Data Bansos Masih Bermasalah
Program penanggulangan kemiskinan di Indonesia masih
berkutat dengan persoalan data yang belum akurat. Akibatnya, penyaluran bantuan
sosial atau bansos tidak optimal lantaran masih ada kelompok masyarakat miskin
yang belum menerima program bansos secara lengkap. Sepanjang 2022, program bansos
terdiri dari bantuan reguler dan bantuan stimulus pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Bantuan reguler terdiri dari program keluarga harapan (PKH), sembako, bantuan
langsung tunai daerah (BLTD), dan bansos daerah. Adapun bantuan stimulus PEN
terdiri dari bantuan sosial tunai (BST), bantuan pangan, pemberlakuan
pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), dan bantuan pro-duktif usaha mikro
(BPUM). Dalam data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2022, hanya 0,37 %
rumah tangga di desil 1 yang menerima lima sampai delapan program tersebut.
Sisanya hanya menerima satu sampai empat program saja. Desil 1 adalah 10 %
keluarga yang termasuk dalam kondisi ekonomi terlemah.
”Kalau dimonitor ke lapangan, sangat sedikit yang mendapatkan
lima sampai delapan program,” kata Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan
Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Suprayoga Hadi, Kamis (14/12) di Jakarta.
Penyaluran program perlindungan sosial ini, menurut Suprayoga, masih menghadapi
masalah data. Saat ini, data kemiskinan ekstrem masih menggunakan beberapa
data, yakni data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kemensos, data
pengendalian kemiskinan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
(BKKBN), data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE), serta
data registrasi sosial ekonomi (regsosek) dari Bappenas. Karena itu, TNP2K
menyebut tantangan penanggulangan kemiskinan pada tahun 2024 masih berkutat
dengan data, baik penyempurnaan basis data, perbaikan kelompok yang belum
termasuk dalam daftar penerima (exclusion error), perbaikan data kelompok yang
termasuk dalam daftar, tetapi semestinya tidak berhak (inclusion error), serta
perbaikan kelembagaan pelaksana program dan penetapan sasaran. (Yoga)
Postingan Terkait
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023