;

MENATA BISNIS BIOMASA

Hairul Rizal 18 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)

Masa depan pemanfaatan bahan bakar biomassa sebagai campuran batu bara untuk pembangkit tenaga uap, memiliki prospek cerah setelah ada payung hukum anyar yang diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Aturan itu memberi jaminan dari sisi jenis, sumber, dan patokan harga bahan bakar biomassa yang kompetitif dan bervariasi guna mendukung uoaya pemerintah mengurangi penggunaan bahan bakar berbasis fosil ke sumber energi yang ramah lingkungan. Hanya saja, konsistensi penyediaan bahan bakar biomassa jadi tantangan. Banyaknya PLTU yang mengimplemntasikan cofiring ke depan, bakal mendongkrak kebutuhan bahan bakar biomassa.

Fragmentasi Dagang Global

Hairul Rizal 18 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Era perdagangan bebas kini tampaknya sudah tinggal cerita. Ketergantungan ekonomi memudar dan perdagangan dunia cenderung makin tertutup. Kerja sama antarnegara cenderung makin terfragmentasi dalam kelompok kecil berdasar persamaan ideologi dan kepentingan ekonomi. Banyak negara lebih memikirkan kepentingan internalnya sendiri dan berebut untuk mengamankan rantai pasokan strategis. Perdagangan bebas tidak lagi populer. Banyak negara kini lebih memilih melakukan distorsi perdagangan.Keunggulan liberalisasi perdagangan seperti digagas Adam Smith tidak lagi dirasakan manfaatnya. Untuk kelangsungan usaha dan memastikan keuntungan yang bisa dipetik, banyak negara akhirnya lebih memilih mengembangkan aliansi hanya kepada kelompoknya sendiri. Sistem perdagangan global kini berkembang makin renik dan terfragmentasi. Keputusan investor tidak lagi berdasarkan upah murah di sebuah negara, tetapi lebih pada kesamaan geopolitik. Inilah yang menyebabkan kondisi perekonomian global cenderung meredup.Meningkatnya restriksi dagang dan proteksionisme yang berkembang di berbagai negara menyebabkan perdagangan global tahun ini diperkirakan hanya tumbuh 0,8%. Angka ini lebih rendah daripada proyeksi pertumbuhan perdagangan dunia sebelum yang optimis mencapai 1,7%. Akibat fragmentasi perdagangan global, kemungkinan untuk mengembangan perdagangan bebas menjadi terhambat. Pintu-pintu perdagangan antarnegara kini tidak lagi terbuka.Pertama, fragmentasi perdagangan global niscaya akan menyebabkan peta aliansi perdagangan antarnegara niscaya berubah total. Kedua, fragmentasi perdagangan global akan menyebabkan terjadinya inefisiensi karena kenaikan harga dari produk-produk yang dihasilkan berbagai negara. Munculnya peraturan-peraturan baru yang menghambat ekspor produk dari sebuah negara ke negara lain, bisa atas nama kelestarian lingkungan, melawan ancaman deforestasi dan lain sebagainya. Apa pun bentuknya penerapan kebijakan perdagangan global yang terfragmentasi menyebabkan peluang Indonesia untuk mengembangkan perdagangan ke level dunia menjadi lebih sulit. Menurut data, bulan Januari—Oktober 2023, total ekspor nonmigas Indonesia hanya senilai US$201,25 miliar atau turun 12,74% dibandingkan periode sama 2022. Komoditas penyumbang penurunan ekspor tersebut adalah bahan bakar mineral, terutama batu bara, serta lemak dan minyak hewani/nabati, terutama minyak sawit. Walau pun masih termasuk surplus, yakni pada Januari—Oktober 2023 sebesar US$47,02 miliar. Tetapi, surplus tersebut sebetulnya turun cukup signifikan dibandingkan surplus neraca perdagangan nonmigas pada Januari—Oktober 2023 yang mencapai US$66,41 miliar.Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan, secara keseluruhan, ekspor Indonesia pada Juni 2023 turun 5,08% dibanding Mei 2023, menjadi sebesar US$20,61 miliar.

PEMANFAATAN BAHAN BAKAR BIOMASSA : AMBISI MENJAGA TARGET TRANSISI ENERGI

Hairul Rizal 18 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merilis ketentuan anyar dalam bentuk Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2023 tentang Pemanfaatan Bahan Bakar Biomassa Sebagai Campuran Bahan Bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap. “Kendala salah satunya masalah keberlanjutan ketersediaan bahan baku. Kalau manusianya tidak mau mengelola dengan baik, potensi 13 juta ton per tahun akan hilang,” kata Direktur Bio Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Edi Wibowo kepada Bisnis, Kamis (14/12). Edi merespons kelangsungan pasokan bahan bakar biomassa (B3M) ke depan sebagai sumber campuran atau substitusi bahan bakar pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pencampuran biomassa dengan batu bara untuk bahan bakar PLTU tengah dikembangkan pemerintah. Tujuannya guna mengurangi secara bertahap pemanfaatan batu bara sebagai bagian dari komitmen Indonesia menuju transisi energi bersih dengan mengurangi bahan bakar fosil. Apalagi, Pemerintah Indonesia sedang bekerja keras dalam mencapai nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) sebelum 2060. Beberapa poin yang diatur dalam Permen ESDM itu menyangkut harga patokan bahan bakar biomassa, penyediaan, dan jumlah kebutuhan biomassa sebagai substitusi batu bara di PLTU. Berdasarkan data PT PLN (Persero) hingga November 2023, terdapat 43 PLTU di Indonesia yang telah mengimplementasikan pencampuran bahan bakar biomassa dengan batu bara. Substitusi batu bara dengan rasio tertentu dengan bahan bakar biomassa seperti serbuk kayu, cangkang sawit, dll. dikenal dengan istilah cofiring. Permen ESDM mengatur sembilan jenis B3M yang dapat dipakai sebagai bahan campuran yakni pelet biomassa, serbuk kayu, serpihan kayu, cangkang sawit, sekam padi, tempurung kelapa, limbah kehutanan, limbah pertanian, dan bahan organik lainnya. Selain itu, penggantian batu bara dengan biomassa memakan belanja modal yang tak terlalu besar karena tidak perlu ada perubahan drastis dari sisi kegiatan operasional PLTU. Takaran pemanfaatan B3M disesuaikan dengan tingkat teknologi yang digunakan di setiap PLTU. Dari sisi pengaturan harga B3M, kata Edi terdapat dua hal. Pertama, harga patokan tertinggi dan kedua, harga kesepakatan. Harga patokan tertinggi berlaku untuk PLN sebagai pemegang izin usaha penyedia tenaga listrik untuk kepentingan umum terintegrasi dan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk pembangkitan tenaga listrik yang bekerja sama dengan PLN. Ketua Umum Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) Milton Pakpahan menuturkan hadirnya Permen ESDM No. 12/2023 merupakan tonggak sejarah bagi varian produk B3M yang secara resmi dan sah diakui keberadaannya dalam konteks penyediaan bahan bakar atau energi primer untuk PLTU. Target yang dipatok oleh Kementerian ESDM dalam pemenuhan B3M sebatas untuk memenuhi kebutuhan cofiring PLTU milik PLN. “Belum memasukkan perkiraan kebutuhan atau demand dari PLTU non-PLN, yang tentunya akan melaksanakan program cofiring pula pada saat yang bersamaan sehingga kebutuhan produk B3M ini diperkirakan akan meningkat jauh lebih besar daripada angka yang ditargetkan,” katanya. Dia menuturkan kebutuhan B3M hingga 2025 hingga 10,2 juta ton yang jumlahnya baru mencapai 10% dari B3M yang digunakan sebagai bahan campuran. Adapun sisanya sebanyak 90% masih menggunakan batu bar. Dengan adanya beberapa PLTU non-PLN yang mulai menerapkan program cofiring secara bersamaan, mendorong kebutuhan B3M sampai 100 juta ton per tahun pada 2030. Di sela-sela pelaksanaan Conference of Parties (COP) ke-28 di Dubai, Pemerintah Indonesia memperkenalkan program pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan untuk rantai pasok biomassa. Menurut Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, peluncuran program tersebut sejalan dengan roadmap transisi energi.

Karpet Merah bagi Pelancong Asing

Yoga 17 Dec 2023 Kompas

Industri pariwisata berangsur pulih ke kondisi sebelum pandemi Covid-19, berkat meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan mancanegara di seluruh dunia setelah sejumlah negara mencabut pembatasan dan membuka diri. China yang terkenal dengan pembatasan superketat menjadi negara terakhir yang membuka pintu kembali pada turis asing, Maret 2023. China sadar perekonomiannya melemah karena pariwisata anjlok selama pandemi. China lantas menggenjot jumlah pelancong asing dengan menawarkan berbagai kemudahan, antara lain, kemudahan pengurusan visa, penurunan biaya visa, pemberlakuan visa elektronik (e-visa), digitalisasi proses sebelum bepergian, dan pemberian bebas visa pada negara-negara tertentu. Laporan Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) pada November 2023 menyebutkan, situasi pariwisata internasional akhir 2023 mendekati kondisi sebelum pandemi. Data terbaru menunjukkan 975 juta wisatawan mancanegara (wisman) bepergian pada Januari- September 2023, meningkat 38 % dibandingkan periode yang sama pada 2022. Berbagai destinasi wisata dunia rata-rata menerima 22 % wisman lebih banyak pada triwulan III-2023 dibanding tahun sebelumnya.

Banyaknya wisman yang datang meningkatkan penerimaan pariwisata internasional, mencapai 1,4 triliun USD pada akhir 2023. Pada 2019, penerimaannya sekitar 1,5 triliun USD. Dari seluruh negara di dunia, negara-negara di Timur Tengah tahun ini menjadi satu-satunya kawasan yang melampaui tingkat kedatangan wisman 2019. Kunci keberhasilannya adalah fasilitasi visa, pengembangan destinasi baru, investasi pada proyek-proyek baru terkait pariwisata, dan penyelenggaraan acara-acara besar. Eropa yang menjadi tujuan wisata terbesar di dunia (56 % total wisman dunia) pulih berkat wisman yang kebanyakan dari AS. Begitu pula Afsel. Hanya Asia dan Pasifik yang tertahan di 62 % dari tingkat sebelum pandemi, karena lambat membuka diri kembali untuk perjalanan internasional. Salah satu contohnya China. Thailand memberlakukan bebas visa, spesifik bagi wisman dari China, Kazakhstan, India, dan Taiwan, yang berlaku sementara, pada 25 September 2023-29 Februari 2024. Mereka mendapat masa tinggal 30 hari. Alasan Thailand memilihChina sebagai target utama karena lebih dari 10 tahun wisman China mendominasi wisatawan ke Thailand. Jumlahnya hampir 11 juta pada 2019 dan menyumbang 27,6 % seluruh kedatangan wisman sebelum pandemi. Thailand menyadari industri pariwisata adalah satu-satunya mesin ekonomi yang tersisa untuk menghasilkan pendapatan dengan cepat.

Memperpanjang masa tinggal juga dapat memacu pengeluaran pariwisata. Malaysia, misalnya, memperpanjang masa tinggal bagi warga Hong Kong menjadi 90 hari dari semula 30 hari. Sementara Vietnam merevisi masa tinggal bebas visa menjadi 45 hari dari semula 15 hari untuk negara-negara tertentu. Korsel juga menyederhanakan prosedur masuk dan memberi izin tinggal hingga 30 hari untuk mendongkrak pariwisata dan belanja dalam negeri. Jepang mengambil langkah ”lebih berani” dengan rencana mengizinkan pengusaha asing tinggal di Jepang selama 2 tahun meski belum ada tempat usaha atau belum menanamkan investasi apa pun. Situs Nikkei, 30 Oktober 2023, menyebutkan, kebijakan ini untuk membantu mereka memulai bisnisnya dengan meringankan persyaratan tempat tinggal. Langkah ini sekaligus mendorong perekonomian Jepang dengan menyuntikkan talenta internasional. (Yoga)

Biaya Hidup Tinggi Menggerus Kebahagiaan Keluarga di Perkotaan

Yoga 17 Dec 2023 Kompas

Kota sebagai mesin inovasi dan pusat kemakmuran sejak lama diidentikkan dengan peluang meraih kesejahteraan dan menjanjikan beragam pekerjaan dengan standar gaji tinggi dibandingkan dengan di perdesaan. Di kota pula tersedia fasilitas pendidikan dan kegiatan ekstrakurikuler yang kaya ragam bagi anak-anak. Keluarga-keluarga urban mendapat manfaat dari beragam institusi multibudaya yang menghidupkan kota. Sayangnya di pusat kemakmuran itu faktanya kesejahteraan tak bisa diraih oleh semua warga. Hal ini berkorelasi dengan tidak meratanya akses ke pekerjaan berupah layak. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan memenuhi biaya hidup sehari-hari. Beban hidup makin berat ketika ditambah isu internal, seperti ada masalah dalam keluarga. Problem eksternal, seperti fasilitas layanan publik perkotaan yang belum mejangkau semua, turut memperkeruh masalah. Fasilitas ini bermacam-macam, mulai dari akses transportasi umum murah dan luas hingga perlindungan dan bantuan penanganan kekerasan dalam rumah tangga yang mudah dijangkau setiap orang.

The University of Chicago dalam majalah daring bertema ”Social Inequalities and Urban Family Life” (2017) mengulas tentang anak dan keluarga yang hidup jauh di bawah standar sejahtera di perkotaan. Mereka terbelenggu kemiskinan, kelaparan, dan malnutrisi serta tinggal di rumah kumuh tidak sehat. Mirisnya lagi, mereka rentan menjadi korban atau pelaku kejahatan serta kekurangan sumber daya untuk mengakses pendidikan. Dengan beragam persoalan itu, sebagian keluarga dapat bertahan dan menemukan cara untuk berkembang secarapositif. Akan tetapi, sering kali mereka terbentur masalah bertubi dan berakhir tragis, termasuk hilang nyawa. Dalam dua pekan terakhir, misalnya, sedikitnya terjadi tiga kasus pembunuhan dan bunuh diri yang menimpa keluarga urban di Indonesia. Meskipun tidak menjadi penyebab tunggal, kasus-kasus itu terkait dengan isu kesejahteraan. Uang tak ada, konflik antarpasangan makin membara dan berujung keputusan di luar nalar. Sadis. Tinggal di kota memang tidak mudah, apalagi murah. Beragamnya peluang pekerjaan diimbangi dengan biaya hidup tinggi. Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 dari BPS yang dirilis 12 Desember 2023 menunjukkan biaya hidup rumah tangga di Jakarta Rp 14,9 juta per bulan. Di Surabaya, Jatim, Rp 13,4 juta per bulan. Biaya hidup tinggi bisa menggerus kesejahteraan keluarga di perkotaan. Namun, kehangatan relasi antar-anggota keluarga mampu menahannya, bahkan menjadi modal kuat untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik. (Yoga)

Ikhtiar Besar NTB Menurunkan Angka Tengkes

Yoga 17 Dec 2023 Kompas

Dua bulan terakhir, Misnah (27), warga Jeranjang, Desa Taman Ayu, Lombok Barat, NTB, lebih tenang. Sebelumnya, ia khawatir kondisi anak keduanya, Muhammad Saputra (3,5). Sejak Juni 2023, buah hatinya itu masuk sasaran tengkes. ”Pertumbuhan anak saya lambat. Saat masuk sasaran, tinggi Saputra 88,2 cm,” kata Misnah, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. ”Selama tiga bulan, dari posyandu saya dikasih (bantuan) telur, susu, dan bis- kuit. Itu saya berikan ke anak. Juga tetap kasih sayuran setiap hari dan buah juga setiap minggu. Dia suka sekali buah naga, tetapi kadang juga makan jeruk dan semangka,” tuturMisnah di Posyandu Keluarga Dusun Jeranjang, Kamis (14/12) pagi. Ia juga tidak mau absen ke posyandu, bahkan rela tidak ke sawah demi bisa ke posyandu. Upaya Misnah membuahkan hasil. Sejak Oktober lalu, Saputra lepas dari sasaran tengkes. Tinggi badan Saputra mencapai 90,5 cm dan bulan Desember tinggi badannya sudah 94,5 cm, kata Misnah yang sehari dapat upah Rp 35.000-Rp 70.000. Sementara suaminya bekerja lepas di PLTU Jeranjang.

Menurut petugas gizi desa Puskesmas Gerung, Diana, peran orangtua, khususnya terkait pola makan, sangat penting dalam penanganan tengkes. Di samping itu, kata Diana, penyuluhan dan konseling saat kunjungan ke rumah sasaran tengkes juga penting. Strategi itu efektif. Menurut Kepala Desa Taman Ayu Tajudin, jumlah sasaran tengkes di Taman Ayu menurun. Pada 2022 tercatat ada 104 sasaran yang kemudian turun menjadi 80 pada pertengahan 2022. ”Dua bulan lalu (Oktober) 42 orang. Turun cukup besar. Tentu ini karena kerja sama semua sektor. Tidak hanya puskesmas dan kader, juga orangtua. Termasuk swasta, seperti PLTU Jeranjang,” kata Tajudin. Keberhasilan Desa Taman Ayu karena kerja sama pemangku kepentingan adalah salah satu gambaran dari ikhtiar besar percepatan penurunan angka tengkes di NTB. (Yoga)

Jorjoran Memanjakan Penumpang

Yoga 17 Dec 2023 Kompas

Perusahaan otobus makin jorjoran memanjakan penumpang kelas atas dengan berbagai fasilitas mewah. Mereka berani menginvestasikan uang miliaran rupiah untuk satu bus demi ”citra mewah” perusahaan. Perlombaan antar-perusahaan otobus (PO) dalam memberikan fasilitas mewah makin seru belakangan ini demi merebut konsumen kelas menengah atas yang kerap wira-wiri antarkota dan antarprovinsi dengan naik bus premium. Wahyu Wardhani(42), pemilik PO Narendra Trans Tungga Putra, pendatang baru di bisnis bus premium antarkota antarprovinsi, tak segan merogoh kocek Rp 5 miliar untuk mewujudkan bus kelas emperor suite, model termewah di kalangan bus premium saat ini, yang menghabiskan lebih dari separuh dek bagian bawah bus untuk menempatkan tiga kursi yang bisa disetel untuk tidur dengan penyangga kaki. Ada juga sofa, meja berisi berbagai makanan kecil, lemari es berisi aneka minuman, serta televisi berukuran besar untuk nonton film di Netflix atau berkaraoke. Kabin berkarpet tebal untuk tiga orang dewasa dan satu anak itu bertarif Rp 1.550.000.

Ruang untuk keluarga yang mewah itu merupakan keingian Wahyu dan CEO PO Narendra Zhakky Muttaqin untuk memberi kenyamanan bagi penumpang beserta keluarga, kerabat, atau kawan. ”Desain itu dibuat untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan di sepanjang perjalanan. Mereka tak hanya bisa tidur di perjalanan, tapi juga bisa ngobrol sambil makan-minum, nonton film, atau berkaraoke. Ruangan itu kedap suara sehingga pengemudi tak akan mendengar aktivitas di dalam,” tutur Zhakky. Selain itu, PO Narendra punya empat bus lain dengan kelas di bawahnya. Bus-bus tersebut berharga Rp 3 miliar-Rp 4,5 miliar per unit.Fasilitasnya juga cukup mewah. Salah satunya adalah kursi kelas king yang harganya Rp 8 juta-Rp Rp 9 juta per unit. Kru juga ”dipoles” agar citranya mewah. Seluruh kru mendapat sebuah koper berisi setelan baju seragam safari, kemeja dan celana panjang seragam dengan nama masing-masing, celana jins dan kemeja putih, sepatu, kaus kaki, sampo, pasta gigi, sabun mandi, sampai deodoran. Mirip fasilitas yang biasa diberikan kepada pramugara pesawat terbang.

Ia mengakui, sebagai pendatang baru, dirinya bersama Wahyu, yang pemilik perusahaan, selalu ingin membuat terobosan gila yang lain. Terobosan itu ternyata menarik perhatian khalayak sehingga jadwal bus emperor suite sudah penuh sampai awal Januari 2024. ”Sebenarnya, secara bisnis kami rugi dengan menjual harga tiket kelas king Rp 400.000, Rp 410.000 untuk sleeper, dan Rp 1,55 juta di emperor suite. Tetapi, ternyata ide gila kami membuat nama PO Narendra meroket,” kata Zhakky. Ia menganggap kerugian itu adalah ongkos pemasaran usaha yang memang harus dibayar manajemen Narendra. Ia dan pemilik sepakat memperkuat fondasi bisnis bus dengan rute Jakarta-Ponorogo dan sebaliknya sebelum mengembangkan sayap usaha dan berhadapan dengan PO besar seperti PO Harapan Jaya, PO Rosalia Indah, PO Gunung Harta, dan PO Sinar Jaya. (Yoga)

PEREMPUAN JATAYU TOLAK PLTU, BERSUARA HINGGA KE JEPANG

Yoga 17 Dec 2023 Kompas

Perempuan tani di Indramayu berjuang mempertahankan lahan dari gempuran pembangunan PLTU yang akan mengancam kehidupan. Tanah adalah sumber kehidupan dan penghasilan bagi mereka. Sekitar 75 kg bawang merah menggantung di atap rumah Surmi (51) warga Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Indramayu, Kamis (12/10) siang, yang merupakan hasil panen Surmi bulan lalu. Saat itu, Surmi menanam 10 kg bibit bawang. Biayanya Rp 250.000. Ketika panen, ia meraup Rp 600.000. Hasil panen 75 kg bawang merah dihargai Rp 8.000 per kg. Kali ini, Surmi enggan menjualnya dan menunggu harga tinggi. Biasanya, bawang merah bisa laku belasan ribu rupiah per kg. Di rumahnya juga tersimpan empat karung beras. Masing-masing berisi 2,5 kuintal. Ketika harga beras melonjak, lebih dariRp 13.000 per kg, jauh dari HET Rp 10.900 per kg, Surmi tidak pusing. Dia punya cadangan beras untuk sekadar makan, sisa panen dua bulan lalu, yang mencapai 1,5 ton gabah kering panen.

Surmi menjaga lahan dari gempuran PLTU. Lahan garapannya seluas 1,4 hektar berada di kawasan PLTU Indramayu 2 berkapasitas 1.000 megawatt (MW). Luasnya infrastruktur itu sekitar 300 hektar. Bagi para perempuan tani Desa Mekarsari, Indramayu, Jabar, tanah adalah ibu, yang melahirkan kehidupan sekaligus sumber pangan. Tidak hanya Mekarsari, lahan Desa Patrol Lor dan Patrol Baru, Kecamatan Patrol, juga terdampak. Lokasinya berdampingan dengan PLTU Indramayu 1 berkapasitas 3 x 330 MW. Dari sawah yang Surmi garap, tampak jelas cerobong PLTU 1 dengan asap kelabunya. Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas, PLTU Indramayu 2 termasuk proyek strategis nasional. Nilai investasinya Rp 29,5 triliun. Menurut rencana, pembangunan konstruksinya mulai tahun 2022, tetapi sampai sekarang belum dimulai. Operasional PLTU ditargetkan tahun 2026. ”Kalau sampai PLTU jadi, saya mau cari makan di mana? Makanya, saya berjuang,” katanya. Sebagai perempuan tani, Surmi tidak hanya memasak nasi, tetapi juga ikut menanam padi. Ekonomi keluarganya tidak cukup hanya mengandalkan suaminya, Warsan, penggembala kambing. Apalagi, sejak 2015, lahan penggembalaan mulai dibebaskan untuk PLTU 2.

Surmi pun bergabung dalam Jaringan Tanpa Asap Batubara Indramayu (Jatayu). Gerakan warga ini untuk menolak PLTU Indramayu 1 dan 2. Jatayu menilai, PLTU berdampak pada kesehatan dan hasil panen petani. Surmi, misalnya, mengeluhkan matanya yang sakit ketika bertani di area tidak jauh dari PLTU 1. ”Saya sudah lima kali operasi mata tiga tahun ini,” katanya sambil menyeka matanya yang berair. Lewat bantuan lembaga pemerhati lingkungan di Jepang, Friends of the Earth (FoF), Surmi bahkan mewakili warga untuk menyampaikan aspirasinya ke negara yang mendanai PLTU Indramayu 2 itu tahun 2016. ”Saya bilang, kami sudah menjerit dan berteriak karena PLTU. Jangan sampai (pembangunan PLTU) didanai,” katanya. Hasilnya manis. Pertengahan tahun lalu, dilansir dari laporan Reuters, Jepang menarik diri dalam pendanaan proyek PLTU Indramayu 2. Selain mendapat kritik dari pegiat lingkungan, keputusan menghentikan pendanaan itu juga sebagai komitmen Jepang dalam merespons perubahan iklim. (Yoga)

Spirit Bandung Care Tumbuhan Empati Sosial

Yuniati Turjandini 17 Dec 2023 Tempo
Kelvin Mohammad Yusron berkeliling menjemput setumpuk pakaian layak pakai yang akan disumbangkan dan dilelang untuk donasi pada Ahad ini, 17 Desember 2023, di sekitar Lapangan Gasibu Bandung. Aksi sosial itu jamak dilakukan komunitas Bandung Care alias bdgcare.

Belakangan mereka ikut terlibat dalam pengumpulan donasi, misalnya untuk rakyat Palestina bersama komunitas lain. Kegiatan lainnya membantu seorang disabilitas netra penjual gorengan untuk menghidupi istri dan dua anaknya, serta dua adik ipar yang masih bersekolah. Selain itu, pada Oktober lalu, mereka mengajak relawan untuk terlibat dalam acara Paint with Care, yaitu melukis bersama anak-anak TK Aisyiah 24 di Bandung.

Penyandang masalah kesejahteraan sosial dan isu pendidikan di sekitar Bandung menjadi target sasaran komunitas yang dibentuk pada 26 Januari 2019 itu. Kelvin, 24 tahun, mendirikannya bersama temannya saat SMA, Hanifa Nurul Aulia. Ketika kuliah, keduanya merasa pengabdian mahasiswa kepada masyarakat seperti hilang sehingga tergerak membentuk komunitas itu. (Yetede)

Merambati Kemewahan Bus Tidur

Yoga 17 Dec 2023 Kompas

Operator bus tidur atau ”sleeper bus” kian gencar merambah hingga daerah-daerah yang tadinya tak diperhitungkan. Mereka jeli membidik penumpang yang tak terjamah pesawat dan kereta api. Sejumlah penumpang bergegas menuju bus bertingkat di Lebak Bulus, Jaksel, Rabu (22/11). Memasuki kabinnya saja, servis prima setara pesawat sudah merebak dengan pramugari yang menyambut mereka. Kelas paling mentereng menempati bagian depan lantai dasar dengan enam kamarnya, dilengkapi bantal dan selimut ditempat penumpang atau kamar, yang dilengkapi televisi kecil dan lampu biru redup di langit-langitnya. Bus Kencana, demikian jenamanya, bertolak pukul 16.00 WIB.  Baterai ponsel, kamera, dan laptop yang nyaris habis tak perlu pula dirisaukan karena tersedia stop kontak. Tak perlu risau jika hendak buang air dengan mendatangi toilet.Tiket seharga Rp 380.000 sudah termasuk penganan dan minuman diselingi singgah di restoran untuk makan malam. Sekitar pukul 02.00 WIB, bus tiba ditujuan akhir, Jepara, Jateng.

Nely Soraya (32) rutin menumpang Kencana dari Jepara menuju Bogor, Jabar, mengunjungi mertuanya dua bulan sekali. Selain suami, ia mengajak anak-anak agar bisa bersua dengan kakeknya. ”Lebih enak, sih. Enggak capek karena praktis. Ditinggal tidur terus sampai,” ucapnya sambil tertawa. Tri Atmajaningsih (56) juga memilih bus tidur agar lebih privasi dan nyaman. Ibu rumah tangga itu berangkat dari Karanganyar, Jateng, ke Bekasi, Jabar. ”Sudah lima tahun saya naik Rosalia Indah karena busnya double decker (bertingkat) yang bagus,” ujarnya. Mofat (32), yang naik dari Jakarta menuju Blitar, menganggap kepraktisan dan kenyamanan sebagai hal yang paling ia suka. ”Aku lagi tugas keBlitar, tetapi pilih sleeper ke Tulungagung karena kru mengantar pakai mobil sampai tujuan di Blitar. Harga tiket Rp 600.000 sepadan, ya,” tuturnya.

Kelahiran bus tidur yang termasuk awal di Indonesia diwujudkan Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya. Dirut PO Sinar Jaya Teddy Kurniawan Rusli meluncurkan bus tidur pada 2019, terinspirasi bus di Vietnam, sekaligus mengakomodasi kebutuhan warga menengah atas. Namun, ada pula bus tidur yang diluncurkan demi membangkitkan rasa bangga terhadap daerahnya. Ini dilakukan oleh pengusaha Wahyu Wardhani yang orangtuanya dari Ponorogo, Jatim. Tahun lalu, dia meluncurkan bus premium sleeper dan emperior suite yang punya ruang keluarga di dek bawah. Ia menggandeng dua karibnya, Rino Fauzan dan Zhakky Muttaqin yang menjadi CEO PT Trans Tungga Jaya, induk PO Narendra, untuk menyediakan bus dengan layanan premium guna menaikkan harkat warga Ponorogo. ”Di Ponorogo tak ada stasiun dan bandara. Jika naik kereta harus ke Madiun. Naik pesawat ke Solo. Butuh kendaraan lagi,” katanya. Antropolog Undip Budi Puspo, memaknai bus tidur bukan lagi sekadar sarana transportasi, melainkan aktualisasi. ”Terutama, bagi penggandrung medsos (media sosial). Bisa selfie (swafoto), fotonya dipasang di grup,” ujarnya. (Yoga)

Pilihan Editor