;

Data Bansos Masih Bermasalah

Yoga 15 Dec 2023 Kompas

Program penanggulangan kemiskinan di Indonesia masih berkutat dengan persoalan data yang belum akurat. Akibatnya, penyaluran bantuan sosial atau bansos tidak optimal lantaran masih ada kelompok masyarakat miskin yang belum menerima program bansos secara lengkap. Sepanjang 2022, program bansos terdiri dari bantuan reguler dan bantuan stimulus pemulihan ekonomi nasional (PEN). Bantuan reguler terdiri dari program keluarga harapan (PKH), sembako, bantuan langsung tunai daerah (BLTD), dan bansos daerah. Adapun bantuan stimulus PEN terdiri dari bantuan sosial tunai (BST), bantuan pangan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), dan bantuan pro-duktif usaha mikro (BPUM). Dalam data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2022, hanya 0,37 % rumah tangga di desil 1 yang menerima lima sampai delapan program tersebut. Sisanya hanya menerima satu sampai empat program saja. Desil 1 adalah 10 % keluarga yang termasuk dalam kondisi ekonomi terlemah.

”Kalau dimonitor ke lapangan, sangat sedikit yang mendapatkan lima sampai delapan program,” kata Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Suprayoga Hadi, Kamis (14/12) di Jakarta. Penyaluran program perlindungan sosial ini, menurut Suprayoga, masih menghadapi masalah data. Saat ini, data kemiskinan ekstrem masih menggunakan beberapa data, yakni data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kemensos, data pengendalian kemiskinan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE), serta data registrasi sosial ekonomi (regsosek) dari Bappenas. Karena itu, TNP2K menyebut tantangan penanggulangan kemiskinan pada tahun 2024 masih berkutat dengan data, baik penyempurnaan basis data, perbaikan kelompok yang belum termasuk dalam daftar penerima (exclusion error), perbaikan data kelompok yang termasuk dalam daftar, tetapi semestinya tidak berhak (inclusion error), serta perbaikan kelembagaan pelaksana program dan penetapan sasaran. (Yoga)

Perdagangan RI-Korsel Bisa Lebih Efisien

Yoga 15 Dec 2023 Kompas

Pelaku usaha Indonesia yang akan berdagang dan berinvestasi di Korsel ataupun sebaliknya bisa menggunakan mata uang lokal masing-masing serta tak lagi  wajib menggunakan dollar AS mulai 2024. Situasi ini diyakini bisa membuat kegiatan ekonomi kedua negara lebih efisien karena pelaku usaha tak perlu repot bertukar kurs sehingga terhindar dari potensi rugi kurs. Wakil Ketua Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, terjalinnya kerja sama transaksi mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) antara Indonesia dan Korsel memungkinkan aktivitas perdagangan kedua negara menggunakan mata uang lokal masing-masing, yakni rupiah dan won Korea.

Shinta menjelaskan, dunia usaha sangat mendukung kebijakan ini karena bisa menciptakan efisiensi. Pelaku usaha tidak perlu repot menukarkan mata uang sehingga bisa terhindar dari potensi rugi kurs. ”Beban biaya transaksi bisa lebih rendah,” ujar Shinta saat dihubungi pada Kamis (14/12) di Jakarta. Dari aspek makroekonomi, LCT mengurangi ketergantungan Indonesia akan dollar AS sehingga nilai tukar rupiah lebih stabil. Hal ini, lanjut Shinta, disukai pengusaha karena menciptakan kepastian usaha yang lebih mantap. Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno, kerja sama ini akan meningkatkan efisiensi karena baik eksportir maupun importir tak perlu repot-repot menukarkan dulu uangnya ke dollar AS saat bertransaksi dan cukup menggunakan mata uang lokal. (Yoga)

Ekspansi Smelter Freeport Ditargetkan Tarik Investasi Hilirisasi

Yoga 15 Dec 2023 Kompas

PT Freeport Indonesia menambah kapasitas serapan konsentrat tembaga pada PT Smelting di Gresik, Jatim, dari 1 juta ton menjadi 1,3 juta ton per tahun. Ekspansi atau peningkatan kapasitas tersebut menjadi salah satu langkah yang diharapkan mendatangkan investasi di produk yang lebih hilir lagi, seperti foil tembaga. Peresmian ekspansi pada smelter PT Smelting itu dilakukan Presiden Jokowi di Gresik, Kamis (14/12).Dengan ekspansi itu, PT Smelting, yang juga kerja sama PTFI dengan Mitsubishi Materials Corporation (MMC), serta pertama kali beroperasi pada 1998, total sudah lima kali ekspansi. Kini, dengan pendanaan ekspansi senilai 250 juta USD, yang sepenuhnya oleh PTFI, membuat saham PTFI di PT Smelting meningkat dari 39,5 % menjadi lebih dari 60 %. Presiden Jokowi mengatakan, ekspansi tersebut merupakan bagian dari komitmen PTFI dalam membangun hilirisasi. Dengan demikian, nilai tambah yang didapat Indonesia kian meningkat.

Belum lagi jika pembangunan smelter baru di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, sudah rampung dan beroperasi. Nantinya, dari dua smelter akan dihasilkan total 942.000 ton katoda tembaga per tahun. ”Kita harapkan dengan smelter di  JIIPE, Gresik, ada tambahan lagi. Artinya, (total) smelter kita bisa berproduksi (menyerap) 3 juta ton (konsentrat tembaga) per tahun. Nilai tambahnya ada semua di Indonesia karena dengan itu akan muncul industri baru, seperti yang sedang dalam proses pembangunan, yakni copper foil. Turunan-turunan lainnya juga harus ditarik ke negara kita,” katanya. Presiden menekankan, hilirisasi mineral tak hanya pada tembaga, nikel, bauksit, dan timah, tetapi juga di luar bahan tambang mineral. Semuanya harus dihilirisasikan agar ada nilai tambah serta terbukanya kesempatan kerja. Baik di sektor perkebunan, pertanian, maupun perikanan. Jangan sampai Indonesia mengirim kembali mineral serta komoditas per-tanian dan perkebunan dalam bentuk mentah. (Yoga)

Menanam Bibit Varietas Inpari 33

Yoga 15 Dec 2023 Kompas
Petani di Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (13/12/2023) mulai menanam bibit padi varietas Inpari 33, dimana padi tersebut memiliki potensi hasil panen 9,8 ton gabah kering giling per hektar dan tahan terhadap hama wereng batang coklat. Hal ini dilakukan oleh petani setempat yang terus berupaya mencari varietas padi yang paling tepat dengan kondisi lingkungan sekitar serta tahan terhadap serangan hama. (Yoga)

Indonesia Masih Jadi Konsumen Teknologi

Yoga 15 Dec 2023 Kompas
Visi Indonesia Digital 2045 menyebutkan, Indonesia masih pada posisi sebagai negara konsumen teknologi. Ini,  misalnya, tecermin dari defisit transaksi berjalan pada sektor teknologi informasi komunikasi selama 2016-2021 yang terus meningkat. Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Kamis (14/12/2023), di Jakarta, mengatakan, dokumen Visi Indonesia Digital 2045 itu perlu dilihat sebagai alternatif untuk memandang sejauh mana teknologi digital dimanfaatkan secara produktif. (Yoga)

Konektivitas Maritim Perkuat Jalur Rempah

Yoga 15 Dec 2023 Kompas
Kementerian Perhubungan mendorong agar jalur maritim memperkuat sektor pariwisata, termasuk destinasi sejarah jalur rempah di sisi timur Indonesia. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, jalur rempah dimulai dari Kepulauan Maluku yang dijuluki ”Kepulauan Rempah”. Pala dan cengkeh menjadi unggulan Kepulauan Maluku. Jalur rempah di kawasan timur Indonesia itu kini sudah terkoneksi dengan jalur pelayaran baik dengan kapal Pelni maupun kapal perintis. ”Kita ingin sektor maritim mendukung kemajuan pariwisata di sana,” ujar Budi Karya, Kamis (14/12/2023). Dalam peringatan Hari Nusantara di Kota Tidore, Maluku Utara, Rabu (13/12), Budi Karya mengatakan, pemerintah terus meningkatkan konektivitas antarpulau. (Yoga)

Stok Pangan Ditambah Tiga Kali Lipat untuk Natal dan Tahun Baru

Yoga 15 Dec 2023 Kompas
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan stok pangan hingga tiga kali lipat untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru hingga Ramadhan nanti. Stok pangan dari biasanya untuk lima hari akan bertambah menjadi 10 hari agar harga tetap stabil dan kebutuhan warga terpenuhi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta Suharini Eliawati, Kamis (14/12/2023), mengatakan, stok pangan tercukupi hingga akhir 2023. Namun, pasokannya ditambah oleh Perumda Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan Perumda Pasar Jaya agar harga tetap stabil dan kebutuhan warga terpenuhi. (Yoga)

Bank Bakal Menjala Transaksi dari Nataru

Hairul Rizal 15 Dec 2023 Kontan (H)
Industri keuangan dalam negeri, baik perbankan maupun non bank, bakal panen transaksi selama periode libur Natal dan Tahun Baru  (Nataru). Bukan hanya transaksi tunai, bank juga  akan melayani transaksi non tunai. Berbeda dengan libur Lebaran di mana transaksi konsumsi terkait kegiatan mudik, transaksi keuangan pada momen akhir tahun lebih banyak ditopang oleh aktivitas liburan. Sehingga transaksi kartu kredit dan paylater bakal melonjak, antara lain untuk kebutuhan tiket perjalanan dan akomodasi. Di sembilan bulan pertama tahun ini, transaksi kartu kredit sudah bergairah. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi sepanjang Januari-September 2023 mencapai 289,84 juta kali, melonjak 15,7% secara tahunan. Nilai transaksi mencapai Rp 298,97 triliun, naik 28,9% secara tahunan. Di masa libur akhir tahun ini, transaksi bakal lebih semarak lagi. Ketua Umum Asosiasi Kartu Kredit (AKKI) Steve Martha memperkirakan transaksi kartu kredit pada momen natal dan tahun baru ini bisa naik sekitar 10%-15% dari tahun lalu. General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI Grace Situmeang memprediksikan,  transaksi kartu kredit BNI pada libur akhir tahun ini akan meningkat, terutama di sektor terkait dengan traveling, supermarket dan dinning. Proyeksinya bisa tumbuh 10% dari bulan normal. BCA juga melihat transaksi kartu kredit akan naik kencang di natal dan tahun baru ini. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn bilang, penyebabnya karena ekonomi sudah bangkit. Direktur Marketing Maucash Indra Suryawan mengatakan, transaksi tak hanya didorong konsumsi untuk kebutuhan traveling, tapi juga untuk kebutuhan belanja. Apalagi di Desember banyak digelar event promo, seperti harbonas dan hari ibu. Lima bank besar menyiapkan uang kas untuk memenuhi kebutuhan transaksi tunai nasabah sebesar Rp 131,2 triliun. BCA menyediakan Rp 41,1 triliun, meningkat 9,3% dari tahun lalu. Bank Mandiri juga mengerek kesiapan uang tunainya sebesar 18,3% menjadi Rp 23,2 triliun. SVP Research LPPI Trioksa Siahaan mengatakan, uang tunai masih jadi kebutuhan untuk transaksi di masyarakat pedesaan. Ini bahkan sudah mengakar ke aktivitas adat budaya di Indonesia.

Surplus Neraca Dagang Bakal Menyusut

Hairul Rizal 15 Dec 2023 Kontan
Kinerja ekspor menjelang akhir tahun diperkirakan melemah. Hal ini yang membuat neraca perdagangan masih akan mencetak surplus, namun nilainya menyusut. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, surplus neraca perdagangan Indonesia pada November senilai US$ 2,81 miliar, turun dari surplus pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 3,48 miliar. Menurut Josua, menurunnya surplus neraca perdagangan karena adanya penurunan pada kinerja ekspor. Ia memprediksi, ekspor Indonesia akan mengalami kontraksi sebesar 9,2% year on year (yoy) atau terkontraksi 1,23% secara bulanan atau month on month (mom) pada November 2023. Sementara itu, Josua memperkirakan, kinerja impor Indonesia akan sedikit tumbuh sebesar 0,57% yoy atau 2,13% mtm. Salah satunya ditandai oleh naiknya PMI Manufaktur Indonesia dari 51,5 menjadi 51,7 pada November 2023. Prediksi Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk Banjaran Surya Indrastomo, surplus neraca perdagangan November hanya US$ 3 miliar. Di satu sisi, kinerja ekspor melemah terutama karena melemahnya permintaan batubara. Di sisi lain, impor akan menguat sejalan persiapan menjelang akhir tahun. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita juga masih optimistis, surplus neraca perdagangan masih di kisaran US$ 2,7 miliar hingga US$ 3 miliar. Ia memperkirakan, nilai ekspor senilai US$ 23 miliar hingga US$ 23,5 miliar, meningkat 5,74% mtm. Sementara nilai impor diperkirakan di rentang US$ 20 miliar hingga US$ 20,5 miliar, naik 9,8% mtm. Namun Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan, surplus neraca perdagangan akan menyusut menjadi hanya US$ 1,9 miliar pada November. Hitungan dia, nilai ekspor akan terkontraksi 12,33% yoy dan terkontraksi 4,62% mtm. Di sisi lain, impor diperkirakan naik tipis 1,33% yoy dan 2,9% mtm.

Pilih Menahan Dulu Cairkan Kredit Perbankan

Hairul Rizal 15 Dec 2023 Kontan
Laju kredit industri perbankan menjelang akhir tahun 2023 belum kunjung  ngeggas. Kredit bank per September 2023, hanya 8,96%. Pebisnis nampaknya masih menahan diri untuk ekspansi di tahun ini. Ini juga nampak dari fasilitas kredit yang belum ditarik atau acap disebut undisbursed loan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September 2023, fasilitas kredit perbankan menganggur atau belum ditarik nasabah mencapai Rp 2.070 triliun. Bank CIMB Niaga mencatatkan total fasilitas kredit yang belum ditarik senilai Rp 97,16 triliun pada periode akhir 30 November 2023.  Angka undisbursed loan milik emiten bank berkode saham BNGA ini meningkat dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 84,72 triliun. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengungkapkan, posisi undisbursed loan di bank yang ia pimpin saat ini masih tergolong stabil. Dia berpendapat, kenaikan undisbursed loan tersebut biasanya tergantung periode waktu saja. Direktur Keuangan PT Bank Mandiri Tbk Sigit Prastowo mengungkap, saat ini posisi undisbursed loan yang dimiliki bank berlogo pita emas ini senilai Rp 227,04 triliun per Oktober 2023. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 20,58% secara tahunan atau  year on year (yoy). Sigit bilang, posisi tersebut disebabkan mayoritas kredit yang disalurkan merupakan kredit investasi yang umumnya jangka panjang atau  long term. Artinya, masa pencairan yang disesuaikan dengan perkembangan proyek. EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Hera F. Haryn mengungkap, undisbursed loan BCA mencapai Rp 381,6 triliun per Oktober 2023. Sementara, total kredit emiten BBCA pada periode yang sama Rp 751,4 triliun.

Pilihan Editor