cerita. Ketergantungan ekonomi memudar dan perdagangan dunia cenderung makin tertutup. Kerja sama antarnegara cenderung makin terfragmentasi dalam kelompok kecil berdasar persamaan ideologi dan kepentingan ekonomi. Banyak negara lebih memikirkan kepentingan internalnya sendiri dan berebut untuk mengamankan rantai pasokan strategis. Perdagangan bebas tidak lagi populer. Banyak negara kini lebih memilih melakukan distorsi perdagangan.Keunggulan liberalisasi perdagangan seperti digagas Adam Smith tidak lagi dirasakan manfaatnya. Untuk kelangsungan usaha dan memastikan keuntungan yang bisa dipetik, banyak negara akhirnya lebih memilih mengembangkan aliansi hanya kepada kelompoknya sendiri. Sistem perdagangan global kini berkembang makin renik dan terfragmentasi. Keputusan investor tidak lagi berdasarkan upah murah di sebuah negara, tetapi lebih pada kesamaan geopolitik. Inilah yang menyebabkan kondisi perekonomian global cenderung meredup.Meningkatnya restriksi dagang dan proteksionisme yang berkembang di berbagai negara menyebabkan perdagangan global tahun ini diperkirakan hanya tumbuh 0,8%. Angka ini lebih rendah daripada proyeksi pertumbuhan perdagangan dunia sebelum yang optimis mencapai 1,7%.
Akibat fragmentasi perdagangan global, kemungkinan untuk mengembangan perdagangan bebas menjadi terhambat. Pintu-pintu perdagangan antarnegara kini tidak lagi terbuka.Pertama, fragmentasi perdagangan global niscaya akan menyebabkan peta aliansi perdagangan antarnegara niscaya berubah total.
Kedua, fragmentasi perdagangan global akan menyebabkan terjadinya inefisiensi karena kenaikan harga dari produk-produk yang dihasilkan berbagai negara.
Munculnya peraturan-peraturan baru yang menghambat ekspor produk dari sebuah negara ke negara lain, bisa atas nama kelestarian lingkungan, melawan ancaman deforestasi dan lain sebagainya. Apa pun bentuknya penerapan kebijakan perdagangan global yang terfragmentasi menyebabkan peluang Indonesia untuk mengembangkan perdagangan ke level dunia menjadi lebih sulit.
Menurut data, bulan Januari—Oktober 2023, total ekspor nonmigas Indonesia hanya senilai US$201,25 miliar atau turun 12,74% dibandingkan periode sama 2022. Komoditas penyumbang penurunan ekspor tersebut adalah bahan bakar mineral, terutama batu bara, serta lemak dan minyak hewani/nabati, terutama minyak sawit. Walau pun masih termasuk surplus, yakni pada Januari—Oktober 2023 sebesar US$47,02 miliar. Tetapi, surplus tersebut sebetulnya turun cukup signifikan dibandingkan surplus neraca perdagangan nonmigas pada Januari—Oktober 2023 yang mencapai US$66,41 miliar.Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan, secara keseluruhan, ekspor Indonesia pada Juni 2023 turun 5,08% dibanding Mei 2023, menjadi sebesar US$20,61 miliar.
PEMANFAATAN BAHAN BAKAR BIOMASSA : AMBISI MENJAGA TARGET TRANSISI ENERGI
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merilis ketentuan anyar dalam bentuk Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2023 tentang Pemanfaatan Bahan Bakar Biomassa Sebagai Campuran Bahan Bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap. “Kendala salah satunya masalah keberlanjutan ketersediaan bahan baku. Kalau manusianya tidak mau mengelola dengan baik, potensi 13 juta ton per tahun akan hilang,” kata Direktur Bio Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Edi Wibowo kepada Bisnis, Kamis (14/12). Edi merespons kelangsungan pasokan bahan bakar biomassa (B3M) ke depan sebagai sumber campuran atau substitusi bahan bakar pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pencampuran biomassa dengan batu bara untuk bahan bakar PLTU tengah dikembangkan pemerintah. Tujuannya guna mengurangi secara bertahap pemanfaatan batu bara sebagai bagian dari komitmen Indonesia menuju transisi energi bersih dengan mengurangi bahan bakar fosil. Apalagi, Pemerintah Indonesia sedang bekerja keras dalam mencapai nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) sebelum 2060. Beberapa poin yang diatur dalam Permen ESDM itu menyangkut harga patokan bahan bakar biomassa, penyediaan, dan jumlah kebutuhan biomassa sebagai substitusi batu bara di PLTU. Berdasarkan data PT PLN (Persero) hingga November 2023, terdapat 43 PLTU di Indonesia yang telah mengimplementasikan pencampuran bahan bakar biomassa dengan batu bara. Substitusi batu bara dengan rasio tertentu dengan bahan bakar biomassa seperti serbuk kayu, cangkang sawit, dll. dikenal dengan istilah cofiring. Permen ESDM mengatur sembilan jenis B3M yang dapat dipakai sebagai bahan campuran yakni pelet biomassa, serbuk kayu, serpihan kayu, cangkang sawit, sekam padi, tempurung kelapa, limbah kehutanan, limbah pertanian, dan bahan organik lainnya. Selain itu, penggantian batu bara dengan biomassa memakan belanja modal yang tak terlalu besar karena tidak perlu ada perubahan drastis dari sisi kegiatan operasional PLTU. Takaran pemanfaatan B3M disesuaikan dengan tingkat teknologi yang digunakan di setiap PLTU. Dari sisi pengaturan harga B3M, kata Edi terdapat dua hal. Pertama, harga patokan tertinggi dan kedua, harga kesepakatan. Harga patokan tertinggi berlaku untuk PLN sebagai pemegang izin usaha penyedia tenaga listrik untuk kepentingan umum terintegrasi dan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk pembangkitan tenaga listrik yang bekerja sama dengan PLN. Ketua Umum Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) Milton Pakpahan menuturkan hadirnya Permen ESDM No. 12/2023 merupakan tonggak sejarah bagi varian produk B3M yang secara resmi dan sah diakui keberadaannya dalam konteks penyediaan bahan bakar atau energi primer untuk PLTU. Target yang dipatok oleh Kementerian ESDM dalam pemenuhan B3M sebatas untuk memenuhi kebutuhan cofiring PLTU milik PLN. “Belum memasukkan perkiraan kebutuhan atau demand dari PLTU non-PLN, yang tentunya akan melaksanakan program cofiring pula pada saat yang bersamaan sehingga kebutuhan produk B3M ini diperkirakan akan meningkat jauh lebih besar daripada angka yang ditargetkan,” katanya. Dia menuturkan kebutuhan B3M hingga 2025 hingga 10,2 juta ton yang jumlahnya baru mencapai 10% dari B3M yang digunakan sebagai bahan campuran. Adapun sisanya sebanyak 90% masih menggunakan batu bar. Dengan adanya beberapa PLTU non-PLN yang mulai menerapkan program cofiring secara bersamaan, mendorong kebutuhan B3M sampai 100 juta ton per tahun pada 2030. Di sela-sela pelaksanaan Conference of Parties (COP) ke-28 di Dubai, Pemerintah Indonesia memperkenalkan program pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan untuk rantai pasok biomassa. Menurut Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, peluncuran program tersebut sejalan dengan roadmap transisi energi.
Karpet Merah bagi Pelancong Asing
Industri pariwisata berangsur pulih ke kondisi sebelum
pandemi Covid-19, berkat meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan mancanegara
di seluruh dunia setelah sejumlah negara mencabut pembatasan dan membuka diri.
China yang terkenal dengan pembatasan superketat menjadi negara terakhir yang
membuka pintu kembali pada turis asing, Maret 2023. China sadar perekonomiannya
melemah karena pariwisata anjlok selama pandemi. China lantas menggenjot jumlah
pelancong asing dengan menawarkan berbagai kemudahan, antara lain, kemudahan pengurusan
visa, penurunan biaya visa, pemberlakuan visa elektronik (e-visa), digitalisasi
proses sebelum bepergian, dan pemberian bebas visa pada negara-negara tertentu.
Laporan Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) pada November 2023 menyebutkan,
situasi pariwisata internasional akhir 2023 mendekati kondisi sebelum pandemi.
Data terbaru menunjukkan 975 juta wisatawan mancanegara (wisman) bepergian pada
Januari- September 2023, meningkat 38 % dibandingkan periode yang sama pada
2022. Berbagai destinasi wisata dunia rata-rata menerima 22 % wisman lebih
banyak pada triwulan III-2023 dibanding tahun sebelumnya.
Banyaknya wisman yang datang meningkatkan penerimaan
pariwisata internasional, mencapai 1,4 triliun USD pada akhir 2023. Pada 2019, penerimaannya
sekitar 1,5 triliun USD. Dari seluruh negara di dunia, negara-negara di Timur Tengah
tahun ini menjadi satu-satunya kawasan yang melampaui tingkat kedatangan wisman
2019. Kunci keberhasilannya adalah fasilitasi visa, pengembangan destinasi
baru, investasi pada proyek-proyek baru terkait pariwisata, dan penyelenggaraan
acara-acara besar. Eropa yang menjadi tujuan wisata terbesar di dunia (56 %
total wisman dunia) pulih berkat wisman yang kebanyakan dari AS. Begitu pula Afsel.
Hanya Asia dan Pasifik yang tertahan di 62 % dari tingkat sebelum pandemi,
karena lambat membuka diri kembali untuk perjalanan internasional. Salah satu
contohnya China. Thailand memberlakukan bebas visa, spesifik bagi wisman dari
China, Kazakhstan, India, dan Taiwan, yang berlaku sementara, pada 25 September
2023-29 Februari 2024. Mereka mendapat masa tinggal 30 hari. Alasan Thailand
memilihChina sebagai target utama karena lebih dari 10 tahun wisman China
mendominasi wisatawan ke Thailand. Jumlahnya hampir 11 juta pada 2019 dan
menyumbang 27,6 % seluruh kedatangan wisman sebelum pandemi. Thailand menyadari
industri pariwisata adalah satu-satunya mesin ekonomi yang tersisa untuk
menghasilkan pendapatan dengan cepat.
Memperpanjang masa tinggal juga dapat memacu pengeluaran
pariwisata. Malaysia, misalnya, memperpanjang masa tinggal bagi warga Hong Kong
menjadi 90 hari dari semula 30 hari. Sementara Vietnam merevisi masa tinggal bebas
visa menjadi 45 hari dari semula 15 hari untuk negara-negara tertentu. Korsel
juga menyederhanakan prosedur masuk dan memberi izin tinggal hingga 30 hari
untuk mendongkrak pariwisata dan belanja dalam negeri. Jepang mengambil langkah
”lebih berani” dengan rencana mengizinkan pengusaha asing tinggal di Jepang
selama 2 tahun meski belum ada tempat usaha atau belum menanamkan investasi apa
pun. Situs Nikkei, 30 Oktober 2023, menyebutkan, kebijakan ini untuk membantu
mereka memulai bisnisnya dengan meringankan persyaratan tempat tinggal. Langkah
ini sekaligus mendorong perekonomian Jepang dengan menyuntikkan talenta
internasional. (Yoga)









