;

Bank Bakal Menjala Transaksi dari Nataru

Ekonomi Hairul Rizal 15 Dec 2023 Kontan (H)
Bank Bakal Menjala Transaksi dari Nataru
Industri keuangan dalam negeri, baik perbankan maupun non bank, bakal panen transaksi selama periode libur Natal dan Tahun Baru  (Nataru). Bukan hanya transaksi tunai, bank juga  akan melayani transaksi non tunai. Berbeda dengan libur Lebaran di mana transaksi konsumsi terkait kegiatan mudik, transaksi keuangan pada momen akhir tahun lebih banyak ditopang oleh aktivitas liburan. Sehingga transaksi kartu kredit dan paylater bakal melonjak, antara lain untuk kebutuhan tiket perjalanan dan akomodasi. Di sembilan bulan pertama tahun ini, transaksi kartu kredit sudah bergairah. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi sepanjang Januari-September 2023 mencapai 289,84 juta kali, melonjak 15,7% secara tahunan. Nilai transaksi mencapai Rp 298,97 triliun, naik 28,9% secara tahunan. Di masa libur akhir tahun ini, transaksi bakal lebih semarak lagi. Ketua Umum Asosiasi Kartu Kredit (AKKI) Steve Martha memperkirakan transaksi kartu kredit pada momen natal dan tahun baru ini bisa naik sekitar 10%-15% dari tahun lalu. General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI Grace Situmeang memprediksikan,  transaksi kartu kredit BNI pada libur akhir tahun ini akan meningkat, terutama di sektor terkait dengan traveling, supermarket dan dinning. Proyeksinya bisa tumbuh 10% dari bulan normal. BCA juga melihat transaksi kartu kredit akan naik kencang di natal dan tahun baru ini. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn bilang, penyebabnya karena ekonomi sudah bangkit. Direktur Marketing Maucash Indra Suryawan mengatakan, transaksi tak hanya didorong konsumsi untuk kebutuhan traveling, tapi juga untuk kebutuhan belanja. Apalagi di Desember banyak digelar event promo, seperti harbonas dan hari ibu. Lima bank besar menyiapkan uang kas untuk memenuhi kebutuhan transaksi tunai nasabah sebesar Rp 131,2 triliun. BCA menyediakan Rp 41,1 triliun, meningkat 9,3% dari tahun lalu. Bank Mandiri juga mengerek kesiapan uang tunainya sebesar 18,3% menjadi Rp 23,2 triliun. SVP Research LPPI Trioksa Siahaan mengatakan, uang tunai masih jadi kebutuhan untuk transaksi di masyarakat pedesaan. Ini bahkan sudah mengakar ke aktivitas adat budaya di Indonesia.
Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :