;

Selisih Yield Melebar, Dana Asing Berpeluang Masuk Lagi

Ekonomi Hairul Rizal 18 Dec 2023 Kontan
Selisih Yield Melebar, Dana Asing Berpeluang Masuk Lagi

Pasar obligasi diperkirakan masih memberi return menarik pada tahun depan. Apalagi, belakangan ini selisih ( spread ) imbal hasil atau yield SUN tenor 10 tahun dengan US Treasury 10 tahun kian melebar. Hal ini diharapkan kembali mendorong minat asing masuk ke pasar surat utang Indonesia. Pada akhir November 2023, yield SUN 10 tahun di level 6,63% dan yield US Treasury 10 tahun di 4,33%. Sehingga spread yield keduanya sebesar 230 basis poin (bps). Sementara itu, per 14 Desember 2023, yield spread antara SUN dengan US Treasury 10 tahun membesar menjadi 271 bps. Fixed Income Analyst Pefindo, Ahmad Nasrudin mengatakan, pada saat US Treasury turun, yield SUN 10 tahun justru naik. Dengan selisih yield domestik dengan pasar Amerika Serikat (AS) itu, Ahmad memperkirakan, pasar surat utang domestik bakal menarik minat investor. Sebab imbal hasil pasar domestik menjadi lebih tinggi. Katalis lain yang akan mendorong asing masuk ke Indonesia adalah peringkat sovereign yang bertahan di level investment grade dan dukungan kebijakan makroekonomi yang prudent. Kendati masih banyak ketidakpastian, Ahmad memprediksi, pasar obligasi domestik berpeluang memberikan return antara 6%-9% di tahun depan. Dari indeks ALBI, pasar domestik memberikan pengembalian 7,3% sejak awal tahun hingga 30 November 2023. Persentase ini merupakan yang tertinggi di antara beberapa negara Asia seperti Filipina sebesar 6,9%, India 6,7%, dan Malaysia 5,6%. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, ketidakpastian pada pasar keuangan Indonesia akan tetap ada terutama terkait pemilu 2024. Sehingga, Bank Indonesia (BI) tidak akan buru-buru memotong suku bunga acuan tahun depan.

Tags :
#Portofolio
Download Aplikasi Labirin :