Selisih Yield Melebar, Dana Asing Berpeluang Masuk Lagi
Pasar obligasi diperkirakan masih memberi
return
menarik pada tahun depan. Apalagi, belakangan ini selisih (
spread
) imbal hasil atau
yield
SUN tenor 10 tahun dengan US Treasury 10 tahun kian melebar. Hal ini diharapkan kembali mendorong minat asing masuk ke pasar surat utang Indonesia.
Pada akhir November 2023,
yield
SUN 10 tahun di level 6,63% dan
yield
US Treasury 10 tahun di 4,33%. Sehingga
spread yield
keduanya sebesar 230 basis poin (bps).
Sementara itu, per 14 Desember 2023,
yield spread
antara SUN dengan US Treasury 10 tahun membesar menjadi 271 bps.
Fixed Income Analyst
Pefindo, Ahmad Nasrudin mengatakan, pada saat US Treasury turun,
yield
SUN 10 tahun justru naik.
Dengan selisih
yield
domestik dengan pasar Amerika Serikat (AS) itu, Ahmad memperkirakan, pasar surat utang domestik bakal menarik minat investor. Sebab imbal hasil pasar domestik menjadi lebih tinggi.
Katalis lain yang akan mendorong asing masuk ke Indonesia adalah peringkat
sovereign
yang bertahan di level
investment grade
dan dukungan kebijakan makroekonomi yang
prudent.
Kendati masih banyak ketidakpastian, Ahmad memprediksi, pasar obligasi domestik berpeluang memberikan
return
antara 6%-9% di tahun depan. Dari indeks ALBI, pasar domestik memberikan pengembalian 7,3% sejak awal tahun hingga 30 November 2023. Persentase ini merupakan yang tertinggi di antara beberapa negara Asia seperti Filipina sebesar 6,9%, India 6,7%, dan Malaysia 5,6%.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, ketidakpastian pada pasar keuangan Indonesia akan tetap ada terutama terkait pemilu 2024. Sehingga, Bank Indonesia (BI) tidak akan buru-buru memotong suku bunga acuan tahun depan.
Tags :
#PortofolioPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023