;

SIASAT HIDUP WARGA DI TENGAH PROYEK IKN

Yoga 16 Dec 2023 Kompas

Sibukdin (60) mengendarai kendaraan berkelir hitam menuju sebuah pelabuhan. Di bagian tengah dan belakang mobilnya terisi penuh oleh kardus mi instan, galon, hingga kotak berisi aneka kue. Sibukdin bercerita, mobil dibeli dengan uang ganti rugi kebun miliknya. Beberapa hektar lahannya digunakan untuk proyek pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN), yakni Intake Sepaku, untuk menyuplai air bersih ke ibu kota baru. ”Ganti rugi lahan dapat Rp 500 juta. Saya belikan mobil ini dan sisanya untuk modal usaha,” kata Sibukdin, Selasa (5/12) siang itu. Rumah Sibukdin berada di Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim, berjarak 13 km dari Titik Nol IKN. Sibukdin membeli mobil karena ia butuh mobil untuk mobilitas keluarga. Tiga anaknya bekerja dan berkuliah di luar kampung, lantaran tak ada transportasi publik di Sepaku, ia biasanya menyewa mobil untuk mengunjungi anaknya, Rp 1,5 juta untuk sewa mobil, bensin, dan cuci mobil.

Sebagai Ketua Adat Suku Balik di Kelurahan Sepaku, ia kerap diundang rapat, sosialisasi, ataupun menghadiri pertemuan mengenai IKN, yang kadang dilaksanakan di Balikpapan, Samarinda, atau di Penajam Paser Utara. Uang transpor dari pengundang kerap habis untuk sewa mobil. Sibukdin dan ratusan warga Balik lainnya kini hidup seperti masyarakat lain, yang tak punya hutan adat yang diakui pemerintah. Untuk itu, Sibukdin bersiasat agar hidupnya terus berjalan, ia menggunakan mobilnya untuk berjualan di salah satu pelabuhan bongkar muat material IKN, di antara hutan mangrove yang jauh dari permukiman. Konsumennya sopir truk, operator ekskavator, atau anak buah kapal. Sebagai satu-satunya pedagang di sana, Sibukdin memenuhi hampir seluruh kebutuhan mereka, mulai dari rokok, makan siang, camilan, hingga minuman dingin.

Cara lain menghadapi proyek pembangunan IKN ditempuh Thomas Tasib, karib disapa Thomy. Lelaki 47 tahun warga asal NTT, sejak tahun 1990-an di Sepaku. Lahan dan rumahnya masuk dalam Kawasan Inti Pusat Pe-merintahan IKN. Luas kebun Thomy yang terdampak 2.600 meter persegi. Adapun lahan rumah yang terdampak 9.700 meter persegi. Ia bersikukuh ada yang salah dengan penilaian ganti rugi lahan dan rumahnya. Untuk itu, ia menempuh jalur hukum ke pengadilan. ”Tadinya tanah saya dinilai Rp 400.000 per meter. Setelah proses di pengadilan jadi Rp 600.000 per meter. Itu pun masih jauh dari harga pasaran sini,” tutur Thomy. Harga pasaran lahan di Sepaku memang melonjak tinggi setelah adanya IKN. Saat ini, rata-rata lahan di tepi jalan ditawarkan Rp 1 juta per meter. Melihat itu, tentu Thomy tak bisa membeli lahan baru yang luasnya sama dengan lahannya terdahulu. ”Saya sekarang urus sisa kebun sawit saja. Bayangan saya itu keluarga aman, damai, dan tempat tinggal kami berkembang. Bayangan kami ingin selamanya di sini (Sepaku),” ujarnya. Kisah Thomy dan Sibukdin adalah bagaimana dua contoh warga di sekitar proyek IKN menjalani hidup. (Yoga)

Demi PLTB, Barito Renewables Akuisisi Lima Perusahaan

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,INVESTOR.ID- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, PT Barito Wind Energy (Barito Wind) resmi mengakuisisi total lima perusahaan. Empat perusahaan merupakan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan satu lagi merupakan perusahaan maintance. Kelima perusahaan tersebut yaitu PT UPC Sidrap Bayu Energi Tahap II (Sidrap 2), PT UPC Sukabumi Bayu Energi, PT UPC Lombok Timur Bayu Energi, PT UPC Sidrap bayu Energi (Sidrap 1), dan PT UPC Operation and Maintance (OMI). BREN mengakuisisi total lima perusahaan tersebut dengan struktur  kepemilikian saham yang bervariasi. Di PLTB Sidrap 2 di Sulawesi Selatan, PT UPC Lombok Timur Bayu Energi di Sukabumi, dan PT UPC Lombok Timur Bayu Energi  di Lombok, BREN menguasai masing-masing sebanyak 51% dengan total potensi kapasitas 320 MW. Sedangkan 49% sisanya dipegang ACEN HK. (Yetede)

Realisasi Penerimaan Pajak Lampaui Target

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Kinerja penerimaan pajak mampu tumbuh positif ditengah penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi global. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaaan pajak mencapai Rp 1.739,84 triliun harga 12 Desember 2023, melampaui target penerimaan pajak dalam APBN 2023 yang sebesar Rp 1.718,03 triliun. Jika dibandingkan dengan periode tahun yang sama tahun sebelumnya, penerimaan pajak tersebut tumbuh 7,3%. "Pertumbuhan pajak ini cukup baik 7,3%, karena tumbuh dengan basis ditahun 2022 yang sebesar 43,1%. Jadi penerimaan pajak sudah nanjak tinggi di tahun 2022 dan masih tumbuh (7,3%) ditahun 2023," kata Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati. Penerimaan pajak hingga 12 Desember 2023 tumbuh positif terutama didukung oleh kinerja ekonomi yang baik. Kelompok pajak tumbuh positif kecuali Pajak Penghasilan (PPh) minyak dan gas yang mengalami kontraksi  akibat moderasi harga minyak bumi gas alam. (Yetede)

Energi Mega Persada Siapkan Capex Rp 2,32 T Tahun Depan

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA, INVESTOR.ID-Emiten migas Grup  Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) atau EMP berencana mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2024 sebesar US$ 150 juta atau setara Rp2,32 triliun. Wakil Direktur Utama EMP Aduardus Ardianto menjelaskan, capex tersebut akan perseroan fokuskan untuk menunjang kegiatan pengeboran (driling) terutama guna menambahkan cadangan  minyak dan gas EMP secara menyeluruh. "Selain itu, capex juga akan kami gunakan untuk pengembangan driling untuk meningkatkan produksi EMP secara keseluruhan," ucap Eduardus dalam paparan publik secara virtual, Jumat (15/12/2023). Pasalnya, tahun depan perseroan menargetkan produksi naik di kisaran  10-15% dari realisasi produksi tahun ini. Artinya, jika total produksi minyak perseroan tahun ini berada di level 33.400 barel ekuivalen per hari. Untuk itu, ke depan EMP masih memiliki rencana  untuk pengembangan dari blok-blok  eksisting.(Yetede)

Penggalangan Dana Dalam Negeri Dukung Pertumbuhan EKonomi

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Penggalangan dana di dalam negeri melalui investasi diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan cepat. "Kalau ingin tumbuh lebih besar dan lebih cepat lagi, maka penggalangan dana, dana masyarakat terutama didalam negeri lewat investasi, itu harus ditingkatkan," kata Business Development Advisor Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hetradero. Keterbatasan dana yang beredar didalam negeri membuat Indonesia harus impor kapital  dari negeri lain, yang berarti akan ada ketergantungan terhadap arus modal dari luar negeri. Apalagi, jelas dia, ketergantungan terhadap penerimaan melalui ekspor kebanyakan berasal dari bahan mentah, yang sangat terkait dengan volatilitas ekonomi dunia, terutama terkait geopolitik. "Kalau misalnya dana pensiun kita bisa diperkuat, atau asuransi kita mungkin lebih ditingkatkan, jadi wajib ada kewajiban untuk asuransi dan lain-lainnya, maka penggalangan dana masyarakat didalam negeri lewat sektor  keuangan akan meningkat. Sehingga, pada gilirannya akan bisa membantu pembiayaan  pembangunan kita," ungkap Poltak. (Yetede)

Oktober, Utang Luar Negeri RI US$ 392,2 Miliar

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Bank Indonesia (BI) menyatakan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2023 sebesar US$ 392,2 miliar. Nilai ini turun dibandingkan  dengan posisi ULN sektor publik. Dengan perkembangan tersebut, maka ULN Indonesia secara tahunan tumbuh 0,6% secara year on year (yoy). Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, ULN pemerintah menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah menurun dibanding  dengan bulan sebelumnya sebesar US$ 185,1 miliar. Secara tahunan, ULN pemerintah tumbuh sebesar 3,0% (yoy), melambat dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 3,3% (yoy). Penurunan posisi ULN pemerintah terutama dipengaruhi oleh perpindahan penempatan  dana investor nonresiden  pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen lain seiring dengan  volatilitas di pasar keuangan global yang meningkat. (Yetede)

Waspadai Pergerakan Transportasi Jelang Akhir Tahun

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Badan Kebijakan Transformasi Kementerian Perhubungan memperkirakan  pergerakan masyarakat  pada masa Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 cukup padat dengan berbagai mode transportasi, dan masih didominasi kendaraan pribadi. Menurut pengamat transformasi Djoko Setijowarno di Jakarta, Jumat (15/12/2023), pergerakan jutaan kendaraan sangat menantang dalam rekayasa lintas agar lancar serta terutama memberi keselamatan dan keamanan masyarakat. "Dengan berkendaraan pribadi, masyarakat bertanggung jawab dengan keselamatan  dan keamanan sendiri dari aspek keandalan moda dan kompetensi," katanya. Ada dua potensi yang tidak terpisahkan, kecelakaan karena wisata dan melewati pelintasan. Kendaraan tak layak, tetapi masih dipakai; tidak terampil, tetapi mengemudi; dan kurang waspada atau tidak patuh aturan  akan meningkatkan risiko kecelakaan. (Yetede)

OJK Akan Benahi Tarif Premi Asuransi

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, sudah saatnya Indonesia juga  mempunyai lembaga penetapan tarif premi yang independen. Dengan begitu, dapat mendorong pengembangan sektor industri asuransi ke arah yang lebih baik. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjamin, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, salah satu isu yang paling krusial dalam industri asuransi  adalah persaingan pasar yang tidak sehat, yang mendorong perusahaan asuransi menetapkan premi yang kurang memadai bagi pembayaran manfaat asuransi. Berdasarakan kondisi tersebut, OJK memilih 'berguru' ke Korea. Korea dipilih karena dianggap  sebagai negara yang berhasil membentuk  lembaga independen yang berperan dalam  mendorong pengembangan sektor industri  asuransi, khusunya dalam hal pengelolaan database dan penetapan tarif premi asuransi. (Yetede)

5 Tren TI Dunia Tahun 2024

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-2023 merupakan tahun transformasi dengan teknologi informasi (TI/digital) dan inovasi baru yang merevolusi  cara kerja perusahaan di berbagai  belahan dunia, termasuk Indonesia. Pada 2024, perusahaanpun diperkirakan masih terus menerapkan pembangunan teknologi lebih lanjut guna merancang lingkungan digital yang lebih baik untuk semua orang.  Ada lima tren teknologi informasi yang akan terjadi pada dunia usaha tahun depan. ManageEngine, perusahaan penyedia layanan  dan konsultan solusi digital, menyebut ada lima tren diperkirakan mewarnai perkembangan  TI yang manfaatkan perusahaan pada 2024, yakni adopsi kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI), pemanfaatan  model bahasa besar (large language model/LLM), kekuatan orkestrasi, fokus pada keamanan  digital, serta landskap teknologi untuk menghadapi tantangan. (Yetede)

Belum Pantas TikTok Shop Kembali

Yuniati Turjandini 16 Dec 2023 Tempo
ARTINI Ratri semringah ketika membuka notifikasi pada akun toko hijab miliknya di platform TikTok Shop pada 11 Desember lalu. Notifikasi itu berisi informasi kembalinya layanan TikTok Shop bertepatan dengan tanggal kembar 12.12 atau Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). “Para seller diminta bersiap kembali live menjual dagangannya,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Sejak Oktober lalu, Artini termasuk yang merasakan penurunan omzet penjualan akibat penutupan sementara social commerce tersebut. Dengan adanya pemberitahuan itu, ia senang karena bisa kembali berjualan secara siaran langsung. Maklum, selama ini TikTok Shop menjadi tempat berjualan andalannya. 

Keesokan harinya, ia langsung bersiap berjualan kembali. Perempuan 33 tahun ini menyadari ada satu perbedaan mencolok yang terpampang di layar dasbor seller TikTok yang biasa dia gunakan: logo platform e-commerce Tokopedia di pojok kanan atas. Tapi, selebihnya, hampir tak ada yang berubah. Proses dan tahapan jual-beli benar-benar mirip dengan saat sebelum TikTok Shop ditutup. “Semuanya berjalan normal seperti dulu untuk memantau penjualan, pembayaran, dan pengiriman tetap dapat dilakukan di aplikasi TikTok.”

Tak hanya dari sisi penjual atau seller, pengalaman serupa dirasakan Devina Widya, 22 tahun, yang gemar berbelanja di platform ini. Mahasiswi sebuah universitas swasta di Jakarta itu mengatakan tak ada perubahan berarti saat TikTok Shop kembali beroperasi. Ia tetap dengan mudah mengetuk ikon keranjang kuning pada layar ponselnya untuk memesan barang. “Saya kira setelah mengklik keranjang untuk checkout akan pindah ke aplikasi atau laman Tokopedia, ternyata tidak," ujarnya. Proses transaksi pun tetap dilakukan di platform yang sama. (Yetede)

Pilihan Editor