;

Respons Hasil COP28, Kadin Bentuk ”Sustainable Task Force”

Yoga 16 Dec 2023 Kompas
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) membentuk Satuan Tugas Keberlanjutan (Sustainable Task Force) untuk membantu pengusaha mengetahui manfaat pendanaan yang terkumpul dalam konferensi para pihak PBB tentang perubahan iklim/COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab. Dengan demikian, pengusaha dapat menyiapkan proyek yang bisa dibiayai sesuai target pendanaan. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Shinta W Kamdani, Jumat (15/12/2023), mengatakan, semua pihak perlu menegaskan kepastian implementasi komitmen pendanaan terkait iklim. (Yoga)

Arus Laut untuk Transisi Energi di Kepulauan

Yoga 16 Dec 2023 Kompas
Transisi energi di pulau-pulau kecil perlu memperhatikan kondisi wilayah dan daya dukung. Potensi arus laut merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan yang efektif dan ramah lingkungan di wilayah tersebut. Pengajar Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pattimura, Wulfilla Maxmilian Rumaherang, Jumat (15/12/2023), mengatakan, potensi arus laut di Maluku cukup besar, yakni 4,75-5,0 kilowatt per meter (kW/m) gelombang laut, dengan kepadatan daya 5,00 kW/m. Kapasitas ini, antara lain, ditemukan di Ambon, Maluku Tengah, Tual, Kepulauan Aru, dan beberapa daerah kepulauan lain. (Yoga)

Subsidi dan KPJ untuk Atasi Biaya Hidup

Yoga 16 Dec 2023 Kompas
Berdasarkan Survei Biaya Hidup 2022 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta menjadi kota dengan biaya hidup termahal, yakni  Rp 14,88 juta per bulan. Untuk menyiasati hal itu, anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta Unsur Serikat Pekerja, Dedi Hartono, Jumat (15/12/2023), meminta Pemprov DKI Jakarta memperluas manfaat Kartu Pekerja Jakarta (KPJ). Hal ini untuk menunjang kebutuhan hidup layak selain subsidi pendidikan, perumahan melalui rusun, dan bahan bakar minyak bagi keluarga pekerja. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin meminta penambahan subsidi untuk perlindungan dari tingginya biaya hidup. Subsidi yang dimaksud, antara lain, Kartu Jakarta Pintar, subsidi pangan, dan KPJ. (Yoga)

Mencapai Tingkat Kesejahteraan Finansial Tertinggi

Yoga 16 Dec 2023 Kompas

Sebuah penelitian mengungkap 3 keresahan finansial yang dialami banyak karyawan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan masa depan, bagaimana bertahan hidup dengan kondisi saat ini, dan bagaimana memenuhi kebutuhan pengeluaran biaya kesehatan di masa nanti. Hal ini berdampak pada peningkatan level stres keuangan seseorang. Menurut data dari PwC 2023 Employee Wellness Survey, seorang karyawan yang mengalami kondisi stres dan keresahan finansial mengalami gejala ; kesulitan tidur, gangguan kesehatan mental, gangguan rasa percaya diri, kesehatan fisik menurun terutama masalah pencernaan, dan memburuknya hubungan keluarga. Dengan menyadari pentingnya mencapai kesejahteraan finansial terutama bagi karyawan, maka usaha untuk meningkatkan literasi keuangan perlu dilakukan. Kesejahteraan finansial atau financial wellness adalah keadaan sejahtera di mana seseorang memiliki pola pikir positif tentang kehidupan finansialnya. Hierarki Kebutuhan Maslow digunakan sebagai perencana keuangan, yang menyatakan bahwa setiap kebutuhan yang berada di bagian bawah piramida harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan apa pun yang berada di bagian atas piramida. Pada tingkat paling dasar, seseorang menukar waktu, keterampilan, pengalaman, energi, dan kreativitas dengan uang, kemudian menggunakan uang itu untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan kepentingan.

Ada empat tingkatan kesejahteraan finansial. Pertama, financial survival, yaitu bagaimana seseorang memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan minimum, misalnya biaya hidup dasar, makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Kondisi ini umum dialami pekerja dengan upah minimum ataupun pekerja yang baru memasuki angkatan kerja. Kedua, financial security, yaitu kondisi saat seorang karyawan tidak perlu lagi khawatir untuk menutup biaya hidup dasar bulanan mau pun tahunan. Karyawan memiliki simpanan uang untuk keadaan darurat dan mulai dapat menabung untuk membuat tujuan keuangan masa depan. Ketiga, financial flexibility, yaitu kondisi yang memungkinkan seorang karyawan berbuat lebih banyak dengan uang yang ia miliki. Mereka memiliki banyak opsi untuk pilihan belanja, perjalanan, atau hiburan, dan memiliki uang ekstra untuk dinikmati bahkan setelah menabung untuk masa depannya. Keempat, financial freedom, yaitu kondisi saat seorang karyawan memiliki level kesejahteraan finansial tertinggi, dimana karyawan memiliki cukup tabungan, investasi, dan uang tunai untuk menjalani kehidupan lebih dari layak. Sumber daya keuangan juga cukup untuk melakukan apa yang diinginkan dengan keluarga, karier, dan masa depan. Kesejahteraan finansial merupakan sebuah perjalanan dan harus selalu dijaga. Masa produktif hanya sekali, oleh sebab itu penting dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menjadikan hidup  sejahtera dan bermanfaat serta bahagia. (Yoga)

SIASAT HIDUP WARGA DI TENGAH PROYEK IKN

Yoga 16 Dec 2023 Kompas

Sibukdin (60) mengendarai kendaraan berkelir hitam menuju sebuah pelabuhan. Di bagian tengah dan belakang mobilnya terisi penuh oleh kardus mi instan, galon, hingga kotak berisi aneka kue. Sibukdin bercerita, mobil dibeli dengan uang ganti rugi kebun miliknya. Beberapa hektar lahannya digunakan untuk proyek pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN), yakni Intake Sepaku, untuk menyuplai air bersih ke ibu kota baru. ”Ganti rugi lahan dapat Rp 500 juta. Saya belikan mobil ini dan sisanya untuk modal usaha,” kata Sibukdin, Selasa (5/12) siang itu. Rumah Sibukdin berada di Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim, berjarak 13 km dari Titik Nol IKN. Sibukdin membeli mobil karena ia butuh mobil untuk mobilitas keluarga. Tiga anaknya bekerja dan berkuliah di luar kampung, lantaran tak ada transportasi publik di Sepaku, ia biasanya menyewa mobil untuk mengunjungi anaknya, Rp 1,5 juta untuk sewa mobil, bensin, dan cuci mobil.

Sebagai Ketua Adat Suku Balik di Kelurahan Sepaku, ia kerap diundang rapat, sosialisasi, ataupun menghadiri pertemuan mengenai IKN, yang kadang dilaksanakan di Balikpapan, Samarinda, atau di Penajam Paser Utara. Uang transpor dari pengundang kerap habis untuk sewa mobil. Sibukdin dan ratusan warga Balik lainnya kini hidup seperti masyarakat lain, yang tak punya hutan adat yang diakui pemerintah. Untuk itu, Sibukdin bersiasat agar hidupnya terus berjalan, ia menggunakan mobilnya untuk berjualan di salah satu pelabuhan bongkar muat material IKN, di antara hutan mangrove yang jauh dari permukiman. Konsumennya sopir truk, operator ekskavator, atau anak buah kapal. Sebagai satu-satunya pedagang di sana, Sibukdin memenuhi hampir seluruh kebutuhan mereka, mulai dari rokok, makan siang, camilan, hingga minuman dingin.

Cara lain menghadapi proyek pembangunan IKN ditempuh Thomas Tasib, karib disapa Thomy. Lelaki 47 tahun warga asal NTT, sejak tahun 1990-an di Sepaku. Lahan dan rumahnya masuk dalam Kawasan Inti Pusat Pe-merintahan IKN. Luas kebun Thomy yang terdampak 2.600 meter persegi. Adapun lahan rumah yang terdampak 9.700 meter persegi. Ia bersikukuh ada yang salah dengan penilaian ganti rugi lahan dan rumahnya. Untuk itu, ia menempuh jalur hukum ke pengadilan. ”Tadinya tanah saya dinilai Rp 400.000 per meter. Setelah proses di pengadilan jadi Rp 600.000 per meter. Itu pun masih jauh dari harga pasaran sini,” tutur Thomy. Harga pasaran lahan di Sepaku memang melonjak tinggi setelah adanya IKN. Saat ini, rata-rata lahan di tepi jalan ditawarkan Rp 1 juta per meter. Melihat itu, tentu Thomy tak bisa membeli lahan baru yang luasnya sama dengan lahannya terdahulu. ”Saya sekarang urus sisa kebun sawit saja. Bayangan saya itu keluarga aman, damai, dan tempat tinggal kami berkembang. Bayangan kami ingin selamanya di sini (Sepaku),” ujarnya. Kisah Thomy dan Sibukdin adalah bagaimana dua contoh warga di sekitar proyek IKN menjalani hidup. (Yoga)

Demi PLTB, Barito Renewables Akuisisi Lima Perusahaan

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,INVESTOR.ID- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, PT Barito Wind Energy (Barito Wind) resmi mengakuisisi total lima perusahaan. Empat perusahaan merupakan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan satu lagi merupakan perusahaan maintance. Kelima perusahaan tersebut yaitu PT UPC Sidrap Bayu Energi Tahap II (Sidrap 2), PT UPC Sukabumi Bayu Energi, PT UPC Lombok Timur Bayu Energi, PT UPC Sidrap bayu Energi (Sidrap 1), dan PT UPC Operation and Maintance (OMI). BREN mengakuisisi total lima perusahaan tersebut dengan struktur  kepemilikian saham yang bervariasi. Di PLTB Sidrap 2 di Sulawesi Selatan, PT UPC Lombok Timur Bayu Energi di Sukabumi, dan PT UPC Lombok Timur Bayu Energi  di Lombok, BREN menguasai masing-masing sebanyak 51% dengan total potensi kapasitas 320 MW. Sedangkan 49% sisanya dipegang ACEN HK. (Yetede)

Realisasi Penerimaan Pajak Lampaui Target

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Kinerja penerimaan pajak mampu tumbuh positif ditengah penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi global. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaaan pajak mencapai Rp 1.739,84 triliun harga 12 Desember 2023, melampaui target penerimaan pajak dalam APBN 2023 yang sebesar Rp 1.718,03 triliun. Jika dibandingkan dengan periode tahun yang sama tahun sebelumnya, penerimaan pajak tersebut tumbuh 7,3%. "Pertumbuhan pajak ini cukup baik 7,3%, karena tumbuh dengan basis ditahun 2022 yang sebesar 43,1%. Jadi penerimaan pajak sudah nanjak tinggi di tahun 2022 dan masih tumbuh (7,3%) ditahun 2023," kata Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati. Penerimaan pajak hingga 12 Desember 2023 tumbuh positif terutama didukung oleh kinerja ekonomi yang baik. Kelompok pajak tumbuh positif kecuali Pajak Penghasilan (PPh) minyak dan gas yang mengalami kontraksi  akibat moderasi harga minyak bumi gas alam. (Yetede)

Energi Mega Persada Siapkan Capex Rp 2,32 T Tahun Depan

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA, INVESTOR.ID-Emiten migas Grup  Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) atau EMP berencana mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2024 sebesar US$ 150 juta atau setara Rp2,32 triliun. Wakil Direktur Utama EMP Aduardus Ardianto menjelaskan, capex tersebut akan perseroan fokuskan untuk menunjang kegiatan pengeboran (driling) terutama guna menambahkan cadangan  minyak dan gas EMP secara menyeluruh. "Selain itu, capex juga akan kami gunakan untuk pengembangan driling untuk meningkatkan produksi EMP secara keseluruhan," ucap Eduardus dalam paparan publik secara virtual, Jumat (15/12/2023). Pasalnya, tahun depan perseroan menargetkan produksi naik di kisaran  10-15% dari realisasi produksi tahun ini. Artinya, jika total produksi minyak perseroan tahun ini berada di level 33.400 barel ekuivalen per hari. Untuk itu, ke depan EMP masih memiliki rencana  untuk pengembangan dari blok-blok  eksisting.(Yetede)

Penggalangan Dana Dalam Negeri Dukung Pertumbuhan EKonomi

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Penggalangan dana di dalam negeri melalui investasi diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan cepat. "Kalau ingin tumbuh lebih besar dan lebih cepat lagi, maka penggalangan dana, dana masyarakat terutama didalam negeri lewat investasi, itu harus ditingkatkan," kata Business Development Advisor Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hetradero. Keterbatasan dana yang beredar didalam negeri membuat Indonesia harus impor kapital  dari negeri lain, yang berarti akan ada ketergantungan terhadap arus modal dari luar negeri. Apalagi, jelas dia, ketergantungan terhadap penerimaan melalui ekspor kebanyakan berasal dari bahan mentah, yang sangat terkait dengan volatilitas ekonomi dunia, terutama terkait geopolitik. "Kalau misalnya dana pensiun kita bisa diperkuat, atau asuransi kita mungkin lebih ditingkatkan, jadi wajib ada kewajiban untuk asuransi dan lain-lainnya, maka penggalangan dana masyarakat didalam negeri lewat sektor  keuangan akan meningkat. Sehingga, pada gilirannya akan bisa membantu pembiayaan  pembangunan kita," ungkap Poltak. (Yetede)

Oktober, Utang Luar Negeri RI US$ 392,2 Miliar

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Bank Indonesia (BI) menyatakan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2023 sebesar US$ 392,2 miliar. Nilai ini turun dibandingkan  dengan posisi ULN sektor publik. Dengan perkembangan tersebut, maka ULN Indonesia secara tahunan tumbuh 0,6% secara year on year (yoy). Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, ULN pemerintah menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah menurun dibanding  dengan bulan sebelumnya sebesar US$ 185,1 miliar. Secara tahunan, ULN pemerintah tumbuh sebesar 3,0% (yoy), melambat dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 3,3% (yoy). Penurunan posisi ULN pemerintah terutama dipengaruhi oleh perpindahan penempatan  dana investor nonresiden  pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen lain seiring dengan  volatilitas di pasar keuangan global yang meningkat. (Yetede)

Pilihan Editor